Senin, 9 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan.

by Redaktur
24/09/2018
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Arsip

Membandingkan pendukung pasangan calon presiden dan partai politik dengan pendukung klub bola, bukan perbandingan sebangun dan setara. Tetap kami bandingkan dengan membatasi pada kesamaan sebab dan akibat umum berdasarkan pengalaman dan pengetahuan empiris lainnya.

Telaah khusus dari sudut hukum, psikologi massa, dan manajemen konflik bukan kompetensi redaktur, biarlah para ahli yang mengulasnya.

Kami menulis opini ini karena pada hari deklarasi kampanye damai kemarin (Minggu 23/9) ada dua kejadian yang dilakukan oleh pendukung klub politik dan klub bola. Pendukung klub politik mengorbankan aturan main, pendukung klub bola mengorbankan nyawa.

Tidak ada manusia yang tidak menginginkan kedamaian. Harapan dan kerinduan manusia pada perdamaian bahkan dititipkan dalam bentuk doa pada mereka yang telah meninggal dunia, semoga beristirahat dalam damai. Bukan pada yang masih hidup, mari hidup damai.

Menurut catatan seorang pendukung klub bola:

“Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Dan terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi Alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru kita suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel-yel kita waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus. Dan The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo Halo Bandung.”

Konflik antar pendukung klub bola sampai bulan September tahun 2016 tercatat sudah 54 orang pendukung klub bola meninggal dunia dan mati sia-sia.

Berapa korban nyawa antar pendukung klub politik di Indonesia? Bila dalam konteks politik sebagai alat merebut kekuasaan, amat banyak, mencapai jutaan jika dirunut sejak zaman Sriwijaya, revolusi kemerdekaan, masa orde lama, orde baru, orde reformasi, hingga hari ini. Bedanya, korban yang jatuh punya peluang mendapat gelar pahlawan dari pemerintah karena kehilangan nyawa dalam perjuangan mengubah nasib orang banyak. Sebagian lagi dicap pengkhianat karena perbedaan ideologi dan tujuan perjuangan.

Beberapa hal yang menggelitik kesadaran kami sebagai manusia, korban di GBLA kemarin (23/9) Haringga dan kejadian 2012 di GBK dengan korban Rangga, keduanya dilakukan dengan berdarah dingin tanpa kemanusiaan, penuh kebencian.

Di GBLA anak-anak di bawah umur ikut mengeroyok Haringga, di GBK ponsel Blackberry Rangga dirampas dan status BBM nya diganti menjadi “Ini Jakarta bukan Bandung”.

Semoga dengan mengambil pelajaran dari korban-korban yang jatuh, menjadi doa untuk para korban bahwa kematian mereka tidak sepenuhnya sia-sia.

Belum Paham Matematika

Kata Enstein, “Saya bisa menghitung pembelokan cahaya, tapi jangan minta saya menghitung besarnya kebencian dalam hati manusia.”

Masih butuh penelitian lebih lanjut, tapi fakta bahwa anak Indonesia gagap Matematika urutan kedua dari bawah di dunia, mestinya berhubungan dengan sikap beringas, biadab, tanpa akal sehat.

Kebenaran matematis bisa mencegah kekerasan karena kalkulasi membiasakan manusia berpikir logis.

Misalnya, sebandingkah membunuh supporter tim lawan atas nama dendam atau fanatisme. Sebaliknya, logiskah mengabaikan seruan pihak keamanan jangan datang menonton langsung, tapi seorang diri tetap menonton ke kandang lawan.

Dengan matematika, seseorang akan memahami betul kegunaan dan tujuan sebuah operasi atau persamaan matematika, teorema Phytagoras gunanya untuk mencari apa, jelas dan terang.

Imbasnya pada kehidupan sehari-hari, orang menjadi terbiasa mempertanyakan setiap aksi dan operasinya, fungsi, manfaat, dan tujuan menjadi pendukung klub bola apa, yang pasti bukan untuk menghajar suporter tim lawan.

BACA JUGA:

Tim Reaksi Cepat BPBD Makassar Kembali Diterjunkan dalam Operasi SAR Pesawat ATR di Pangkep

Warga Binaan Rutan Negara Sumbangkan Ratusan Telur untuk Korban Bencana: Bukti Kepedulian dari Balik Jeruji

Nelayan RI Raih Penghargaan Presiden Korsel, Kisah Heroik di Balik Api

Merawat Indonesia: Bukan dengan Menangkap Pengibar Bendera, Tapi Nyalakan Dapur Rakyat

TAJUK RENCANA: Melampaui Teks Buku, Menjawab Dunia dengan Contoh Nyata

Pendukung klub politik dengan matematika juga bisa menghitung sebandingkah manfaat finansial menjadi pendukung klub politik dengan akibat yang ditimbulkan jika menebar kebencian. Atau untuk yang bergerak sukarela tanpa dukungan finansial tapi untuk ideologi, bahkan mungkin ‘kesenangan’, bisa mengkalkulasi akibat yang akan timbul dari setiap aksinya, pada diri sendiri dan orang banyak.

Minim Teladan Mengelola Perbedaan dan Menerima Kekalahan

Kebanyakan contoh dan teladan bagaimana meruncingkan perbedaan untuk mengambil keuntungan atau untuk kesenangan, mulai dari skala negarawan, agamawan, politisi, pesohor, simpatisan pendukung paslon dan parpol.

Teladan bahwa perbedaan adalah sesuatu yang lumrah, bukan alasan berkonflik, berbeda pilihan dalam sebuah kompetisi sesuatu yang biasa, yang juara boleh merayakan kemenangan dan yang kalah silahkan mengambil pelajaran untuk kompetisi berikutnya.

Teladan dari pucuk pimpinan klub politik dan klub bola dalam mengelola perbedaan akan menghilangkan prasangka sosial di level pendukung dan mencairkan kebekuan komunikasi.

Netralitas Wasit dan Penegak Aturan

Tanpa ini, semua upaya di atas terancam sia-sia.

Tags: IndonesianaKemanusiaan
Share4Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Esai Ramadan #17: Doa, antara Harapan dan Kepasrahan

08/03/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa

08/03/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Esai Ramadan #15: Mencari Wajah Tuhan dalam Wajah Asing

04/03/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Esai Ramadan #14: Mengapa Jurang Antara Sajadah dan Integritas Kita Masih Lebar?

04/03/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita

03/03/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Esai Ramadan #12: Bagaimana Memperbaiki Dunia Tanpa Menghancurkannya?

01/03/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

28/02/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit

27/02/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

    Esai Ramadan #16: Autofagi Jiwa

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    527 shares
    Share 211 Tweet 132
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Aktivis JICT Tewas, Motif Tersembunyi Mengemuka di Momen Sahur

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Cadangan BBM RI 20 Hari: Ancaman Krisis Energi Jika Konflik Timur Tengah Meluas, Analisis Dampak dan Solusi Transisi Energi

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Negara Teraman Dunia di Tengah Eskalasi Geopolitik Global, Adakah Indonesia Termasuk?

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Viral Uang Palsu Pecahan Rp 50.000 Bersinar di UV, BI Jelaskan Perbedaan dengan Rupiah Asli

    245 shares
    Share 98 Tweet 61
  • Pemkot Makassar Target SDN 1 Bawakaraeng Masuk 45 Besar Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #15: Mencari Wajah Tuhan dalam Wajah Asing

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • THR 2026 Wajib Penuh H-7 Lebaran, Ojol Juga Dapat Bonus Spesial

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Esai Ramadan #13: Solusi yang Terlalu Sederhana untuk Ego Kita

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.