Minggu, 18 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD?

by Redaktur
05/09/2025
in Berita Terkini, Hukum & Keadilan, Makassar & Sulsel
Reading Time: 6 mins read
A A
akar-masalah-kerusuhan-makassar_cr

BACA JUGA:

Kualitas Udara Makassar-Sinjai 18 Oktober: Status Tidak Sehat Akibat PM2.5

Gubernur Sulsel Rencanakan Pusat Ekosistem Haji dan Umrah

Gubernur Sulsel: Pers adalah Mitra Strategis dalam Pembangunan Daerah

Prajurit Kodam Hasanuddin Berbagi 55.000 Masker untuk Warga Makassar

Gubernur Sulsel Buka 1.230 Loker di Job Fair, Kolaborasi 30 Perusahaan

MAKASSAR – Satu minggu setelah insiden pembakaran Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan yang menggemparkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar aksi sosial bertajuk “Jumat Berkah” pada Jumat, 5 September 2025. Dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi bersama jajaran pimpinan DPRD, kegiatan pembagian beras kepada warga terdampak di sekitar lokasi Jalan Urip Sumoharjo ini menjadi sorotan. Meski bertujuan membangun kembali kepercayaan dan menunjukkan empati, langkah ini memicu pertanyaan mendalam: apakah ini adalah upaya rekonsiliasi substantif atau sekadar komunikasi politik yang mereduksi kompleksitas akar permasalahan pasca-kerusuhan?

Konteks Tragedi dan Resonansi di Makassar

Insiden pembakaran Gedung DPRD Sulsel bukan hanya sekadar kerusakan fisik, melainkan juga simbol rusaknya komunikasi antara rakyat dan wakilnya. Tragedi yang terjadi pada 29 Agustus 2025 itu menyisakan trauma mendalam bagi warga Makassar, khususnya yang bermukim di sekitar Jalan Urip Sumoharjo, salah satu arteri utama kota. Api yang melahap gedung perwakilan rakyat itu tak hanya menghanguskan aset negara, tetapi juga memercikkan kekhawatiran akan stabilitas dan keamanan publik. Bagi warga sekitar, peristiwa ini berarti malam-malam tanpa tidur, kekhawatiran akan rembetan api ke pemukiman mereka, serta gangguan signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial di area padat tersebut.

Jalan Urip Sumoharjo, yang dikenal sebagai salah satu pusat keramaian dan jalur vital di Makassar, seketika lumpuh. Pedagang kaki lima, pengemudi angkutan umum, hingga pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya di sepanjang jalan itu merasakan dampak langsung. Trauma kolektif ini diperparah oleh rasa kecewa publik terhadap instansi yang seharusnya menjadi garda terdepan aspirasi mereka. Dalam konteks Makassar, kota yang dikenal dengan dinamika sosial-politiknya yang tinggi dan masyarakatnya yang vokal, insiden ini menjadi refleksi kegagalan negara dalam mengelola tensi sosial dan aspirasi rakyat yang tidak terpenuhi.

Aksi ‘Jumat Berkah’: Detail Pelaksanaan dan Pesan Tersirat

Kegiatan “Jumat Berkah” dipusatkan di lingkungan sekitar Gedung DPRD Sulsel yang hangus. Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, didampingi pimpinan dan staf DPRD Sulsel, secara langsung menyerahkan bantuan berupa beras kepada ratusan kepala keluarga. Dalam pernyataannya, Wagub Rusdi menekankan bahwa aksi ini adalah bentuk permohonan maaf, ucapan terima kasih, dan kepedulian pemerintah kepada warga yang paling terdampak. “Mereka merasakan trauma, kekhawatiran, dan ketidaknyamanan. Banyak yang bahkan harus berjaga semalaman. Ini adalah bentuk terima kasih kami atas bantuan spontan dalam pemadaman dan pengamanan,” ujar Wagub, menunjukkan empati yang kuat.

Pimpinan DPRD Sulsel juga tak ketinggalan menyampaikan permohonan maaf secara langsung, mengakui insiden tersebut sebagai cermin kegagalan yang harus dievaluasi. Secara kasat mata, aksi ini berhasil menciptakan momen kebersamaan, di mana pejabat tinggi negara berinteraksi langsung dengan rakyat jelata. Ini adalah upaya komunikasi politik yang strategis, sebuah manuver untuk merebut kembali narasi publik. Dari posisi sebagai target kemarahan dan kritik, pemerintah mencoba memposisikan diri sebagai mitra dalam proses pemulihan, membangun kembali itikad baik di tingkat akar rumput, dimulai dari warga yang paling merasakan dampak fisik dari kerusuhan.

Analisis Kritis: Politik Rekonsiliasi dan Kedalaman Masalah

Kendati gestur “Jumat Berkah” patut diapresiasi sebagai langkah awal yang diperlukan untuk meredakan ketegangan dan menunjukkan bahwa pemerintah “peduli,” sifatnya masih berada di permukaan. Jurnalisme investigatif mendorong kita untuk melihat lebih dalam dari sekadar aksi simbolis. Dalam ilmu komunikasi politik, kegiatan semacam ini sering disebut sebagai crisis communication atau image restoration. Tujuannya adalah memulihkan citra pemerintah yang terpuruk akibat krisis, dalam hal ini, kerusuhan yang berujung pada pembakaran fasilitas publik.

Seorang analis politik lokal, Dr. Syamsuddin Said dari Universitas Hasanuddin, berpendapat, “Aksi kemanusiaan ini penting, tapi ia hanya menyentuh simptom, bukan penyakitnya. Pemerintah perlu membuktikan bahwa kepedulian itu bukan sekadar kosmetik, melainkan diterjemahkan dalam kebijakan nyata yang adil dan transparan.” Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pembagian beras, meskipun meringankan beban sesaat, tidak akan serta-merta menyelesaikan akar permasalahan yang memicu kerusuhan dan kemarahan publik. Data historis di banyak daerah di Indonesia menunjukkan bahwa kerusuhan sosial sering kali dipicu oleh akumulasi ketidakpuasan terhadap ketidakadilan ekonomi, lambatnya pemberantasan korupsi, dan absennya reformasi institusional yang dijanjikan.

Menjawab Akar Masalah: Lebih dari Sekadar Bantuan Simbolis

Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD? - image 1

Kerusuhan yang berujung pada pembakaran Gedung DPRD Sulsel diduga kuat memiliki kaitan dengan frustrasi publik terhadap isu-isu sistemik. Para demonstran sering menyuarakan tuntutan terkait keadilan ekonomi, transparansi anggaran, penegakan hukum yang tumpul ke atas, dan kinerja dewan yang dianggap jauh dari harapan. Di Makassar sendiri, isu-isu seperti kesenjangan pendapatan yang mencolok, proyek infrastruktur yang belum merata, serta keluhan publik mengenai kualitas layanan dasar seringkali menjadi pemicu friksi sosial. Bantuan simbolis seperti pembagian beras, pada dasarnya, gagal menjawab tuntutan fundamental ini.

Ada risiko besar bahwa pemerintah akan terjebak dalam siklus “respons paliatif” ini, yaitu berfokus pada langkah-langkah permukaan yang bersifat sementara, sambil mengabaikan kebutuhan akan reformasi yang lebih dalam dan substantif. Untuk konteks Makassar, yang memiliki sejarah panjang gerakan mahasiswa dan aktivisme sosial, harapan masyarakat terhadap perubahan struktural sangat tinggi. Kegagalan menanggapi tuntutan ini secara komprehensif dapat menciptakan bibit-bibit ketidakpuasan baru yang siap meledak di kemudian hari. Oleh karena itu, aksi “Jumat Berkah” ini adalah langkah yang perlu, namun sama sekali tidak cukup.

Dampak Jangka Panjang dan Tantangan bagi Pemprov Sulsel

Melihat ke depan, tantangan bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan jauh lebih kompleks dari sekadar memperbaiki gedung atau memberikan bantuan. Rekonsiliasi sejati memerlukan dialog terbuka, akuntabilitas, dan komitmen serius terhadap reformasi. Ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap penyebab kerusuhan, melibatkan publik dalam perumusan kebijakan, serta memastikan bahwa institusi perwakilan rakyat benar-benar mencerminkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan hanya sebagai arena kepentingan politik semata.

Pemerintah perlu menunjukkan bukti konkret bahwa mereka mendengarkan. Ini bisa diwujudkan melalui peningkatan transparansi pengelolaan anggaran, percepatan penanganan kasus korupsi, dan reformasi birokrasi yang lebih efisien dan responsif terhadap keluhan masyarakat. Khususnya di Makassar, inisiatif yang melibatkan komunitas lokal dalam pembangunan, pemberdayaan ekonomi, dan platform dialog yang konstruktif akan jauh lebih efektif dalam membangun kembali kepercayaan jangka panjang dibandingkan hanya bergantung pada gestur karitatif. Keberlanjutan rekonsiliasi akan diukur dari seberapa jauh pemerintah mampu mengubah frustrasi menjadi partisipasi, dan ketidakpercayaan menjadi kolaborasi.

Kesimpulan

Aksi “Jumat Berkah” oleh Pemprov Sulsel pasca-kebakaran Gedung DPRD merupakan langkah komunikasi politik yang cerdik untuk meredakan ketegangan dan menunjukkan empati. Namun, sebagai ‘WartaKita Monetization Strategist’, kami menekankan bahwa gestur simbolis ini, betapapun pentingnya, hanyalah puncak gunung es dari permasalahan yang jauh lebih besar. Untuk mencapai rekonsiliasi sejati dan mencegah terulangnya insiden serupa, pemerintah harus bergerak melampaui bantuan karitatif menuju reformasi sistemik yang menjawab akar masalah ketidakadilan ekonomi, korupsi, dan krisis kepercayaan publik. Hanya dengan komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi nyata dari masyarakat Makassar, stabilitas dan kepercayaan dapat dibangun kembali secara fundamental dan berkelanjutan.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: DPRD SulselJumat BerkahJurnalisme InvestigatifKeadilan SosialKebakaran DPRDKomunikasi PolitikMakassarPemprov SulselRekonsiliasiSulawesi Selatan
Share6Tweet4Send

ARTIKEL TERKAIT

A dense fog covers the city of Makassar-Sinjai, with buildings barely visible. A cyclist wearing a mask rides along a busy street, with the city's iconic mosque minarets in the background. The sky is

Kualitas Udara Makassar-Sinjai 18 Oktober: Status Tidak Sehat Akibat PM2.5

18/10/2026
Seorang pria muda dengan senyum menawan berdiri di jalan raya yang ramai di Jakarta, di sekitarnya terdapat penggemar yang antusias. Dia memakai pakaian kasual namun elegan, dengan kemeja biru muda da

Gong Yoo Permintaan Penggemar di Jakarta: Berhenti Memanggil Ahjussi, Gunakan Oppa

18/10/2026
Gubernur Budi S. berdiri di sebuah ruang konferensi modern, di sekitar meja besar berisi peta dan grafik. Ruangan terang dengan cahaya alami yang masuk dari jendela besar, menciptakan suasana yang han

Gubernur Sulsel Rencanakan Pusat Ekosistem Haji dan Umrah

18/10/2026
kantor gubernur sulsel

Gubernur Sulsel: Pers adalah Mitra Strategis dalam Pembangunan Daerah

18/10/2026
Di Balik ‘Jumat Berkah’ Pemprov Sulsel: Rekonsiliasi Paska-Kerusuhan atau Reduksi Akar Masalah Kebakaran DPRD? - Featured

Menlu Sambut Sekjen PBB di Bandara, Momen Diplomatik Indonesia

18/10/2026
Seorang prajurit Kodam Hasanuddin berdiri di jalan sibuk di Makassar, memberikan masker kepada sekelompok warga yang berterima kasih. Latar belakang menampilkan pasar tradisional dengan rumah-rumah tr

Prajurit Kodam Hasanuddin Berbagi 55.000 Masker untuk Warga Makassar

17/10/2026
MA. Untung, an MP, is standing in a parliamentary chamber, gesturing towards a map on a screen, expressing concern about the proposed Kopdes for salary distribution. The background shows other legisla

Anggota DPR Kritik Rencana Penyaluran Gaji ASN via Kopdes, Tak Efisien dan Berpotensi Menambah Beban

17/10/2026
hijab-segi-empat-buttonscarves-1-cr

Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah dan Universitas: Alasan Sekularisme yang Kuat

17/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • black-framed-eyeglasses-on-computer-screen-scaled.jpg

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    856 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Menlu Sambut Sekjen PBB di Bandara, Momen Diplomatik Indonesia

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gubernur Sulsel: Pers adalah Mitra Strategis dalam Pembangunan Daerah

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Karhutla di Tebing Karst Pangkep Meluas, Capai 93,43 Hektare

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.