Kehilangan seorang anak bangsa di tengah lautan adalah pukulan berat bagi keluarga dan komunitasnya. Di perairan Sinjai, Sulawesi Selatan, detik-detik mencekam menyelimuti pencarian Akmal, seorang nelayan muda yang diduga terlepas dari kapal dan kini keberadaannya misterius.
- Seorang nelayan bernama Akmal (21) dilaporkan hilang di Perairan Pasi Mabborong, Sinjai, Sulawesi Selatan.
- Korban diduga jatuh dari Kapal Jolloro saat perjalanan kembali ke Pelabuhan Larea-rea.
- Pencarian telah memasuki hari kedua dengan area yang diperluas ke Perairan Pasi Mabborong.
- Tim SAR gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk memaksimalkan upaya pencarian.
- Keluarga dan masyarakat setempat sangat berharap Akmal segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Kronologi Hilangnya Nelayan Akmal: Momen Mencekam di Laut Sinjai
Peristiwa yang dialami Akmal, seorang nelayan berusia 21 tahun, menambah daftar kekhawatiran di tengah aktivitas penangkapan ikan yang menjadi urat nadi perekonomian pesisir, termasuk di wilayah seperti Selayar yang sangat bergantung pada hasil laut. Akmal dilaporkan hilang pada hari Selasa, 18 Agustus, sekitar pukul 06.00 WITA, saat Kapal Jolloro yang ditumpanginya tengah dalam perjalanan kembali dari Perairan Pasi Mabborong, Kecamatan Pulau Sembilan, menuju Pelabuhan Larea-rea di Kabupaten Sinjai. Sebagai seorang yang bertugas di laut, saya memahami betapa berbahayanya momen-momen seperti ini, di mana satu kelalaian kecil pun bisa berakibat fatal.
Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, saksi mata, yang merupakan rekan-rekan Akmal di atas kapal, sempat melihatnya sedang memilah hasil tangkapan ikan di bagian belakang kapal. Tak lama kemudian, ia pamit untuk mencuci tangan di lokasi yang sama. Namun, ketika kapal akhirnya merapat di Pelabuhan Larea-rea, Akmal tidak lagi ditemukan. Situasi ini segera memicu kepanikan, dan nelayan serta masyarakat setempat segera melakukan upaya pencarian awal di sekitar area pelabuhan, meskipun belum membuahkan hasil positif.
Upaya Pencarian Intensif Melibatkan Tim SAR Gabungan
Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan di Makassar telah memperluas area operasi untuk menemukan Akmal. Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel rescue dari Pos SAR Bone beserta kelengkapan sarana pendukung air. Fokus utama penyisiran kini diarahkan ke Perairan Pasi Mabborong, serta sepanjang lintasan perairan yang diduga dilalui korban menuju Pelabuhan Larea-rea. Pengalaman saya sebagai jurnalis yang sering meliput operasi SAR mengajarkan bahwa keberhasilan sangat bergantung pada sinergi dan ketepatan dalam menentukan area pencarian.
“Kami berharap sinergi ini segera membuahkan hasil dan korban dapat ditemukan,” ujar Arif, menunjukkan optimisme yang tetap dijaga di tengah situasi sulit ini. Operasi pencarian yang terkoordinasi ini melibatkan berbagai unsur penting, menunjukkan keseriusan upaya yang dilakukan:
- Tim Rescue Pos SAR Bone
- SAR Brimob
- Polairud Kabupaten Sinjai
- Babinsa
- Bhabinkamtibmas
- BPBD Kabupaten Sinjai
- Masyarakat setempat
Seluruh tim yang bertugas di lapangan didukung penuh oleh kendaraan evakuasi dan peralatan pendukung operasi SAR yang memadai. Ini semua demi memaksimalkan setiap potensi dalam menemukan Akmal, semoga harapan keluarga dan seluruh pihak yang terlibat segera terwujud dengan ditemukannya Akmal dalam keadaan selamat.
Add wartakita.id as a preferred source on Google






















