Sabtu, 25 April 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh

by Pewarta Warga
12/09/2016
in Arsip 2015-2018, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Arsip

Sejumlah keturunan dewan adat Bate Salapang dari Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi

Wartakita.id, GOWA – Upacara Adat Accera Kalompoang diwarnai kericuhan di Istana Balla Lompoa, kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Aksi lempar batu dan petasan tersebut berlangsung sekitar satu jam. Massa simpatisan Andi Maddusila memaksa masuk ke area Balla Lompoa. Namun, mereka dihalangi ratusan polisi dan satu unit Barracuda.

Kedua kubu saling lempar terjadi antara pendukung Andi Maddusila dengan Satpol PP Gowa di pelataran Istana Balla Lompoa.

Bentrok terjadi saat polisi yang berjaga-jaga di depan Istana Balla Lompoa yang tengah menggelar acara Accera Kalompoang, nampak menyiramkan air dari water canon ke arah ban-ban bekas yang dibakar pengunjuk rasa dari Kerajaan Gowa di bawah pimpinan Raja ke-37 tersebut.

Para hadirin yang berada di pelataran Balla Lompoa sempat kocar kacir mencari tempat perlindungan.

Kericuhan itu tidak memengaruhi prosesi accera kalompoang. Pencucian benda pusaka tetap berlangsung hingga selesai.

Upacara ini merupakan upacara adat yang bertujuan untuk membersihkan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa yang tersimpan di Museum Balla Lompoa.

Inti dari Upacara Adat Accera Kalompong adalah allangiri kalompoang, yaitu pembersihan dan  penimbangan salokoa atau mahkota yang dibuat pada abad ke-14. Selain mahkota, ada juga benda-benda kerajaan yang dibersihkan seperti tombak rotan berambut ekor kuda (panyanggaya barangan), parang  besi tua (lasippo), keris emas yang memakai permata (tatarapang), senjata  sakti sebagai atribut raja yang berkuasa (sudanga), gelang emas berkepala naga (ponto janga-jangaya), kalung kebesaran (kolara), anting-anting emas murni (bangkarak ta‘roe) dan kancing emas (kancing gaukang).

Pencucian benda-benda kerajaan tersebut menggunakan air suci. Ketika dicuci, upacara ini dipimping oleh seorang guru besar atau Anrong Gurua (Guru Besar). Sebelum penyucian dimulai, terlebih dahulu dibacakan surat al-Fatihah secara bersama-sama oleh para peserta upacara.

Setiap ritual yang terdapat dalam upacara ini memliki makna tersendiri. Misalnya saja penimbangan yang bermakna petunjuk bagi kehidupan mereka di masa yang akan datang. Jika timbangan mahkota tersebut berkurang, maka itu menjadi pertanda akan terjadi (bala) bencana di negeri mereka. . Sebaliknya, jika timbangan mahkota tersebut bertambah, maka itu menjadi pertanda kemakmuran akan datang bagi masyarakat Gowa.

Upacara adat Accera Kalompoang digelar  sekali setahun, yakni setiap usai shalat Idul Adha pada tanggal 10 Zulhijjah di  Museum Balla Lompoa. Selain benda-benda pusaka tersebut, beberapa benda impor yang tersimpan  di Museum Balla Lompoa turut dibersihkan, seperti kalung dari Kerajaan Zulu,  parang panjang, penning emas murni dan medali emas.

Sejumlah keturunan dewan adat Bate Salapang dari Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Sejumlah keturunan dewan adat Bate Salapang dari Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Bentrokan massa yang menolak Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Bentrokan massa yang menolak Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Satuan Polisi Pamong Praja membalas lemparan batu massa yang menolak pencucian benda pusaka (accera kalompoang) kerajaan kerajaan Gowa di Balla Lompoa, Sungguminasa, Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (12/9). Beberapa kelompok tidak setuju dengan pencucian benda pusaka kerajaan yang sebelumnya dilaksanakan oleh keluarga kerajaan kini di laksanakan oleh Lembaga Adat Daerah (LAD) yang di ketuai oleh Bupati Gowa Adnan P. Ichsan Yasin Limpo. Wartakita/SASHE
Satuan Polisi Pamong Praja membalas lemparan batu massa yang menolak pencucian benda pusaka (accera kalompoang)
kerajaan kerajaan Gowa di Balla Lompoa, Sungguminasa, Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (12/9). Beberapa kelompok tidak setuju dengan pencucian benda pusaka kerajaan yang sebelumnya dilaksanakan oleh keluarga kerajaan kini di laksanakan oleh Lembaga Adat Daerah (LAD) yang di ketuai oleh Bupati Gowa Adnan P. Ichsan Yasin Limpo. Wartakita/SASHE
Bentrokan massa yang menolak Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Bentrokan massa yang menolak Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Bentrokan massa yang menolak Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi
Bentrokan massa yang menolak Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa melakukan pencucian benda pusaka di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (12/9). Pencucian benda pusaka seperti badik, pedang, mahkota dan gelang emas milik kerajaan Gowa tersebut rutin dilakukan setahun sekali bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Wartakita/Herwin Gunadi

BACA JUGA:

Koperasi Desa Merah Putih: Ambisi Ekonomi Rakyat atau Beban Fiskal Baru?

Manifesto Reformasi Parpol: Membubarkan ‘PO Bus’ dan Mengembalikan Daulat Rakyat

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

Menyelami Keajaiban Kembang Api: Sejarah, Ilmu di Balik Gemerlap, dan Budayanya

RUU Perampasan Aset 2025: Masuk Prolegnas (Lagi), Taktik “Buying Time” atau Harapan Palsu?

Tags: Budayakabupaten Gowawartakita
Share13Tweet8Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Festival Delapan Presents: Shakira Jasmine Siap Mengguncang Kuala Lumpur dalam Konser Spektakuler “Asia Tour 2026”

03/04/2026
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar: 10 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Sepanjang 291 Km!

15/03/2026
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Dua Kapal Pertamina Berhasil Keluar Zona Konflik Timur Tengah, Pasokan Energi Nasional Tetap Aman

13/03/2026
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Panglima TNI Siagakan Seluruh Jajaran Hadapi Eskalasi Konflik Timur Tengah: Instruksi Siaga 1 Melalui Telegram Rahasia

08/03/2026
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Dua Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz: Ancaman pada Ketahanan Energi Nasional

05/03/2026
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Cadangan BBM RI 20 Hari: Ancaman Krisis Energi Jika Konflik Timur Tengah Meluas, Analisis Dampak dan Solusi Transisi Energi

05/03/2026
sd monginsidi makassar wartakita cr

Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

05/02/2026
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

05/02/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    587 shares
    Share 235 Tweet 147
  • Stadion Barombong Makassar: Miliar Rupiah Terbengkalai Akibat Lahan yang Tak Kunjung Tuntas

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Koperasi Desa Merah Putih: Ambisi Ekonomi Rakyat atau Beban Fiskal Baru?

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • PKL Makassar Diberdayakan: Akses Kredit Usaha Rakyat Jadi Kunci Penataan Ekonomi Baru

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Indonesia Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Modernisasi Laboratorium Karantina, Target Sejajar Negara Maju 2027

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Indonesia Diguncang Rangkaian Gempa M5+ dalam 48 Jam, BMKG Tegaskan Tak Berpotensi Tsunami

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Jepang Timur Laut: Kronologi, Evakuasi Massal, dan Peringatan Tsunami

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pete-pete Laut Makassar: Konektivitas Baru untuk Pulau, Beroperasi Mei-Juni 2026

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Taro Waterpark CitraLand Tallasa City: Sensasi Petualangan Air Terbaru untuk Keluarga Makassar

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Cara Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Masyarakat Tidak Mampu

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Ricuh - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.