Senin, 16 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar

by Redaktur
28/07/2025
in Berita Terkini, Daerah, Ekonomi dan Bisnis, Makassar & Sulsel
Reading Time: 6 mins read
A A
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

MAKASSAR, Wartakita.id – Laju inflasi di Sulawesi Selatan kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan pada Juli 2025, setelah dua bulan sebelumnya mengalami periode deflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menunjukkan inflasi bulanan (month-to-month/m-t-m) sebesar 0,61%. Angka ini, meski tergolong moderat dalam skala makro, patut diwaspadai secara seksama mengingat kontribusi dominan dari satu komoditas pertanian yang krusial bagi rumah tangga: tomat. Lonjakan harga tomat yang mencolok ini bukan hanya mengindikasikan kerentanan pasokan pangan lokal, tetapi juga menjadi peringatan serius bagi stabilitas ekonomi rumah tangga dan pelaku usaha, khususnya di pusat perekonomian strategis seperti Kota Makassar.

Dinamika Angka Inflasi: Dari Deflasi ke Tekanan Harga

Secara rinci, BPS Sulawesi Selatan mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-o-y) pada Juli 2025 sebesar 3,05%, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/y-t-d) mencapai 2,46%. Angka inflasi bulanan 0,61% memang relatif wajar jika dibandingkan dengan rata-rata inflasi nasional pada periode yang sama. Namun, perannya sebagai pemicu inflasi setelah provinsi ini sempat mengalami deflasi berturut-turut pada Mei dan Juni 2025 menunjukkan adanya dinamika pasar yang perlu diperhatikan.

Komponen inti pendorong inflasi Juli ini secara eksplisit datang dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Dari seluruh komoditas yang masuk dalam kelompok tersebut, tomat secara spesifik memberikan andil inflasi yang mencolok, mencapai 0,37% dari total inflasi bulanan 0,61%. Fenomena ini secara gamblang menggarisbawahi betapa rapuhnya harga-harga komoditas pertanian terhadap gangguan tertentu, terutama yang berkaitan dengan siklus produksi dan distribusi.

Bagaimana Kenaikan Harga Tomat Mengguncang Dapur Rumah Tangga di Makassar?

Bagi masyarakat di Makassar dan sekitarnya, kenaikan harga tomat secara langsung terasa di dapur rumah tangga dan meja makan. Tomat, sebagai bahan pokok esensial dalam banyak masakan khas Sulawesi Selatan seperti Coto Makassar, Konro, Pallubasa, hingga sambal dan berbagai hidangan rumahan lainnya, adalah kebutuhan yang sulit digantikan. Lonjakan harga ini memaksa para ibu rumah tangga, pemilik warung makan, hingga pelaku usaha kuliner di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Terong, Pasar Pa’baeng-Baeng, atau Pasar Daya untuk menata ulang anggaran belanja mereka. Kenaikan 0,37% yang disumbangkan tomat mungkin terlihat kecil secara persentase makro, namun dalam konteks belanja harian, ini bisa berarti pengeluaran tambahan yang signifikan bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah, menggerus daya beli yang baru pulih pasca-defasi.

Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Syamsuddin Djamal, MBA, menilai bahwa meskipun inflasi 0,61% masih berada dalam batas yang terkendali, pemerintah daerah perlu mewaspadai tren dan akar masalahnya. “Ketergantungan inflasi bulanan pada satu komoditas pertanian seperti tomat ini menunjukkan bahwa kita memiliki pekerjaan rumah besar dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga. Gangguan pasokan kecil saja, terutama pada komoditas vital, bisa menimbulkan efek domino yang cepat dirasakan masyarakat,” ujarnya kepada Wartakita.id, menekankan pentingnya diversifikasi sumber pasokan dan mitigasi risiko.

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Rantai Pasok yang Rapuh: Akar Masalah Inflasi Pangan

Lonjakan harga tomat yang begitu signifikan hingga mampu mendorong inflasi provinsi kemungkinan besar bukan disebabkan oleh peningkatan permintaan yang mendadak, melainkan oleh gangguan serius dari sisi pasokan. Analisis BPS dan para ahli ekonomi mengarah pada kondisi cuaca ekstrem yang dilaporkan terjadi di berbagai wilayah penghasil komoditas pertanian di Sulawesi Selatan pada bulan yang sama.

Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - image 1

Dampak Fluktuasi Iklim Terhadap Produksi Tomat di Sentra Produksi

Curah hujan yang berlebihan di beberapa sentra produksi tomat seperti di dataran tinggi Gowa, Enrekang, atau Bantaeng dapat merusak tanaman tomat yang rentan terhadap kelembaban tinggi, serangan hama, dan penyakit. Kondisi ini menyebabkan gagal panen atau penurunan kualitas hasil panen secara drastis. Sebaliknya, kondisi kering berkepanjangan di area lain juga dapat menurunkan hasil panen secara signifikan karena kekurangan air. Fenomena ini menunjukkan bagaimana data inflasi yang abstrak sejatinya memiliki kaitan langsung dengan tantangan lingkungan, dinamika iklim, dan kondisi riil yang dihadapi para petani di daerah pedalaman. Gangguan ini, kemudian, merembet ke pasar-pasar utama seperti di Makassar melalui rantai distribusi yang belum sepenuhnya efisien dan rentan terhadap guncangan.

Rantai pasok yang panjang dan kurang efisien dari petani di dataran tinggi ke konsumen di perkotaan seringkali memperburuk keadaan. Minimnya fasilitas penyimpanan yang memadai, akses jalan yang rusak, serta peran tengkulak yang terlalu dominan dapat menyebabkan disparitas harga yang tinggi antara tingkat petani dan harga di konsumen akhir. Ketika pasokan terganggu oleh cuaca, inefisiensi ini akan semakin memperparah lonjakan harga di pasar-pasar kota.

Respons Kebijakan Komprehensif: Mencegah Gejolak Harga di Masa Depan

Koneksi yang erat antara cuaca ekstrem, fluktuasi pasokan pertanian, dan stabilitas harga ini menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah provinsi, khususnya dalam pengendalian inflasi, tidak dapat dipisahkan dari kebijakan iklim dan pertanian. Untuk mengendalikan inflasi dan menjamin ketahanan pangan yang berkelanjutan, intervensi pemerintah menjadi semakin mendesak dan harus bersifat komprehensif.

Integrasi Kebijakan Pertanian dan Iklim untuk Ketahanan Pangan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya perlu bekerja sama erat untuk mengimplementasikan langkah-langkah strategis. Ini termasuk investasi pada teknologi pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, pengembangan varietas tanaman yang lebih kuat dan adaptif, serta praktik pertanian berkelanjutan yang meminimalkan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem. Di Makassar, misalnya, penguatan pasar induk dan pusat distribusi regional perlu menjadi prioritas untuk menstabilkan harga komoditas strategis.

Selain itu, perbaikan infrastruktur rantai pasok dari sentra produksi ke pusat distribusi di Makassar dan sekitarnya menjadi krusial. Perbaikan ini meliputi peningkatan jalan akses bagi petani, penyediaan fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage) yang memadai di tingkat sentra produksi maupun distribusi, serta pengembangan sistem logistik yang lebih efisien untuk mengurangi tingkat susut (post-harvest loss) dan mempercepat distribusi. Investasi pada sistem informasi pasar juga penting agar petani memiliki akses data harga yang transparan dan dapat menghindari permainan harga.

Mekanisme Stabilisasi Harga dan Penguatan Peran Pemerintah

Implementasi mekanisme stabilisasi harga untuk komoditas kunci saat terjadi gejolak iklim juga perlu dipertimbangkan secara serius. Ini bisa berupa pembentukan cadangan pangan strategis di tingkat provinsi, penyaluran subsidi langsung kepada petani saat harga anjlok atau kepada konsumen saat harga melambung, hingga intervensi pasar melalui operasi pasar yang efektif jika diperlukan. Pemerintah harus aktif dalam memitigasi risiko volatilitas harga pangan, bukan hanya melalui kebijakan moneter, tetapi juga dengan kebijakan fiskal dan sektoral yang terkoordinasi. Menguatkan peran Bulog atau BUMD pangan lokal untuk menyerap hasil panen petani saat panen raya dan mendistribusikannya saat pasokan menipis juga dapat menjadi solusi efektif.

Menuju Stabilitas Harga di Bumi Anging Mammiri

Inflasi Juli 2025 di Sulawesi Selatan, yang didominasi oleh lonjakan harga tomat, adalah cermin kompleksitas ekonomi yang terhubung erat dengan faktor alam dan struktural. Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi nyata dari kerentanan pangan dan daya beli masyarakat di Bumi Anging Mammiri. Mengatasi tantangan ini membutuhkan pendekatan yang holistik, berkelanjutan, dan adaptif, yang memadukan kebijakan ekonomi, pertanian, dan mitigasi perubahan iklim secara sinergis.

Tanpa strategi komprehensif yang melibatkan semua pemangku kepentingan – dari petani, distributor, pemerintah daerah, hingga konsumen – gejolak harga serupa berpotensi terus membayangi, mengikis daya beli, dan pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta stabilitas sosial di Sulawesi Selatan. Upaya menjaga inflasi tetap terkendali adalah investasi vital untuk kesejahteraan jangka panjang masyarakat.

BACA JUGA:

Polda Aceh Gelar Pasar Murah: 5 Ton Beras SPHP & Minyak Goreng Disalurkan di Banda Aceh

Negara Teraman Dunia di Tengah Eskalasi Geopolitik Global, Adakah Indonesia Termasuk?

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sulsel: Waspadai Banjir dan Gelombang Tinggi (24 Feb – 1 Mar 2026)

Cuaca Ekstrem, Makassar Alihkan Belajar Tatap Muka ke Daring untuk PAUD hingga SMP

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Minggu, 23 Februari 2026

Tags: BPS Sulawesi SelatanCuaca EkstremEkonomi MakassarHarga Tomat MakassarInflasi Sulselkebijakan pertanianketahanan panganWartakita.id
Share7Tweet5Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Mudik Lebaran 2026: Prediksi Jutaan Kendaraan Memadati Jalan, Waspadai Puncak Macet 18 Maret!

16/03/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Arus Mudik Lebaran 2026: Penumpang Turun Tipis, Kendaraan Meningkat Signifikan dari Banten ke Sumatera

16/03/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Aktivis KontraS Disiram Air Keras: Ironi Perlindungan HAM?

16/03/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Kim Jong Un Gandeng Putri Hadiri Uji Coba Roket, Sebut Latihan Militer AS-Korsel Sebagai ‘Provokasi’

16/03/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Indonesia Jajaki Impor Minyak dari Brunei, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

16/03/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Cak Imin Prihatin, Bupati Cilacap Ditangkap KPK Terkait Dugaan Pemerasan

16/03/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Arus Mudik Nyepi 2020 Bali: Antrean Kendaraan 30 Km di Gilimanuk, Upaya Penanganan dan Imbauan

16/03/2026
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Foto Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Diduga Rekayasa AI, Polisi Minta Waktu Investigasi

16/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • eksekusi makam kuno di toraja wartakita.id

    Toraja: Ekskavator Hancurkan Tongkonan 300 Tahun, Warisan Budaya Terancam Punah

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • 7 Ide Potongan Rambut Pria dengan Aksen Garis (Line Up) Keren

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Tips Hijab Anti Lepek dan Tetap Segar Seharian

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar: 10 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Sepanjang 291 Km!

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • KPK OTT Bupati Cilacap: Kronologi, Dugaan Korupsi Proyek Pemkab, dan Tindak Lanjut

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    538 shares
    Share 215 Tweet 135
  • Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 1 Syawal 1447 H: Mampukah Lebaran 2026 Dirayakan Serentak?

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Inflasi Sulsel Juli 2025 Hantam 0,61%: Tomat Jadi Pemicu Utama, Ungkap Kerentanan Pangan Lokal di Makassar - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.