Di tengah tantangan penurunan stok darah selama bulan suci Ramadan, Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar menunjukkan kehebatannya melalui gerakan kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Upaya ini krusial untuk menjamin ketersediaan darah bagi mereka yang membutuhkan.
- PMI Makassar memimpin inisiatif dengan mengelola unit transfusi darah.
- TNI (Kodim) melalui Koramil dan Babinsa berperan aktif mengajak partisipasi masyarakat.
- Komunitas Tionghoa secara rutin menggelar donor darah pagi hari.
- Jemaat Gereja dari berbagai denominasi turut berkontribusi secara bergilir.
- Masyarakat Umum menjadi tulang punggung partisipasi melalui ajakan dan aksi donor.
Sinergi Lintas Komunitas untuk Kemanusiaan
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Makassar, dr. Sukmawati, menjelaskan fenomena penurunan stok darah, khususnya komponen trombosit, saat Ramadan merupakan hal yang wajar terjadi. Hal ini dipengaruhi oleh kewajiban berpuasa yang dijalani oleh mayoritas pendonor Muslim.
Menjawab tantangan ini, PMI Makassar tidak tinggal diam. Mereka menginisiasi program gerai donor darah Ramadan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk masjid-masjid besar seperti Masjid Al Markaz Al Islami dan beberapa masjid di tingkat kecamatan. Penyesuaian jadwal dan lokasi ini dilakukan berdasarkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) PMI agar operasional tetap optimal.
Peran Krusial Masing-Masing Pihak
Kolaborasi menjadi kunci utama dalam strategi ini. TNI, melalui Kodim, mengerahkan Babinsa untuk menjangkau dan mengimbau masyarakat luas agar berpartisipasi aktif. Di sisi lain, solidaritas lintas agama dan etnis terlihat jelas. Komunitas Tionghoa secara konsisten menggelar aksi donor darah di pagi hari, memberikan dukungan moral dan praktis bagi umat Muslim yang sedang berpuasa. Begitu pula, jemaat dari berbagai gereja di Kota Makassar secara bergilir menyiapkan kegiatan donor darah, menunjukkan bahwa kemanusiaan melampaui sekat-sekat perbedaan.
Target dan Realitas Stok Darah
Dengan target ambisius sebanyak 3.000 kantong darah selama Ramadan, PMI Makassar menghadapi realitas yang beragam. dr. Sukmawati melaporkan bahwa stok komponen sel darah merah (PRC) terbilang aman. Namun, pemenuhan komponen trombosit memerlukan waktu tunggu dua hingga tiga hari, mengingat gerai donor baru dibuka di beberapa lokasi dan tidak secara terus-menerus. Kondisi ini terkadang menyebabkan adanya permintaan yang harus menunggu ketersediaan darah.
Melalui program yang terencana dan jalinan kemitraan yang kuat, PMI Makassar berupaya memastikan bahwa kebutuhan darah di Kota Makassar tetap terpenuhi, bahkan di bulan yang penuh berkah ini. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dan sinergi antar lembaga.























