Selasa, 22 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Makassar & Sulsel

Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng

Peringatan bagi Petualang yang Terjebak FOMO

by Redaktur
18/08/2025
in Makassar & Sulsel
Reading Time: 4 mins read
A A
gunung bawakaraeng

gunung bawakaraeng

BACA JUGA:

Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

GOWA – Tragedi mengejutkan menghiasi perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di alam terbuka. Seorang pendaki muda asal Kabupaten Bone, Irfan (24), dinyatakan meninggal dunia usai mengikuti upacara bendera di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Korban dilaporkan tewas akibat hipotermia berat, kondisi medis serius akibat suhu tubuh yang terlalu rendah akibat paparan dingin ekstrem di ketinggian.

Menurut keterangan Abdul Gofur dari Tim SAR Gabungan Siaga Merah Putih, Irfan ditemukan dalam keadaan lemah, kedinginan parah, dan tidak responsif pada Minggu pagi (17/8/2025), tak lama setelah upacara kemerdekaan di Pos 10, dekat puncak gunung.

Meski langsung mendapat pertolongan dan dievakuasi dengan tandu oleh tim gabungan, kondisinya tak kunjung membaik. Korban dinyatakan meninggal dunia oleh Tim Dokpol Polda Sulsel saat dalam perjalanan evakuasi dari Pos 8 menuju kaki gunung melalui jalur Bulu Balea.

Irfan bersama 16 rekannya memulai pendakian sejak Selasa (12/8/2025) dari jalur Bulubaria. Mereka berhasil mencapai puncak pada Sabtu (16/8/2025), satu hari sebelum upacara digelar. Namun, cuaca dingin yang ekstrem di ketinggian—yang bisa mencapai 0–5 derajat Celsius, terlebih di malam dan pagi hari—menjadi ancaman serius bagi pendaki yang tidak siap secara fisik maupun peralatan.

Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng - image 1
Evakuasi jasad pendaki yang meninggal dunia usai upacara HUT RI 17/08/2025 di Gunung Bawakaraeng oleh tim SAR gabungan (Foto: BASARNAS Makassar)

Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mencatat bahwa dari total 4.172 pendaki yang tercatat hingga pukul 17.00 WITA, sebanyak 32 orang mengalami gangguan kesehatan. Mayoritas mengalami hipotermia, disertai keluhan asam lambung naik dan kelelahan ekstrem. Beberapa di antaranya juga sempat terpisah dari kelompoknya, memperparah risiko keselamatan.

Alam Tidak Mengenal FOMO: Pentingnya Persiapan Fisik dan Mental

Tragedi ini menjadi alarm keras bagi komunitas pendaki dan masyarakat umum yang tergoda untuk ikut serta dalam kegiatan di alam bebas hanya karena fear of missing out (FOMO). Fenomena FOMO—rasa takut ketinggalan momen—semakin marak di era media sosial, mendorong banyak orang naik gunung tanpa persiapan memadai, hanya untuk mendapatkan foto di puncak atau ikut serta dalam acara simbolis seperti upacara bendera.

Padahal, lingkungan pegunungan seperti Gunung Bawakaraeng yang berada di ketinggian lebih dari 2.800 meter di atas permukaan laut (mdpl), menuntut adaptasi tubuh yang serius. Suhu dingin, oksigen yang tipis, medan terjal, dan perubahan cuaca yang cepat bisa menjadi ancaman nyawa jika tidak diantisipasi.

Pendaki harus memahami bahwa mendaki bukan sekadar gaya hidup atau konten media sosial, melainkan petualangan yang menuntut kedisiplinan, kesiapan fisik, mental, dan logistik. Berikut hal-hal krusial yang harus dipersiapkan:

1. Latihan Fisik Secara Berkala
Pendakian membutuhkan daya tahan jantung, paru-paru, dan otot. Latihan seperti jogging, hiking ringan, dan latihan kekuatan harus dilakukan minimal 4–6 minggu sebelum pendakian.

2. Pemahaman Medis dan Kondisi Tubuh
Hipotermia bisa menyerang siapa saja, terutama yang tidak membawa pakaian hangat, jaket anti-angin, sleeping bag, atau alas tenda yang cukup. Pendaki harus tahu gejala awal: gemetar hebat, bicara pelo, kebingungan, dan gerakan lambat.

3. Persiapan Mental dan Psikologis
Banyak pendaki gagal karena mental tidak siap menghadapi kelelahan, rasa takut, atau tekanan kelompok. Kesiapan mental termasuk kemampuan mengambil keputusan rasional, termasuk turn back jika kondisi tubuh memburuk.

4. Peralatan yang Memadai
Jaket gunung, headlamp, alas kaki anti-slip, makanan bergizi, dan air cukup adalah kebutuhan dasar. Jangan pernah mengandalkan “nanti pinjam teman” atau “pasti ada yang bawa”.

5. Pemahaman Etika dan Tanggung Jawab Lingkungan
Pendaki juga harus sadar akan jejak ekologis yang ditinggalkan. Membawa sampah turun, tidak merusak vegetasi, dan tidak membuat api sembarangan adalah bentuk penghormatan terhadap alam.

Menyambut Kemerdekaan, Bukan Menantang Maut

Upacara di puncak gunung memang punya makna simbolik yang kuat: semangat persatuan, cinta tanah air, dan keberanian menggapai ketinggian. Namun, semangat itu harus diimbangi dengan kearifan dan tanggung jawab. Kemerdekaan yang kita rayakan bukan hanya milik mereka yang sampai di puncak, tetapi juga bagi mereka yang cukup bijak untuk tahu batas diri.

Tragedi Irfan harus menjadi pelajaran: alam tidak pernah memaafkan keteledoran. Ia tidak peduli apakah Anda ingin viral, ikut tren, atau sekadar ingin merasakan “ada di sana”. Ia hanya merespons kesiapan, kesadaran, dan rasa hormat, dengan persiapan matang, rasa syukur, dan perlindungan terhadap diri sendiri serta lingkungan alam yang kita cintai.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Gunung BawakaraengHormati AlamSiap Sebelum NaikTidak Ada Pendakian Yang Terlambat Tapi Ada Yang Terlalu Terburu-buruwartakita
Share10Tweet7Send

ARTIKEL TERKAIT

Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng - Featured

Polsek Tallo Salurkan Ratusan Liter Air Bersih untuk Warga Sengka Batu di Tengah Krisis Air Akut

20/09/2026
Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng - Featured

Makassar Borong Dua Penghargaan Kemendagri: Sukses Bedah Rumah 300 Unit & Dana Pendidikan Rp1,5 Miliar

20/09/2026
Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng - Featured

Kabar Gembira Sulsel: Menteri PKP Naikkan Kuota Rumah Subsidi Jadi 25.000 Unit

19/09/2026
Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng - Featured

El Nino Ancam Pasokan Listrik Sulselrabar: PLN Berjuang Keras Pulihkan Daya Hidro yang Anjlok Drastis

18/09/2026
Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng - Featured

Makassar Unggul: Teknologi EcoTru Optimalkan Pengelolaan Air Lindi TPA Tamangapa untuk Lingkungan Bersih

18/09/2026
Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng - Featured

Uji Keamanan Pangan Polres Soppeng: Jaminan Makanan Sehat dan Layak Konsumsi di Sulawesi Selatan

18/09/2026
Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng - Featured

Imigrasi Bone Perluas Kuota Paspor Haji 2027: Panduan Lengkap untuk Calon Jemaah

17/09/2026
Pendaki Meninggal Usai Upacara HUT RI di Puncak Gunung Bawakaraeng - Featured

Makassar Perkuat Ketahanan Air: 40 Titik SPAM Dibangun Antisipasi Kekeringan 2025-2027

17/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    205 shares
    Share 82 Tweet 51
  • Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • Makassar 2025: Kota Dunia yang Masih Tenggelam di Kala Hujan

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • AXA Financial Indonesia Perkuat Perlindungan Berbasis Syariah dengan Peluncuran AXA Sharia Life Insurance

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Grab Akuisisi Atome Financial: Langkah Strategis Perkuat Ekosistem Layanan Keuangan Indonesia

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Teras Perwira 2026: Grab & OVO Finansial Bekali Ribuan Mitra UMKM di 10 Kota

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Reshuffle Mendadak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Analisis Mendalam Politik dan Anggaran

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • BMKG Makassar Ingatkan Warga Sulsel: Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang, dan Udara Panas di September 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Sejarah Lunas: Utang Krisis 1998 Berakhir Agustus 2026, Dibayar Pakai Surplus BI Rp 55 Triliun

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.