Senin, 17 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus

by Redaktur
29/08/2025
in Berita Terkini, Hukum & Keadilan, Makassar & Sulsel, Nasional, Politik
Reading Time: 6 mins read
A A
makassar-membara_cr

MAKASSAR, WartaKita.id – Jumat malam, 29 Agustus 2025, akan tercatat sebagai salah satu lembaran kelam dalam sejarah modern Makassar. Puncak kemarahan publik yang mendidih selama berhari-hari akhirnya meledak menjadi kerusuhan anarkis skala besar, melumpuhkan urat nadi kota dan menghanguskan dua simbol utama kekuasaan legislatif di jantung Sulawesi Selatan. Ribuan massa yang tersulut oleh isu nasional, yang telah lama menjadi bara dalam sekam, berhasil membakar habis Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar di Jalan AP Pettarani dan tak lama kemudian, Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo.

Peristiwa tragis ini bukan sekadar vandalisme biasa. Ia adalah manifestasi dari akumulasi kekecewaan, kemarahan, dan ketidakpercayaan yang mendalam terhadap institusi perwakilan rakyat. Sejak sore, suasana di sejumlah titik vital kota sudah tegang. Blokade jalan, orasi-orasi provokatif, hingga pembakaran ban di persimpangan utama menjadi sinyal awal dari badai yang akan datang. Namun, tak ada yang menyangka, kemarahan massa akan mencapai puncaknya dengan membakar dua bangunan yang seharusnya menjadi rumah aspirasi rakyat.

Kronologi Malam Berdarah: Dari Aksi Damai Menuju Anarki

Peristiwa berawal pada Jumat sore, ketika ratusan, kemudian ribuan, massa aksi mulai membanjiri ruas-ruas jalan protokol di Makassar. Mahasiswa, pemuda, aktivis, hingga elemen masyarakat lainnya tumpah ruah, menyuarakan kekesalan mereka. Titik kumpul utama adalah di sekitar kompleks Gedung DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani. Jalan ini, yang merupakan jalur arteri vital penghubung antarprovinsi dan pusat ekonomi kota, segera lumpuh total. Kendaraan-kendaraan besar maupun kecil terjebak, menciptakan kemacetan horor yang membentang hingga puluhan kilometer.

Menjelang pukul 20:00 WITA, ketika rembulan mulai bersinar di atas langit Makassar yang mendung, situasi berubah drastis dari demonstrasi menjadi kerusuhan. Massa yang semula terkonsentrasi di depan gerbang utama DPRD Kota Makassar, semakin beringas. Teriakan-teriakan sumpah serapah bersahutan. Tidak butuh waktu lama, gerbang besi yang kokoh itu berhasil dijebol. Bak air bah, ribuan orang menyemut masuk ke dalam kompleks gedung. Pemandangan mengerikan segera tersaji: puluhan kendaraan yang terparkir di halaman dalam, baik mobil dinas maupun kendaraan pribadi, menjadi sasaran pertama. Kobaran api membumbung tinggi, disertai ledakan-ledakan kecil yang memekakkan telinga dari ban yang meletup dan tangki bahan bakar yang terbakar.

Beberapa jam kemudian, di tengah kepanikan dan asap hitam yang menyelimuti sebagian kota, api anarki seolah “melompat” sejauh sekitar 2,5 kilometer. Kali ini, sasarannya adalah Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo. Massa dalam jumlah yang sama besarnya, atau bahkan lebih banyak, menyerbu gedung perwakilan rakyat tingkat provinsi tersebut. Proses penghancuran dan pembakaran hampir sama: gerbang dijebol, kendaraan dibakar, sebelum akhirnya api menjalar ke seluruh bagian bangunan. Ironisnya, armada pemadam kebakaran yang sudah dikerahkan dari berbagai posko tidak mampu mendekati kedua lokasi. Mereka diadang, dilempari, dan diintimidasi oleh massa yang mengamuk, membuat upaya pemadaman mustahil dilakukan.

Hingga Sabtu dini hari, 30 Agustus, dua gedung yang sering disebut sebagai “peninggalan Orde Baru” – simbol birokrasi dan kekuasaan yang dianggap kaku dan jauh dari rakyat – itu ludes dilalap api. Hanya menyisakan puing-puing hangus, dinding-dinding yang runtuh, dan tiang-tiang yang menghitam, menjadi saksi bisu kemarahan yang tak terkendali.

Menganalisis Akar Kemarahan: Tunjangan DPR dan Kematian Affan Kurniawan

Lantas, apa yang memicu luapan kemarahan sebesar ini di Makassar? Ada dua isu nasional yang menjadi pemicu utama, yang kemudian memantik api kekecewaan lama di tingkat lokal. Pertama adalah isu kenaikan tunjangan DPR, yang dianggap tidak etis dan tidak peka terhadap kondisi ekonomi rakyat. Di tengah kesulitan hidup masyarakat, wacana kenaikan tunjangan para wakil rakyat ini seolah menjadi pemantik kemarahan yang mudah meledak.

Kedua, dan tak kalah penting, adalah kasus kematian Affan Kurniawan di Jakarta, seorang aktivis muda yang tewas dalam sebuah aksi demonstrasi yang brutal. Kematian Affan segera menjadi simbol perlawanan dan menyulut solidaritas di berbagai daerah, termasuk Makassar, kota yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan dan aktivisme. Bagi banyak warga Makassar, Affan bukan sekadar nama, melainkan personifikasi dari ketidakadilan dan kekerasan negara terhadap suara rakyat. Gabungan dua isu ini menciptakan narasi bahwa para wakil rakyat telah kehilangan empatinya, sementara aparat keamanan cenderung represif, sebuah kombinasi yang berbahaya bagi stabilitas sosial.

Dampak Luas untuk Makassar dan Sulawesi Selatan

Pembakaran dua gedung pemerintah ini membawa dampak yang jauh melampaui kerugian material semata. Bagi Makassar sebagai ibu kota provinsi dan pusat aktivitas di Sulawesi Selatan, kelumpuhan lalu lintas di dua jalan utama (AP Pettarani dan Urip Sumoharjo) berarti terhentinya roda ekonomi. Distribusi logistik terhambat, aktivitas bisnis lumpuh, dan warga terisolasi. Ratusan, bahkan ribuan, pekerja tidak bisa mencapai tempat kerja mereka, menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi individu maupun perusahaan.

Secara psikologis, peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi warga Makassar. Rasa aman terkoyak, dan kepercayaan terhadap institusi semakin terkikis. Sekolah-sekolah dan universitas terpaksa diliburkan. Kawasan sekitar gedung DPRD yang biasanya ramai oleh aktivitas perkantoran dan perdagangan, kini diselimuti ketakutan dan ketidakpastian. Kerusakan ini juga berarti terganggunya fungsi legislasi dan pengawasan, yang akan membutuhkan waktu lama untuk dipulihkan, berdampak pada terhambatnya kebijakan publik yang penting bagi pembangunan daerah.

Kerusuhan ini juga menjadi pukulan telak bagi citra Makassar sebagai kota metropolitan yang berkembang. Investor potensial akan berpikir ulang, sektor pariwisata yang mulai menggeliat akan terpukul, dan hubungan sosial antarwarga dapat terganggu oleh polarisasi yang mungkin muncul pasca-kerusuhan. Sulawesi Selatan, sebagai salah satu penyangga utama perekonomian Indonesia Timur, merasakan langsung dampak dari ketidakstabilan ini.

Menyingkap Tabir Koordinasi: Dari Spontanitas Menuju Taktik Terorganisir?

Pembakaran dua gedung pemerintah yang terpisah secara geografis dalam rentang waktu yang berdekatan, ditambah dengan taktik penghadangan pemadam kebakaran, mengindikasikan adanya tingkat koordinasi dan tujuan yang lebih dari sekadar kerusuhan spontan. Meskipun dipicu oleh kemarahan publik yang otentik, sifat serangan yang taktis—menargetkan dua simbol kekuasaan legislatif—menimbulkan dugaan kuat adanya elemen-elemen terorganisir di dalam massa yang memanfaatkan kekacauan untuk mencapai tujuan destruktif yang spesifik.

Urutan aksi, mulai dari pemblokiran jalan untuk menghambat respons aparat, penyerbuan gerbang, pembakaran kendaraan sebagai pemantik, hingga pembakaran gedung yang terarah, merupakan taktik kerusuhan yang klasik. Penyebutan gedung-gedung tersebut sebagai “peninggalan era Orde Baru” juga menyiratkan pemilihan target yang sadar secara politik dan simbolis, ingin meruntuhkan representasi masa lalu yang dianggap bermasalah.

Oleh karena itu, penyelidikan aparat keamanan tidak seharusnya hanya berfokus pada identifikasi pelaku pembakaran perorangan. Lebih dari itu, aparat harus berupaya membongkar kemungkinan adanya jaringan atau “aktor intelektual” yang mungkin telah menghasut, memprovokasi, dan mengarahkan kekerasan tersebut. Beberapa laporan analisis pasca-kejadian juga telah menyinggung kemungkinan ini, menyerukan investigasi yang transparan dan menyeluruh agar keadilan dapat ditegakkan dan peristiwa serupa tidak terulang di masa depan. Kegagalan mengungkap dalang di balik kerusuhan ini hanya akan menyuburkan benih-benih anarki di masa mendatang.

Kesimpulan: Makassar di Persimpangan Jalan

Malam 29 Agustus 2025 adalah pengingat pahit bagi Makassar dan seluruh bangsa akan rapuhnya stabilitas sosial ketika suara rakyat tidak didengar dan ketidakpercayaan tumbuh subur. Pembakaran Gedung DPRD Kota dan Provinsi bukan hanya kerugian material, melainkan simbol runtuhnya komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya. Kota Anging Mammiri kini berada di persimpangan jalan, dihadapkan pada tugas berat untuk memulihkan infrastruktur fisik dan, yang lebih penting, membangun kembali kepercayaan publik, menyembuhkan luka sosial, serta menegakkan hukum tanpa mengorbankan keadilan dan hak-hak asasi manusia. Hanya dengan penegakan hukum yang adil, dialog yang konstruktif, dan introspeksi mendalam dari semua pihak, Makassar dapat bangkit dari puing-puing tragedi ini menuju masa depan yang lebih baik.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Pedagang Atribut Kemerdekaan di Makassar Keluhkan Sepi Pembeli Jelang HUT RI: Anjloknya Omzet dan Tantangan Bisnis

Stok Beras Sulsel Dipastikan Aman 10 Bulan: Bulog Imbau Warga Makassar dan Sekitarnya Hindari Panic Buying

Bansos Dihentikan di Sulsel untuk Penerima Terindikasi Judi Online: Program Perbaikan Data KPM Mendesak

Polda Sulbar & Karantina Hewan Perkuat Sinergi Pengawasan Lalu Lintas Ternak dan Tumbuhan

El Nino Mengancam Pertanian Sulsel: 300 Pompa Air Disiagakan Pemprov untuk Jaga Ketahanan Pangan

Tags: 29 Agustus 2025Affan KurniawanAksi Massa MakassarAnarkiDPRD TerbakarKerusuhan MakassarMakassar MencekamSulawesi SelatanTunjangan DPRWartakita.id
Share8Tweet5Send

ARTIKEL TERKAIT

Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

Gempa 7,7 M Guncang NTT: 5 Bandara dan 3 Pelabuhan Terdampak, Operasional Tetap Berjalan

16/08/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

BMKG Makassar Imbau Waspada Pasca Gempa NTT, Tsunami Kecil Melanda Sulsel

16/08/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

Gotong Royong Makassar: Warga Panakkukang Bersihkan Rumah Ibadah Sambut HUT RI ke-81

16/08/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

Pedagang Atribut Kemerdekaan di Makassar Keluhkan Sepi Pembeli Jelang HUT RI: Anjloknya Omzet dan Tantangan Bisnis

14/08/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

Stok Beras Sulsel Dipastikan Aman 10 Bulan: Bulog Imbau Warga Makassar dan Sekitarnya Hindari Panic Buying

14/08/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

Donald Trump Dipindahkan Diam-diam dari Air Force One di Turki Akibat Ancaman Rudal Kredibel

14/08/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

Polda Metro Jaya Tetapkan 4 Tersangka Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an di The Sounds Project

14/08/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

Perundungan Siswi Pramuka di Bogor: Kekecewaan Sekolah dan Penyelesaian Kekeluargaan

14/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    582 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Perbandingan Ekosistem Teknologi: Kelebihan dan Kekurangan Apple, Google, Microsoft

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Anatomi Kebocoran Triliunan Rupiah: Saat Negara Gagal Memajaki Oligarki dan Sektor Ekstraktif

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia 10 Agustus 2026: Episentrum di Chocó, Kerusakan Parah di Beberapa Kota dan Korban Jiwa

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Ini 2 Titik Masuk Ke Lokasi F8 Nanti Sore

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Merek Mobil Paling Laris Bulan Februari 2021

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Koordinasi APIK Dinas PU Makassar & Dinas PU Provinsi Sulsel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bea Cukai Berbenah: Djaka Budi Utama Ungkap Upaya Perbaikan Pasca Ancaman Pembekuan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.