Selasa, 6 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek: BMKG Ungkap Faktor Pemicu Hujan Lebat hingga Akhir Januari

by Pewarta Warga
22/01/2026
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 3 mins read
A A
img-1769073169-cd71f97857406427

Jabodetabek kembali diguyur hujan lebat pada Kamis pagi (22/1/2026), memicu kewaspadaan publik terhadap potensi cuaca ekstrem. BMKG telah merilis peringatan dini, menjelaskan akar permasalahan di balik intensitas hujan yang meningkat tajam ini.

  • Cuaca ekstrem di Jabodetabek disebabkan oleh kombinasi sirkulasi siklonik dan penguatan Monsun Dingin Asia.
  • Fenomena seperti Siklon Tropis Nokaen dan bibit siklon 97S turut berkontribusi pada peningkatan awan hujan.
  • Peningkatan seruakan dingin dari Benua Asia mempercepat masuknya Monsun Asia ke wilayah Indonesia.
  • BMKG mengeluarkan peringatan siaga dan awas untuk berbagai wilayah di Jabodetabek terkait potensi hujan lebat hingga ekstrem dan angin kencang.

Analisis Mendalam Penyebab Cuaca Ekstrem Jabodetabek

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan analisis mendalam mengenai penyebab cuaca ekstrem yang tengah melanda Jabodetabek dan wilayah Indonesia lainnya. Menurut laporan ‘Prospek Cuaca Mingguan’ yang dirilis pada 19 Januari 2026, fenomena ini dipicu oleh interaksi kompleks dari beberapa faktor utama di tingkat regional.

Faktor Utama Pemicu Hujan Lebat

Dua faktor krusial yang menjadi sorotan BMKG adalah:

  • Sirkulasi Siklonik: Pola angin yang berputar ini secara signifikan mendukung pembentukan dan perkembangan awan hujan di atmosfer.
  • Penguatan Monsun Dingin Asia: Arus udara dingin yang berasal dari Benua Asia mengalami penguatan, kemudian bergerak masuk dan memengaruhi sistem cuaca di wilayah Indonesia.

Fenomena Cuaca Spesifik yang Berkontribusi

BMKG merinci beberapa fenomena meteorologis spesifik yang turut memperparah kondisi cuaca:

  • Siklon Tropis Nokaen: Keberadaan siklon ini di Laut Filipina diprediksi akan menguat, memberikan dampak pada pola angin di wilayah utara Indonesia bagian Timur.
  • Bibit Siklon 97S: Pergerakan bibit siklon yang persisten ini memengaruhi pola angin secara luas, termasuk menciptakan daerah konfluensi dan konvergensi yang membentang dari Pulau Timor hingga Laut Arafuru. Kondisi ini sangat kondusif untuk pertumbuhan awan hujan.
  • Peningkatan Seruakan Dingin (Cold Surge): Indikasi adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan antara Benua Asia yang memiliki tekanan tinggi dan wilayah Indonesia. Peningkatan kecepatan angin di Laut Cina Selatan akibat fenomena ini turut mempercepat intrusi Monsun Asia melintasi ekuator melalui Selat Karimata.

Interaksi fenomena-fenomena tersebut memberikan dampak nyata berupa peningkatan intensitas kejadian cuaca ekstrem, khususnya di wilayah selatan Indonesia, yang mencakup Sumatera Bagian Selatan dan Pulau Jawa, termasuk Jabodetabek.

Peringatan Dini BMKG untuk Wilayah Jabodetabek

Menindaklanjuti analisis tersebut, BMKG telah mengeluarkan serangkaian peringatan dini yang dirinci untuk wilayah Jabodetabek. Peringatan yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi BMKG pada Rabu (21/1) ini menggarisbawahi perlunya kewaspadaan tinggi:

Tingkat Siaga dan Awas Hujan Lebat

  • Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat: Dikeluarkan untuk wilayah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok.
  • Awas Hujan Sangat Lebat-Ekstrem: Dikeluarkan untuk wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu.

Peringatan Angin Kencang

Selain potensi hujan lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk angin kencang di beberapa area, yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, serta wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu. Peringatan ini diperbarui secara berkala, menegaskan bahwa potensi cuaca buruk masih berlanjut dan memerlukan perhatian serius dari masyarakat.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Gempa M4,6 Guncang Laut Selatan Malang, Getaran Meluas hingga Lumajang dan Jember

DPR Mendesak KemenPUPR & BMKG: Perlu Mitigasi El Nino untuk Cegah Krisis Air Bersih

Sulawesi Selatan Siap Hadapi Udara Panas Ekstrem: Ini Prediksi BMKG 24-26 September 2026

Gempa Magnitudo di Atas 3,0 di Indonesia: Laporan 24 Jam Terakhir (Hingga 19 September 2026)

Strategi Multidimensi Melawan Dampak Kebakaran Hutan & Lahan di Kalimantan: Respons Komprehensif Melampaui Krisis Asap

Tags: bmkgCuaca EkstremHujan Lebatjabodetabekmonsun asiaPrakiraan CuacaSiklon Tropis
Share17Tweet11Send

ARTIKEL TERKAIT

Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek: BMKG Ungkap Faktor Pemicu Hujan Lebat hingga Akhir Januari - Featured

Leonardo DiCaprio Angkat Bicara: Karhutla Indonesia Ancaman Nyata bagi Satwa Liar dan Iklim

05/10/2026
Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek: BMKG Ungkap Faktor Pemicu Hujan Lebat hingga Akhir Januari - Featured

Gempa M4,6 Guncang Laut Selatan Malang, Getaran Meluas hingga Lumajang dan Jember

05/10/2026
Children from a local community in Makassar planting trees, symbolizing the integration of eco-parenting with local culture and traditions.

Eco-Parenting Berbasis Lokal: Solusi Berkelanjutan Hadapi Perubahan Iklim

04/10/2026
Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek: BMKG Ungkap Faktor Pemicu Hujan Lebat hingga Akhir Januari - Featured

Mikroplastik Ancam Perairan Sulawesi Selatan: Dampak Lingkungan dan Solusi Terpadu

02/10/2026
Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek: BMKG Ungkap Faktor Pemicu Hujan Lebat hingga Akhir Januari - Featured

Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Maros, Sulsel

02/10/2026
Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek: BMKG Ungkap Faktor Pemicu Hujan Lebat hingga Akhir Januari - Featured

Nakhoda Budaya: Revitalisasi Maritim Bugis-Makassar di Pontianak, Menjembatani Identitas dan Peluang Ekonomi

01/10/2026
Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek: BMKG Ungkap Faktor Pemicu Hujan Lebat hingga Akhir Januari - Featured

Sulawesi Selatan Siap Hadapi Udara Panas Ekstrem: Ini Prediksi BMKG 24-26 September 2026

26/09/2026
Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek: BMKG Ungkap Faktor Pemicu Hujan Lebat hingga Akhir Januari - Featured

1.200 Ton Sampah Menggunung di Gowa: Krisis BBM dan Akses TPA Lumpuhkan Pengelolaan Limbah

23/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Sulsel Perkuat Pendidikan Vokasi, Jawab Tantangan Industri 4.0 dan Pengangguran

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • DKI Jakarta Perluas Transportasi Gratis untuk 21 Golongan Mulai 2027

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
  • Ekowisata Tana Toraja: Pemasaran Digital Tingkatkan Penjualan Tiket 70%

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 3 Bulan DLH Makassar Terapkan Kebijakan Pilah Sampah, Edukasi Tanpa Sanksi

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Disnaker Makassar Bekali Calon Pekerja Migran untuk Persaingan Global: Panduan Lengkap

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    230 shares
    Share 92 Tweet 58
  • CEO Nvidia Ditangkap di China dalam Kasus Penyelundupan Chip Canggih

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Redmi Note 15 Pro 5G vs Infinix Note 60: Adu Fitur Unggulan Segmen Menengah

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.