Menteri Keuangan Republik Indonesia telah mengindikasikan adanya perombakan signifikan dalam jajaran pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam waktu dekat. Langkah ini diambil sebagai respons strategis untuk memperkuat efektivitas institusi dalam mengamankan penerimaan negara.
Perombakan Besar-besaran di Jajaran Bea Cukai
Pemerintah, melalui Menteri Keuangan, bersiap untuk melakukan perubahan drastis di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa perombakan ini akan menyentuh sejumlah posisi krusial, termasuk Kepala Kantor Wilayah dan pejabat di lima pelabuhan utama.
Alasan di Balik Langkah Tegas
Langkah perombakan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kinerja DJBC, khususnya dalam mencegah kebocoran penerimaan negara. Pergantian pejabat dianggap sebagai instrumen vital untuk memastikan target penerimaan perpajakan tahun ini tercapai optimal. Menteri Keuangan menegaskan bahwa ini adalah pesan serius kepada seluruh jajaran Bea Cukai untuk bekerja lebih giat ke depan, meskipun ia mengakui kapasitas sumber daya manusia di institusi tersebut.
Cakupan dan Dampak Perombakan
Menurut keterangan Menteri Keuangan, beberapa pejabat strategis akan mengalami penonaktifan sementara atau bahkan pemberhentian. Purbaya Yudhi Sadewa secara spesifik menyebutkan, “Di sekeliling Dirjen saya tukar semuanya. Terus seluruh kepala pelabuhan dan kepala kantor wilayah yang mengawasi pelabuhan saya ganti semua. Sebagian yang besar-besar saya rumahkan.” Keputusan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam melakukan reformasi di sektor vital ini.
Proses Rotasi Pejabat
Menteri Keuangan menekankan bahwa pengisian posisi yang kosong akan didominasi oleh mutasi dari internal DJBC. Pendekatan ini diambil untuk meminimalkan waktu adaptasi, mengingat kompleksitas operasi di Bea Cukai. Meskipun demikian, ia tidak menutup kemungkinan ada pejabat yang akan dirumahkan secara permanen. Selain DJBC, sinyal perombakan juga mengarah pada jajaran pejabat di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), menandakan komitmen pemerintah untuk perbaikan menyeluruh pada institusi penghimpun pendapatan negara.























