Minggu, 12 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar!

by Warteknet
08/01/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 6 mins read
A A
img-1767838436-f9448f98208c5445

Wartakita.id – Kejaksaan Agung melancarkan penggeledahan di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) pada 7 Januari 2026. Langkah ini diambil terkait penyidikan dugaan korupsi penerbitan izin usaha pertambangan nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, yang merugikan negara hingga Rp 2,7 triliun.

Langkah tegas Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) pada Rabu, 7 Januari 2026, menandai babak baru dalam penelusuran kasus korupsi bernilai fantastis. Penggeledahan yang berlangsung intensif ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya serius untuk mengungkap tabir di balik dugaan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan lingkungan hidup secara masif.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa penggeledahan ini adalah bagian dari proses penyidikan lanjutan terkait dugaan korupsi dalam penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel di wilayah Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Kasus ini memang memiliki riwayat panjang dan kompleks, melibatkan beberapa pihak serta instansi.

Kronologi Penggeledahan yang Mengejutkan

Pada Rabu, 7 Januari 2026, tim penyidik Jampidsus Kejagung, yang dipimpin oleh jaksa senior, tiba di kantor Kemenhut. Tepatnya di gedung Blok 4, lantai enam, penyidik fokus pada ruang-ruang yang diduga kuat terkait dengan proses perizinan alih fungsi kawasan hutan lindung. Aktivitas penggeledahan ini berlangsung sejak pukul 10.30 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 16.39 WIB.

World Cup 2026

Selama proses penggeledahan, tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang dinilai krusial. Bukan hanya tumpukan dokumen biasa, penyidik bahkan membawa satu kontainer penuh barang bukti. Selain itu, dua bundel map merah juga turut diamankan, yang diduga kuat berisi data-data penting dan krusial terkait dengan kasus ini.

Kehadiran anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penggeledahan ini menjadi sorotan. Pengerahan pasukan bersenjata ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan proses penggeledahan, sekaligus mencegah potensi gangguan yang mungkin timbul.

Kasus Berakar dari Korupsi IUP Nikel Konawe Utara

Kasus yang menjerat Kemenhut ini berawal dari penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak tahun 2017. Fokus utama penyelidikan adalah dugaan korupsi yang dilakukan oleh mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan penerbitan 17 IUP nikel dalam satu hari yang dinilai janggal.

Modus operandi yang diduga digunakan melibatkan pemberian izin tambang yang melanggar aturan, termasuk memasuki wilayah kawasan hutan lindung. Hal ini tentu saja menimbulkan kerugian negara yang sangat besar, baik dari potensi penerimaan negara maupun kerusakan lingkungan yang masif. Perkiraan kerugian negara dalam kasus ini mencapai angka Rp 2,7 triliun.

Namun, kasus ini sempat mengalami penghentian. Pada Desember 2024, KPK menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) dengan alasan bukti yang dianggap belum mencukupi untuk dilanjutkan ke proses hukum. Keputusan ini menuai kontroversi dan kritik dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan aktivis anti-korupsi.

Kejagung Ambil Alih, Temukan Indikasi Kuat Korupsi

Tak berhenti di situ, Kejagung mengambil alih penanganan kasus ini pada awal tahun 2025. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, tim Jampidsus menemukan adanya indikasi kuat praktik korupsi yang lebih luas dan terstruktur. Hal ini yang kemudian mendorong dilakukannya penggeledahan di kantor Kemenhut.

Penggeledahan ini difokuskan pada upaya pengumpulan bukti tambahan, terutama terkait dengan proses alih fungsi kawasan hutan. Bukti-bukti yang ditemukan diharapkan dapat memperkuat dasar penyidikan dan menjerat para pihak yang bertanggung jawab atas kerugian negara ini.

Menariknya, Kemenhut melalui juru bicaranya memberikan klarifikasi bahwa kegiatan pada 7 Januari 2026 bukanlah penggeledahan, melainkan hanya proses pencocokan data kehutanan. Namun, keterangan ini tampaknya tidak sepenuhnya diterima oleh publik, mengingat skala operasi dan pengamanan yang dilakukan.

World Cup 2026

Siapa Saja yang Terlibat?

Selain mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman, kasus ini juga menyeret dugaan keterlibatan berbagai pihak:

  • Perusahaan-perusahaan tambang yang diduga menerima IUP secara tidak sah.
  • Instansi terkait di tingkat pusat dan daerah yang memfasilitasi alih fungsi kawasan hutan.
  • Pejabat di lingkungan Kemenhut yang diduga terlibat dalam proses perizinan.

Mengapa Kasus Ini Begitu Penting?

Kasus korupsi tambang nikel ini bukan hanya soal angka kerugian negara yang fantastis, tetapi juga menyangkut dampak lingkungan yang serius. Alih fungsi hutan lindung untuk pertambangan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, dan bencana alam.

Pengambilalihan kasus oleh Kejagung setelah di-SP3 oleh KPK menunjukkan adanya desakan publik dan harapan besar agar penegakan hukum di sektor sumber daya alam dilakukan secara lebih tegas dan substantif. Keterlibatan Kemenhut secara langsung dalam penggeledahan ini mempertegas bahwa akar masalahnya diduga kuat berada pada proses perizinan di tingkat kementerian.

Banyak pihak, termasuk Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), berharap agar penanganan kasus ini tidak berhenti di tahap ini. Mereka mendesak Kejagung untuk segera menetapkan tersangka baru dan membawa kasus ini ke pengadilan agar keadilan dapat ditegakkan.

Reaksi Publik dan Harapan ke Depan

Sejak hari penggeledahan, media sosial diramaikan dengan perbincangan mengenai kasus ini. Tagar terkait Kejagung, Kemenhut, dan korupsi tambang mendominasi trending topic. Reaksi publik terbagi; ada yang skeptis menganggap ini hanya ‘drama’ penegakan hukum, namun banyak pula yang memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Kejagung dan TNI.

Interaksi masif di platform seperti X (Twitter) menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap pemberantasan korupsi. Mereka menyoroti sinergi antara Kejagung dan TNI sebagai sebuah kemajuan positif dalam upaya memberantas tindak pidana korupsi yang seringkali melibatkan jaringan yang kompleks.

BACA JUGA:

Skandal Korupsi Gizi Nasional: Oknum TNI Terlibat, Jakgung Ungkap Modus Baru Pengadaan Sepeda Motor dan *Food Tray*

Bupati Kuansing Suhardiman Amby ‘Hilang’ Saat OTT KPK, Diduga Terkait Jual Beli Jabatan Sekda

Makan Bergizi Gratis Rp 8.000 di Tengah Anggaran Rp 1 Triliun: Ada Apa di Balik 41 Nama?

Elza Syarief Mundur Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis: Merasa Dibohongi, Pesimistis soal Justice Collaborator

Motor Listrik MBG Menumpuk di Sentul: Kejagung Tolak Sita, Ribuan Unit Masih Terbungkus Plastik

Harapan terbesar saat ini adalah agar Kejagung dapat membuktikan dugaan korupsi ini dengan bukti-bukti yang kuat, memproses semua pihak yang terlibat tanpa pandang bulu, dan memastikan bahwa aset negara yang hilang dapat diselamatkan. Kasus ini menjadi ujian bagi sistem hukum Indonesia dalam memberantas korupsi di sektor sumber daya alam yang krusial bagi pembangunan bangsa.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa yang sebenarnya terjadi pada 7 Januari 2026 di Kemenhut?

Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Jampidsus melakukan penggeledahan di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) terkait penyidikan dugaan korupsi penerbitan IUP nikel di Konawe Utara.

2. Berapa perkiraan kerugian negara dalam kasus korupsi nikel ini?

Kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp 2,7 triliun.

3. Mengapa kasus ini diambil alih oleh Kejagung dari KPK?

Kejagung mengambil alih karena menemukan indikasi kuat adanya praktik korupsi setelah KPK menghentikan penyidikan (SP3) dengan alasan bukti belum cukup.

4. Siapa saja pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini?

Dugaan keterlibatan mencakup mantan Bupati Konawe Utara, perusahaan tambang, serta instansi terkait di tingkat pusat dan daerah yang memfasilitasi alih fungsi lahan.

5. Apa saja barang bukti yang diamankan dari Kemenhut?

Tim penyidik mengamankan satu kontainer penuh dokumen terkait perizinan dan dua bundel map merah yang diduga berisi data krusial.

6. Bagaimana reaksi masyarakat terhadap penggeledahan ini?

Reaksi publik bervariasi, mulai dari skeptisisme hingga dukungan terhadap langkah tegas Kejagung dan TNI dalam pemberantasan korupsi.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Tags: 7 januari 2026astra internasionalAswad Sulaimanjampidsuskejaksaan agungkemenhutkonutkorupsi nikelKPK
Share10Tweet6Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Fleksibilitas Kerja ASN: Menteri PANRB Imbau Dukungan Orang Tua di Hari Pertama Sekolah

12/07/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Remaja 15 Tahun di Sampang Jadi Korban Pemerkosaan 27 Orang, KPAI Mendesak Polisi Segera Tangkap Pelaku

12/07/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Konflik Lahan Basah: Jerat Premanisme dan Ormas, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi Pembubaran

11/07/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Prabowo Subianto Bertemu Thaksin Shinawatra di Jakarta, Bahas Dinamika Global

09/07/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Tewas Dibunuh di Bandara Juanda, Pelaku Sindikat Penipuan Teridentifikasi

08/07/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

PM Singapura Kunjungi Jakarta: Antisipasi Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Protokol

05/07/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

KLHK Prioritaskan Pemadaman TPA Jatiwaringin: Investigasi Penyebab Ditunda Hingga Api Benar-Benar Padam

05/07/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Kebakaran TPA Jatiwaringin Lumpuhkan 154 Warga dengan ISPA, Dinkes Tangerang Bentuk Posko Darurat

03/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • AI Visual: APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Tewas Dibunuh di Bandara Juanda, Pelaku Sindikat Penipuan Teridentifikasi

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • RS Kemenkes Makassar Resmi Beroperasi: Pusat Kesehatan Internasional untuk Indonesia (Timur)

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Konflik Lahan Basah: Jerat Premanisme dan Ormas, Pakar Hukum Ingatkan Sanksi Pembubaran

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Piala Dunia 2026 Berlanjut ke 16 Besar, Siapa Saja yang Lolos?

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gelombang Panas Brutal di Prancis: 2.025 Jiwa Melayang dalam Sepekan, Krisis Iklim Semakin Nyata

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kiper Paraguay Kritik Kylian Mbappé: Tuduhan Perilaku Tidak Sportif Usai Laga Prancis

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pesta Makin Cetar di Usia 30-an, 40-an, 50-an? Ini Rahasia Makeup Party Glowing & Nggak Ketinggalan Zaman ala Salwa! ✨

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Prediksi Argentina vs Swiss: Duel Juara Bertahan Melawan Kuda Hitam di Perempat Final Piala Dunia 2026

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Hujan Es dan Petir Gemparkan Stadion Azteca, Laga Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026 Terancam Ditunda

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.