Senin, 12 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Makassar & Sulsel

Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng

Peringatan bagi Petualang yang Terjebak FOMO

by Redaktur
18/08/2025
in Makassar & Sulsel
Reading Time: 4 mins read
A A
gunung bawakaraeng

gunung bawakaraeng

BACA JUGA:

Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

GOWA – Tragedi mengejutkan menghiasi perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di alam terbuka. Seorang pendaki muda asal Kabupaten Bone, Irfan (24), dinyatakan meninggal dunia usai mengikuti upacara bendera di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Korban dilaporkan tewas akibat hipotermia berat, kondisi medis serius akibat suhu tubuh yang terlalu rendah akibat paparan dingin ekstrem di ketinggian.

Menurut keterangan Abdul Gofur dari Tim SAR Gabungan Siaga Merah Putih, Irfan ditemukan dalam keadaan lemah, kedinginan parah, dan tidak responsif pada Minggu pagi (17/8/2025), tak lama setelah upacara kemerdekaan di Pos 10, dekat puncak gunung.

Meski langsung mendapat pertolongan dan dievakuasi dengan tandu oleh tim gabungan, kondisinya tak kunjung membaik. Korban dinyatakan meninggal dunia oleh Tim Dokpol Polda Sulsel saat dalam perjalanan evakuasi dari Pos 8 menuju kaki gunung melalui jalur Bulu Balea.

Irfan bersama 16 rekannya memulai pendakian sejak Selasa (12/8/2025) dari jalur Bulubaria. Mereka berhasil mencapai puncak pada Sabtu (16/8/2025), satu hari sebelum upacara digelar. Namun, cuaca dingin yang ekstrem di ketinggian—yang bisa mencapai 0–5 derajat Celsius, terlebih di malam dan pagi hari—menjadi ancaman serius bagi pendaki yang tidak siap secara fisik maupun peralatan.

Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng - image 1
Evakuasi jasad pendaki yang meninggal dunia usai upacara HUT RI 17/08/2025 di Gunung Bawakaraeng oleh tim SAR gabungan (Foto: BASARNAS Makassar)

Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mencatat bahwa dari total 4.172 pendaki yang tercatat hingga pukul 17.00 WITA, sebanyak 32 orang mengalami gangguan kesehatan. Mayoritas mengalami hipotermia, disertai keluhan asam lambung naik dan kelelahan ekstrem. Beberapa di antaranya juga sempat terpisah dari kelompoknya, memperparah risiko keselamatan.

Alam Tidak Mengenal FOMO: Pentingnya Persiapan Fisik dan Mental

Tragedi ini menjadi alarm keras bagi komunitas pendaki dan masyarakat umum yang tergoda untuk ikut serta dalam kegiatan di alam bebas hanya karena fear of missing out (FOMO). Fenomena FOMO—rasa takut ketinggalan momen—semakin marak di era media sosial, mendorong banyak orang naik gunung tanpa persiapan memadai, hanya untuk mendapatkan foto di puncak atau ikut serta dalam acara simbolis seperti upacara bendera.

Padahal, lingkungan pegunungan seperti Gunung Bawakaraeng yang berada di ketinggian lebih dari 2.800 meter di atas permukaan laut (mdpl), menuntut adaptasi tubuh yang serius. Suhu dingin, oksigen yang tipis, medan terjal, dan perubahan cuaca yang cepat bisa menjadi ancaman nyawa jika tidak diantisipasi.

Pendaki harus memahami bahwa mendaki bukan sekadar gaya hidup atau konten media sosial, melainkan petualangan yang menuntut kedisiplinan, kesiapan fisik, mental, dan logistik. Berikut hal-hal krusial yang harus dipersiapkan:

1. Latihan Fisik Secara Berkala
Pendakian membutuhkan daya tahan jantung, paru-paru, dan otot. Latihan seperti jogging, hiking ringan, dan latihan kekuatan harus dilakukan minimal 4–6 minggu sebelum pendakian.

2. Pemahaman Medis dan Kondisi Tubuh
Hipotermia bisa menyerang siapa saja, terutama yang tidak membawa pakaian hangat, jaket anti-angin, sleeping bag, atau alas tenda yang cukup. Pendaki harus tahu gejala awal: gemetar hebat, bicara pelo, kebingungan, dan gerakan lambat.

3. Persiapan Mental dan Psikologis
Banyak pendaki gagal karena mental tidak siap menghadapi kelelahan, rasa takut, atau tekanan kelompok. Kesiapan mental termasuk kemampuan mengambil keputusan rasional, termasuk turn back jika kondisi tubuh memburuk.

4. Peralatan yang Memadai
Jaket gunung, headlamp, alas kaki anti-slip, makanan bergizi, dan air cukup adalah kebutuhan dasar. Jangan pernah mengandalkan “nanti pinjam teman” atau “pasti ada yang bawa”.

5. Pemahaman Etika dan Tanggung Jawab Lingkungan
Pendaki juga harus sadar akan jejak ekologis yang ditinggalkan. Membawa sampah turun, tidak merusak vegetasi, dan tidak membuat api sembarangan adalah bentuk penghormatan terhadap alam.

Menyambut Kemerdekaan, Bukan Menantang Maut

Upacara di puncak gunung memang punya makna simbolik yang kuat: semangat persatuan, cinta tanah air, dan keberanian menggapai ketinggian. Namun, semangat itu harus diimbangi dengan kearifan dan tanggung jawab. Kemerdekaan yang kita rayakan bukan hanya milik mereka yang sampai di puncak, tetapi juga bagi mereka yang cukup bijak untuk tahu batas diri.

Tragedi Irfan harus menjadi pelajaran: alam tidak pernah memaafkan keteledoran. Ia tidak peduli apakah Anda ingin viral, ikut tren, atau sekadar ingin merasakan “ada di sana”. Ia hanya merespons kesiapan, kesadaran, dan rasa hormat, dengan persiapan matang, rasa syukur, dan perlindungan terhadap diri sendiri serta lingkungan alam yang kita cintai.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Gunung BawakaraengHormati AlamSiap Sebelum NaikTidak Ada Pendakian Yang Terlambat Tapi Ada Yang Terlalu Terburu-buruwartakita
Share10Tweet7Send

ARTIKEL TERKAIT

Ratusan jemaah umrah dari Sulawesi Selatan terkatung-katung di lobi bandara internasional Makassar. Mereka tampak lelah dan khawatir sambil menunggu instruksi lebih lanjut. Di latar belakang, petugas

Ratusan Jemaah Umrah Sulsel Terkatung-Katung di Bandara Makassar, Akibat Serangan Bandara Riyadh

12/10/2026
PSS Sleman players celebrate their victory over PSM Makassar in a Super League match. The stadium crowd, predominantly supporting PSS Sleman, watches as the final score is 3-0. PSM Makassar players lo

PSS Sleman Sikat PSM Makassar 3-0 di Super League: Dominasi di Babak Kedua

11/10/2026
A packed soccer stadium during a match between PSS Sleman and PSM Makassar. The atmosphere is lively with spectators in blue and red, the colors of the teams. The game is intense with players in actio

Prediksi Skor PSS Sleman Vs PSM Makassar: Peluang Menang Juku Eja 20 Persen

11/10/2026
Adekan ruangan layanan akhir pekan di Bapas Kelas I Makassar yang rapi dan modern, dengan peralatan yang nyaman dan terorganisir. Para penjara terlihat aktif berinteraksi dengan staf, melakukan berbag

Bapas Kelas I Makassar Hadirkan Layanan Akhir Pekan untuk Klien Pemasyarakatan

11/10/2026
Seorang siswi SMP duduk sendirian di sebuah meja, kepalanya tersembunyi di tangan, air mata jatuh. Sepuluh temannya terlihat di latar belakang, setiap orang memiliki ekspresi yang jahil atau mengejek,

Siswi SMP di Sidrap Sulsel Korban Perundungan 10 Temannya, Ortu Laporkan Polisi

11/10/2026
Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng - Featured

Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

11/10/2026
Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng - Featured

Pemprov Sulsel Cetak Sejarah: Jalan Beton Rekor 40cm Lewat Proyek Multi Years

10/10/2026
Sebuah foto jurnalistik profesional menunjukkan operasi pembersihan polisi di sebuah kampung narkoba di Makassar. Ada sekelompok petugas kepolisian dalam pakaian seragam lengkap, masuk ke dalam gang s

Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Makassar, 104 Orang Ditangkap

10/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Ole Romeny Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia dengan Jersey Marselino

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kejati Kaltara Ungkap Dugaan Korupsi Kredit Investasi Rp759,4 Miliar di Bank Digital Milik Negara

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    835 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.