Senin, 26 Januari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar

by Redaktur
28/07/2025
in Berita Terkini, Daerah, Ekonomi dan Bisnis, Makassar & Sulsel
Reading Time: 6 mins read
A A
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

MAKASSAR, Wartakita.id – Laju inflasi di Sulawesi Selatan kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan pada Juli 2025, setelah dua bulan sebelumnya mengalami periode deflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menunjukkan inflasi bulanan (month-to-month/m-t-m) sebesar 0,61%. Angka ini, meski tergolong moderat dalam skala makro, patut diwaspadai secara seksama mengingat kontribusi dominan dari satu komoditas pertanian yang krusial bagi rumah tangga: tomat. Lonjakan harga tomat yang mencolok ini bukan hanya mengindikasikan kerentanan pasokan pangan lokal, tetapi juga menjadi peringatan serius bagi stabilitas ekonomi rumah tangga dan pelaku usaha, khususnya di pusat perekonomian strategis seperti Kota Makassar.

Dinamika Angka Inflasi: Dari Deflasi ke Tekanan Harga

Secara rinci, BPS Sulawesi Selatan mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-o-y) pada Juli 2025 sebesar 3,05%, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/y-t-d) mencapai 2,46%. Angka inflasi bulanan 0,61% memang relatif wajar jika dibandingkan dengan rata-rata inflasi nasional pada periode yang sama. Namun, perannya sebagai pemicu inflasi setelah provinsi ini sempat mengalami deflasi berturut-turut pada Mei dan Juni 2025 menunjukkan adanya dinamika pasar yang perlu diperhatikan.

Komponen inti pendorong inflasi Juli ini secara eksplisit datang dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Dari seluruh komoditas yang masuk dalam kelompok tersebut, tomat secara spesifik memberikan andil inflasi yang mencolok, mencapai 0,37% dari total inflasi bulanan 0,61%. Fenomena ini secara gamblang menggarisbawahi betapa rapuhnya harga-harga komoditas pertanian terhadap gangguan tertentu, terutama yang berkaitan dengan siklus produksi dan distribusi.

Bagaimana Kenaikan Harga Tomat Mengguncang Dapur Rumah Tangga di Makassar?

Bagi masyarakat di Makassar dan sekitarnya, kenaikan harga tomat secara langsung terasa di dapur rumah tangga dan meja makan. Tomat, sebagai bahan pokok esensial dalam banyak masakan khas Sulawesi Selatan seperti Coto Makassar, Konro, Pallubasa, hingga sambal dan berbagai hidangan rumahan lainnya, adalah kebutuhan yang sulit digantikan. Lonjakan harga ini memaksa para ibu rumah tangga, pemilik warung makan, hingga pelaku usaha kuliner di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Terong, Pasar Pa’baeng-Baeng, atau Pasar Daya untuk menata ulang anggaran belanja mereka. Kenaikan 0,37% yang disumbangkan tomat mungkin terlihat kecil secara persentase makro, namun dalam konteks belanja harian, ini bisa berarti pengeluaran tambahan yang signifikan bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah, menggerus daya beli yang baru pulih pasca-defasi.

Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Syamsuddin Djamal, MBA, menilai bahwa meskipun inflasi 0,61% masih berada dalam batas yang terkendali, pemerintah daerah perlu mewaspadai tren dan akar masalahnya. “Ketergantungan inflasi bulanan pada satu komoditas pertanian seperti tomat ini menunjukkan bahwa kita memiliki pekerjaan rumah besar dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga. Gangguan pasokan kecil saja, terutama pada komoditas vital, bisa menimbulkan efek domino yang cepat dirasakan masyarakat,” ujarnya kepada Wartakita.id, menekankan pentingnya diversifikasi sumber pasokan dan mitigasi risiko.

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Rantai Pasok yang Rapuh: Akar Masalah Inflasi Pangan

Lonjakan harga tomat yang begitu signifikan hingga mampu mendorong inflasi provinsi kemungkinan besar bukan disebabkan oleh peningkatan permintaan yang mendadak, melainkan oleh gangguan serius dari sisi pasokan. Analisis BPS dan para ahli ekonomi mengarah pada kondisi cuaca ekstrem yang dilaporkan terjadi di berbagai wilayah penghasil komoditas pertanian di Sulawesi Selatan pada bulan yang sama.

Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - image 1

Dampak Fluktuasi Iklim Terhadap Produksi Tomat di Sentra Produksi

Curah hujan yang berlebihan di beberapa sentra produksi tomat seperti di dataran tinggi Gowa, Enrekang, atau Bantaeng dapat merusak tanaman tomat yang rentan terhadap kelembaban tinggi, serangan hama, dan penyakit. Kondisi ini menyebabkan gagal panen atau penurunan kualitas hasil panen secara drastis. Sebaliknya, kondisi kering berkepanjangan di area lain juga dapat menurunkan hasil panen secara signifikan karena kekurangan air. Fenomena ini menunjukkan bagaimana data inflasi yang abstrak sejatinya memiliki kaitan langsung dengan tantangan lingkungan, dinamika iklim, dan kondisi riil yang dihadapi para petani di daerah pedalaman. Gangguan ini, kemudian, merembet ke pasar-pasar utama seperti di Makassar melalui rantai distribusi yang belum sepenuhnya efisien dan rentan terhadap guncangan.

Rantai pasok yang panjang dan kurang efisien dari petani di dataran tinggi ke konsumen di perkotaan seringkali memperburuk keadaan. Minimnya fasilitas penyimpanan yang memadai, akses jalan yang rusak, serta peran tengkulak yang terlalu dominan dapat menyebabkan disparitas harga yang tinggi antara tingkat petani dan harga di konsumen akhir. Ketika pasokan terganggu oleh cuaca, inefisiensi ini akan semakin memperparah lonjakan harga di pasar-pasar kota.

Respons Kebijakan Komprehensif: Mencegah Gejolak Harga di Masa Depan

Koneksi yang erat antara cuaca ekstrem, fluktuasi pasokan pertanian, dan stabilitas harga ini menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah provinsi, khususnya dalam pengendalian inflasi, tidak dapat dipisahkan dari kebijakan iklim dan pertanian. Untuk mengendalikan inflasi dan menjamin ketahanan pangan yang berkelanjutan, intervensi pemerintah menjadi semakin mendesak dan harus bersifat komprehensif.

Integrasi Kebijakan Pertanian dan Iklim untuk Ketahanan Pangan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya perlu bekerja sama erat untuk mengimplementasikan langkah-langkah strategis. Ini termasuk investasi pada teknologi pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, pengembangan varietas tanaman yang lebih kuat dan adaptif, serta praktik pertanian berkelanjutan yang meminimalkan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem. Di Makassar, misalnya, penguatan pasar induk dan pusat distribusi regional perlu menjadi prioritas untuk menstabilkan harga komoditas strategis.

Selain itu, perbaikan infrastruktur rantai pasok dari sentra produksi ke pusat distribusi di Makassar dan sekitarnya menjadi krusial. Perbaikan ini meliputi peningkatan jalan akses bagi petani, penyediaan fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage) yang memadai di tingkat sentra produksi maupun distribusi, serta pengembangan sistem logistik yang lebih efisien untuk mengurangi tingkat susut (post-harvest loss) dan mempercepat distribusi. Investasi pada sistem informasi pasar juga penting agar petani memiliki akses data harga yang transparan dan dapat menghindari permainan harga.

Mekanisme Stabilisasi Harga dan Penguatan Peran Pemerintah

Implementasi mekanisme stabilisasi harga untuk komoditas kunci saat terjadi gejolak iklim juga perlu dipertimbangkan secara serius. Ini bisa berupa pembentukan cadangan pangan strategis di tingkat provinsi, penyaluran subsidi langsung kepada petani saat harga anjlok atau kepada konsumen saat harga melambung, hingga intervensi pasar melalui operasi pasar yang efektif jika diperlukan. Pemerintah harus aktif dalam memitigasi risiko volatilitas harga pangan, bukan hanya melalui kebijakan moneter, tetapi juga dengan kebijakan fiskal dan sektoral yang terkoordinasi. Menguatkan peran Bulog atau BUMD pangan lokal untuk menyerap hasil panen petani saat panen raya dan mendistribusikannya saat pasokan menipis juga dapat menjadi solusi efektif.

Menuju Stabilitas Harga di Bumi Anging Mammiri

Inflasi Juli 2025 di Sulawesi Selatan, yang didominasi oleh lonjakan harga tomat, adalah cermin kompleksitas ekonomi yang terhubung erat dengan faktor alam dan struktural. Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi nyata dari kerentanan pangan dan daya beli masyarakat di Bumi Anging Mammiri. Mengatasi tantangan ini membutuhkan pendekatan yang holistik, berkelanjutan, dan adaptif, yang memadukan kebijakan ekonomi, pertanian, dan mitigasi perubahan iklim secara sinergis.

Tanpa strategi komprehensif yang melibatkan semua pemangku kepentingan – dari petani, distributor, pemerintah daerah, hingga konsumen – gejolak harga serupa berpotensi terus membayangi, mengikis daya beli, dan pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta stabilitas sosial di Sulawesi Selatan. Upaya menjaga inflasi tetap terkendali adalah investasi vital untuk kesejahteraan jangka panjang masyarakat.

BACA JUGA:

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Jawa, NT, Papua 24 Januari 2026 Akibat Bibit Siklon Tropis

Jakarta Terapkan WFH & PJJ Hingga 28 Januari Akibat Curah Hujan Tinggi

Jakarta Waspada Banjir: 112 Pompa Mobile Disebar, Pengerukan Sungai Digencarkan

Cuaca Ekstrem Makassar: Wali Kota Imbau Warga Kurangi Aktivitas Laut demi Keselamatan

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Akhir Januari 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda Sebagian Besar Indonesia

Tags: BPS Sulawesi SelatanCuaca EkstremEkonomi MakassarHarga Tomat MakassarInflasi Sulselkebijakan pertanianketahanan panganWartakita.id
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Zhao Lusi: Dari Puncak Popularitas hingga Kisah Inspiratif Penjual Egg Tart, Kini Kembali ke Dunia Akting

26/01/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Dua Polisi Polres Cimahi Gugur Tertabrak Truk TNI Saat Evakuasi Longsor Cisarua

26/01/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

JIS Menuju Panggung Global: Pramono Dorong jadi Venue Konser BTS dan Gelaran Olahraga Internasional

26/01/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

IDRX dan Solana Bersinergi Kembangkan Tokenisasi Aset Dunia Nyata Berbasis Rupiah: Revolusi Keuangan Digital Indonesia

25/01/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Registrasi SIM Card Wajib Biometrik 2026: Kendali Penuh di Tangan Anda, Perangkap Penipu Digital Ditutup

25/01/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Sindikat Scam Kamboja: Hukum Korea Selatan vs. Indonesia pada ‘Eksodus’, Siapa yang Benar?

25/01/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

HUT ke-10 Konjen Australia di Makassar: Merajut Kisah Leluhur “Marege” dan Alumni Indonesia-Australia

25/01/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

PDAM Makassar Raih Anugerah Pemimpin BUMD Inspiratif, Hamzah Ahmad Diakui Kontribusinya untuk Air Bersih

25/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

    Kronologi Lengkap: Korean Air KE81 Berhasil Mendarat Aman di JFK Setelah Deklarasi PAN-PAN Akibat Masalah Hidrolik

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Banjir Terjang Jalan Panjaitan Jakarta Akibat Hujan Deras, Lalu Lintas Lumpuh

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Penyebab Cuaca Ekstrem di Jabodetabek: BMKG Ungkap Faktor Pemicu Hujan Lebat hingga Akhir Januari

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Rangkuman Gempa Bumi 25 Januari 2026, BMKG Catat Aktivitas Seismik Signifikan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Longsor dan Banjir Bandang Cisarua, Bandung Barat: Puluhan Rumah Tertimbun, Ratusan Warga Terdampak, Pencarian Korban Berlangsung

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Bocoran Konsep Seni Fable Reboot: Nostalgia Wilayah Klasik Terungkap!

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dell SE2726D: Monitor 2K 144Hz yang Sempurna untuk Produktivitas dan Gaming Kelas Berat

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Identitas Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Pangkep Terungkap, Evakuasi Masih Berlangsung

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    430 shares
    Share 172 Tweet 108
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.