Sabtu, 17 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara?

Di satu sisi, ia memantik polemik dan saling silang informasi antara BGN, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

by Redaktur
16/10/2025
in Berita Terkini, Ekonomi dan Bisnis, Nasional, Politik
Reading Time: 6 mins read
A A
BGN-kembalikan sisa anggaran 70T-wartakita_cr

BACA JUGA:

Kenaikan Harga Minyak Dunia dan Risiko Jebolnya APBN, Apa Solusinya?

Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

DPR Kaji Ulang Defisit APBN: Jika Bukan 3 Persen, Lalu Apa?

2 Tahun Prabowo-Gibran: APBN Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

APBN dan Danantara: Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, WartaKita.id – Di tengah hiruk pikuk politik dan program pemerintah, sebuah manuver senyap dari Badan Gizi Nasional (BGN) menciptakan gelombang kejut. Keputusan lembaga tersebut untuk mengembalikan dana sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 70 triliun ke kas negara menjadi anomali yang langka dalam lanskap birokrasi Indonesia.

Langkah ini sontak memicu perdebatan. Di satu sisi, ia memantik polemik dan saling silang informasi antara BGN, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun di sisi lain, jika dilihat lebih dalam, inisiatif ini bisa menjadi preseden berharga dan sebuah “tamparan keras” bagi budaya kronis yang selama ini menjangkiti instansi pemerintah: penyakit ‘asal serap’ anggaran.

Keputusan BGN, terlepas dari kontroversi yang mengiringinya, adalah sebuah antitesis dari praktik yang jamak terjadi setiap akhir tahun anggaran—ketika lembaga berlomba-lomba menghabiskan sisa dana demi menghindari stigma “penyerapan rendah” dan potensi pemotongan anggaran di tahun berikutnya.

Penyakit Tahunan Birokrasi: Teror ‘Serapan Anggaran’ dan Program Fiktif

Untuk memahami betapa signifikannya langkah BGN, kita perlu terlebih dahulu menyelami sebuah masalah sistemik dalam birokrasi kita. Setiap menjelang akhir tahun, banyak kementerian dan lembaga (K/L) dihadapkan pada satu momok: sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA). Dalam paradigma lama, rendahnya serapan anggaran seringkali dianggap sebagai cerminan buruk dari kinerja sebuah instansi.

Logika yang terbangun selama bertahun-tahun adalah: anggaran yang tidak habis berarti lembaga tersebut tidak mampu bekerja atau tidak becus dalam merencanakan program. Konsekuensinya pun tidak main-main. Instansi dengan serapan rendah berisiko tinggi mendapatkan pemotongan pagu anggaran pada tahun berikutnya.

Ketakutan inilah yang melahirkan sebuah tradisi buruk yang merugikan negara. Demi mengejar target serapan mendekati 100%, berbagai cara pun dihalalkan. Munculah program-program “kejar tayang” yang dibuat secara tergesa-gesa, seminar atau rapat koordinasi yang esensinya dipertanyakan, hingga pengadaan barang dan jasa yang tidak mendesak. Dalam kasus yang lebih ekstrem, praktik ini bahkan bisa berujung pada pembuatan program fiktif atau mark-up nilai proyek.

Tujuannya hanya satu: memastikan angka serapan di atas kertas terlihat sempurna. Kualitas, efektivitas, dan dampak nyata dari penggunaan uang rakyat itu seringkali menjadi nomor dua. Pada akhirnya, yang terjadi adalah pemborosan masif. Uang negara habis, namun manfaat yang dirasakan masyarakat tidak sepadan.

Inisiatif BGN: Sebuah Antitesis Kejujuran Anggaran

Di tengah kultur seperti inilah, langkah yang diambil oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, terasa seperti oase. Pada konsolidasi regional di Jawa Barat, Senin (13/10/2025), Dadan menyatakan bahwa dari total alokasi Rp 71 triliun dan dana siaga Rp 100 triliun, sebanyak Rp 70 triliun dikembalikan kepada Presiden karena kemungkinan besar tidak akan terserap tahun ini.

Ini adalah sebuah pengakuan yang jujur dan berani. Alih-alih memaksakan dana tersebut habis untuk program yang belum matang atau terburu-buru, BGN memilih untuk bersikap transparan mengenai kemampuannya. Inisiatif ini mencerminkan sebuah pergeseran fundamental dari orientasi “menghabiskan anggaran” menjadi “mengelola anggaran secara efektif”.

Sikap ini patut diapresiasi setinggi-tingginya. BGN menunjukkan bahwa integritas dan akuntabilitas pengelolaan dana publik lebih utama daripada sekadar citra kinerja yang diukur dari angka serapan. Ini adalah pesan kuat bagi seluruh aparatur negara: lebih baik mengembalikan sisa anggaran daripada membuangnya untuk kegiatan yang tidak produktif dan tidak berdampak.

Mengurai Benang Kusut: Saling Silang Informasi di Antara Pejabat

Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - image 1

Namun, niat baik BGN ini tidak berjalan mulus tanpa kontroversi. Pernyataan tersebut segera disambut dengan respons yang berbeda dari Kementerian Keuangan, menciptakan kebingungan publik.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan klarifikasi yang menempatkan angka Rp 70 triliun dalam konteks yang berbeda. Menurutnya, BGN memang sempat mengajukan dana tambahan Rp 100 triliun, namun dana tersebut belum pernah secara resmi dianggarkan dalam APBN. “Jadi sebetulnya uangnya belum ada,” ujar Menkeu Purbaya, Selasa (14/10/2025).

Fokus Kemenkeu, kata Purbaya, adalah pada penyerapan alokasi resmi sebesar Rp 71 triliun yang sudah ada di APBN. Hingga 3 Oktober 2025, realisasi program MBG baru mencapai Rp 20,6 triliun atau setara 29% dari pagu. Menkeu bahkan sempat memberikan ultimatum bahwa ia akan memantau ketat penyerapan anggaran MBG hingga akhir Oktober, dengan kemungkinan pemotongan jika tidak optimal.

Sementara itu, dari parlemen, Anggota Komisi X DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menyoroti kekhawatiran yang sama. Ia cemas bahwa jika pada 2025 saja penyerapan anggaran begitu rendah, hal serupa bisa terulang pada 2026 ketika BGN direncanakan menerima alokasi yang jauh lebih masif, yakni Rp 268 triliun.

Saling silang informasi ini menunjukkan adanya potensi miskomunikasi atau perbedaan perspektif antara BGN sebagai eksekutor program dan Kemenkeu sebagai bendahara negara. Namun, substansi utamanya tetap sama: ada sejumlah besar dana yang tidak dapat diserap secara efektif oleh BGN dalam tahun anggaran berjalan.

Mengapa Langkah BGN Harus Menjadi Standar Baru?

Terlepas dari simpang siur komunikasi, semangat yang ditunjukkan BGN dalam mengembalikan potensi sisa anggaran adalah hal yang harus digarisbawahi dan didorong menjadi standar baru dalam reformasi birokrasi. Mengapa ini penting?

  1. Mencegah Pemborosan Uang Negara: Dengan berani mengakui ketidaksanggupan menyerap dana, BGN secara langsung telah mencegah potensi pemborosan triliunan rupiah untuk program-program dadakan yang tidak efektif.
  2. Mendorong Perencanaan yang Realistis: Kejujuran ini memaksa pemerintah dan DPR untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Apakah target program terlalu ambisius? Apakah ada kendala teknis di lapangan? Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk perencanaan anggaran yang lebih realistis dan matang di masa depan.
  3. Membangun Budaya Akuntabilitas: Ini adalah bentuk pertanggungjawaban publik yang paling nyata. BGN menunjukkan bahwa mereka mengelola uang rakyat dengan hati-hati dan tidak takut mengakui keterbatasan.
  4. Mengubah Paradigma Kinerja: Sudah saatnya indikator kinerja lembaga pemerintah tidak lagi diukur dari seberapa banyak uang yang dihabiskan, melainkan dari seberapa besar dampak (outcome) yang dihasilkan dari setiap rupiah yang dibelanjakan.

Langkah BGN, meski penuh polemik, sejatinya adalah sebuah gebrakan positif. Ini adalah kesempatan emas bagi pemerintah untuk mereformasi sistem evaluasi anggaran. Penghargaan seharusnya diberikan kepada lembaga yang mampu berhemat dan mengembalikan sisa anggaran karena efisiensi atau perencanaan yang jujur, bukan justru “menghukum” mereka dengan pemotongan anggaran.

Jika kultur ini bisa diubah, kita bisa berharap akan lebih banyak lagi lembaga yang berani mengikuti jejak BGN. Dengan begitu, setiap rupiah uang pajak yang dikumpulkan dengan susah payah oleh rakyat benar-benar dapat digunakan untuk program yang produktif, terencana, dan berdampak nyata bagi kemajuan bangsa.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Anggaran NegaraAPBNBadan Gizi NasionalBGNDadan HindayanaKebijakan Publikkementerian keuanganMakan Bergizi GratisPemborosan AnggaranPurbaya Yudhi SadewaReformasi BirokrasiSerapan AnggaranSILPATransparansi Anggaran
Share20Tweet12Send

ARTIKEL TERKAIT

H. Gunadi, Ketua Asosiasi Pasar Modal dan Perusahaan Efek Indonesia, berdiri di depan layar besar yang menampilkan diagram dan grafik finansial. Latar belakangnya menunjukkan ruang kantor modern denga

MSCI Tetapkan Kembali Penilaian Pasar Saham RI, Apa yang Harus Diperhatikan?

17/10/2026
Sebuah rumah tradisional Jawa dengan dekorasi interior yang sederhana. Di sudut ruangan, sebuah wadah biru besar berisi uang tunai dalam jumlah besar diletakkan di atas meja kayu. Ruangan terlihat min

KPK Temukan Rp934 Juta dalam Tong Biru di Rumah Adik Bupati Klaten, Penyelidikan Korupsi Terus Dilakukan

17/10/2026
MA. Untung duduk di depan layar komputer, dengan ekspresi fokus. Layar menampilkan antarmuka pasar digital, menampilkan berbagai produk dan transaksi. Di sudut kanan layar terlihat jam digital yang me

Pahami Hak Perlindungan Konsumen dalam Transaksi Digital: Informasi & Keamanan

17/10/2026
Presiden Joko Widodo berdiri di podium di ruang konferensi yang luas dan modern, dengan tangan di belakang punggungnya dan menatap audiens dengan ekspresi yang tegas dan tenang. Ruangan terang dengan

Jokowi: Polemik Ijazah dan Gibran adalah Operasi Politik

17/10/2026
Dalam ruangan interrogasi yang minim cahaya di Yuzhno-Sakhalinsk, seorang pejabat berpakaian gelap duduk di hadapan seorang pria Jepang yang tampak cemas. Di latar belakang, terlihat lukisan rasis pem

Rusia Tangkap Jurnalis Jepang Yuki Imai atas Tudingan Spionase di Yuzhno-Sakhalinsk

17/10/2026
MA. Untung, a man in a suit, is seated at his desk reviewing documents in a modern office. The background features a map of Indonesia and a busy cityscape, symbolizing the national importance and comp

KPK Siap Kirim Surat ke Panglima TNI dalam Penanganan Korupsi BNPB

17/10/2026
H. Gunadi, the Secretary-General of the United Nations, is seen walking through a busy Jakarta street as several lanes are temporarily closed. The scene shows a mix of modern and traditional architect

Sekjen PBB Kunjungan ke Indonesia, Beberapa Jalan di Jakarta Ditutup Sementara

17/10/2026
Sebuah adegan ruang sidang yang serius dengan dua individu berpakaian formal berdiri di tengah. MA. Untung, Bupati Klaten, dan Kepala BPK Jateng ditampilkan dengan ekspresi serius, tangan mereka salin

KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BPK Jateng sebagai Tersangka dalam Kasus Suap

17/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Siswi SMP di Sidrap Sulsel Korban Perundungan 10 Temannya, Ortu Laporkan Polisi

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kelemahan Motor Listrik dan Penurunan Penjualan Merek Mobil, Wartakita.id

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.