Minggu, 9 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara?

Di satu sisi, ia memantik polemik dan saling silang informasi antara BGN, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

by Redaktur
16/10/2025
in Berita Terkini, Ekonomi dan Bisnis, Nasional, Politik
Reading Time: 6 mins read
A A
BGN-kembalikan sisa anggaran 70T-wartakita_cr

Jakarta, WartaKita.id – Di tengah hiruk pikuk politik dan program pemerintah, sebuah manuver senyap dari Badan Gizi Nasional (BGN) menciptakan gelombang kejut. Keputusan lembaga tersebut untuk mengembalikan dana sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 70 triliun ke kas negara menjadi anomali yang langka dalam lanskap birokrasi Indonesia.

Langkah ini sontak memicu perdebatan. Di satu sisi, ia memantik polemik dan saling silang informasi antara BGN, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun di sisi lain, jika dilihat lebih dalam, inisiatif ini bisa menjadi preseden berharga dan sebuah “tamparan keras” bagi budaya kronis yang selama ini menjangkiti instansi pemerintah: penyakit ‘asal serap’ anggaran.

Keputusan BGN, terlepas dari kontroversi yang mengiringinya, adalah sebuah antitesis dari praktik yang jamak terjadi setiap akhir tahun anggaran—ketika lembaga berlomba-lomba menghabiskan sisa dana demi menghindari stigma “penyerapan rendah” dan potensi pemotongan anggaran di tahun berikutnya.

Penyakit Tahunan Birokrasi: Teror ‘Serapan Anggaran’ dan Program Fiktif

Untuk memahami betapa signifikannya langkah BGN, kita perlu terlebih dahulu menyelami sebuah masalah sistemik dalam birokrasi kita. Setiap menjelang akhir tahun, banyak kementerian dan lembaga (K/L) dihadapkan pada satu momok: sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA). Dalam paradigma lama, rendahnya serapan anggaran seringkali dianggap sebagai cerminan buruk dari kinerja sebuah instansi.

Logika yang terbangun selama bertahun-tahun adalah: anggaran yang tidak habis berarti lembaga tersebut tidak mampu bekerja atau tidak becus dalam merencanakan program. Konsekuensinya pun tidak main-main. Instansi dengan serapan rendah berisiko tinggi mendapatkan pemotongan pagu anggaran pada tahun berikutnya.

Ketakutan inilah yang melahirkan sebuah tradisi buruk yang merugikan negara. Demi mengejar target serapan mendekati 100%, berbagai cara pun dihalalkan. Munculah program-program “kejar tayang” yang dibuat secara tergesa-gesa, seminar atau rapat koordinasi yang esensinya dipertanyakan, hingga pengadaan barang dan jasa yang tidak mendesak. Dalam kasus yang lebih ekstrem, praktik ini bahkan bisa berujung pada pembuatan program fiktif atau mark-up nilai proyek.

Tujuannya hanya satu: memastikan angka serapan di atas kertas terlihat sempurna. Kualitas, efektivitas, dan dampak nyata dari penggunaan uang rakyat itu seringkali menjadi nomor dua. Pada akhirnya, yang terjadi adalah pemborosan masif. Uang negara habis, namun manfaat yang dirasakan masyarakat tidak sepadan.

Inisiatif BGN: Sebuah Antitesis Kejujuran Anggaran

Di tengah kultur seperti inilah, langkah yang diambil oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, terasa seperti oase. Pada konsolidasi regional di Jawa Barat, Senin (13/10/2025), Dadan menyatakan bahwa dari total alokasi Rp 71 triliun dan dana siaga Rp 100 triliun, sebanyak Rp 70 triliun dikembalikan kepada Presiden karena kemungkinan besar tidak akan terserap tahun ini.

Ini adalah sebuah pengakuan yang jujur dan berani. Alih-alih memaksakan dana tersebut habis untuk program yang belum matang atau terburu-buru, BGN memilih untuk bersikap transparan mengenai kemampuannya. Inisiatif ini mencerminkan sebuah pergeseran fundamental dari orientasi “menghabiskan anggaran” menjadi “mengelola anggaran secara efektif”.

Sikap ini patut diapresiasi setinggi-tingginya. BGN menunjukkan bahwa integritas dan akuntabilitas pengelolaan dana publik lebih utama daripada sekadar citra kinerja yang diukur dari angka serapan. Ini adalah pesan kuat bagi seluruh aparatur negara: lebih baik mengembalikan sisa anggaran daripada membuangnya untuk kegiatan yang tidak produktif dan tidak berdampak.

Mengurai Benang Kusut: Saling Silang Informasi di Antara Pejabat

Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - image 1

Namun, niat baik BGN ini tidak berjalan mulus tanpa kontroversi. Pernyataan tersebut segera disambut dengan respons yang berbeda dari Kementerian Keuangan, menciptakan kebingungan publik.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan klarifikasi yang menempatkan angka Rp 70 triliun dalam konteks yang berbeda. Menurutnya, BGN memang sempat mengajukan dana tambahan Rp 100 triliun, namun dana tersebut belum pernah secara resmi dianggarkan dalam APBN. “Jadi sebetulnya uangnya belum ada,” ujar Menkeu Purbaya, Selasa (14/10/2025).

Fokus Kemenkeu, kata Purbaya, adalah pada penyerapan alokasi resmi sebesar Rp 71 triliun yang sudah ada di APBN. Hingga 3 Oktober 2025, realisasi program MBG baru mencapai Rp 20,6 triliun atau setara 29% dari pagu. Menkeu bahkan sempat memberikan ultimatum bahwa ia akan memantau ketat penyerapan anggaran MBG hingga akhir Oktober, dengan kemungkinan pemotongan jika tidak optimal.

Sementara itu, dari parlemen, Anggota Komisi X DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menyoroti kekhawatiran yang sama. Ia cemas bahwa jika pada 2025 saja penyerapan anggaran begitu rendah, hal serupa bisa terulang pada 2026 ketika BGN direncanakan menerima alokasi yang jauh lebih masif, yakni Rp 268 triliun.

Saling silang informasi ini menunjukkan adanya potensi miskomunikasi atau perbedaan perspektif antara BGN sebagai eksekutor program dan Kemenkeu sebagai bendahara negara. Namun, substansi utamanya tetap sama: ada sejumlah besar dana yang tidak dapat diserap secara efektif oleh BGN dalam tahun anggaran berjalan.

Mengapa Langkah BGN Harus Menjadi Standar Baru?

Terlepas dari simpang siur komunikasi, semangat yang ditunjukkan BGN dalam mengembalikan potensi sisa anggaran adalah hal yang harus digarisbawahi dan didorong menjadi standar baru dalam reformasi birokrasi. Mengapa ini penting?

  1. Mencegah Pemborosan Uang Negara: Dengan berani mengakui ketidaksanggupan menyerap dana, BGN secara langsung telah mencegah potensi pemborosan triliunan rupiah untuk program-program dadakan yang tidak efektif.
  2. Mendorong Perencanaan yang Realistis: Kejujuran ini memaksa pemerintah dan DPR untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Apakah target program terlalu ambisius? Apakah ada kendala teknis di lapangan? Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk perencanaan anggaran yang lebih realistis dan matang di masa depan.
  3. Membangun Budaya Akuntabilitas: Ini adalah bentuk pertanggungjawaban publik yang paling nyata. BGN menunjukkan bahwa mereka mengelola uang rakyat dengan hati-hati dan tidak takut mengakui keterbatasan.
  4. Mengubah Paradigma Kinerja: Sudah saatnya indikator kinerja lembaga pemerintah tidak lagi diukur dari seberapa banyak uang yang dihabiskan, melainkan dari seberapa besar dampak (outcome) yang dihasilkan dari setiap rupiah yang dibelanjakan.

Langkah BGN, meski penuh polemik, sejatinya adalah sebuah gebrakan positif. Ini adalah kesempatan emas bagi pemerintah untuk mereformasi sistem evaluasi anggaran. Penghargaan seharusnya diberikan kepada lembaga yang mampu berhemat dan mengembalikan sisa anggaran karena efisiensi atau perencanaan yang jujur, bukan justru “menghukum” mereka dengan pemotongan anggaran.

BACA JUGA:

Presiden Prabowo Alokasikan Rp 20,5 T untuk 490 Pemda yang Terlilit Masalah Keuangan

Badan Gizi Nasional Copot 137 Kepala Dapur Makan Bergizi Gratis Akibat Pelanggaran

Prabowo Lantik Sudaryono Pimpin Badan Gizi Nasional, Fokus Perkuat Tata Kelola MBG

Sudaryono Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional, Gantikan Nanik S Deyang

Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas, Badan Gizi Nasional Fokus Perbaiki Tata Kelola dan Kualitas Program

Jika kultur ini bisa diubah, kita bisa berharap akan lebih banyak lagi lembaga yang berani mengikuti jejak BGN. Dengan begitu, setiap rupiah uang pajak yang dikumpulkan dengan susah payah oleh rakyat benar-benar dapat digunakan untuk program yang produktif, terencana, dan berdampak nyata bagi kemajuan bangsa.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: Anggaran NegaraAPBNBadan Gizi NasionalBGNDadan HindayanaKebijakan Publikkementerian keuanganMakan Bergizi GratisPemborosan AnggaranPurbaya Yudhi SadewaReformasi BirokrasiSerapan AnggaranSILPATransparansi Anggaran
Share19Tweet12Send

ARTIKEL TERKAIT

Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

Transaksi QRIS Melonjak 100% di Semester I-2026, Capai Rp600 Triliun: Era Digital Makin Mengakar di Indonesia

09/08/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

Indonesia dan Afrika Selatan: Mempererat Hubungan Budaya Melalui Warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari

09/08/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

Gemparkan Festival Budaya Lembah Baliem, Insiden Penembakan Picu Kepanikan Massal

08/08/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

Api di Gedung Bapenda DKI Jakarta Berhasil Dipadamkan, Petugas Lakukan Penyisiran Material Mudah Terbakar

08/08/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

Senjata Api Franchi SPAS-15 di Yayasan Sekolah: Misteri Pemilik Direktur Perusahaan Impor Senjata yang Telah Tiada

08/08/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

Deflasi 0,18 Persen di Sulsel Awal Juli 2026: Mengurai Penyebab dan Implikasinya

07/08/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

Harga BBM Nonsubsidi Turun Serentak per 1 Agustus 2026: Simak Rincian Lengkapnya!

07/08/2026
Langkah Berani BGN Kembalikan Rp 70 T: Tamparan Keras untuk Budaya ‘Asal Serap’ Anggaran Negara? - Featured

PDIP Desak Pansus untuk Pembahasan Menyeluruh Sistem Pemilu dan Pilkada

07/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    389 shares
    Share 156 Tweet 97
  • Usai Dilantik, Mahyudin Pantau Langsung War Room Kota Makassar

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Makassar Kembali Jadi Pilot Project Program ‘Deklarasi Panti Sosial Bermutu’ oleh Kemensos, Bukti Kolaborasi Sukses

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • AI Gempur Lapangan Kerja, Jurusan Ini Justru Makin Moncer

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Benteng Aman Para Pencari Selamat: Saat Kritik dan Perbedaan Pendapat Dilindas Atas Nama Stabilitas

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    720 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Aksi Lingkungan dan Sosial Gerakan Rakyat Sulsel: 100 Bibit Pohon dan Ratusan Takjil Jelang HUT Pertama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Pakai Serum Udah Berbulan-bulan Tapi Wajah Tetap Kusam & Breakout? Duh, Jangan-Jangan Kamu Melakukan 6 Kesalahan Fatal Ini, Bestie!

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.