Sabtu, 3 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan.

by Redaktur
24/09/2018
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
redaksiana-2

Membandingkan pendukung pasangan calon presiden dan partai politik dengan pendukung klub bola, bukan perbandingan sebangun dan setara. Tetap kami bandingkan dengan membatasi pada kesamaan sebab dan akibat umum berdasarkan pengalaman dan pengetahuan empiris lainnya.

Telaah khusus dari sudut hukum, psikologi massa, dan manajemen konflik bukan kompetensi redaktur, biarlah para ahli yang mengulasnya.

Kami menulis opini ini karena pada hari deklarasi kampanye damai kemarin (Minggu 23/9) ada dua kejadian yang dilakukan oleh pendukung klub politik dan klub bola. Pendukung klub politik mengorbankan aturan main, pendukung klub bola mengorbankan nyawa.

Tidak ada manusia yang tidak menginginkan kedamaian. Harapan dan kerinduan manusia pada perdamaian bahkan dititipkan dalam bentuk doa pada mereka yang telah meninggal dunia, semoga beristirahat dalam damai. Bukan pada yang masih hidup, mari hidup damai.

Menurut catatan seorang pendukung klub bola:

“Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Dan terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi Alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru kita suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel-yel kita waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus. Dan The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo Halo Bandung.”

Konflik antar pendukung klub bola sampai bulan September tahun 2016 tercatat sudah 54 orang pendukung klub bola meninggal dunia dan mati sia-sia.

Berapa korban nyawa antar pendukung klub politik di Indonesia? Bila dalam konteks politik sebagai alat merebut kekuasaan, amat banyak, mencapai jutaan jika dirunut sejak zaman Sriwijaya, revolusi kemerdekaan, masa orde lama, orde baru, orde reformasi, hingga hari ini. Bedanya, korban yang jatuh punya peluang mendapat gelar pahlawan dari pemerintah karena kehilangan nyawa dalam perjuangan mengubah nasib orang banyak. Sebagian lagi dicap pengkhianat karena perbedaan ideologi dan tujuan perjuangan.

Beberapa hal yang menggelitik kesadaran kami sebagai manusia, korban di GBLA kemarin (23/9) Haringga dan kejadian 2012 di GBK dengan korban Rangga, keduanya dilakukan dengan berdarah dingin tanpa kemanusiaan, penuh kebencian.

Di GBLA anak-anak di bawah umur ikut mengeroyok Haringga, di GBK ponsel Blackberry Rangga dirampas dan status BBM nya diganti menjadi “Ini Jakarta bukan Bandung”.

Semoga dengan mengambil pelajaran dari korban-korban yang jatuh, menjadi doa untuk para korban bahwa kematian mereka tidak sepenuhnya sia-sia.

Belum Paham Matematika

Kata Enstein, “Saya bisa menghitung pembelokan cahaya, tapi jangan minta saya menghitung besarnya kebencian dalam hati manusia.”

Masih butuh penelitian lebih lanjut, tapi fakta bahwa anak Indonesia gagap Matematika urutan kedua dari bawah di dunia, mestinya berhubungan dengan sikap beringas, biadab, tanpa akal sehat.

Kebenaran matematis bisa mencegah kekerasan karena kalkulasi membiasakan manusia berpikir logis.

Misalnya, sebandingkah membunuh supporter tim lawan atas nama dendam atau fanatisme. Sebaliknya, logiskah mengabaikan seruan pihak keamanan jangan datang menonton langsung, tapi seorang diri tetap menonton ke kandang lawan.

Dengan matematika, seseorang akan memahami betul kegunaan dan tujuan sebuah operasi atau persamaan matematika, teorema Phytagoras gunanya untuk mencari apa, jelas dan terang.

Imbasnya pada kehidupan sehari-hari, orang menjadi terbiasa mempertanyakan setiap aksi dan operasinya, fungsi, manfaat, dan tujuan menjadi pendukung klub bola apa, yang pasti bukan untuk menghajar suporter tim lawan.

BACA JUGA:

Bagaimana Norwegia ‘Menampar’ FIFA dengan Diplomasi Keberanian di Panggung Global

AS Tebar Ranjau Darat Anti-Tank di Selatan Iran: Eskalasi Baru Perang Tak Terlihat?

Tim Reaksi Cepat BPBD Makassar Kembali Diterjunkan dalam Operasi SAR Pesawat ATR di Pangkep

Warga Binaan Rutan Negara Sumbangkan Ratusan Telur untuk Korban Bencana: Bukti Kepedulian dari Balik Jeruji

Nelayan RI Raih Penghargaan Presiden Korsel, Kisah Heroik di Balik Api

Pendukung klub politik dengan matematika juga bisa menghitung sebandingkah manfaat finansial menjadi pendukung klub politik dengan akibat yang ditimbulkan jika menebar kebencian. Atau untuk yang bergerak sukarela tanpa dukungan finansial tapi untuk ideologi, bahkan mungkin ‘kesenangan’, bisa mengkalkulasi akibat yang akan timbul dari setiap aksinya, pada diri sendiri dan orang banyak.

Minim Teladan Mengelola Perbedaan dan Menerima Kekalahan

Kebanyakan contoh dan teladan bagaimana meruncingkan perbedaan untuk mengambil keuntungan atau untuk kesenangan, mulai dari skala negarawan, agamawan, politisi, pesohor, simpatisan pendukung paslon dan parpol.

Teladan bahwa perbedaan adalah sesuatu yang lumrah, bukan alasan berkonflik, berbeda pilihan dalam sebuah kompetisi sesuatu yang biasa, yang juara boleh merayakan kemenangan dan yang kalah silahkan mengambil pelajaran untuk kompetisi berikutnya.

Teladan dari pucuk pimpinan klub politik dan klub bola dalam mengelola perbedaan akan menghilangkan prasangka sosial di level pendukung dan mencairkan kebekuan komunikasi.

Netralitas Wasit dan Penegak Aturan

Tanpa ini, semua upaya di atas terancam sia-sia.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: IndonesianaKemanusiaan
Share5Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
Yth. Pendukung Klub Politik dan Klub Bola: Berdamai Bukan Pilihan, Tapi Keharusan. - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    381 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Hilirisasi Nikel Indonesia 2026: Target Ambisius Jadi Pusat Baterai EV Dunia, Mampukah Wujudkan Ekosistem Terintegrasi?

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Harga Kopra Sulawesi Bergerak Liar: Petani Kelapa Terjepit, Hilirisasi Jadi Harapan

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Sulsel Perkuat Pendidikan Vokasi, Jawab Tantangan Industri 4.0 dan Pengangguran

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • #CekFakta Rumput Paragis untuk Menyembuhkan Kanker

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    820 shares
    Share 328 Tweet 205
  • Oops! Noda Cat Rambut Nempel di Baju? Salwa Punya Jurus Anti-Gagal Nih!

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Cara Menghilangkan Mata Panda Solusi Alami, Trik Makeup, dan Pilihan Concealer Terbaik

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.