Senin, 9 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar!

by Warteknet
08/01/2026
in Berita Terkini
Reading Time: 6 mins read
A A
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Wartakita.id – Kejaksaan Agung melancarkan penggeledahan di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) pada 7 Januari 2026. Langkah ini diambil terkait penyidikan dugaan korupsi penerbitan izin usaha pertambangan nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, yang merugikan negara hingga Rp 2,7 triliun.

Langkah tegas Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) pada Rabu, 7 Januari 2026, menandai babak baru dalam penelusuran kasus korupsi bernilai fantastis. Penggeledahan yang berlangsung intensif ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya serius untuk mengungkap tabir di balik dugaan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan lingkungan hidup secara masif.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa penggeledahan ini adalah bagian dari proses penyidikan lanjutan terkait dugaan korupsi dalam penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel di wilayah Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Kasus ini memang memiliki riwayat panjang dan kompleks, melibatkan beberapa pihak serta instansi.

Kronologi Penggeledahan yang Mengejutkan

Pada Rabu, 7 Januari 2026, tim penyidik Jampidsus Kejagung, yang dipimpin oleh jaksa senior, tiba di kantor Kemenhut. Tepatnya di gedung Blok 4, lantai enam, penyidik fokus pada ruang-ruang yang diduga kuat terkait dengan proses perizinan alih fungsi kawasan hutan lindung. Aktivitas penggeledahan ini berlangsung sejak pukul 10.30 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 16.39 WIB.

Selama proses penggeledahan, tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang dinilai krusial. Bukan hanya tumpukan dokumen biasa, penyidik bahkan membawa satu kontainer penuh barang bukti. Selain itu, dua bundel map merah juga turut diamankan, yang diduga kuat berisi data-data penting dan krusial terkait dengan kasus ini.

Kehadiran anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penggeledahan ini menjadi sorotan. Pengerahan pasukan bersenjata ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan proses penggeledahan, sekaligus mencegah potensi gangguan yang mungkin timbul.

Kasus Berakar dari Korupsi IUP Nikel Konawe Utara

Kasus yang menjerat Kemenhut ini berawal dari penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak tahun 2017. Fokus utama penyelidikan adalah dugaan korupsi yang dilakukan oleh mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan penerbitan 17 IUP nikel dalam satu hari yang dinilai janggal.

Modus operandi yang diduga digunakan melibatkan pemberian izin tambang yang melanggar aturan, termasuk memasuki wilayah kawasan hutan lindung. Hal ini tentu saja menimbulkan kerugian negara yang sangat besar, baik dari potensi penerimaan negara maupun kerusakan lingkungan yang masif. Perkiraan kerugian negara dalam kasus ini mencapai angka Rp 2,7 triliun.

Namun, kasus ini sempat mengalami penghentian. Pada Desember 2024, KPK menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) dengan alasan bukti yang dianggap belum mencukupi untuk dilanjutkan ke proses hukum. Keputusan ini menuai kontroversi dan kritik dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan aktivis anti-korupsi.

Kejagung Ambil Alih, Temukan Indikasi Kuat Korupsi

Tak berhenti di situ, Kejagung mengambil alih penanganan kasus ini pada awal tahun 2025. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, tim Jampidsus menemukan adanya indikasi kuat praktik korupsi yang lebih luas dan terstruktur. Hal ini yang kemudian mendorong dilakukannya penggeledahan di kantor Kemenhut.

Penggeledahan ini difokuskan pada upaya pengumpulan bukti tambahan, terutama terkait dengan proses alih fungsi kawasan hutan. Bukti-bukti yang ditemukan diharapkan dapat memperkuat dasar penyidikan dan menjerat para pihak yang bertanggung jawab atas kerugian negara ini.

Menariknya, Kemenhut melalui juru bicaranya memberikan klarifikasi bahwa kegiatan pada 7 Januari 2026 bukanlah penggeledahan, melainkan hanya proses pencocokan data kehutanan. Namun, keterangan ini tampaknya tidak sepenuhnya diterima oleh publik, mengingat skala operasi dan pengamanan yang dilakukan.

Siapa Saja yang Terlibat?

Selain mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman, kasus ini juga menyeret dugaan keterlibatan berbagai pihak:

  • Perusahaan-perusahaan tambang yang diduga menerima IUP secara tidak sah.
  • Instansi terkait di tingkat pusat dan daerah yang memfasilitasi alih fungsi kawasan hutan.
  • Pejabat di lingkungan Kemenhut yang diduga terlibat dalam proses perizinan.

Mengapa Kasus Ini Begitu Penting?

Kasus korupsi tambang nikel ini bukan hanya soal angka kerugian negara yang fantastis, tetapi juga menyangkut dampak lingkungan yang serius. Alih fungsi hutan lindung untuk pertambangan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, dan bencana alam.

Pengambilalihan kasus oleh Kejagung setelah di-SP3 oleh KPK menunjukkan adanya desakan publik dan harapan besar agar penegakan hukum di sektor sumber daya alam dilakukan secara lebih tegas dan substantif. Keterlibatan Kemenhut secara langsung dalam penggeledahan ini mempertegas bahwa akar masalahnya diduga kuat berada pada proses perizinan di tingkat kementerian.

Banyak pihak, termasuk Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), berharap agar penanganan kasus ini tidak berhenti di tahap ini. Mereka mendesak Kejagung untuk segera menetapkan tersangka baru dan membawa kasus ini ke pengadilan agar keadilan dapat ditegakkan.

Reaksi Publik dan Harapan ke Depan

Sejak hari penggeledahan, media sosial diramaikan dengan perbincangan mengenai kasus ini. Tagar terkait Kejagung, Kemenhut, dan korupsi tambang mendominasi trending topic. Reaksi publik terbagi; ada yang skeptis menganggap ini hanya ‘drama’ penegakan hukum, namun banyak pula yang memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Kejagung dan TNI.

Interaksi masif di platform seperti X (Twitter) menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap pemberantasan korupsi. Mereka menyoroti sinergi antara Kejagung dan TNI sebagai sebuah kemajuan positif dalam upaya memberantas tindak pidana korupsi yang seringkali melibatkan jaringan yang kompleks.

BACA JUGA:

Dugaan Suap Rp 850 Juta Ketua dan Wakil Ketua PN Depok untuk Percepatan Eksekusi Lahan

KPK Tetapkan 3 Tersangka Suap Restitusi Pajak KPP Madya Banjarmasin, Sita Rp 1,5 Miliar

Skandal Suap Bea Cukai: Jalur Merah Diatur, Barang Ilegal Banjiri Indonesia

KPK Tetapkan 3 Tersangka Suap Restitusi Pajak KPP Madya Banjarmasin, Sita Rp 1,5 Miliar

KPK Ungkap OTT Hakim di Depok: Ratusan Juta Diamankan Diduga Terkait Suap

Harapan terbesar saat ini adalah agar Kejagung dapat membuktikan dugaan korupsi ini dengan bukti-bukti yang kuat, memproses semua pihak yang terlibat tanpa pandang bulu, dan memastikan bahwa aset negara yang hilang dapat diselamatkan. Kasus ini menjadi ujian bagi sistem hukum Indonesia dalam memberantas korupsi di sektor sumber daya alam yang krusial bagi pembangunan bangsa.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa yang sebenarnya terjadi pada 7 Januari 2026 di Kemenhut?

Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Jampidsus melakukan penggeledahan di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) terkait penyidikan dugaan korupsi penerbitan IUP nikel di Konawe Utara.

2. Berapa perkiraan kerugian negara dalam kasus korupsi nikel ini?

Kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp 2,7 triliun.

3. Mengapa kasus ini diambil alih oleh Kejagung dari KPK?

Kejagung mengambil alih karena menemukan indikasi kuat adanya praktik korupsi setelah KPK menghentikan penyidikan (SP3) dengan alasan bukti belum cukup.

4. Siapa saja pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini?

Dugaan keterlibatan mencakup mantan Bupati Konawe Utara, perusahaan tambang, serta instansi terkait di tingkat pusat dan daerah yang memfasilitasi alih fungsi lahan.

5. Apa saja barang bukti yang diamankan dari Kemenhut?

Tim penyidik mengamankan satu kontainer penuh dokumen terkait perizinan dan dua bundel map merah yang diduga berisi data krusial.

6. Bagaimana reaksi masyarakat terhadap penggeledahan ini?

Reaksi publik bervariasi, mulai dari skeptisisme hingga dukungan terhadap langkah tegas Kejagung dan TNI dalam pemberantasan korupsi.

Tags: 7 januari 2026astra internasionalAswad Sulaimanjampidsuskejaksaan agungkemenhutkonutkorupsi nikelKPK
Share8Tweet5Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Dugaan Suap Rp 850 Juta Ketua dan Wakil Ketua PN Depok untuk Percepatan Eksekusi Lahan

08/02/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Terungkap! Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu Sumedang dan Penjelasan Bupati Dony Ahmad Munir

08/02/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Tragedi Jutaan Penerima BPJS PBI Dinonaktifkan Mendadak: Akar Masalah Pemutakhiran Data

08/02/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Baru Jadi Hakim MK, Adies Kadir Dilaporkan ke MKMK oleh 21 Tokoh Hukum: Apa Kata CALS?

08/02/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

KPK Tetapkan 3 Tersangka Suap Restitusi Pajak KPP Madya Banjarmasin, Sita Rp 1,5 Miliar

07/02/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Festival Sakura Fujiyoshida Dibatalkan: Ketika Keindahan Alam Tergerus Overtourism

07/02/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Perjanjian Nuklir Baru: Seruan Trump Pasca Berakhirnya New START Picu Kekhawatiran Perlombaan Senjata

06/02/2026
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Skandal Suap Bea Cukai: Jalur Merah Diatur, Barang Ilegal Banjiri Indonesia

06/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

    Netflix, Mattel, dan Hasbro Bersinergi: Revolusi Mainan K-Pop “Demon Hunters”

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    472 shares
    Share 189 Tweet 118
  • IHSG Diperkirakan Lanjut Koreksi Awal Pekan, Simak Prediksi dan Saham Pilihan MNC Sekuritas 9 Februari 2026

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Epstein Files: Runtuhnya Tembok Kebal Hukum dan Ilusi Keilahian di Atas ‘Bedeng’ Peradaban

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Anomali Nikel Indonesia: Impor Bijih Filipina Membanjir, Produksi Dalam Negeri Terancam?

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan Dini Hari, Getaran Kuat Terasa hingga Yogyakarta dan Malang – BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Investasi Rp110 Triliun untuk 6 Proyek Hilirisasi: Mendorong Ekonomi Nasional dan Menciptakan 3.000 Lapangan Kerja

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bareskrim Polri Ungkap ‘Goreng Saham’ Rp467 Miliar, Tiga Tersangka Ditetapkan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Kejagung Geledah Kemenhut: Skandal Nikel Rp 2,7 T Terbongkar! - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.