Sejumlah keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 mulai berdatangan ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk menjalani tahapan krusial dalam proses identifikasi jenazah. Kehadiran mereka menandai dimulainya upaya antemortem yang dipusatkan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Poin Penting
- Keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah tiba di Makassar untuk proses antemortem.
- Tim DVI Bidokkes Polda Sulawesi Selatan siap melakukan identifikasi di RS Bhayangkara Makassar.
- Proses pengambilan sampel DNA (darah dan air liur) sedang berlangsung untuk pencocokan jenazah.
- Pendamping dari Indonesia Air Transport (IAT) memastikan keluarga korban terfasilitasi.
- Pesawat membawa 7 kru dan 3 penumpang; satu jenazah baru berhasil dievakuasi.
Perkembangan Identifikasi Korban Pasca-Kecelakaan
Memasuki hari ketiga pasca insiden pada Sabtu, 17 Januari 2026, di wilayah pegunungan kars Maros-Pangkep, konsentrasi kini beralih ke identifikasi korban. Keluarga yang berasal dari berbagai daerah telah tiba di Makassar untuk memantau perkembangan, memberikan data identitas, dan menjalani proses pengambilan sampel DNA.
Pengambilan Sampel DNA dan Peran Tim DVI
Setibanya di Makassar, keluarga korban disambut tim medis untuk menjalani pengambilan sampel DNA. Proses ini, meliputi tes darah dan air liur, merupakan kunci utama dalam pencocokan jenazah. Data antemortem yang terkumpul akan dibandingkan dengan data postmortem oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Bidokkes Polda Sulawesi Selatan. Seluruh kegiatan identifikasi ini terpusat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, yang telah disiagakan penuh untuk menangani seluruh rangkaian proses pasca-pencarian.
Keberadaan Keluarga dan Fasilitasi Maskapai
Menurut Ridwan, pendamping keluarga korban dari Indonesia Air Transport (IAT), mayoritas keluarga korban telah berada di Makassar. “Sebagian besar keluarga sudah tiba. Namun masih ada dua keluarga yang belum datang, yakni keluarga Restu Adi dan keluarga Kapten Andy Dananto,” ujar Ridwan pada Senin, 19 Januari 2026. Pihak IAT memastikan tidak ada pembatasan bagi keluarga korban untuk berada di Makassar dan siap membantu segala kebutuhan, termasuk proses pencocokan identitas penumpang dan pengambilan sampel DNA. Pihak maskapai berperan sebagai fasilitator utama dalam kelancaran proses ini.
Detail Insiden dan Upaya Pencarian
Pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di Bulusaraung pada Sabtu, 17 Januari 2026, diketahui membawa total 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Hingga berita ini diturunkan, baru satu jenazah yang berhasil dievakuasi. Tim SAR gabungan terus berupaya keras melakukan pencarian di tengah kondisi medan pegunungan kars yang sulit, sebuah tantangan signifikan dalam upaya evakuasi dan identifikasi seluruh penumpang.























