Selasa, 24 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga

Integritas di ruang privat dan melawan delusi.

by A. Burhany
24/02/2026
in Opini
Reading Time: 6 mins read
A A
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured

Kita hidup di zaman yang terobsesi dengan kurasi dan dokumentasi. Nyaris tak ada bagian dari hidup yang tidak tersentuh lensa kamera atau kolom status. Kita memotret apa yang kita makan, menyiarkan di mana kita berada, bahkan momen paling personal pun sering dikemas untuk mendapat persetujuan publik. Agama pun tak luput dari panggung ini—swafoto saat beribadah, aksi derma yang direkam dengan kamera yang sudah siap sedia.

Di tengah hiruk-pikuk itu, Ramadan menyodorkan sebuah anomali yang indah: ibadah yang sifatnya sangat privat, sangat batiniah, dan nyaris mustahil untuk difoto.

Puasa.

Anda bisa memotret orang yang sedang salat. Bisa merekam tangan yang memberi zakat. Bisa mendokumentasikan perjalanan haji dari keberangkatan hingga kepulangan. Tapi bagaimana Anda memotret seseorang yang sedang menahan lapar demi Tuhannya?

Secara visual, orang yang berpuasa dan yang tidak berpuasa tampak identik. Tidak ada tanda fisik yang mencolok, tidak ada seragam khusus. Puasa adalah rahasia yang paling terjaga—antara seorang manusia dan nuraninya sendiri.

Bagi saya, inilah latihan integritas yang paling radikal.

Bayangkan Anda berada di ruangan yang terkunci rapat di tengah hari yang sangat terik. Di sana ada segelas air dingin yang mengembun, menggoda tenggorokan Anda yang kering. Tak ada kamera CCTV. Tak ada pasangan, teman, atau siapa pun. Secara logika, Anda bisa meminumnya dalam satu tegukan, lalu keluar dengan bibir yang masih tampak kering. Tak ada seorang pun di dunia ini yang akan tahu.

Tapi Anda memilih untuk tidak melakukannya.

Mengapa?

Karena di dalam kesunyian ruangan itu, Anda menyadari ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar pengawasan manusia. Ada janji yang Anda buat—dengan Tuhan, atau jika Anda lebih nyaman dengan bahasa yang universal, dengan integritas diri Anda sendiri.

Dalam teologi Islam, disebutkan bahwa semua amal ibadah manusia adalah untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. “Puasa adalah untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan memberi imbalannya.” Ungkapan ini menunjukkan betapa eksklusifnya hubungan ini. Puasa adalah ruang privat di mana validasi orang lain menjadi sama sekali tidak relevan.

Tapi ada lapisan yang lebih dalam dari sekadar integritas—dan ini yang baru saya sadari di penghujung minggu pertama ini.

Kita bicara tentang rasa lapar. Tapi pernahkah kita bertanya: siapa sebenarnya yang lapar?

Psikologi modern mengenal sebuah fenomena yang disebut limerence—kondisi di mana seseorang terobsesi bukan pada orang atau benda yang ia inginkan, melainkan pada perasaan yang ia harapkan akan diberikan oleh orang atau benda itu.

Kita tidak merindukan airnya; kita merindukan sensasi tidak haus lagi.

Kita tidak merindukan makanannya; kita merindukan sensasi kenyang.

Dan yang lebih dalam lagi—kita tidak merindukan Tuhan-nya; kita merindukan sensasi diterima oleh sesuatu yang lebih besar dari diri kita.

Ini bukan kesimpulan yang nyaman. Tapi jujur.

BACA JUGA:

Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur

Esai Ramadan #5: Menghitung Waktu, Menghargai Detik

Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu

Jadwal Lengkap Buka Puasa Makassar 2026 (1447 H): Waktu Imsakiyah dan Doa

Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta

Karena ternyata, lapar kita sering kali bukan tentang objeknya—bukan tentang air di gelas itu, bukan tentang makanan di meja itu.

Lapar kita adalah sinyal dari sesuatu yang jauh lebih mendasar: kekosongan yang mencari identitas.

Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - image 1

Dalam bahasa psikologi, ini disebut delusional detachment—kondisi di mana kita memisahkan diri dari rasa lapar yang sesungguhnya dengan cara melekatkan kelaparan itu pada objek di luar diri kita.

Kita lapar akan pengakuan, lalu kita pikir yang kita butuhkan adalah likes. Kita lapar akan kedamaian, lalu kita pikir yang kita butuhkan adalah kekuasaan dan uang untuk membelinya. Kita lapar akan Tuhan, lalu kita pikir yang kita butuhkan adalah citra kesalehan yang bisa difoto.

Puasa, secara radikal, memutus rantai delusi itu.

Saat kita berpuasa, kita tidak bisa lagi mengalihkan rasa lapar ke objek lain—karena semua objek dilarang. Yang tersisa hanyalah rasa lapar itu sendiri, dalam bentuknya yang paling telanjang. Dan di sanalah, pertama kali mungkin dalam waktu yang lama, kita berhadapan langsung dengan pertanyaan yang selama ini kita hindari: siapa yang sebenarnya lapar, dan apa yang sebenarnya ia cari?

Jawaban yang sering muncul dalam kesunyian itu mengejutkan: yang lapar bukan tubuh kita. Yang lapar adalah bagian dari diri kita yang selama ini kita beri makan dengan hal-hal yang salah—validasi, pengakuan, kemenangan kecil ego yang kita rayakan di media sosial.

Dan bagian itu tidak akan pernah kenyang dengan cara itu.

Seperti seseorang yang terobsesi pada orang yang tidak pernah benar-benar ada—yang jatuh cinta bukan pada realitas seseorang, tapi pada versi ideal yang ia ciptakan sendiri di dalam kepala—kita sering menjalani kehidupan spiritual dengan cara yang sama.

Kita membangun versi ideal dari diri kita yang saleh, lalu kita kejar versi itu sebagai tujuan, sementara kita sendiri—yang nyata, yang lelah, yang penuh kekurangan—ditinggalkan di belakang tanpa pernah benar-benar dirawat.

Puasa adalah terapi kejut untuk delusi itu. Ia memaksa kita untuk hadir di dalam tubuh yang lapar, bukan melarikan diri ke dalam citra diri yang kenyang.

Bagi kawan-kawan yang tidak berpuasa, pertanyaan ini tetap relevan: apakah selama ini kita sudah memberi makan bagian yang benar dari diri kita? Atau kita hanya sibuk memperindah tampilan luar sementara yang di dalam terus kelaparan?

Integritas bukan hanya tentang apa yang kita lakukan ketika tidak ada yang memperhatikan. Ia juga tentang kejujuran kita dalam mengenali apa yang sebenarnya kita butuhkan—dan keberanian untuk tidak mengalihkan kebutuhan itu ke tempat yang salah.

Di penghujung minggu pertama ini, Ramadan mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang selesai dengan dirinya sendiri. Manusia yang tidak butuh penonton untuk menjadi baik. Yang mampu menjaga rahasianya dengan Tuhan—atau dengan kebenaran—di tengah dunia yang berisik menuntut pengakuan.

Puncak dari rindu adalah kesetiaan dalam sunyi. Kita tidak butuh dunia tahu seberapa haus kita, karena yang kita cari bukan pujian manusia.

Dan yang lebih dalam: kita tidak butuh mengalihkan rasa haus itu ke tempat yang tidak bisa memuaskannya.

Rahasia yang paling terjaga bukan hanya bahwa kita berpuasa. Rahasia yang paling terjaga adalah apa yang sesungguhnya kita rindukan—dan apakah kita sudah cukup jujur untuk mengakuinya, bahkan kepada diri sendiri, bahwa kita masih mencintai bayangan, bukan realitas.

Selamat menatap rahasia masing-masing.

Tags: berbuka puasaesai Ramadanmakna niat puasaniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasa
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured

Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur

23/02/2026
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured

Esai Ramadan #5: Menghitung Waktu, Menghargai Detik

22/02/2026
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured

Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu

21/02/2026
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured

Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta

20/02/2026
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured

Esai Ramadan #2: Menunggu Berbuka, Menunggu Tuhan

20/02/2026
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured

Esai Ramadan #1: Menata Niat Puasa dan Niat Merindu

19/02/2026
sd monginsidi makassar wartakita cr

Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

05/02/2026
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured

Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

05/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    498 shares
    Share 199 Tweet 125
  • 10 Gempa Bumi Terkini di Indonesia: Update BMKG hingga 23 Februari 2026

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gowa Sabet Dua Penghargaan Sekaligus di Bidang Perdagangan dan Perindustrian

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Operasi Miras Polisi Tumpahkan Puluhan Liter Ballo

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kesalahan Fatal Kode AI: Hapus Seluruh Drive Akibat Perintah Sederhana, Pelajaran Berharga untuk Developer

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Jadwal Lengkap Buka Puasa Makassar 2026 (1447 H): Waktu Imsakiyah dan Doa

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • PP 50/2025: Diskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Perlindungan Pekerja Informal

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.