Selasa, 27 Januari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh

by Pewarta Warga
12/09/2016
in Arsip 2015-2018, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Arsip

Sejumlah keturunan dewan adat Bate Salapang dari Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi

Wartakita.id, GOWA – Upacara Adat Accera Kalompoang diwarnai kericuhan di Istana Balla Lompoa, kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Aksi lempar batu dan petasan tersebut berlangsung sekitar satu jam. Massa simpatisan Andi Maddusila memaksa masuk ke area Balla Lompoa. Namun, mereka dihalangi ratusan polisi dan satu unit Barracuda.

Kedua kubu saling lempar terjadi antara pendukung Andi Maddusila dengan Satpol PP Gowa di pelataran Istana Balla Lompoa.

Bentrok terjadi saat polisi yang berjaga-jaga di depan Istana Balla Lompoa yang tengah menggelar acara Accera Kalompoang, nampak menyiramkan air dari water canon ke arah ban-ban bekas yang dibakar pengunjuk rasa dari Kerajaan Gowa di bawah pimpinan Raja ke-37 tersebut.

Para hadirin yang berada di pelataran Balla Lompoa sempat kocar kacir mencari tempat perlindungan.

Kericuhan itu tidak memengaruhi prosesi accera kalompoang. Pencucian benda pusaka tetap berlangsung hingga selesai.

Upacara ini merupakan upacara adat yang bertujuan untuk membersihkan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa yang tersimpan di Museum Balla Lompoa.

Inti dari Upacara Adat Accera Kalompong adalah allangiri kalompoang, yaitu pembersihan dan  penimbangan salokoa atau mahkota yang dibuat pada abad ke-14. Selain mahkota, ada juga benda-benda kerajaan yang dibersihkan seperti tombak rotan berambut ekor kuda (panyanggaya barangan), parang  besi tua (lasippo), keris emas yang memakai permata (tatarapang), senjata  sakti sebagai atribut raja yang berkuasa (sudanga), gelang emas berkepala naga (ponto janga-jangaya), kalung kebesaran (kolara), anting-anting emas murni (bangkarak ta‘roe) dan kancing emas (kancing gaukang).

Pencucian benda-benda kerajaan tersebut menggunakan air suci. Ketika dicuci, upacara ini dipimping oleh seorang guru besar atau Anrong Gurua (Guru Besar). Sebelum penyucian dimulai, terlebih dahulu dibacakan surat al-Fatihah secara bersama-sama oleh para peserta upacara.

Setiap ritual yang terdapat dalam upacara ini memliki makna tersendiri. Misalnya saja penimbangan yang bermakna petunjuk bagi kehidupan mereka di masa yang akan datang. Jika timbangan mahkota tersebut berkurang, maka itu menjadi pertanda akan terjadi (bala) bencana di negeri mereka. . Sebaliknya, jika timbangan mahkota tersebut bertambah, maka itu menjadi pertanda kemakmuran akan datang bagi masyarakat Gowa.

Upacara adat Accera Kalompoang digelar  sekali setahun, yakni setiap usai shalat Idul Adha pada tanggal 10 Zulhijjah di  Museum Balla Lompoa. Selain benda-benda pusaka tersebut, beberapa benda impor yang tersimpan  di Museum Balla Lompoa turut dibersihkan, seperti kalung dari Kerajaan Zulu,  parang panjang, penning emas murni dan medali emas.

Sejumlah keturunan dewan adat Bate Salapang dari Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Sejumlah keturunan dewan adat Bate Salapang dari Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Bentrokan massa yang menolak Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Bentrokan massa yang menolak Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Satuan Polisi Pamong Praja membalas lemparan batu massa yang menolak pencucian benda pusaka (accera kalompoang) kerajaan kerajaan Gowa di Balla Lompoa, Sungguminasa, Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (12/9). Beberapa kelompok tidak setuju dengan pencucian benda pusaka kerajaan yang sebelumnya dilaksanakan oleh keluarga kerajaan kini di laksanakan oleh Lembaga Adat Daerah (LAD) yang di ketuai oleh Bupati Gowa Adnan P. Ichsan Yasin Limpo. Wartakita/SASHE
Satuan Polisi Pamong Praja membalas lemparan batu massa yang menolak pencucian benda pusaka (accera kalompoang)
kerajaan kerajaan Gowa di Balla Lompoa, Sungguminasa, Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (12/9). Beberapa kelompok tidak setuju dengan pencucian benda pusaka kerajaan yang sebelumnya dilaksanakan oleh keluarga kerajaan kini di laksanakan oleh Lembaga Adat Daerah (LAD) yang di ketuai oleh Bupati Gowa Adnan P. Ichsan Yasin Limpo. Wartakita/SASHE
Bentrokan massa yang menolak Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Bentrokan massa yang menolak Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Bentrokan massa yang menolak Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Bentrokan massa yang menolak Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi

BACA JUGA:

PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

Menyelami Keajaiban Kembang Api: Sejarah, Ilmu di Balik Gemerlap, dan Budayanya

RUU Perampasan Aset 2025: Masuk Prolegnas (Lagi), Taktik “Buying Time” atau Harapan Palsu?

Kaleidoskop Politik 2025: Ujian Pertama Transisi dan Seni “Menari” di Antara Dua Karang

Tags: Budayakabupaten Gowawartakita
Share12Tweet7Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan

22/01/2026
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Bagian Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Pangkep, Tim SAR Hadapi Kendala Cuaca dan Medan Sulit

18/01/2026
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Mengalir Sampai Kiamat: Jejak Wakaf Habib Bugak yang Memberi Jutaan Rupiah untuk Jemaah Aceh.

17/01/2026
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Libur Nasional Isra Mi’raj 2026: Momentum Refleksi Spiritual dan Long Weekend Pertama Tahun Ini

16/01/2026
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

13/01/2026
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Reformasi Komando Operasi Papua: Menhan Sjafrie Incar Stabilitas Jangka Panjang

08/01/2026
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Survival Guide Netizen 2026: Mengkritik Tanpa Diciduk Pasal 218 KUHP (Panduan Lengkap + Contoh Kasus)

03/01/2026
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Trending Topik “Halo 2026”: Optimisme Digital, Solidaritas Nasional, dan Tantangan Pemulihan di Awal Tahun Baru

01/01/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

    Kronologi Lengkap: Korean Air KE81 Berhasil Mendarat Aman di JFK Setelah Deklarasi PAN-PAN Akibat Masalah Hidrolik

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Banjir Terjang Jalan Panjaitan Jakarta Akibat Hujan Deras, Lalu Lintas Lumpuh

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Longsor dan Banjir Bandang Cisarua, Bandung Barat: Puluhan Rumah Tertimbun, Ratusan Warga Terdampak, Pencarian Korban Berlangsung

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek: BMKG Ungkap Faktor Pemicu Hujan Lebat hingga Akhir Januari

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Rangkuman Gempa Bumi 25 Januari 2026, BMKG Catat Aktivitas Seismik Signifikan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Bocoran Konsep Seni Fable Reboot: Nostalgia Wilayah Klasik Terungkap!

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    433 shares
    Share 173 Tweet 108
  • Dell SE2726D: Monitor 2K 144Hz yang Sempurna untuk Produktivitas dan Gaming Kelas Berat

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Mengungkap Keunikan Rumah Tradisional Bugis di Sulawesi Selatan

    428 shares
    Share 171 Tweet 107
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.