Minggu, 6 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD?

by Redaktur
05/09/2025
in Berita Terkini, Hukum & Keadilan, Makassar & Sulsel
Reading Time: 6 mins read
A A
akar-masalah-kerusuhan-makassar_cr

BACA JUGA:

BRI Makassar Berdayakan 90 Difabel Lewat Program Magang Kerja: Peluang Berkarier Terbuka Lebar

Sorotan Antrean Truk Berdrum Kosong di SPBU Makassar: Indikasi Korupsi Solar Subsidi?

Kebakaran Asrama TNI Mattoanging Makassar: 19 KK Terdampak, Api Diduga Berasal dari Dapur

PLN Ungkap Akar Masalah Pemadaman Listrik Bergilir di Sulselrabar: Bukan Akibat El Nino, Melainkan Pemeliharaan Kritis

PLN Maros Jadwalkan Pemadaman Listrik 4 Jam: Ini Wilayah Terdampak dan Alasannya

MAKASSAR – Satu minggu setelah insiden pembakaran Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan yang menggemparkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar aksi sosial bertajuk “Jumat Berkah” pada Jumat, 5 September 2025. Dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi bersama jajaran pimpinan DPRD, kegiatan pembagian beras kepada warga terdampak di sekitar lokasi Jalan Urip Sumoharjo ini menjadi sorotan. Meski bertujuan membangun kembali kepercayaan dan menunjukkan empati, langkah ini memicu pertanyaan mendalam: apakah ini adalah upaya rekonsiliasi substantif atau sekadar komunikasi politik yang mereduksi kompleksitas akar permasalahan pasca-kerusuhan?

Konteks Tragedi dan Resonansi di Makassar

Insiden pembakaran Gedung DPRD Sulsel bukan hanya sekadar kerusakan fisik, melainkan juga simbol rusaknya komunikasi antara rakyat dan wakilnya. Tragedi yang terjadi pada 29 Agustus 2025 itu menyisakan trauma mendalam bagi warga Makassar, khususnya yang bermukim di sekitar Jalan Urip Sumoharjo, salah satu arteri utama kota. Api yang melahap gedung perwakilan rakyat itu tak hanya menghanguskan aset negara, tetapi juga memercikkan kekhawatiran akan stabilitas dan keamanan publik. Bagi warga sekitar, peristiwa ini berarti malam-malam tanpa tidur, kekhawatiran akan rembetan api ke pemukiman mereka, serta gangguan signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial di area padat tersebut.

Jalan Urip Sumoharjo, yang dikenal sebagai salah satu pusat keramaian dan jalur vital di Makassar, seketika lumpuh. Pedagang kaki lima, pengemudi angkutan umum, hingga pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya di sepanjang jalan itu merasakan dampak langsung. Trauma kolektif ini diperparah oleh rasa kecewa publik terhadap instansi yang seharusnya menjadi garda terdepan aspirasi mereka. Dalam konteks Makassar, kota yang dikenal dengan dinamika sosial-politiknya yang tinggi dan masyarakatnya yang vokal, insiden ini menjadi refleksi kegagalan negara dalam mengelola tensi sosial dan aspirasi rakyat yang tidak terpenuhi.

Aksi ‘Jumat Berkah’: Detail Pelaksanaan dan Pesan Tersirat

Kegiatan “Jumat Berkah” dipusatkan di lingkungan sekitar Gedung DPRD Sulsel yang hangus. Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, didampingi pimpinan dan staf DPRD Sulsel, secara langsung menyerahkan bantuan berupa beras kepada ratusan kepala keluarga. Dalam pernyataannya, Wagub Rusdi menekankan bahwa aksi ini adalah bentuk permohonan maaf, ucapan terima kasih, dan kepedulian pemerintah kepada warga yang paling terdampak. “Mereka merasakan trauma, kekhawatiran, dan ketidaknyamanan. Banyak yang bahkan harus berjaga semalaman. Ini adalah bentuk terima kasih kami atas bantuan spontan dalam pemadaman dan pengamanan,” ujar Wagub, menunjukkan empati yang kuat.

Pimpinan DPRD Sulsel juga tak ketinggalan menyampaikan permohonan maaf secara langsung, mengakui insiden tersebut sebagai cermin kegagalan yang harus dievaluasi. Secara kasat mata, aksi ini berhasil menciptakan momen kebersamaan, di mana pejabat tinggi negara berinteraksi langsung dengan rakyat jelata. Ini adalah upaya komunikasi politik yang strategis, sebuah manuver untuk merebut kembali narasi publik. Dari posisi sebagai target kemarahan dan kritik, pemerintah mencoba memposisikan diri sebagai mitra dalam proses pemulihan, membangun kembali itikad baik di tingkat akar rumput, dimulai dari warga yang paling merasakan dampak fisik dari kerusuhan.

Analisis Kritis: Politik Rekonsiliasi dan Kedalaman Masalah

Kendati gestur “Jumat Berkah” patut diapresiasi sebagai langkah awal yang diperlukan untuk meredakan ketegangan dan menunjukkan bahwa pemerintah “peduli,” sifatnya masih berada di permukaan. Jurnalisme investigatif mendorong kita untuk melihat lebih dalam dari sekadar aksi simbolis. Dalam ilmu komunikasi politik, kegiatan semacam ini sering disebut sebagai crisis communication atau image restoration. Tujuannya adalah memulihkan citra pemerintah yang terpuruk akibat krisis, dalam hal ini, kerusuhan yang berujung pada pembakaran fasilitas publik.

Seorang analis politik lokal, Dr. Syamsuddin Said dari Universitas Hasanuddin, berpendapat, “Aksi kemanusiaan ini penting, tapi ia hanya menyentuh simptom, bukan penyakitnya. Pemerintah perlu membuktikan bahwa kepedulian itu bukan sekadar kosmetik, melainkan diterjemahkan dalam kebijakan nyata yang adil dan transparan.” Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pembagian beras, meskipun meringankan beban sesaat, tidak akan serta-merta menyelesaikan akar permasalahan yang memicu kerusuhan dan kemarahan publik. Data historis di banyak daerah di Indonesia menunjukkan bahwa kerusuhan sosial sering kali dipicu oleh akumulasi ketidakpuasan terhadap ketidakadilan ekonomi, lambatnya pemberantasan korupsi, dan absennya reformasi institusional yang dijanjikan.

Menjawab Akar Masalah: Lebih dari Sekadar Bantuan Simbolis

Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD? - image 1

Kerusuhan yang berujung pada pembakaran Gedung DPRD Sulsel diduga kuat memiliki kaitan dengan frustrasi publik terhadap isu-isu sistemik. Para demonstran sering menyuarakan tuntutan terkait keadilan ekonomi, transparansi anggaran, penegakan hukum yang tumpul ke atas, dan kinerja dewan yang dianggap jauh dari harapan. Di Makassar sendiri, isu-isu seperti kesenjangan pendapatan yang mencolok, proyek infrastruktur yang belum merata, serta keluhan publik mengenai kualitas layanan dasar seringkali menjadi pemicu friksi sosial. Bantuan simbolis seperti pembagian beras, pada dasarnya, gagal menjawab tuntutan fundamental ini.

Ada risiko besar bahwa pemerintah akan terjebak dalam siklus “respons paliatif” ini, yaitu berfokus pada langkah-langkah permukaan yang bersifat sementara, sambil mengabaikan kebutuhan akan reformasi yang lebih dalam dan substantif. Untuk konteks Makassar, yang memiliki sejarah panjang gerakan mahasiswa dan aktivisme sosial, harapan masyarakat terhadap perubahan struktural sangat tinggi. Kegagalan menanggapi tuntutan ini secara komprehensif dapat menciptakan bibit-bibit ketidakpuasan baru yang siap meledak di kemudian hari. Oleh karena itu, aksi “Jumat Berkah” ini adalah langkah yang perlu, namun sama sekali tidak cukup.

Dampak Jangka Panjang dan Tantangan bagi Pemprov Sulsel

Melihat ke depan, tantangan bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan jauh lebih kompleks dari sekadar memperbaiki gedung atau memberikan bantuan. Rekonsiliasi sejati memerlukan dialog terbuka, akuntabilitas, dan komitmen serius terhadap reformasi. Ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap penyebab kerusuhan, melibatkan publik dalam perumusan kebijakan, serta memastikan bahwa institusi perwakilan rakyat benar-benar mencerminkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan hanya sebagai arena kepentingan politik semata.

Pemerintah perlu menunjukkan bukti konkret bahwa mereka mendengarkan. Ini bisa diwujudkan melalui peningkatan transparansi pengelolaan anggaran, percepatan penanganan kasus korupsi, dan reformasi birokrasi yang lebih efisien dan responsif terhadap keluhan masyarakat. Khususnya di Makassar, inisiatif yang melibatkan komunitas lokal dalam pembangunan, pemberdayaan ekonomi, dan platform dialog yang konstruktif akan jauh lebih efektif dalam membangun kembali kepercayaan jangka panjang dibandingkan hanya bergantung pada gestur karitatif. Keberlanjutan rekonsiliasi akan diukur dari seberapa jauh pemerintah mampu mengubah frustrasi menjadi partisipasi, dan ketidakpercayaan menjadi kolaborasi.

Kesimpulan

Aksi “Jumat Berkah” oleh Pemprov Sulsel pasca-kebakaran Gedung DPRD merupakan langkah komunikasi politik yang cerdik untuk meredakan ketegangan dan menunjukkan empati. Namun, sebagai ‘WartaKita Monetization Strategist’, kami menekankan bahwa gestur simbolis ini, betapapun pentingnya, hanyalah puncak gunung es dari permasalahan yang jauh lebih besar. Untuk mencapai rekonsiliasi sejati dan mencegah terulangnya insiden serupa, pemerintah harus bergerak melampaui bantuan karitatif menuju reformasi sistemik yang menjawab akar masalah ketidakadilan ekonomi, korupsi, dan krisis kepercayaan publik. Hanya dengan komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi nyata dari masyarakat Makassar, stabilitas dan kepercayaan dapat dibangun kembali secara fundamental dan berkelanjutan.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: DPRD SulselJumat BerkahJurnalisme InvestigatifKeadilan SosialKebakaran DPRDKomunikasi PolitikMakassarPemprov SulselRekonsiliasiSulawesi Selatan
Share6Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD? - Featured

Sorotan Antrean Truk Berdrum Kosong di SPBU Makassar: Indikasi Korupsi Solar Subsidi?

05/09/2026
Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD? - Featured

Tragedi Sound Horeg di Jatim: Tiga Nyawa Melayang, MUI Jatim Mendesak Polisi Turun Tangan

04/09/2026
Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD? - Featured

Bongkar Dugaan Korupsi Kuota Haji: Eks Pejabat Kemenag Ungkap Tak Ada Kajian Pembagian 50:50

04/09/2026
Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD? - Featured

Sekda Sintang Kritik Kinerja Menhut soal Karhutla, Kemenhut Tegaskan Tanggung Jawab Kolektif

04/09/2026
Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD? - Featured

Muhadjir Effendy Ungkap Izin Jokowi untuk 10 Ribu Kuota Haji Dialihkan Jadi Visa Mujamalah

04/09/2026
Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD? - Featured

Israel Minta Dukungan AS untuk Usir Warga Palestina dari Gaza: Ancaman Kemanusiaan dan Politik

04/09/2026
Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD? - Featured

Kemenaker Targetkan 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru 2027: Fokus SDM Industri & Sektor Unggulan

03/09/2026
Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD? - Featured

Rekrutmen Petugas Haji 2026: 75 Ribu Pelamar Bersaing Ketat Lewat Seleksi CAT

03/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD? - Featured

    Samsung Galaxy S26 FE Resmi Dirilis: Performa Chipset Exynos 2500 Jadi Sorotan Utama

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    215 shares
    Share 86 Tweet 54
  • PLN Maros Jadwalkan Pemadaman Listrik 4 Jam: Ini Wilayah Terdampak dan Alasannya

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Cara Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Masyarakat Tidak Mampu

    190 shares
    Share 76 Tweet 48
  • Panduan Lengkap: Jenis Rambut dan Faktor Penentunya

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Akun Media Sosial CEO Google Dibobol Hacker OurMine

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • PLN Maros Lakukan Pemeliharaan Sistem: Jadwal dan Wilayah Terdampak Pengaturan Beban Listrik

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Prediksi Kemacetan Mudik 2026 Jalur Non-Tol Jabar: Rute Rawan dan Alternatif Lengkap

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Hair Tonic dan Kesuburan Rambut, Manfaat dan Cara Pakai yang Tepat

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.