Senin, 13 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan.

by Redaktur
24/09/2018
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
redaksiana-2

Membandingkan pendukung pasangan calon presiden dan partai politik dengan pendukung klub bola, bukan perbandingan sebangun dan setara. Tetap kami bandingkan dengan membatasi pada kesamaan sebab dan akibat umum berdasarkan pengalaman dan pengetahuan empiris lainnya.

Telaah khusus dari sudut hukum, psikologi massa, dan manajemen konflik bukan kompetensi redaktur, biarlah para ahli yang mengulasnya.

Kami menulis opini ini karena pada hari deklarasi kampanye damai kemarin (Minggu 23/9) ada dua kejadian yang dilakukan oleh pendukung klub politik dan klub bola. Pendukung klub politik mengorbankan aturan main, pendukung klub bola mengorbankan nyawa.

Tidak ada manusia yang tidak menginginkan kedamaian. Harapan dan kerinduan manusia pada perdamaian bahkan dititipkan dalam bentuk doa pada mereka yang telah meninggal dunia, semoga beristirahat dalam damai. Bukan pada yang masih hidup, mari hidup damai.

World Cup 2026

Menurut catatan seorang pendukung klub bola:

“Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Dan terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi Alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru kita suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel-yel kita waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus. Dan The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo Halo Bandung.”

Konflik antar pendukung klub bola sampai bulan September tahun 2016 tercatat sudah 54 orang pendukung klub bola meninggal dunia dan mati sia-sia.

Berapa korban nyawa antar pendukung klub politik di Indonesia? Bila dalam konteks politik sebagai alat merebut kekuasaan, amat banyak, mencapai jutaan jika dirunut sejak zaman Sriwijaya, revolusi kemerdekaan, masa orde lama, orde baru, orde reformasi, hingga hari ini. Bedanya, korban yang jatuh punya peluang mendapat gelar pahlawan dari pemerintah karena kehilangan nyawa dalam perjuangan mengubah nasib orang banyak. Sebagian lagi dicap pengkhianat karena perbedaan ideologi dan tujuan perjuangan.

Beberapa hal yang menggelitik kesadaran kami sebagai manusia, korban di GBLA kemarin (23/9) Haringga dan kejadian 2012 di GBK dengan korban Rangga, keduanya dilakukan dengan berdarah dingin tanpa kemanusiaan, penuh kebencian.

Di GBLA anak-anak di bawah umur ikut mengeroyok Haringga, di GBK ponsel Blackberry Rangga dirampas dan status BBM nya diganti menjadi “Ini Jakarta bukan Bandung”.

Semoga dengan mengambil pelajaran dari korban-korban yang jatuh, menjadi doa untuk para korban bahwa kematian mereka tidak sepenuhnya sia-sia.

Belum Paham Matematika

Kata Enstein, “Saya bisa menghitung pembelokan cahaya, tapi jangan minta saya menghitung besarnya kebencian dalam hati manusia.”

Masih butuh penelitian lebih lanjut, tapi fakta bahwa anak Indonesia gagap Matematika urutan kedua dari bawah di dunia, mestinya berhubungan dengan sikap beringas, biadab, tanpa akal sehat.

Kebenaran matematis bisa mencegah kekerasan karena kalkulasi membiasakan manusia berpikir logis.

Misalnya, sebandingkah membunuh supporter tim lawan atas nama dendam atau fanatisme. Sebaliknya, logiskah mengabaikan seruan pihak keamanan jangan datang menonton langsung, tapi seorang diri tetap menonton ke kandang lawan.

Dengan matematika, seseorang akan memahami betul kegunaan dan tujuan sebuah operasi atau persamaan matematika, teorema Phytagoras gunanya untuk mencari apa, jelas dan terang.

Imbasnya pada kehidupan sehari-hari, orang menjadi terbiasa mempertanyakan setiap aksi dan operasinya, fungsi, manfaat, dan tujuan menjadi pendukung klub bola apa, yang pasti bukan untuk menghajar suporter tim lawan.

BACA JUGA:

AS Tebar Ranjau Darat Anti-Tank di Selatan Iran: Eskalasi Baru Perang Tak Terlihat?

Tim Reaksi Cepat BPBD Makassar Kembali Diterjunkan dalam Operasi SAR Pesawat ATR di Pangkep

Warga Binaan Rutan Negara Sumbangkan Ratusan Telur untuk Korban Bencana: Bukti Kepedulian dari Balik Jeruji

Nelayan RI Raih Penghargaan Presiden Korsel, Kisah Heroik di Balik Api

Merawat Indonesia: Bukan dengan Menangkap Pengibar Bendera, Tapi Nyalakan Dapur Rakyat

Pendukung klub politik dengan matematika juga bisa menghitung sebandingkah manfaat finansial menjadi pendukung klub politik dengan akibat yang ditimbulkan jika menebar kebencian. Atau untuk yang bergerak sukarela tanpa dukungan finansial tapi untuk ideologi, bahkan mungkin ‘kesenangan’, bisa mengkalkulasi akibat yang akan timbul dari setiap aksinya, pada diri sendiri dan orang banyak.

Minim Teladan Mengelola Perbedaan dan Menerima Kekalahan

World Cup 2026

Kebanyakan contoh dan teladan bagaimana meruncingkan perbedaan untuk mengambil keuntungan atau untuk kesenangan, mulai dari skala negarawan, agamawan, politisi, pesohor, simpatisan pendukung paslon dan parpol.

Teladan bahwa perbedaan adalah sesuatu yang lumrah, bukan alasan berkonflik, berbeda pilihan dalam sebuah kompetisi sesuatu yang biasa, yang juara boleh merayakan kemenangan dan yang kalah silahkan mengambil pelajaran untuk kompetisi berikutnya.

Teladan dari pucuk pimpinan klub politik dan klub bola dalam mengelola perbedaan akan menghilangkan prasangka sosial di level pendukung dan mencairkan kebekuan komunikasi.

Netralitas Wasit dan Penegak Aturan

Tanpa ini, semua upaya di atas terancam sia-sia.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: IndonesianaKemanusiaan
Share4Tweet3Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

ekonom-1a

Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

11/06/2026
ekonomi-1-jpg

Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

11/06/2026
pesta-babi

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Prof-Dr-H-Umar-Shihab-BW

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
utama-30

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
utama-29

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
sisipan-28

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
utama-27

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

    Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Tewas Dibunuh di Bandara Juanda, Pelaku Sindikat Penipuan Teridentifikasi

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    166 shares
    Share 66 Tweet 42
  • Prediksi Argentina vs Swiss: Duel Juara Bertahan Melawan Kuda Hitam di Perempat Final Piala Dunia 2026

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Konflik Lahan Basah: Jerat Premanisme dan Ormas, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi Pembubaran

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pesta Makin Cetar di Usia 30-an, 40-an, 50-an? Ini Rahasia Makeup Party Glowing & Nggak Ketinggalan Zaman ala Salwa! ✨

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    156 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Ini Rahasia Smoothing, Rebonding, & Keratin Biar Rambut Lurus Natural & Nggak Rusak

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • RS Kemenkes Makassar Resmi Beroperasi: Pusat Kesehatan Internasional untuk Indonesia (Timur)

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Cara Mendapatkan YouTube Music Premium Tanpa Berlangganan

    1234 shares
    Share 494 Tweet 309
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    681 shares
    Share 272 Tweet 170
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.