Jumat, 27 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat

by A. Burhany
26/02/2026
in Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured

Pekan pertama Ramadan kita habiskan untuk melihat ke dalam. Kita belajar mengecilkan ego, menghuni waktu, menjaga kejujuran di ruang-ruang yang tidak ada saksinya. Lalu kemarin, sambil berpuasa, kita mulai melihat ke luar—memeriksa lidah dan keberanian kita untuk mengatakan yang benar meskipun berduri.

Hari ini, masih ke luar, saya ingin berbagi sesuatu yang lebih personal. Sebuah refleksi dari dalam sistem itu sendiri—rangkuman diskusi-diskusi ringan dengan beberapa profesi yang dianggap penting oleh negara: dari pemuka agama, petinggi kepolisian, militer, jaksa, hingga wakil rakyat.

Belasan tahun silam, beberapa kali kami dipertemukan di restoran yang sama. Berbekal karung-karung kegelisahan masing-masing, jadilah semacam klub diskusi informal—“Grumpy Club”, klub diskusi para penggerutu.

Kami berbuka puasa bersama beberapa kali di sana. Dan saya kira, tanpa kami sadari, itu adalah salah satu Ramadan yang paling jujur dalam hidup saya—karena lapar kami bukan hanya soal perut, tapi soal sistem yang kami lihat runtuh dari dalam.

***

Bayangkan Anda duduk di kursi empuk di kantor ber-AC, dengan tanda jabatan yang membuat orang menaruh hormat. Di atas meja Anda menumpuk berkas-berkas yang di dalamnya terdapat nasib ribuan orang. Tapi bagi sebagian besar penghuni gedung-gedung tinggi itu, berkas tersebut bukan berisi manusia—ia hanyalah angka statistik yang perlu diolah demi target laporan dan indeks KIP.

Selama bertahun-tahun, saya hidup dalam sebuah pasar yang riuh—bukan pasar tradisional yang menjajakan sayuran, melainkan pasar hukum. Di sini, pasal-pasal memiliki label harga. Ada harga berupa materi, ada pula mata uang yang lebih licin: barter kasus, barter jatah, barter loyalitas politik.

Seorang kenalan lama, seorang petinggi yang akhirnya memilih pensiun dini, pernah berbisik sebelum ia tiada: “Saya tidak sanggup lagi melihat kebenaran dikemas dalam plastik kiloan, lalu ditimbang dengan koin emas.”

Ucapannya seketika membuat klub diskusi kami hening.

“Bapak tidak salah jika memilih mundur dengan pensiun dini,” ucap seorang kawan berhati-hati, menunggu mantan petinggi kenalan kami selesai menyeruput minumannya. Ia seorang perintis gerakan dakwah tablig, yang pernah dipenjara oleh ayahnya sendiri—seorang jaksa—di zaman orde baru, ketika semua gerakan dengan mudah diberi label kanan atau kiri.

“Setidaknya Bapak sudah berusaha mengubahnya. Mundur adalah pilihan sehat sebelum Bapak yang diubah sistem. Dan sedihnya, itu terjadi di hampir semua lini, termasuk keagamaan.”

“Negeri ini gamang berkepanjangan,” jawab sang petinggi, setelah diam cukup lama. “Para pendiri bangsa nekad memproklamirkan negara republik, negara kesatuan, sementara mental kita masih feodal—lengkap dengan mindset kasta di semua bidang dan profesi. Founding father optimistis bahwa mindset kita akan mengikuti visi mereka yang jauh ke depan. Nyatanya tidak.

Nota dinas dan katabelece yang saya terima dari banyak kasus menunjukkan itu. Kepala dinas punya anak dan istri. Kapolres, Dandim, Bupati, Rektor, Gubernur, anggota dewan sampai presiden. Hampir semua jabatan dipandang memiliki kerabat biologis—kita belum mampu memisahkan antara jabatan dan manusia yang sedang menjabat. Jabatan masih dianggap kelas atau kasta, bukan fungsi dan tanggung jawab. Karena itu, selain pasal, jabatan dan status juga ada pasarnya, ada harganya.”

Di Jakarta, sebatang pena bisa dengan mudah mencairkan dana miliaran. Di tempat-tempat yang jauh, pena yang sama terasa sangat berat hanya untuk sekadar memberikan hak pendidikan bagi anak-anak miskin. Inilah patologi birokrasi kita: sangat presisi dalam melakukan kesalahan, sangat efisien dalam menciptakan ketimpangan.

Bagi birokrasi, satu anak yang mati kelaparan hanyalah pengurangan angka desimal. Bagi ibu sang anak, itu adalah kiamat.

***

Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - image 1

Saya melihat sesuatu yang ganjil namun indah dari balik jendela kantor saya—yang akan segera saya tinggalkan begitu pensiun dini saya disetujui.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Ramadan adalah momen di mana rakyat memutuskan untuk berhenti berharap terlalu banyak pada pena dan meja-meja kekuasaan, dan mulai menolong sesamanya sendiri. Dapur rakyat dinyalakan secara mandiri. Tetangga berbagi takjil tanpa menunggu instruksi dinas sosial. Mereka yang punya kelebihan diam-diam membayarkan utang warung mereka yang kekurangan—tanpa dokumentasi, tanpa validasi, tanpa anggaran yang perlu dipertanggungjawabkan ke atasan.

Inilah puasa yang paling murni: memberi tanpa menunggu siapa pun mengizinkan.

Dan gerakan sederhana ini, tanpa mereka sadari, adalah cermin yang sedang disodorkan tepat ke wajah kami para pengambil kebijakan.

Setiap bungkus nasi yang Anda berikan tanpa pamrih adalah tamparan bagi kami yang sering baru bergerak jika ada anggarannya. Setiap kedermawanan anonim di gang-gang sempit adalah kritik pedas bagi hukum yang punya pasar dan punya pembeli.

Puasa saya hari ini terasa berat bukan karena haus. Tapi karena malu.

Malu karena rakyat telah menjadi pelindung bagi sesamanya melalui solidaritas yang tulus, sementara sistem yang seharusnya melayani mereka sibuk berdagang.

Mungkin inilah perjumpaan yang sesungguhnya di bulan suci ini—bukan di atas sajadah yang eksklusif, melainkan di persimpangan antara nurani dan realitas. Bahwa jika negara gagal menjadi pelindung, solidaritas rakyat adalah benteng terakhir. Dan benteng itu, ternyata, tidak pernah benar-benar runtuh.

Hari ini, jika Anda memberi bantuan kepada sesama, ketahuilah bahwa Anda tidak hanya sedang mengejar pahala. Anda sedang menyalakan cahaya yang memaksa kami, para penghuni gedung tinggi, untuk menatap kembali bayangan retak di cermin kami sendiri.

Selamat menolong. Selamat memberikan refleksi.

Tags: berbuka puasabirokrasi korupesai Ramadanesai sosial politikmakna niat puasaniat puasa Ramadanpasar hukum IndonesiaRamadanRamadan 2026Refleksi keadilan hukumsedekah takjilsolidaritas rakyat Ramadanspiritualitas puasa
Share7Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured

    Panduan Lengkap Lokasi Salat Idul Fitri di Makassar: Dari Karebosi hingga Titik Muhammadiyah

    233 shares
    Share 93 Tweet 58
  • Selamat Jalan, Pak Umar

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Lokasi Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 20 Maret 2026 di Makassar: Lokasi dan Khatib

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Macet Parah GT Parungkuda Tol Bocimi H+3 Idulfitri 2026: Kendaraan Nyaris Tak Bergerak

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Ikatek Business Forum 2026: Ratusan Pengusaha Alumni Teknik Unhas Berkumpul di Makassar untuk Sinergi Bisnis

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026: Kemenhub Imbau Pemudik Pulang Lebih Awal atau Tunda

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Mudik Lebaran 2026: 4,41 Juta Penumpang Terbang, Soekarno-Hatta Paling Sibuk

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Mengapa Laptop Lawas, Macbook Pro 2014 13 inch Masih Banyak Dicari

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Veda Ega Pratama Ukir Sejarah: Pembalap Indonesia Pertama Podium Moto3 Brasil 2026

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Iran Buka Selektif Jalur Selat Hormuz untuk Kapal Komersial Jepang Pasca-Serangan

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.