Sabtu, 17 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus

by Redaktur
29/08/2025
in Berita Terkini, Hukum & Keadilan, Makassar & Sulsel, Nasional, Politik
Reading Time: 6 mins read
A A
makassar-membara_cr

MAKASSAR, WartaKita.id – Jumat malam, 29 Agustus 2025, akan tercatat sebagai salah satu lembaran kelam dalam sejarah modern Makassar. Puncak kemarahan publik yang mendidih selama berhari-hari akhirnya meledak menjadi kerusuhan anarkis skala besar, melumpuhkan urat nadi kota dan menghanguskan dua simbol utama kekuasaan legislatif di jantung Sulawesi Selatan. Ribuan massa yang tersulut oleh isu nasional, yang telah lama menjadi bara dalam sekam, berhasil membakar habis Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar di Jalan AP Pettarani dan tak lama kemudian, Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo.

Peristiwa tragis ini bukan sekadar vandalisme biasa. Ia adalah manifestasi dari akumulasi kekecewaan, kemarahan, dan ketidakpercayaan yang mendalam terhadap institusi perwakilan rakyat. Sejak sore, suasana di sejumlah titik vital kota sudah tegang. Blokade jalan, orasi-orasi provokatif, hingga pembakaran ban di persimpangan utama menjadi sinyal awal dari badai yang akan datang. Namun, tak ada yang menyangka, kemarahan massa akan mencapai puncaknya dengan membakar dua bangunan yang seharusnya menjadi rumah aspirasi rakyat.

Kronologi Malam Berdarah: Dari Aksi Damai Menuju Anarki

Peristiwa berawal pada Jumat sore, ketika ratusan, kemudian ribuan, massa aksi mulai membanjiri ruas-ruas jalan protokol di Makassar. Mahasiswa, pemuda, aktivis, hingga elemen masyarakat lainnya tumpah ruah, menyuarakan kekesalan mereka. Titik kumpul utama adalah di sekitar kompleks Gedung DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani. Jalan ini, yang merupakan jalur arteri vital penghubung antarprovinsi dan pusat ekonomi kota, segera lumpuh total. Kendaraan-kendaraan besar maupun kecil terjebak, menciptakan kemacetan horor yang membentang hingga puluhan kilometer.

Menjelang pukul 20:00 WITA, ketika rembulan mulai bersinar di atas langit Makassar yang mendung, situasi berubah drastis dari demonstrasi menjadi kerusuhan. Massa yang semula terkonsentrasi di depan gerbang utama DPRD Kota Makassar, semakin beringas. Teriakan-teriakan sumpah serapah bersahutan. Tidak butuh waktu lama, gerbang besi yang kokoh itu berhasil dijebol. Bak air bah, ribuan orang menyemut masuk ke dalam kompleks gedung. Pemandangan mengerikan segera tersaji: puluhan kendaraan yang terparkir di halaman dalam, baik mobil dinas maupun kendaraan pribadi, menjadi sasaran pertama. Kobaran api membumbung tinggi, disertai ledakan-ledakan kecil yang memekakkan telinga dari ban yang meletup dan tangki bahan bakar yang terbakar.

Beberapa jam kemudian, di tengah kepanikan dan asap hitam yang menyelimuti sebagian kota, api anarki seolah “melompat” sejauh sekitar 2,5 kilometer. Kali ini, sasarannya adalah Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo. Massa dalam jumlah yang sama besarnya, atau bahkan lebih banyak, menyerbu gedung perwakilan rakyat tingkat provinsi tersebut. Proses penghancuran dan pembakaran hampir sama: gerbang dijebol, kendaraan dibakar, sebelum akhirnya api menjalar ke seluruh bagian bangunan. Ironisnya, armada pemadam kebakaran yang sudah dikerahkan dari berbagai posko tidak mampu mendekati kedua lokasi. Mereka diadang, dilempari, dan diintimidasi oleh massa yang mengamuk, membuat upaya pemadaman mustahil dilakukan.

Hingga Sabtu dini hari, 30 Agustus, dua gedung yang sering disebut sebagai “peninggalan Orde Baru” – simbol birokrasi dan kekuasaan yang dianggap kaku dan jauh dari rakyat – itu ludes dilalap api. Hanya menyisakan puing-puing hangus, dinding-dinding yang runtuh, dan tiang-tiang yang menghitam, menjadi saksi bisu kemarahan yang tak terkendali.

Menganalisis Akar Kemarahan: Tunjangan DPR dan Kematian Affan Kurniawan

Lantas, apa yang memicu luapan kemarahan sebesar ini di Makassar? Ada dua isu nasional yang menjadi pemicu utama, yang kemudian memantik api kekecewaan lama di tingkat lokal. Pertama adalah isu kenaikan tunjangan DPR, yang dianggap tidak etis dan tidak peka terhadap kondisi ekonomi rakyat. Di tengah kesulitan hidup masyarakat, wacana kenaikan tunjangan para wakil rakyat ini seolah menjadi pemantik kemarahan yang mudah meledak.

Kedua, dan tak kalah penting, adalah kasus kematian Affan Kurniawan di Jakarta, seorang aktivis muda yang tewas dalam sebuah aksi demonstrasi yang brutal. Kematian Affan segera menjadi simbol perlawanan dan menyulut solidaritas di berbagai daerah, termasuk Makassar, kota yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan dan aktivisme. Bagi banyak warga Makassar, Affan bukan sekadar nama, melainkan personifikasi dari ketidakadilan dan kekerasan negara terhadap suara rakyat. Gabungan dua isu ini menciptakan narasi bahwa para wakil rakyat telah kehilangan empatinya, sementara aparat keamanan cenderung represif, sebuah kombinasi yang berbahaya bagi stabilitas sosial.

Dampak Luas untuk Makassar dan Sulawesi Selatan

Pembakaran dua gedung pemerintah ini membawa dampak yang jauh melampaui kerugian material semata. Bagi Makassar sebagai ibu kota provinsi dan pusat aktivitas di Sulawesi Selatan, kelumpuhan lalu lintas di dua jalan utama (AP Pettarani dan Urip Sumoharjo) berarti terhentinya roda ekonomi. Distribusi logistik terhambat, aktivitas bisnis lumpuh, dan warga terisolasi. Ratusan, bahkan ribuan, pekerja tidak bisa mencapai tempat kerja mereka, menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi individu maupun perusahaan.

Secara psikologis, peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi warga Makassar. Rasa aman terkoyak, dan kepercayaan terhadap institusi semakin terkikis. Sekolah-sekolah dan universitas terpaksa diliburkan. Kawasan sekitar gedung DPRD yang biasanya ramai oleh aktivitas perkantoran dan perdagangan, kini diselimuti ketakutan dan ketidakpastian. Kerusakan ini juga berarti terganggunya fungsi legislasi dan pengawasan, yang akan membutuhkan waktu lama untuk dipulihkan, berdampak pada terhambatnya kebijakan publik yang penting bagi pembangunan daerah.

Kerusuhan ini juga menjadi pukulan telak bagi citra Makassar sebagai kota metropolitan yang berkembang. Investor potensial akan berpikir ulang, sektor pariwisata yang mulai menggeliat akan terpukul, dan hubungan sosial antarwarga dapat terganggu oleh polarisasi yang mungkin muncul pasca-kerusuhan. Sulawesi Selatan, sebagai salah satu penyangga utama perekonomian Indonesia Timur, merasakan langsung dampak dari ketidakstabilan ini.

Menyingkap Tabir Koordinasi: Dari Spontanitas Menuju Taktik Terorganisir?

Pembakaran dua gedung pemerintah yang terpisah secara geografis dalam rentang waktu yang berdekatan, ditambah dengan taktik penghadangan pemadam kebakaran, mengindikasikan adanya tingkat koordinasi dan tujuan yang lebih dari sekadar kerusuhan spontan. Meskipun dipicu oleh kemarahan publik yang otentik, sifat serangan yang taktis—menargetkan dua simbol kekuasaan legislatif—menimbulkan dugaan kuat adanya elemen-elemen terorganisir di dalam massa yang memanfaatkan kekacauan untuk mencapai tujuan destruktif yang spesifik.

Urutan aksi, mulai dari pemblokiran jalan untuk menghambat respons aparat, penyerbuan gerbang, pembakaran kendaraan sebagai pemantik, hingga pembakaran gedung yang terarah, merupakan taktik kerusuhan yang klasik. Penyebutan gedung-gedung tersebut sebagai “peninggalan era Orde Baru” juga menyiratkan pemilihan target yang sadar secara politik dan simbolis, ingin meruntuhkan representasi masa lalu yang dianggap bermasalah.

Oleh karena itu, penyelidikan aparat keamanan tidak seharusnya hanya berfokus pada identifikasi pelaku pembakaran perorangan. Lebih dari itu, aparat harus berupaya membongkar kemungkinan adanya jaringan atau “aktor intelektual” yang mungkin telah menghasut, memprovokasi, dan mengarahkan kekerasan tersebut. Beberapa laporan analisis pasca-kejadian juga telah menyinggung kemungkinan ini, menyerukan investigasi yang transparan dan menyeluruh agar keadilan dapat ditegakkan dan peristiwa serupa tidak terulang di masa depan. Kegagalan mengungkap dalang di balik kerusuhan ini hanya akan menyuburkan benih-benih anarki di masa mendatang.

Kesimpulan: Makassar di Persimpangan Jalan

Malam 29 Agustus 2025 adalah pengingat pahit bagi Makassar dan seluruh bangsa akan rapuhnya stabilitas sosial ketika suara rakyat tidak didengar dan ketidakpercayaan tumbuh subur. Pembakaran Gedung DPRD Kota dan Provinsi bukan hanya kerugian material, melainkan simbol runtuhnya komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya. Kota Anging Mammiri kini berada di persimpangan jalan, dihadapkan pada tugas berat untuk memulihkan infrastruktur fisik dan, yang lebih penting, membangun kembali kepercayaan publik, menyembuhkan luka sosial, serta menegakkan hukum tanpa mengorbankan keadilan dan hak-hak asasi manusia. Hanya dengan penegakan hukum yang adil, dialog yang konstruktif, dan introspeksi mendalam dari semua pihak, Makassar dapat bangkit dari puing-puing tragedi ini menuju masa depan yang lebih baik.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

PSIM vs PSM Makassar: Juku Eja Berjuang Hingga Akhir Menang 2-1

Kabapas Makassar Hadiri Penguatan Kakanwil Ditjenpas Sulsel untuk Efisiensi Kinerja

Karhutla di Tebing Karst Pangkep Meluas, Capai 93,43 Hektare

Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

Eksplorasi Keindahan Geopark Maros-Pangkep, Warisan Dunia di Sulawesi Selatan

Tags: 29 Agustus 2025Affan KurniawanAksi Massa MakassarAnarkiDPRD TerbakarKerusuhan MakassarMakassar MencekamSulawesi SelatanTunjangan DPRWartakita.id
Share9Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

MA. Untung, adik dari eks kepala BNPB, berdiri di ruang kerja yang suram, di sekitarnya ada pilek dokumen dan layar komputer menampilkan data keuangan. Dia berbahu miring, ekspresinya serius dan fokus

KPK Tetapkan Adik Eks Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Bencana

16/10/2026
PSIM Juku Eja players celebrate their 2-1 victory against PSM Makassar with excited fans in the stadium. The setting sun gives a warm glow to the scene, and the crowd is cheering and waving flags.

PSIM vs PSM Makassar: Juku Eja Berjuang Hingga Akhir Menang 2-1

16/10/2026
Bupati Klaten, MA. Untung, berdiri di ruang kerja formal dengan latar belakang kehadiran personel keamanan. Ruangan hanya didekorasi dengan beberapa foto resmi di dinding. Keduanya berdiri dengan posi

Bupati Klaten & Pejabat BPK Ditangkap dalam OTT KPK, Dugaan Suap Proyek & Audit BPK Terungkap

16/10/2026
Sebuah stadion yang penuh dengan penggemar sepak bola yang antusias, energi penonton terasa nyata saat mereka berteriak mendukung tim mereka. Matahari terbenam memberikan cahaya kuning yang hangat, me

Link Live Streaming PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar Hari Ini, Pertarungan Krusial di Stadion Sultan Agung

16/10/2026
14 people are being escorted by law enforcement officers in a formal office setting. The background shows a modern office with desks and a conference room door. The scene conveys tension and importanc

OTT KPK di BNPB: 14 Orang Diamankan Termasuk Sestama, Dugaan Korupsi Bencana Alami

16/10/2026
14 orang terduga korupsi dana siap pakai untuk bencana di BNPB ditempatkan di ruang konferensi, dihiasi dengan peta negara yang menunjukkan area rawan bencana, sementara petugas KPK melakukan operasi.

KPK Tangkap 14 Orang di BNPB, Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai untuk Bencana

16/10/2026
Sebuah jalan di Makassar yang ramai dengan orang-orang berlari dalam kepanikan. Asap dan debu naik dari tanah. Seorang petugas kepolisian, memakai helm dan memegang palu, berdiri di depan. Di belakang

Mencekam Aksi Tawuran di Makassar, Polisi Lepas Tembakan Peringatan | Wartakita.id

16/10/2026
Lima orang, termasuk adik kepala BNPB, ditangkap oleh agen KPK di ruang kerja BNPB. Atmosfer tegang dengan perasaan kecepatan. Agen-agen berpakaian formal membawa para tersangka, yang berpakaian santa

KPK Tangkap 5 Tersangka OTT BNPB, Termasuk Adik Kepala BNPB dalam Kasus Korupsi

16/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Siswi SMP di Sidrap Sulsel Korban Perundungan 10 Temannya, Ortu Laporkan Polisi

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Eddy Soeparno: Kepastian Investasi Kunci Transisi Energi Menuju Energi Bersih

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.