Jumat, 22 Mei 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Hukum & Keadilan

Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu

Bagian 2 dari 3

by Redaktur
15/11/2025
in Hukum & Keadilan, Internasional
Reading Time: 5 mins read
A A
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

WARTAKITA.ID (INVESTIGASI) – “Kami tidak kuat mental lagi. Kami terus-menerus melihat kekerasan demi kekerasan.”

Kesaksian ini diungkapkan oleh “Firman”, salah satu dari 110 WNI yang berhasil kabur dari kompleks scam Chrey Thum di Kamboja pada Oktober 2025.3 Artikel Detik.com yang meliput insiden serupa mengkonfirmasi tajuk yang mengerikan: “Disekap-Disetrum”.3

Laporan korban dan penyelidikan internasional melukiskan gambaran brutal tentang kehidupan di dalam “pabrik penipu” ini. Para pekerja dipaksa bekerja belasan jam sehari di bawah ancaman kekerasan fisik yang ekstrem: pemukulan, setrum listrik, kurungan di ruang gelap, hingga kelaparan [Kueri Artikel].

Kekerasan ini bukanlah tindakan acak, melainkan alat manajemen yang sistematis. Ini adalah “kebijakan SDM” dari para operator sindikat. Ancaman pemukulan dan penyiksaan digunakan untuk menegakkan kuota penipuan (target) dan menanamkan teror untuk mencegah pelarian [Kueri Artikel].

Kesaksian Firman menggambarkan momen pelarian mereka. Saat 110 WNI berdesakan menuju gerbang, petugas keamanan melepaskan tembakan peringatan ke udara. Rekan Firman dipukuli dengan bogem mentah, sementara WNI lainnya ditodong pistol di kepala sebelum diseret kembali ke dalam gedung.3

Anatomi ‘Sha Zhu Pan’: Dipaksa Menjadi Penipu Asmara

Pekerjaan yang dipaksakan kepada para WNI ini adalah skema penipuan canggih yang dikenal sebagai “Sha Zhu Pan” atau “Pig Butchering” (menggemukkan babi sebelum disembelih) [Kueri Artikel].

Ini adalah kejahatan ganda yang sempurna. Ia tidak hanya merampok uang dari target penipuan, tetapi juga merampok kemanusiaan dari para pekerjanya. Para WNI ini, yang sebagian besar direkrut sebagai “admin” atau “customer service”, dipaksa menjadi manipulator psikologis tingkat tinggi.

Prosesnya berjalan dalam beberapa tahap:

  1. Kontak Awal: Pelaku (WNI) mengirim pesan acak ke jutaan orang, seringkali berpura-pura “salah kirim” [Kueri Artikel].

  2. Menggemukkan (Fattening): Ketika korban merespons, WNI dipaksa membangun hubungan emosional yang mendalam. Ini bisa sebagai teman, tetapi yang paling efektif adalah sebagai pasangan romantis.16 Firman bersaksi dia dipaksa menyamar sebagai “pengusaha muda Singapura” untuk memikat target perempuan, atau sebaliknya.3

  3. Investasi Palsu: Setelah kepercayaan terbangun, korban perlahan digiring untuk “berinvestasi” dalam skema bisnis atau cryptocurrency palsu.17 Mereka diarahkan ke platform atau aplikasi palsu yang dikontrol penuh oleh sindikat.18

  4. Menyembelih (Butchering): Untuk membangun kepercayaan, korban awalnya diizinkan menarik sedikit keuntungan. Setelah korban yakin dan menaruh seluruh tabungan hidup mereka, platform dikunci, dan sindikat menghilang dengan uang tersebut.17

Para WNI ini pada dasarnya adalah korban yang dipaksa menjadi pelaku. PBB menyebutkan bahwa dalam krisis ini, terdapat dua kelompok korban: mereka yang uangnya dicuri, dan mereka yang diperdagangkan dan dipaksa untuk melakukan pencurian itu.3

Laporan Khusus: Neraka Berlapis WNI Perempuan

Bagi pekerja perempuan, eksploitasi yang mereka alami jauh lebih brutal. Sebuah laporan investigasi BBC Indonesia pada Juli 2025 mengungkap kesaksian “Ita” (nama samaran), WNI yang terjebak di pusat judi daring di Kamboja.19

Ita ditipu oleh mantan kakak kelasnya dengan janji pekerjaan “keuangan” di Bali. Namun, dia diterbangkan ke Kamboja, paspornya ditahan, dan dia dipaksa bekerja sebagai “admin judi”. Pekerjaannya termasuk melayani pesan-pesan cabul dari para member.19

Ketika Ita gagal memenuhi target pada bulan berikutnya, hukuman dijatuhkan. Dia dikurung di gudang selama sebulan penuh dan hanya diberi makan dua hari sekali.

Di dalam kurungan itulah neraka berlapis terjadi. Ita bersaksi bahwa dia diikat di bangku, dan diperkosa secara bergiliran oleh atasannya—kadang berdua, bahkan bertiga. Para pelaku merekam aksi bejat tersebut. Ita diancam, jika dia melapor, video itu akan disebarkan.19

Kesaksian ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual bukanlah insiden sampingan, melainkan mekanisme kontrol yang disengaja. Itu adalah “hukuman” atas kegagalan kerja dan sekaligus alat pemerasan untuk menjamin kesenyapan korban.

BACA JUGA:

Indonesia Tuntut PBB Investigasi Kematian Praka Rico Pramudia, Soroti Kejahatan Perang

Misteri Ilmuwan Kunci AS: FBI Ungkap Investigasi Mati-Matinya Puluhan Peneliti Nuklir dan Dirgantara

16 Mahasiswa FH UI Dibekukan Statusnya Akibat Dugaan Pelecehan Seksual via Grup Chat

Chat Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa Hukum UI: Analisis Mendalam dan Tindakan Fakultas

DPR Tegas: UU TPKS Wajib Ditegakkan, Soroti Dugaan Pelecehan Seksual Unissula Berujung Damai

Paradoks Korban: ‘Saya Mau Cari Kerja Lain’

Di tengah upaya evakuasi 110 WNI yang kabur pada Oktober 2025, muncul sebuah anomali yang tragis. Laporan Kompas.com menyebutkan bahwa “sejumlah WNI korban online scam Kamboja menolak pulang”.20

Menteri Luar Negeri Indonesia mengkonfirmasi informasi ini, menyatakan bahwa beberapa WNI tidak mau pulang “dengan harapan untuk bisa bekerja di tempat lain” di Kamboja.20

Penolakan ini bukanlah tanda bahwa mereka menikmati Kamboja. Sebaliknya, ini adalah cerminan dari paradoks psikologis dan keputusasaan ekonomi yang ekstrem.

Bagi banyak korban, pulang ke Indonesia berarti menghadapi tiga kenyataan pahit:

  1. Utang: Banyak korban, seperti Firman, berutang kepada agen perekrut untuk biaya keberangkatan.3 Pulang berarti kembali tanpa uang sepeser pun, namun utang tetap harus dibayar.

  2. Stigma: Mereka akan menghadapi rasa malu yang luar biasa di komunitas mereka, dicap sebagai “PMI gagal”, atau lebih buruk lagi, sebagai “penipu” atau “pelacur”.

  3. Kemiskinan: Alasan utama yang mendorong mereka pergi—kurangnya lapangan kerja layak di Indonesia—masih ada.

Dalam situasi ini, beberapa korban tampaknya memilih untuk mengambil risiko di “pasar kerja” Kamboja yang berbahaya, di mana setidaknya ada ilusi gaji Dolar, daripada menghadapi kepastian kemiskinan dan stigma di kampung halaman.

(Bersambung ke Bagian 3: Para Taipan di Balik Jerat)

Tags: Investigasikekerasan seksualKesaksian WNIOnline ScamPenipuan KriptoPerbudakan KambojaPig ButcheringSha Zhu PanTPPO
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Festival Delapan Presents: Shakira Jasmine Siap Mengguncang Kuala Lumpur dalam Konser Spektakuler “Asia Tour 2026”

03/04/2026
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Iran Tegaskan Tak Akan Serang Tetangga, Kecuali Diprovokasi, Namun Pengaruh Politik Terbatas

08/03/2026
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Intelijen Ungkap Rencana Operasi Lintas Batas Milisi Kurdi Iran di Irak Utara, Diduga Diberi Sinyal oleh AS

05/03/2026
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global

05/03/2026
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Jerman Tegaskan Sikap Netral dalam Konflik Iran-Israel-AS, Fokus pada De-eskalasi

05/03/2026
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Perampokan Sadis di Bekasi: Aktivis JICT Tewas, Motif Tersembunyi Mengemuka di Momen Sahur

03/03/2026
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Negara Teraman Dunia di Tengah Eskalasi Geopolitik Global, Adakah Indonesia Termasuk?

03/03/2026
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Putusan MK: Frasa “Tidak Langsung” dalam Pasal Perintangan Penyidikan Dinyatakan Inkonstitusional, Ruang Tafsir Subjektif Tertutup

03/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

    Intersepsi Misi Kemanusiaan: Israel Tangkap Sembilan WNI, Kemlu Tuntut Pembebasan Segera

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Dekranasda Kota Makassar Meriahkan Parade Budaya di Solo dengan Pesona Kuliner

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Review Samsung Galaxy S20 FE, Lebih Murah dari Galaxy S20

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Tantangan dalam Membangun Smart City: Antara Teknologi dan Realita

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Simak Petunjuk BNPB Saat Puting Beliung

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Daftar Rumah Sakit dan Bidan Penerima Vaksin Palsu

    122 shares
    Share 49 Tweet 31
  • NIKKOR Z 35mm f/1.4: Cahaya Berlimpah dengan Harga Terjangkau

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Pocari Sweat Run Edisi 10 Tahun Ukir Sejarah Baru

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Pelindo IV Gelar Jalan Sehat Dan Nonton Bareng

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Lee Jae-myung: Tiongkok Salip Korea Selatan di Sektor Teknologi, Hubungan Ekonomi Perlu Disesuaikan

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.