Sabtu, 17 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar

by Redaktur
28/07/2025
in Berita Terkini, Daerah, Ekonomi dan Bisnis, Makassar & Sulsel
Reading Time: 6 mins read
A A
harga-tomat-meroket-di-makassar_cr

BACA JUGA:

BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

Penjualan kendaraan bermesin bensin di Australia turun 36,2 persen

Pentingnya Literasi Kritis bagi Generasi Muda Membentengi Diri dari Disinformasi

Respons Gibran soal Hasil Putusan Sidang Gugatan Ijazah di MK

MAKASSAR, Wartakita.id – Laju inflasi di Sulawesi Selatan kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan pada Juli 2025, setelah dua bulan sebelumnya mengalami periode deflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menunjukkan inflasi bulanan (month-to-month/m-t-m) sebesar 0,61%. Angka ini, meski tergolong moderat dalam skala makro, patut diwaspadai secara seksama mengingat kontribusi dominan dari satu komoditas pertanian yang krusial bagi rumah tangga: tomat. Lonjakan harga tomat yang mencolok ini bukan hanya mengindikasikan kerentanan pasokan pangan lokal, tetapi juga menjadi peringatan serius bagi stabilitas ekonomi rumah tangga dan pelaku usaha, khususnya di pusat perekonomian strategis seperti Kota Makassar.

Dinamika Angka Inflasi: Dari Deflasi ke Tekanan Harga

Secara rinci, BPS Sulawesi Selatan mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-o-y) pada Juli 2025 sebesar 3,05%, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/y-t-d) mencapai 2,46%. Angka inflasi bulanan 0,61% memang relatif wajar jika dibandingkan dengan rata-rata inflasi nasional pada periode yang sama. Namun, perannya sebagai pemicu inflasi setelah provinsi ini sempat mengalami deflasi berturut-turut pada Mei dan Juni 2025 menunjukkan adanya dinamika pasar yang perlu diperhatikan.

Komponen inti pendorong inflasi Juli ini secara eksplisit datang dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Dari seluruh komoditas yang masuk dalam kelompok tersebut, tomat secara spesifik memberikan andil inflasi yang mencolok, mencapai 0,37% dari total inflasi bulanan 0,61%. Fenomena ini secara gamblang menggarisbawahi betapa rapuhnya harga-harga komoditas pertanian terhadap gangguan tertentu, terutama yang berkaitan dengan siklus produksi dan distribusi.

Bagaimana Kenaikan Harga Tomat Mengguncang Dapur Rumah Tangga di Makassar?

Bagi masyarakat di Makassar dan sekitarnya, kenaikan harga tomat secara langsung terasa di dapur rumah tangga dan meja makan. Tomat, sebagai bahan pokok esensial dalam banyak masakan khas Sulawesi Selatan seperti Coto Makassar, Konro, Pallubasa, hingga sambal dan berbagai hidangan rumahan lainnya, adalah kebutuhan yang sulit digantikan. Lonjakan harga ini memaksa para ibu rumah tangga, pemilik warung makan, hingga pelaku usaha kuliner di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Terong, Pasar Pa’baeng-Baeng, atau Pasar Daya untuk menata ulang anggaran belanja mereka. Kenaikan 0,37% yang disumbangkan tomat mungkin terlihat kecil secara persentase makro, namun dalam konteks belanja harian, ini bisa berarti pengeluaran tambahan yang signifikan bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah, menggerus daya beli yang baru pulih pasca-defasi.

Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Syamsuddin Djamal, MBA, menilai bahwa meskipun inflasi 0,61% masih berada dalam batas yang terkendali, pemerintah daerah perlu mewaspadai tren dan akar masalahnya. “Ketergantungan inflasi bulanan pada satu komoditas pertanian seperti tomat ini menunjukkan bahwa kita memiliki pekerjaan rumah besar dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga. Gangguan pasokan kecil saja, terutama pada komoditas vital, bisa menimbulkan efek domino yang cepat dirasakan masyarakat,” ujarnya kepada Wartakita.id, menekankan pentingnya diversifikasi sumber pasokan dan mitigasi risiko.

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Rantai Pasok yang Rapuh: Akar Masalah Inflasi Pangan

Lonjakan harga tomat yang begitu signifikan hingga mampu mendorong inflasi provinsi kemungkinan besar bukan disebabkan oleh peningkatan permintaan yang mendadak, melainkan oleh gangguan serius dari sisi pasokan. Analisis BPS dan para ahli ekonomi mengarah pada kondisi cuaca ekstrem yang dilaporkan terjadi di berbagai wilayah penghasil komoditas pertanian di Sulawesi Selatan pada bulan yang sama.

Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - image 1

Dampak Fluktuasi Iklim Terhadap Produksi Tomat di Sentra Produksi

Curah hujan yang berlebihan di beberapa sentra produksi tomat seperti di dataran tinggi Gowa, Enrekang, atau Bantaeng dapat merusak tanaman tomat yang rentan terhadap kelembaban tinggi, serangan hama, dan penyakit. Kondisi ini menyebabkan gagal panen atau penurunan kualitas hasil panen secara drastis. Sebaliknya, kondisi kering berkepanjangan di area lain juga dapat menurunkan hasil panen secara signifikan karena kekurangan air. Fenomena ini menunjukkan bagaimana data inflasi yang abstrak sejatinya memiliki kaitan langsung dengan tantangan lingkungan, dinamika iklim, dan kondisi riil yang dihadapi para petani di daerah pedalaman. Gangguan ini, kemudian, merembet ke pasar-pasar utama seperti di Makassar melalui rantai distribusi yang belum sepenuhnya efisien dan rentan terhadap guncangan.

Rantai pasok yang panjang dan kurang efisien dari petani di dataran tinggi ke konsumen di perkotaan seringkali memperburuk keadaan. Minimnya fasilitas penyimpanan yang memadai, akses jalan yang rusak, serta peran tengkulak yang terlalu dominan dapat menyebabkan disparitas harga yang tinggi antara tingkat petani dan harga di konsumen akhir. Ketika pasokan terganggu oleh cuaca, inefisiensi ini akan semakin memperparah lonjakan harga di pasar-pasar kota.

Respons Kebijakan Komprehensif: Mencegah Gejolak Harga di Masa Depan

Koneksi yang erat antara cuaca ekstrem, fluktuasi pasokan pertanian, dan stabilitas harga ini menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah provinsi, khususnya dalam pengendalian inflasi, tidak dapat dipisahkan dari kebijakan iklim dan pertanian. Untuk mengendalikan inflasi dan menjamin ketahanan pangan yang berkelanjutan, intervensi pemerintah menjadi semakin mendesak dan harus bersifat komprehensif.

Integrasi Kebijakan Pertanian dan Iklim untuk Ketahanan Pangan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya perlu bekerja sama erat untuk mengimplementasikan langkah-langkah strategis. Ini termasuk investasi pada teknologi pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, pengembangan varietas tanaman yang lebih kuat dan adaptif, serta praktik pertanian berkelanjutan yang meminimalkan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem. Di Makassar, misalnya, penguatan pasar induk dan pusat distribusi regional perlu menjadi prioritas untuk menstabilkan harga komoditas strategis.

Selain itu, perbaikan infrastruktur rantai pasok dari sentra produksi ke pusat distribusi di Makassar dan sekitarnya menjadi krusial. Perbaikan ini meliputi peningkatan jalan akses bagi petani, penyediaan fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage) yang memadai di tingkat sentra produksi maupun distribusi, serta pengembangan sistem logistik yang lebih efisien untuk mengurangi tingkat susut (post-harvest loss) dan mempercepat distribusi. Investasi pada sistem informasi pasar juga penting agar petani memiliki akses data harga yang transparan dan dapat menghindari permainan harga.

Mekanisme Stabilisasi Harga dan Penguatan Peran Pemerintah

Implementasi mekanisme stabilisasi harga untuk komoditas kunci saat terjadi gejolak iklim juga perlu dipertimbangkan secara serius. Ini bisa berupa pembentukan cadangan pangan strategis di tingkat provinsi, penyaluran subsidi langsung kepada petani saat harga anjlok atau kepada konsumen saat harga melambung, hingga intervensi pasar melalui operasi pasar yang efektif jika diperlukan. Pemerintah harus aktif dalam memitigasi risiko volatilitas harga pangan, bukan hanya melalui kebijakan moneter, tetapi juga dengan kebijakan fiskal dan sektoral yang terkoordinasi. Menguatkan peran Bulog atau BUMD pangan lokal untuk menyerap hasil panen petani saat panen raya dan mendistribusikannya saat pasokan menipis juga dapat menjadi solusi efektif.

Menuju Stabilitas Harga di Bumi Anging Mammiri

Inflasi Juli 2025 di Sulawesi Selatan, yang didominasi oleh lonjakan harga tomat, adalah cermin kompleksitas ekonomi yang terhubung erat dengan faktor alam dan struktural. Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi nyata dari kerentanan pangan dan daya beli masyarakat di Bumi Anging Mammiri. Mengatasi tantangan ini membutuhkan pendekatan yang holistik, berkelanjutan, dan adaptif, yang memadukan kebijakan ekonomi, pertanian, dan mitigasi perubahan iklim secara sinergis.

Tanpa strategi komprehensif yang melibatkan semua pemangku kepentingan – dari petani, distributor, pemerintah daerah, hingga konsumen – gejolak harga serupa berpotensi terus membayangi, mengikis daya beli, dan pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta stabilitas sosial di Sulawesi Selatan. Upaya menjaga inflasi tetap terkendali adalah investasi vital untuk kesejahteraan jangka panjang masyarakat.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: BPS Sulawesi SelatanCuaca EkstremEkonomi MakassarHarga Tomat MakassarInflasi Sulselkebijakan pertanianketahanan panganWartakita.id
Share10Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

OJK officials in a modern office setting, discussing serious financial matters, with a large screen displaying financial data in the background.

OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

16/10/2026
H. Gunadi, seorang pria berwajah fokus, berdiri di sebuah ruangan yang minim cahaya. Dindingnya dipenuhi dengan grafik dan diagram keuangan. Cahaya dari satu lampu meja memancarkan cahaya hangat yang

Investasi Saham: Ketidakpastian Pasar dan Ancaman Finansial

16/10/2026
MA. Untung, adik dari eks kepala BNPB, berdiri di ruang kerja yang suram, di sekitarnya ada pilek dokumen dan layar komputer menampilkan data keuangan. Dia berbahu miring, ekspresinya serius dan fokus

KPK Tetapkan Adik Eks Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Bencana

16/10/2026
PSIM Juku Eja players celebrate their 2-1 victory against PSM Makassar with excited fans in the stadium. The setting sun gives a warm glow to the scene, and the crowd is cheering and waving flags.

PSIM vs PSM Makassar: Juku Eja Berjuang Hingga Akhir Menang 2-1

16/10/2026
Bupati Klaten, MA. Untung, berdiri di ruang kerja formal dengan latar belakang kehadiran personel keamanan. Ruangan hanya didekorasi dengan beberapa foto resmi di dinding. Keduanya berdiri dengan posi

Bupati Klaten & Pejabat BPK Ditangkap dalam OTT KPK, Dugaan Suap Proyek & Audit BPK Terungkap

16/10/2026
Sebuah stadion yang penuh dengan penggemar sepak bola yang antusias, energi penonton terasa nyata saat mereka berteriak mendukung tim mereka. Matahari terbenam memberikan cahaya kuning yang hangat, me

Link Live Streaming PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar Hari Ini, Pertarungan Krusial di Stadion Sultan Agung

16/10/2026
14 people are being escorted by law enforcement officers in a formal office setting. The background shows a modern office with desks and a conference room door. The scene conveys tension and importanc

OTT KPK di BNPB: 14 Orang Diamankan Termasuk Sestama, Dugaan Korupsi Bencana Alami

16/10/2026
14 orang terduga korupsi dana siap pakai untuk bencana di BNPB ditempatkan di ruang konferensi, dihiasi dengan peta negara yang menunjukkan area rawan bencana, sementara petugas KPK melakukan operasi.

KPK Tangkap 14 Orang di BNPB, Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai untuk Bencana

16/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Siswi SMP di Sidrap Sulsel Korban Perundungan 10 Temannya, Ortu Laporkan Polisi

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Eddy Soeparno: Kepastian Investasi Kunci Transisi Energi Menuju Energi Bersih

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.