Sabtu, 26 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar

by Redaktur
28/07/2025
in Berita Terkini, Daerah, Ekonomi dan Bisnis, Makassar & Sulsel
Reading Time: 6 mins read
A A
harga-tomat-meroket-di-makassar_cr

BACA JUGA:

Sulawesi Selatan Siap Hadapi Udara Panas Ekstrem: Ini Prediksi BMKG 24-26 September 2026

Sumur Bor Bantuan Pemprov Sulsel untuk Petani Gowa: Solusi Atasi Krisis Air Kemarau

El Nino Mengancam Pertanian Sulsel: 300 Pompa Air Disiagakan Pemprov untuk Jaga Ketahanan Pangan

El Nino Mengganas: 107 Ribu Hektare Hutan Terbakar, Ribuan Armada Udara Dikerahkan

Bulog Makassar Tembus HET Serap Gabah Petani, Jaga Ketahanan Pangan & Jual Beras Premium di Atas Target

MAKASSAR, Wartakita.id – Laju inflasi di Sulawesi Selatan kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan pada Juli 2025, setelah dua bulan sebelumnya mengalami periode deflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menunjukkan inflasi bulanan (month-to-month/m-t-m) sebesar 0,61%. Angka ini, meski tergolong moderat dalam skala makro, patut diwaspadai secara seksama mengingat kontribusi dominan dari satu komoditas pertanian yang krusial bagi rumah tangga: tomat. Lonjakan harga tomat yang mencolok ini bukan hanya mengindikasikan kerentanan pasokan pangan lokal, tetapi juga menjadi peringatan serius bagi stabilitas ekonomi rumah tangga dan pelaku usaha, khususnya di pusat perekonomian strategis seperti Kota Makassar.

Dinamika Angka Inflasi: Dari Deflasi ke Tekanan Harga

Secara rinci, BPS Sulawesi Selatan mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-o-y) pada Juli 2025 sebesar 3,05%, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/y-t-d) mencapai 2,46%. Angka inflasi bulanan 0,61% memang relatif wajar jika dibandingkan dengan rata-rata inflasi nasional pada periode yang sama. Namun, perannya sebagai pemicu inflasi setelah provinsi ini sempat mengalami deflasi berturut-turut pada Mei dan Juni 2025 menunjukkan adanya dinamika pasar yang perlu diperhatikan.

Komponen inti pendorong inflasi Juli ini secara eksplisit datang dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Dari seluruh komoditas yang masuk dalam kelompok tersebut, tomat secara spesifik memberikan andil inflasi yang mencolok, mencapai 0,37% dari total inflasi bulanan 0,61%. Fenomena ini secara gamblang menggarisbawahi betapa rapuhnya harga-harga komoditas pertanian terhadap gangguan tertentu, terutama yang berkaitan dengan siklus produksi dan distribusi.

Bagaimana Kenaikan Harga Tomat Mengguncang Dapur Rumah Tangga di Makassar?

Bagi masyarakat di Makassar dan sekitarnya, kenaikan harga tomat secara langsung terasa di dapur rumah tangga dan meja makan. Tomat, sebagai bahan pokok esensial dalam banyak masakan khas Sulawesi Selatan seperti Coto Makassar, Konro, Pallubasa, hingga sambal dan berbagai hidangan rumahan lainnya, adalah kebutuhan yang sulit digantikan. Lonjakan harga ini memaksa para ibu rumah tangga, pemilik warung makan, hingga pelaku usaha kuliner di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Terong, Pasar Pa’baeng-Baeng, atau Pasar Daya untuk menata ulang anggaran belanja mereka. Kenaikan 0,37% yang disumbangkan tomat mungkin terlihat kecil secara persentase makro, namun dalam konteks belanja harian, ini bisa berarti pengeluaran tambahan yang signifikan bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah, menggerus daya beli yang baru pulih pasca-defasi.

Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Syamsuddin Djamal, MBA, menilai bahwa meskipun inflasi 0,61% masih berada dalam batas yang terkendali, pemerintah daerah perlu mewaspadai tren dan akar masalahnya. “Ketergantungan inflasi bulanan pada satu komoditas pertanian seperti tomat ini menunjukkan bahwa kita memiliki pekerjaan rumah besar dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga. Gangguan pasokan kecil saja, terutama pada komoditas vital, bisa menimbulkan efek domino yang cepat dirasakan masyarakat,” ujarnya kepada Wartakita.id, menekankan pentingnya diversifikasi sumber pasokan dan mitigasi risiko.

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Rantai Pasok yang Rapuh: Akar Masalah Inflasi Pangan

Lonjakan harga tomat yang begitu signifikan hingga mampu mendorong inflasi provinsi kemungkinan besar bukan disebabkan oleh peningkatan permintaan yang mendadak, melainkan oleh gangguan serius dari sisi pasokan. Analisis BPS dan para ahli ekonomi mengarah pada kondisi cuaca ekstrem yang dilaporkan terjadi di berbagai wilayah penghasil komoditas pertanian di Sulawesi Selatan pada bulan yang sama.

Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - image 1

Dampak Fluktuasi Iklim Terhadap Produksi Tomat di Sentra Produksi

Curah hujan yang berlebihan di beberapa sentra produksi tomat seperti di dataran tinggi Gowa, Enrekang, atau Bantaeng dapat merusak tanaman tomat yang rentan terhadap kelembaban tinggi, serangan hama, dan penyakit. Kondisi ini menyebabkan gagal panen atau penurunan kualitas hasil panen secara drastis. Sebaliknya, kondisi kering berkepanjangan di area lain juga dapat menurunkan hasil panen secara signifikan karena kekurangan air. Fenomena ini menunjukkan bagaimana data inflasi yang abstrak sejatinya memiliki kaitan langsung dengan tantangan lingkungan, dinamika iklim, dan kondisi riil yang dihadapi para petani di daerah pedalaman. Gangguan ini, kemudian, merembet ke pasar-pasar utama seperti di Makassar melalui rantai distribusi yang belum sepenuhnya efisien dan rentan terhadap guncangan.

Rantai pasok yang panjang dan kurang efisien dari petani di dataran tinggi ke konsumen di perkotaan seringkali memperburuk keadaan. Minimnya fasilitas penyimpanan yang memadai, akses jalan yang rusak, serta peran tengkulak yang terlalu dominan dapat menyebabkan disparitas harga yang tinggi antara tingkat petani dan harga di konsumen akhir. Ketika pasokan terganggu oleh cuaca, inefisiensi ini akan semakin memperparah lonjakan harga di pasar-pasar kota.

Respons Kebijakan Komprehensif: Mencegah Gejolak Harga di Masa Depan

Koneksi yang erat antara cuaca ekstrem, fluktuasi pasokan pertanian, dan stabilitas harga ini menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah provinsi, khususnya dalam pengendalian inflasi, tidak dapat dipisahkan dari kebijakan iklim dan pertanian. Untuk mengendalikan inflasi dan menjamin ketahanan pangan yang berkelanjutan, intervensi pemerintah menjadi semakin mendesak dan harus bersifat komprehensif.

Integrasi Kebijakan Pertanian dan Iklim untuk Ketahanan Pangan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya perlu bekerja sama erat untuk mengimplementasikan langkah-langkah strategis. Ini termasuk investasi pada teknologi pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, pengembangan varietas tanaman yang lebih kuat dan adaptif, serta praktik pertanian berkelanjutan yang meminimalkan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem. Di Makassar, misalnya, penguatan pasar induk dan pusat distribusi regional perlu menjadi prioritas untuk menstabilkan harga komoditas strategis.

Selain itu, perbaikan infrastruktur rantai pasok dari sentra produksi ke pusat distribusi di Makassar dan sekitarnya menjadi krusial. Perbaikan ini meliputi peningkatan jalan akses bagi petani, penyediaan fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage) yang memadai di tingkat sentra produksi maupun distribusi, serta pengembangan sistem logistik yang lebih efisien untuk mengurangi tingkat susut (post-harvest loss) dan mempercepat distribusi. Investasi pada sistem informasi pasar juga penting agar petani memiliki akses data harga yang transparan dan dapat menghindari permainan harga.

Mekanisme Stabilisasi Harga dan Penguatan Peran Pemerintah

Implementasi mekanisme stabilisasi harga untuk komoditas kunci saat terjadi gejolak iklim juga perlu dipertimbangkan secara serius. Ini bisa berupa pembentukan cadangan pangan strategis di tingkat provinsi, penyaluran subsidi langsung kepada petani saat harga anjlok atau kepada konsumen saat harga melambung, hingga intervensi pasar melalui operasi pasar yang efektif jika diperlukan. Pemerintah harus aktif dalam memitigasi risiko volatilitas harga pangan, bukan hanya melalui kebijakan moneter, tetapi juga dengan kebijakan fiskal dan sektoral yang terkoordinasi. Menguatkan peran Bulog atau BUMD pangan lokal untuk menyerap hasil panen petani saat panen raya dan mendistribusikannya saat pasokan menipis juga dapat menjadi solusi efektif.

Menuju Stabilitas Harga di Bumi Anging Mammiri

Inflasi Juli 2025 di Sulawesi Selatan, yang didominasi oleh lonjakan harga tomat, adalah cermin kompleksitas ekonomi yang terhubung erat dengan faktor alam dan struktural. Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi nyata dari kerentanan pangan dan daya beli masyarakat di Bumi Anging Mammiri. Mengatasi tantangan ini membutuhkan pendekatan yang holistik, berkelanjutan, dan adaptif, yang memadukan kebijakan ekonomi, pertanian, dan mitigasi perubahan iklim secara sinergis.

Tanpa strategi komprehensif yang melibatkan semua pemangku kepentingan – dari petani, distributor, pemerintah daerah, hingga konsumen – gejolak harga serupa berpotensi terus membayangi, mengikis daya beli, dan pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta stabilitas sosial di Sulawesi Selatan. Upaya menjaga inflasi tetap terkendali adalah investasi vital untuk kesejahteraan jangka panjang masyarakat.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: BPS Sulawesi SelatanCuaca EkstremEkonomi MakassarHarga Tomat MakassarInflasi Sulselkebijakan pertanianketahanan panganWartakita.id
Share10Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

26/09/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Fajar/Fikri Melenggang Mulus di Babak Pertama Asian Games 2026: Optimisme Emas Terbit, Ujian Sesungguhnya Menanti

26/09/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Bupati Gowa Sitti Husniah Jadi Tersangka: Skandal Pemerasan, Diskon Rumah 70%, dan Pencucian Uang

26/09/2026
semangka-5

Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

25/09/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

PSM Makassar Siap Tempur: Juku Eja Genjot Fisik, Taktik, dan Mentalitas Juara Hadapi Lanjutan Liga 1

25/09/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong: Komisi II DPR Desak Ombudsman Tindak Lanjut Tegas

25/09/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Makassar Atasi Antrean Solar: Kolaborasi Pemkot dan Pertamina untuk Kelancaran Kendaraan Besar

25/09/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

OJK dan Kemendikdasmen Integrasikan Literasi Keuangan Digital dan Syariah ke Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah

25/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Makassar 2025: Kota Dunia yang Masih Tenggelam di Kala Hujan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 10 Hak Dasar Warga Negara Indonesia yang Harus Kamu Tahu dan Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Dua RS Regional Gowa dan Luwu Segera Hadir, Wujudkan Akses Kesehatan Merata di Sulsel

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Jejak Bisnis Haji Isam: Mengurai Kepemilikan di BYAN, PACK, JARR, hingga RANS

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.