Senin, 6 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus

by Redaktur
29/08/2025
in Berita Terkini, Hukum & Keadilan, Makassar & Sulsel, Nasional, Politik
Reading Time: 6 mins read
A A
makassar-membara_cr

MAKASSAR, WartaKita.id – Jumat malam, 29 Agustus 2025, akan tercatat sebagai salah satu lembaran kelam dalam sejarah modern Makassar. Puncak kemarahan publik yang mendidih selama berhari-hari akhirnya meledak menjadi kerusuhan anarkis skala besar, melumpuhkan urat nadi kota dan menghanguskan dua simbol utama kekuasaan legislatif di jantung Sulawesi Selatan. Ribuan massa yang tersulut oleh isu nasional, yang telah lama menjadi bara dalam sekam, berhasil membakar habis Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar di Jalan AP Pettarani dan tak lama kemudian, Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo.

Peristiwa tragis ini bukan sekadar vandalisme biasa. Ia adalah manifestasi dari akumulasi kekecewaan, kemarahan, dan ketidakpercayaan yang mendalam terhadap institusi perwakilan rakyat. Sejak sore, suasana di sejumlah titik vital kota sudah tegang. Blokade jalan, orasi-orasi provokatif, hingga pembakaran ban di persimpangan utama menjadi sinyal awal dari badai yang akan datang. Namun, tak ada yang menyangka, kemarahan massa akan mencapai puncaknya dengan membakar dua bangunan yang seharusnya menjadi rumah aspirasi rakyat.

Kronologi Malam Berdarah: Dari Aksi Damai Menuju Anarki

Peristiwa berawal pada Jumat sore, ketika ratusan, kemudian ribuan, massa aksi mulai membanjiri ruas-ruas jalan protokol di Makassar. Mahasiswa, pemuda, aktivis, hingga elemen masyarakat lainnya tumpah ruah, menyuarakan kekesalan mereka. Titik kumpul utama adalah di sekitar kompleks Gedung DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani. Jalan ini, yang merupakan jalur arteri vital penghubung antarprovinsi dan pusat ekonomi kota, segera lumpuh total. Kendaraan-kendaraan besar maupun kecil terjebak, menciptakan kemacetan horor yang membentang hingga puluhan kilometer.

Menjelang pukul 20:00 WITA, ketika rembulan mulai bersinar di atas langit Makassar yang mendung, situasi berubah drastis dari demonstrasi menjadi kerusuhan. Massa yang semula terkonsentrasi di depan gerbang utama DPRD Kota Makassar, semakin beringas. Teriakan-teriakan sumpah serapah bersahutan. Tidak butuh waktu lama, gerbang besi yang kokoh itu berhasil dijebol. Bak air bah, ribuan orang menyemut masuk ke dalam kompleks gedung. Pemandangan mengerikan segera tersaji: puluhan kendaraan yang terparkir di halaman dalam, baik mobil dinas maupun kendaraan pribadi, menjadi sasaran pertama. Kobaran api membumbung tinggi, disertai ledakan-ledakan kecil yang memekakkan telinga dari ban yang meletup dan tangki bahan bakar yang terbakar.

World Cup 2026

Beberapa jam kemudian, di tengah kepanikan dan asap hitam yang menyelimuti sebagian kota, api anarki seolah “melompat” sejauh sekitar 2,5 kilometer. Kali ini, sasarannya adalah Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo. Massa dalam jumlah yang sama besarnya, atau bahkan lebih banyak, menyerbu gedung perwakilan rakyat tingkat provinsi tersebut. Proses penghancuran dan pembakaran hampir sama: gerbang dijebol, kendaraan dibakar, sebelum akhirnya api menjalar ke seluruh bagian bangunan. Ironisnya, armada pemadam kebakaran yang sudah dikerahkan dari berbagai posko tidak mampu mendekati kedua lokasi. Mereka diadang, dilempari, dan diintimidasi oleh massa yang mengamuk, membuat upaya pemadaman mustahil dilakukan.

Hingga Sabtu dini hari, 30 Agustus, dua gedung yang sering disebut sebagai “peninggalan Orde Baru” – simbol birokrasi dan kekuasaan yang dianggap kaku dan jauh dari rakyat – itu ludes dilalap api. Hanya menyisakan puing-puing hangus, dinding-dinding yang runtuh, dan tiang-tiang yang menghitam, menjadi saksi bisu kemarahan yang tak terkendali.

Menganalisis Akar Kemarahan: Tunjangan DPR dan Kematian Affan Kurniawan

Lantas, apa yang memicu luapan kemarahan sebesar ini di Makassar? Ada dua isu nasional yang menjadi pemicu utama, yang kemudian memantik api kekecewaan lama di tingkat lokal. Pertama adalah isu kenaikan tunjangan DPR, yang dianggap tidak etis dan tidak peka terhadap kondisi ekonomi rakyat. Di tengah kesulitan hidup masyarakat, wacana kenaikan tunjangan para wakil rakyat ini seolah menjadi pemantik kemarahan yang mudah meledak.

World Cup 2026

Kedua, dan tak kalah penting, adalah kasus kematian Affan Kurniawan di Jakarta, seorang aktivis muda yang tewas dalam sebuah aksi demonstrasi yang brutal. Kematian Affan segera menjadi simbol perlawanan dan menyulut solidaritas di berbagai daerah, termasuk Makassar, kota yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan dan aktivisme. Bagi banyak warga Makassar, Affan bukan sekadar nama, melainkan personifikasi dari ketidakadilan dan kekerasan negara terhadap suara rakyat. Gabungan dua isu ini menciptakan narasi bahwa para wakil rakyat telah kehilangan empatinya, sementara aparat keamanan cenderung represif, sebuah kombinasi yang berbahaya bagi stabilitas sosial.

Dampak Luas untuk Makassar dan Sulawesi Selatan

Pembakaran dua gedung pemerintah ini membawa dampak yang jauh melampaui kerugian material semata. Bagi Makassar sebagai ibu kota provinsi dan pusat aktivitas di Sulawesi Selatan, kelumpuhan lalu lintas di dua jalan utama (AP Pettarani dan Urip Sumoharjo) berarti terhentinya roda ekonomi. Distribusi logistik terhambat, aktivitas bisnis lumpuh, dan warga terisolasi. Ratusan, bahkan ribuan, pekerja tidak bisa mencapai tempat kerja mereka, menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi individu maupun perusahaan.

Secara psikologis, peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi warga Makassar. Rasa aman terkoyak, dan kepercayaan terhadap institusi semakin terkikis. Sekolah-sekolah dan universitas terpaksa diliburkan. Kawasan sekitar gedung DPRD yang biasanya ramai oleh aktivitas perkantoran dan perdagangan, kini diselimuti ketakutan dan ketidakpastian. Kerusakan ini juga berarti terganggunya fungsi legislasi dan pengawasan, yang akan membutuhkan waktu lama untuk dipulihkan, berdampak pada terhambatnya kebijakan publik yang penting bagi pembangunan daerah.

Kerusuhan ini juga menjadi pukulan telak bagi citra Makassar sebagai kota metropolitan yang berkembang. Investor potensial akan berpikir ulang, sektor pariwisata yang mulai menggeliat akan terpukul, dan hubungan sosial antarwarga dapat terganggu oleh polarisasi yang mungkin muncul pasca-kerusuhan. Sulawesi Selatan, sebagai salah satu penyangga utama perekonomian Indonesia Timur, merasakan langsung dampak dari ketidakstabilan ini.

Menyingkap Tabir Koordinasi: Dari Spontanitas Menuju Taktik Terorganisir?

Pembakaran dua gedung pemerintah yang terpisah secara geografis dalam rentang waktu yang berdekatan, ditambah dengan taktik penghadangan pemadam kebakaran, mengindikasikan adanya tingkat koordinasi dan tujuan yang lebih dari sekadar kerusuhan spontan. Meskipun dipicu oleh kemarahan publik yang otentik, sifat serangan yang taktis—menargetkan dua simbol kekuasaan legislatif—menimbulkan dugaan kuat adanya elemen-elemen terorganisir di dalam massa yang memanfaatkan kekacauan untuk mencapai tujuan destruktif yang spesifik.

Urutan aksi, mulai dari pemblokiran jalan untuk menghambat respons aparat, penyerbuan gerbang, pembakaran kendaraan sebagai pemantik, hingga pembakaran gedung yang terarah, merupakan taktik kerusuhan yang klasik. Penyebutan gedung-gedung tersebut sebagai “peninggalan era Orde Baru” juga menyiratkan pemilihan target yang sadar secara politik dan simbolis, ingin meruntuhkan representasi masa lalu yang dianggap bermasalah.

Oleh karena itu, penyelidikan aparat keamanan tidak seharusnya hanya berfokus pada identifikasi pelaku pembakaran perorangan. Lebih dari itu, aparat harus berupaya membongkar kemungkinan adanya jaringan atau “aktor intelektual” yang mungkin telah menghasut, memprovokasi, dan mengarahkan kekerasan tersebut. Beberapa laporan analisis pasca-kejadian juga telah menyinggung kemungkinan ini, menyerukan investigasi yang transparan dan menyeluruh agar keadilan dapat ditegakkan dan peristiwa serupa tidak terulang di masa depan. Kegagalan mengungkap dalang di balik kerusuhan ini hanya akan menyuburkan benih-benih anarki di masa mendatang.

Kesimpulan: Makassar di Persimpangan Jalan

Malam 29 Agustus 2025 adalah pengingat pahit bagi Makassar dan seluruh bangsa akan rapuhnya stabilitas sosial ketika suara rakyat tidak didengar dan ketidakpercayaan tumbuh subur. Pembakaran Gedung DPRD Kota dan Provinsi bukan hanya kerugian material, melainkan simbol runtuhnya komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya. Kota Anging Mammiri kini berada di persimpangan jalan, dihadapkan pada tugas berat untuk memulihkan infrastruktur fisik dan, yang lebih penting, membangun kembali kepercayaan publik, menyembuhkan luka sosial, serta menegakkan hukum tanpa mengorbankan keadilan dan hak-hak asasi manusia. Hanya dengan penegakan hukum yang adil, dialog yang konstruktif, dan introspeksi mendalam dari semua pihak, Makassar dapat bangkit dari puing-puing tragedi ini menuju masa depan yang lebih baik.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Rehabilitasi Irigasi Lengkong Pini Dimulai: Harapan Baru Produktivitas 828 Hektare Sawah di Luwu

Gubernur Sulsel Ajak Masyarakat Luwu Kawal Pembangunan Irigasi Lengkong Pini dan Makawa

Jembatan Barombong Makassar: Harapan Baru Lewat Diskresi Menteri PU Setelah Gagal Program Inpres

Makassar Siap Menggebrak: 5.000 Peserta HKG PKK dan HUT Dekranas 2026, Dongkrak Ekonomi Lokal

Tiga Pelajar Unggulan Dinobatkan Duta Baca Pelajar Makassar 2026: Menggerakkan Literasi di Jantung Sulawesi Selatan

Tags: 29 Agustus 2025Affan KurniawanAksi Massa MakassarAnarkiDPRD TerbakarKerusuhan MakassarMakassar MencekamSulawesi SelatanTunjangan DPRWartakita.id
Share8Tweet5Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

PM Singapura Kunjungi Jakarta: Antisipasi Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Protokol

05/07/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

KLHK Prioritaskan Pemadaman TPA Jatiwaringin: Investigasi Penyebab Ditunda Hingga Api Benar-Benar Padam

05/07/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

Rehabilitasi Irigasi Lengkong Pini Dimulai: Harapan Baru Produktivitas 828 Hektare Sawah di Luwu

05/07/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

Akselerasi Luwu-Toraja Utara: Pemprov Sulsel Groundbreaking Proyek Rp 239 Miliar demi Konektivitas dan Ekonomi Lokal

05/07/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

Gubernur Sulsel Ajak Masyarakat Luwu Kawal Pembangunan Irigasi Lengkong Pini dan Makawa

05/07/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

Kebakaran TPA Jatiwaringin Lumpuhkan 154 Warga dengan ISPA, Dinkes Tangerang Bentuk Posko Darurat

03/07/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

Skandal Korupsi Gizi Nasional: Oknum TNI Terlibat, Jakgung Ungkap Modus Baru Pengadaan Sepeda Motor dan *Food Tray*

03/07/2026
Makassar Mencekam: Api Anarkis Lumat Gedung DPRD Sulsel dan Kota, Simbol Demokrasi Terbakar Hangus - Featured

DPR Sahkan Pendahuluan RAPBN & RKP 2027: Ini Target Ekonomi yang Disepakati

03/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Anggaran Rp 30 Juta per Orang untuk Latihan Militer Calon Manajer Kopdes, Hasanuddin Usulkan Penghapusan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Tren Makeup dan Skincare Gen Z yang Wajib Kamu Tahu

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    158 shares
    Share 63 Tweet 40
  • Windows 12 Lite: Sang Penyelamat Perangkat Keras Jadul? Mengupas Tuntas Potensi OS Ringan Microsoft

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Prabowo Soroti Arus Modal Keluar Rp51,8 Triliun, Fokus Bentuk Satgas Atasi Hambatan Investasi

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Kiper Paraguay Kritik Kylian Mbappé: Tuduhan Perilaku Tidak Sportif Usai Laga Prancis

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pajak E-Commerce Mulai 1 Juli 2026: Skema Baru dan Ketentuan Penting untuk Pedagang Online Indonesia

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pajak JHT: Aturan, Polemik Aturan, dan Rekomendasi Solusi Keadilan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jembatan Barombong Makassar: Harapan Baru Lewat Diskresi Menteri PU Setelah Gagal Program Inpres

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.