Kabupaten Maros mengukir sejarah dengan meraih gelar Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, sebuah pencapaian gemilang yang mencerminkan konsistensi dan dedikasi.
- Maros dinobatkan sebagai juara umum MTQ ke-34 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
- Keberhasilan ini diraih berkat penampilan konsisten kafilah Maros di berbagai cabang lomba.
- Bupati Maros, HAS Chaidir Syam, mengapresiasi performa gemilang para kafilah.
- MTQ ke-34 menjadi simbol syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani di Sulsel.
- Kemenag Sulsel mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan dan menekankan pentingnya MTQ sebagai sarana penguatan kecintaan pada Al-Quran.
- Pembinaan yang sistematis dan ukhuwah Islamiyah dinilai sebagai kunci utama keberhasilan.
Maros Kokoh di Puncak Klasemen MTQ ke-34 Sulsel
Kafilah dari Kabupaten Maros berhasil mengungguli seluruh kontingen daerah lain dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Dominasi ini bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari perjuangan keras dan penampilan yang memukau di setiap arena perlombaan. Mulai dari cabang tilawah yang merdu, hafalan Al-Quran yang akurat, hingga berbagai seni syiar Islam lainnya, para qari, qariah, hafiz, dan hafizah dari Maros menunjukkan kualitas yang superior.
Bupati Maros, HAS Chaidir Syam, menyampaikan kebanggaannya atas prestasi yang diraih. “Keberhasilan Maros sebagai juara umum tidak terlepas dari capaian para kafilah yang tampil konsisten di berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah, hifzil Quran, hingga cabang-cabang seni syiar Islam lainnya,” ujar Bupati Chaidir Syam pada Minggu di Maros. Beliau menambahkan bahwa kemenangan ini menjadi bukti nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan potensi keagamaan di wilayahnya.
Penutupan MTQ ke-34 Sulsel yang diselenggarakan dengan khidmat menjadi saksi bisu pengukuhan Maros sebagai juara. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, para tokoh agama terkemuka, serta perwakilan kafilah dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan, menciptakan suasana kebersamaan dan sportifitas yang kental.
Makna Mendalam MTQ dan Apresiasi dari Kemenag
Momentum MTQ ke-34 ini lebih dari sekadar sebuah kompetisi. Ia menjadi simbol keberhasilan penyelenggaraan ajang syiar Islam yang efektif sekaligus sarana vital dalam pembinaan generasi Qurani yang berintegritas. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan, H Ali Yafid, tidak ketinggalan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, pembina, dan panitia atas suksesnya pelaksanaan MTQ tahun ini.
Menurut H Ali Yafid, esensi MTQ jauh melampaui sekadar adu bakat. Ia adalah sarana fundamental untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran, menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam, serta menginternalisasi nilai-nilai luhur di dalamnya. Keberhasilan Kabupaten Maros dalam meraih predikat juara umum diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan tilawah dan hafalan Al-Quran secara berkelanjutan. Ini adalah investasi jangka panjang bagi peradaban Islam yang lebih baik.
Kunci Sukses: Pembinaan Sistematis dan Ukhuwah Islamiyah
Kunci utama di balik lahirnya generasi Qurani yang unggul, seperti yang ditunjukkan oleh para kafilah Maros, adalah adanya pembinaan yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Program-program pembinaan yang terstruktur, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, memastikan bahwa bakat-bakat potensial dapat terasah dengan baik.
Selain itu, MTQ ke-34 Sulsel juga terbukti berfungsi sebagai wadah yang sangat efektif untuk mempererat tali ukhuwah Islamiyah antar-daerah. Melalui interaksi, pertukaran pengalaman, dan semangat persaudaraan, acara ini tidak hanya mengasah kemampuan spiritual tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan serta persatuan di tengah masyarakat Sulawesi Selatan.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: H. Gunadi























