Sabtu, 22 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Sains & Teknologi

Misteri Ubur-Ubur di Luar Angkasa: Mengapa NASA Memilihnya untuk Eksperimen Orbit?

by Pewarta Warga
10/05/2026
in Sains & Teknologi
Reading Time: 3 mins read
A A
img-1778365055-8724c2a044f0811b

Eksperimen antariksa seringkali melibatkan organisme yang tak terduga. Pada awal 1990-an, NASA mengejutkan banyak pihak dengan mengirimkan ribuan ubur-ubur ke orbit, sebuah misi yang menyimpan alasan ilmiah mendalam terkait pemahaman kita tentang kehidupan dan gravitasi.

Mengapa Ubur-Ubur Menjadi Subjek Eksperimen Luar Angkasa NASA?

Keputusan NASA untuk melibatkan ubur-ubur dalam penelitian antariksa bukan tanpa pertimbangan ilmiah yang matang. Organisme laut yang tampak sederhana ini dipilih karena memiliki karakteristik biologis unik yang memungkinkan para ilmuwan mengeksplorasi fenomena gravitasi dan adaptasi organisme di lingkungan ekstrem.

1. Meneliti Sistem Keseimbangan Tubuh Makhluk Hidup

Salah satu motivasi utama NASA adalah memahami bagaimana makhluk hidup menavigasi orientasi ruang tanpa adanya gravitasi. Manusia mengandalkan struktur berbasis kalsium di telinga dalam untuk menjaga keseimbangan. Ubur-ubur, meski lebih sederhana, memiliki mekanisme serupa. Dalam fase medusa, mereka membentuk kristal kalsium sulfat bernama statolith yang berfungsi sebagai sensor gravitasi, mengarahkan sinyal ke sistem saraf.

2. Menguji Perkembangan Organisme dalam Mikrogravitasi

Eksperimen pada tahun 1991 ini melibatkan pengiriman sekitar 2.500 polip ubur-ubur ke orbit menggunakan pesawat ulang-alik Columbia. Tujuannya adalah untuk mengamati apakah sistem sensor gravitasi organisme dapat berkembang secara normal di luar angkasa. Selama sembilan hari misi, polip-polip ini dipercepat pertumbuhannya di wadah air laut buatan. Hasilnya mencengangkan, populasi ubur-ubur melonjak hingga sekitar 60.000 individu, memberikan data berharga untuk menilai perkembangan biologis dalam mikrogravitasi.

3. Membandingkan Ubur-Ubur Luar Angkasa dan Bumi

Setelah kembali ke Bumi, ubur-ubur hasil eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tumbuh di Bumi. Secara morfologi, sebagian besar ubur-ubur luar angkasa sangat mirip dengan rekan mereka di Bumi, tanpa perbedaan signifikan pada jumlah tentakel atau struktur tubuh. Namun, perbedaan muncul saat mereka berenang di lingkungan gravitasi normal. Banyak ubur-ubur antariksa menunjukkan pola renang yang tidak stabil dan kesulitan orientasi, menyiratkan gangguan mirip vertigo akibat perkembangan sistem keseimbangan di mikrogravitasi.

4. Memahami Potensi Kelahiran di Ruang Angkasa

Penelitian ubur-ubur ini memiliki implikasi besar untuk masa depan eksplorasi manusia. Jika manusia suatu saat hidup di koloni antariksa, memahami kelahiran dan perkembangan di lingkungan mikrogravitasi menjadi krusial. Sistem keseimbangan manusia sangat bergantung pada gravitasi selama perkembangan. Kesulitan adaptasi ubur-ubur pasca-mikrogravitasi memunculkan dugaan bahwa manusia yang lahir di luar angkasa mungkin menghadapi tantangan serupa saat kembali ke Bumi.

5. Faktor Kemudahan Penelitian Ubur-Ubur di Luar Angkasa

Selain sistem sensor gravitasinya yang relevan, ubur-ubur dipilih karena relatif mudah dikelola di luar angkasa. Mereka dapat bertahan hidup dalam wadah air laut buatan dengan sistem otomatis, mengurangi kebutuhan perawatan intensif. Kemampuan reproduksi aseksual pada tahap polip memungkinkan populasi berkembang pesat. Siklus hidup mereka yang singkat juga memungkinkan pengamatan perubahan biologis dalam periode misi yang relatif singkat. Kombinasi karakteristik biologis dan kemudahan perawatan menjadikan ubur-ubur kandidat ideal untuk eksperimen mikrogravitasi.

Penelitian tentang bagaimana organisme bereaksi terhadap lingkungan tanpa gravitasi terus berlanjut. Dengan membandingkan organisme bersistem biologis sederhana namun relevan dengan manusia, para ilmuwan membuka jalan pemahaman yang lebih luas tentang kehidupan di luar angkasa, termasuk eksperimen unik seperti pengiriman ubur-ubur oleh NASA.

Referensi:
“Jellyfish in Space: A Case Study of Microgravity”. The Average Scientist. Diakses Maret 2026.
“NASA officials sent over 2,000 baby jellyfish into space. Tens of thousands more came back to Earth”. BBC Wildlife. Diakses Maret 2026.
“‘Pulsing Abnormalities’: In The 1990s, NASA Sent 2,000 Jellyfish To Space. 60,000 Came Back.”. IFL Science. Diakses Maret 2026.


Misteri Ubur-Ubur di Luar Angkasa: Mengapa NASA Memilihnya untuk Eksperimen Orbit? - image 1

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Misteri Ilmuwan Kunci AS: FBI Ungkap Investigasi Mati-Matinya Puluhan Peneliti Nuklir dan Dirgantara

Tes Keseimbangan Sederhana: Kunci Menjaga Kesehatan dan Memprediksi Umur Panjang

Dari Artemis II ke Layar Lebar: Perayaan Momen Spektakuler Luar Angkasa

Artemis II Berhasil Diluncurkan: NASA Kembali ke Bulan Setelah 54 Tahun

NASA Bangun Pangkalan Bulan Senilai $20 Miliar: Ambisi Jangka Panjang dan Langkah Menuju Mars

Tags: eksplorasi antariksakeseimbangan tubuhluar angkasamikrogravitasinasaperkembangan organismesainsubur-ubur
Share7Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

Misteri Ubur-Ubur di Luar Angkasa: Mengapa NASA Memilihnya untuk Eksperimen Orbit? - Featured

Smartfren Perluas Jaringan Unlimited 5G ke Makassar: Pacu Ekonomi Digital Sulawesi Selatan

18/08/2026
Misteri Ubur-Ubur di Luar Angkasa: Mengapa NASA Memilihnya untuk Eksperimen Orbit? - Featured

Gemini: Sang Arsitek Kecerdasan Buatan yang Merevolusi Diagnosis Medis

29/07/2026
Misteri Ubur-Ubur di Luar Angkasa: Mengapa NASA Memilihnya untuk Eksperimen Orbit? - Featured

Philips Hue Sync Box 2: Revolusi Sinkronisasi Lampu, Tontonan Anda Jadi Pusat Perhatian

29/07/2026
Misteri Ubur-Ubur di Luar Angkasa: Mengapa NASA Memilihnya untuk Eksperimen Orbit? - Featured

Era Baru Rumah Pintar: Mengintegrasikan Google Home & Apple HomeKit dengan Protokol Matter

29/07/2026
Misteri Ubur-Ubur di Luar Angkasa: Mengapa NASA Memilihnya untuk Eksperimen Orbit? - Featured

Toyota Luncurkan New Hilux di Palopo

19/07/2026
Misteri Ubur-Ubur di Luar Angkasa: Mengapa NASA Memilihnya untuk Eksperimen Orbit? - Featured

Toyota New Hilux Hadir Lebih Gahar: Mesin 1GD 2.8L Ungguli Generasi Sebelumnya, Siap Taklukkan Medan Sulsel

18/07/2026
Misteri Ubur-Ubur di Luar Angkasa: Mengapa NASA Memilihnya untuk Eksperimen Orbit? - Featured

Intel Core Ultra Gen 3: Perang Arsitektur x86 vs. ARM Makin Panas, Siapa Unggul?

01/07/2026
Misteri Ubur-Ubur di Luar Angkasa: Mengapa NASA Memilihnya untuk Eksperimen Orbit? - Featured

Windows 12 Lite: Sang Penyelamat Perangkat Keras Jadul? Mengupas Tuntas Potensi OS Ringan Microsoft

01/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Urat Nadi Baja di Bawah Nusantara: Mampukah Super Grid Rp 388 Triliun PLN Menjawab Paradoks Energi Indonesia?

    883 shares
    Share 394 Tweet 246
  • 11 Gaya Rambut Pria Korea Terkini yang Bikin Wanita Jatuh Hati: Dijamin Keren Maksimal!

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Gempa 7,7 M Guncang NTT: 5 Bandara dan 3 Pelabuhan Terdampak, Operasional Tetap Berjalan

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gotong Royong Makassar: Warga Panakkukang Bersihkan Rumah Ibadah Sambut HUT RI ke-81

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    734 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Makassar Buka Festival Hari UMKM Nasional 2026: Kolaborasi Grab & CCEP Dorong Ekonomi Digital Lokal

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.