Kejadian tragis kembali menyelimuti perairan Sinjai. Seorang nelayan muda, Umar Saputra (21), yang dilaporkan hilang sejak Selasa (18/8), akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari keempat pencarian.
- Identitas Korban: Umar Saputra (21), seorang nelayan.
- Status: Ditemukan meninggal dunia mengapung di laut.
- Waktu Penemuan: Hari keempat pencarian, sekitar pukul 13.30 Wita.
- Lokasi Penemuan: Perairan Kanalo 2, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
- Dugaan Penyebab: Diduga terjatuh dari kapal saat dalam perjalanan pulang.
- Penemu: Anak Buah Kapal (ABK) sebuah kapal penumpang yang melintas.
Kronologi Penemuan Jasad Nelayan yang Hilang di Sinjai
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, membenarkan penemuan jasad Umar Saputra di sekitar perairan Kanalo 2, Kabupaten Sinjai. Menurutnya, jasad korban pertama kali terlihat oleh ABK sebuah kapal penumpang yang sedang berlayar dari arah Cappa Ujung menuju Kanalo 2. Penemuan ini segera dilaporkan ke posko SAR gabungan yang sedang melakukan upaya pencarian intensif.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Selasa (18/8) sekitar pukul 06.00 Wita. Dugaan awal, Umar Saputra terjatuh dari kapalnya saat sedang melakukan perjalanan pulang dari perairan Pasi Mabborong menuju Pelabuhan Larea-Rea, Sinjai. Kehilangan kontak ini sontak menimbulkan kekhawatiran di kalangan keluarga dan nelayan setempat, memicu operasi pencarian besar-besaran.
Proses Evakuasi dan Penanganan Jenazah
Menindaklanjuti laporan penemuan, tim SAR gabungan yang telah siaga segera bergerak menuju lokasi yang dilaporkan. Dengan sigap, tim gabungan berhasil mengevakuasi jasad korban. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sinjai untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menanti dengan duka mendalam.
Apresiasi dan Penutupan Operasi SAR
Basarnas Makassar turut menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum Umar Saputra. Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang telah berjalan beberapa hari ini menunjukkan tingginya sinergi antara berbagai elemen. Kepala Kantor Basarnas Makassar memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat nelayan Sinjai yang telah berpartisipasi aktif dalam operasi kemanusiaan ini.
Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari kolaborasi apik antara Tim Rescue Pos SAR Bone (Basarnas Makassar), personel SAR Brimob, Polairud Kabupaten Sinjai, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhabinkamtibmas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, serta peran krusial masyarakat dan para nelayan lokal. Semangat gotong royong ini menjadi kunci utama kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Dengan ditemukannya jasad korban, operasi SAR yang telah dilakukan secara resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing, meninggalkan duka namun juga rasa lega karena jasad korban telah ditemukan dan dapat dikebumikan sebagaimana mestinya.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: RR. Nur
Add wartakita.id as a preferred source on Google























