Minggu, 5 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara?

Di satu sisi, ia memantik polemik dan saling silang informasi antara BGN, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

by Redaktur
16/10/2025
in Berita Terkini, Ekonomi dan Bisnis, Nasional, Politik
Reading Time: 6 mins read
A A
BGN-kembalikan sisa anggaran 70T-wartakita_cr

Jakarta, WartaKita.id – Di tengah hiruk pikuk politik dan program pemerintah, sebuah manuver senyap dari Badan Gizi Nasional (BGN) menciptakan gelombang kejut. Keputusan lembaga tersebut untuk mengembalikan dana sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 70 triliun ke kas negara menjadi anomali yang langka dalam lanskap birokrasi Indonesia.

Langkah ini sontak memicu perdebatan. Di satu sisi, ia memantik polemik dan saling silang informasi antara BGN, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun di sisi lain, jika dilihat lebih dalam, inisiatif ini bisa menjadi preseden berharga dan sebuah “tamparan keras” bagi budaya kronis yang selama ini menjangkiti instansi pemerintah: penyakit ‘asal serap’ anggaran.

Keputusan BGN, terlepas dari kontroversi yang mengiringinya, adalah sebuah antitesis dari praktik yang jamak terjadi setiap akhir tahun anggaran—ketika lembaga berlomba-lomba menghabiskan sisa dana demi menghindari stigma “penyerapan rendah” dan potensi pemotongan anggaran di tahun berikutnya.

Penyakit Tahunan Birokrasi: Teror ‘Serapan Anggaran’ dan Program Fiktif

Untuk memahami betapa signifikannya langkah BGN, kita perlu terlebih dahulu menyelami sebuah masalah sistemik dalam birokrasi kita. Setiap menjelang akhir tahun, banyak kementerian dan lembaga (K/L) dihadapkan pada satu momok: sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA). Dalam paradigma lama, rendahnya serapan anggaran seringkali dianggap sebagai cerminan buruk dari kinerja sebuah instansi.

World Cup 2026

Logika yang terbangun selama bertahun-tahun adalah: anggaran yang tidak habis berarti lembaga tersebut tidak mampu bekerja atau tidak becus dalam merencanakan program. Konsekuensinya pun tidak main-main. Instansi dengan serapan rendah berisiko tinggi mendapatkan pemotongan pagu anggaran pada tahun berikutnya.

Ketakutan inilah yang melahirkan sebuah tradisi buruk yang merugikan negara. Demi mengejar target serapan mendekati 100%, berbagai cara pun dihalalkan. Munculah program-program “kejar tayang” yang dibuat secara tergesa-gesa, seminar atau rapat koordinasi yang esensinya dipertanyakan, hingga pengadaan barang dan jasa yang tidak mendesak. Dalam kasus yang lebih ekstrem, praktik ini bahkan bisa berujung pada pembuatan program fiktif atau mark-up nilai proyek.

Tujuannya hanya satu: memastikan angka serapan di atas kertas terlihat sempurna. Kualitas, efektivitas, dan dampak nyata dari penggunaan uang rakyat itu seringkali menjadi nomor dua. Pada akhirnya, yang terjadi adalah pemborosan masif. Uang negara habis, namun manfaat yang dirasakan masyarakat tidak sepadan.

World Cup 2026

Inisiatif BGN: Sebuah Antitesis Kejujuran Anggaran

Di tengah kultur seperti inilah, langkah yang diambil oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, terasa seperti oase. Pada konsolidasi regional di Jawa Barat, Senin (13/10/2025), Dadan menyatakan bahwa dari total alokasi Rp 71 triliun dan dana siaga Rp 100 triliun, sebanyak Rp 70 triliun dikembalikan kepada Presiden karena kemungkinan besar tidak akan terserap tahun ini.

Ini adalah sebuah pengakuan yang jujur dan berani. Alih-alih memaksakan dana tersebut habis untuk program yang belum matang atau terburu-buru, BGN memilih untuk bersikap transparan mengenai kemampuannya. Inisiatif ini mencerminkan sebuah pergeseran fundamental dari orientasi “menghabiskan anggaran” menjadi “mengelola anggaran secara efektif”.

Sikap ini patut diapresiasi setinggi-tingginya. BGN menunjukkan bahwa integritas dan akuntabilitas pengelolaan dana publik lebih utama daripada sekadar citra kinerja yang diukur dari angka serapan. Ini adalah pesan kuat bagi seluruh aparatur negara: lebih baik mengembalikan sisa anggaran daripada membuangnya untuk kegiatan yang tidak produktif dan tidak berdampak.

Mengurai Benang Kusut: Saling Silang Informasi di Antara Pejabat

Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - image 3

Namun, niat baik BGN ini tidak berjalan mulus tanpa kontroversi. Pernyataan tersebut segera disambut dengan respons yang berbeda dari Kementerian Keuangan, menciptakan kebingungan publik.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan klarifikasi yang menempatkan angka Rp 70 triliun dalam konteks yang berbeda. Menurutnya, BGN memang sempat mengajukan dana tambahan Rp 100 triliun, namun dana tersebut belum pernah secara resmi dianggarkan dalam APBN. “Jadi sebetulnya uangnya belum ada,” ujar Menkeu Purbaya, Selasa (14/10/2025).

Fokus Kemenkeu, kata Purbaya, adalah pada penyerapan alokasi resmi sebesar Rp 71 triliun yang sudah ada di APBN. Hingga 3 Oktober 2025, realisasi program MBG baru mencapai Rp 20,6 triliun atau setara 29% dari pagu. Menkeu bahkan sempat memberikan ultimatum bahwa ia akan memantau ketat penyerapan anggaran MBG hingga akhir Oktober, dengan kemungkinan pemotongan jika tidak optimal.

Sementara itu, dari parlemen, Anggota Komisi X DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menyoroti kekhawatiran yang sama. Ia cemas bahwa jika pada 2025 saja penyerapan anggaran begitu rendah, hal serupa bisa terulang pada 2026 ketika BGN direncanakan menerima alokasi yang jauh lebih masif, yakni Rp 268 triliun.

Saling silang informasi ini menunjukkan adanya potensi miskomunikasi atau perbedaan perspektif antara BGN sebagai eksekutor program dan Kemenkeu sebagai bendahara negara. Namun, substansi utamanya tetap sama: ada sejumlah besar dana yang tidak dapat diserap secara efektif oleh BGN dalam tahun anggaran berjalan.

Mengapa Langkah BGN Harus Menjadi Standar Baru?

Terlepas dari simpang siur komunikasi, semangat yang ditunjukkan BGN dalam mengembalikan potensi sisa anggaran adalah hal yang harus digarisbawahi dan didorong menjadi standar baru dalam reformasi birokrasi. Mengapa ini penting?

  1. Mencegah Pemborosan Uang Negara: Dengan berani mengakui ketidaksanggupan menyerap dana, BGN secara langsung telah mencegah potensi pemborosan triliunan rupiah untuk program-program dadakan yang tidak efektif.
  2. Mendorong Perencanaan yang Realistis: Kejujuran ini memaksa pemerintah dan DPR untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Apakah target program terlalu ambisius? Apakah ada kendala teknis di lapangan? Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk perencanaan anggaran yang lebih realistis dan matang di masa depan.
  3. Membangun Budaya Akuntabilitas: Ini adalah bentuk pertanggungjawaban publik yang paling nyata. BGN menunjukkan bahwa mereka mengelola uang rakyat dengan hati-hati dan tidak takut mengakui keterbatasan.
  4. Mengubah Paradigma Kinerja: Sudah saatnya indikator kinerja lembaga pemerintah tidak lagi diukur dari seberapa banyak uang yang dihabiskan, melainkan dari seberapa besar dampak (outcome) yang dihasilkan dari setiap rupiah yang dibelanjakan.

Langkah BGN, meski penuh polemik, sejatinya adalah sebuah gebrakan positif. Ini adalah kesempatan emas bagi pemerintah untuk mereformasi sistem evaluasi anggaran. Penghargaan seharusnya diberikan kepada lembaga yang mampu berhemat dan mengembalikan sisa anggaran karena efisiensi atau perencanaan yang jujur, bukan justru “menghukum” mereka dengan pemotongan anggaran.

BACA JUGA:

Skandal Korupsi Gizi Nasional: Oknum TNI Terlibat, Jakgung Ungkap Modus Baru Pengadaan Sepeda Motor dan *Food Tray*

DPR Sahkan Pendahuluan RAPBN & RKP 2027: Ini Target Ekonomi yang Disepakati

Elza Syarief Mundur Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis: Merasa Dibohongi, Pesimistis soal Justice Collaborator

Motor Listrik MBG Menumpuk di Sentul: Kejagung Tolak Sita, Ribuan Unit Masih Terbungkus Plastik

Koperasi Merah Putih: Bayang-Bayang Korupsi dari Kasus Makan Bergizi Gratis

Jika kultur ini bisa diubah, kita bisa berharap akan lebih banyak lagi lembaga yang berani mengikuti jejak BGN. Dengan begitu, setiap rupiah uang pajak yang dikumpulkan dengan susah payah oleh rakyat benar-benar dapat digunakan untuk program yang produktif, terencana, dan berdampak nyata bagi kemajuan bangsa.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: Anggaran NegaraAPBNBadan Gizi NasionalBGNDadan HindayanaKebijakan Publikkementerian keuanganMakan Bergizi GratisPemborosan AnggaranPurbaya Yudhi SadewaReformasi BirokrasiSerapan AnggaranSILPATransparansi Anggaran
Share19Tweet12Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

Kebakaran TPA Jatiwaringin Lumpuhkan 154 Warga dengan ISPA, Dinkes Tangerang Bentuk Posko Darurat

03/07/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

Skandal Korupsi Gizi Nasional: Oknum TNI Terlibat, Jakgung Ungkap Modus Baru Pengadaan Sepeda Motor dan *Food Tray*

03/07/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

DPR Sahkan Pendahuluan RAPBN & RKP 2027: Ini Target Ekonomi yang Disepakati

03/07/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

Menkeu Purbaya Tolak IKN Jadi Pusat Finansial Internasional, Bali Jadi Kandidat Kuat

03/07/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

Pajak E-Commerce Mulai 1 Juli 2026: Skema Baru dan Ketentuan Penting untuk Pedagang Online Indonesia

03/07/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

Pajak JHT: Aturan, Polemik Aturan, dan Rekomendasi Solusi Keadilan

02/07/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

Dokter Muda NTT Meninggal Dunia Diduga Akibat Intimidasi Oknum DPRD

02/07/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

PBB Ungkap Pola Mengerikan: Bayi dan Anak-anak Diduga Sengaja Ditargetkan dalam Serangan Israel di Gaza

02/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Anggaran Rp 30 Juta per Orang untuk Latihan Militer Calon Manajer Kopdes, Hasanuddin Usulkan Penghapusan

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Tren Makeup dan Skincare Gen Z yang Wajib Kamu Tahu

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Prabowo Soroti Arus Modal Keluar Rp51,8 Triliun, Fokus Bentuk Satgas Atasi Hambatan Investasi

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Windows 12 Lite: Sang Penyelamat Perangkat Keras Jadul? Mengupas Tuntas Potensi OS Ringan Microsoft

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gempa Dahsyat Venezuela Tewaskan Ribuan Jiwa: Pelajaran Kesiapsiagaan Global dan Tantangan Bantuan

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    155 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Pajak E-Commerce Mulai 1 Juli 2026: Skema Baru dan Ketentuan Penting untuk Pedagang Online Indonesia

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pajak JHT: Aturan, Polemik Aturan, dan Rekomendasi Solusi Keadilan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jembatan Barombong Makassar: Harapan Baru Lewat Diskresi Menteri PU Setelah Gagal Program Inpres

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.