Senin, 16 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

by Redaktur
16/03/2026
in Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Saya tidak menyangka akan merasa seperti ini.

Dua puluh tujuh hari lalu, saya menghitung hari-hari puasa yang masih tersisa dengan perasaan yang jujurnya campur aduk—semangat, tapi juga sedikit berat membayangkan perjalanan panjang di depan.

Kini, dengan hanya beberapa hari tersisa, saya justru menghitung ke arah yang berlawanan. Dan ada sesuatu di dada yang tidak sepenuhnya bisa saya namai.

Bukan kesedihan biasa.


Secara logika, seharusnya kita bersorak. Tenggorokan tidak akan lagi terasa seperti gurun. Meja makan akan kembali riuh di siang hari. Beban itu akan diangkat.

Tapi mengapa justru ada air mata yang jatuh?

Saya pikir—dan ini baru saya sadari benar-benar malam ini—kita menangis bukan karena tidak puas beribadah. Kita menangis karena kita baru menyadari betapa buruknya kita sebagai tuan rumah.


Ramadan datang sebagai tamu. Tapi ia tidak meminta dilayani. Ia justru yang datang membawa oleh-oleh—pengampunan, ketenangan, kejernihan yang tidak bisa kita beli sendiri.

Ia masuk ke rumah kita yang berantakan oleh ambisi dan keserakahan dan dosa-dosa yang kita normalisasi, lalu ia menyapu lantainya, membersihkan jendelanya, menyalakan lampu di sudut-sudut yang sudah lama gelap.

Sang Tamu yang memuliakan tuan rumah. Bukan sebaliknya.


Di antara semua oleh-oleh yang ia bawa, ada satu yang paling misterius dan paling dicari: malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Lailatulkadar.

Kita sudah membicarakannya—tentang malam-malam ganjil, tentang peluang yang menjadi dua kali lipat karena perbedaan hisab dan rukyat, tentang embun di ujung daun yang enggan jatuh hingga matahari terbit. Tapi di malam ke-27 ini, saya ingin melihatnya dari sudut yang berbeda.

Lailatulkadar bukan hanya tentang mendapatkan malam yang tepat. Ia tentang menjadi orang yang layak menerimanya—orang yang sudah cukup dikosongkan oleh lapar, cukup digosok oleh muhasabah, cukup dilembutkan oleh perjumpaan dengan wajah-wajah asing dan guru honorer dan percakapan yang jujur. Orang yang tidak lagi datang dengan daftar permintaan, tapi dengan tangan yang terbuka.

Dapat atau tidak, dengan tanda alam atau tanpa tanda—mereka yang benar-benar bertemu dengan malam itu tidak pulang dengan piala. Mereka pulang dengan ketenangan. Ketenangan orang yang sudah berhenti berdebat dengan takdirnya sendiri.


Dan sekarang Sang Tamu sudah berdiri di ambang pintu. Sudah mengenakan sepatunya.

Saya teringat perjalanan dua puluh tujuh hari ini—warung sari laut di kota kecil yang asing, guru honorer yang menunggu azan dengan wajah tenang, percakapan dengan anak yang belum lahir di tahun 2009, loket zakat dan kalkulator yang dibuka tutup berkali-kali.

Semua itu terjadi karena ada tamu di rumah yang memaksa saya untuk tidak bisa berpura-pura seperti biasa.


Tanpa “gangguan” fisik dari puasa, saya tahu saya berisiko kembali menjadi manusia mekanis. Kembali menjadi tuhan kecil yang merasa memiliki segalanya. Kembali sibuk dengan gawai dan pasar dan margin keuntungan—tanpa ada lapar yang mengetuk pintu dan mengingatkan saya bahwa saya hanya manusia.

BACA JUGA:

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan

Esai Ramadan #22: Cahaya di Atas Cahaya dan Niat yang Menjadi Bening

Itulah yang saya takutkan kehilangan. Bukan puasanya.


Tapi mungkin itulah justru pesan terakhir Sang Tamu sebelum ia menghilang di balik tikungan waktu:

“Aku pergi agar kau bisa mempraktikkan apa yang telah kuajarkan. Kemuliaan yang kuberikan padamu, jangan lepaskan bersama perpisahan ini.”


Malam ini, biarkan air mata itu mengalir jika ia mau mengalir. Biarkan ia menjadi bilasan terakhir bagi sisa-sisa kotoran di pakaian jiwa yang sudah kita cuci bersama selama dua puluh tujuh hari ini.

Jika Anda merasa rindu, itu tanda bahwa Anda sudah benar-benar bertemu. Jika Anda merasa kehilangan, itu tanda bahwa Sang Tamu berhasil meninggalkan jejak di hati Anda—dan jejak itu tidak ikut pergi bersamanya.

Yang kita anggap beban selama ini, ternyata adalah sayap.

Selamat bersiap berpisah dengan Sang Tamu yang Agung. Semoga kita adalah tuan rumah yang layak untuk dirindukan kembali olehnya di tahun depan.

Tags: berbuka puasaesai menjelang idul fitri 2026esai RamadanEsai Ramadan 2026kembali menjadi manusia mekanismakna niat puasamakna perpisahan ramadanMalam 27 RamadanMuhasabah Akhir Puasaniat puasa RamadanPerpisahan RamadanRamadanRamadan 2026ramadan sebagai tamu agungrefleksi malam 27 puasasedih ditinggal ramadanspiritualitas puasaTamu Agungtangisan akhir ramadan
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan

12/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #22: Cahaya di Atas Cahaya dan Niat yang Menjadi Bening

11/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #21: Lailatulkadar dan Malam Sejuta Cermin

10/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #20: Ambang Pintu dan Rahasia Siang Seribu Bulan

10/03/2026
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Esai Ramadan #19: Interupsi Suci dan Pemberontakan terhadap Rutinitas

09/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • eksekusi makam kuno di toraja wartakita.id

    Toraja: Ekskavator Hancurkan Tongkonan 300 Tahun, Warisan Budaya Terancam Punah

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • 7 Ide Potongan Rambut Pria dengan Aksen Garis (Line Up) Keren

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Tips Hijab Anti Lepek dan Tetap Segar Seharian

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar: 10 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Sepanjang 291 Km!

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • KPK OTT Bupati Cilacap: Kronologi, Dugaan Korupsi Proyek Pemkab, dan Tindak Lanjut

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    538 shares
    Share 215 Tweet 135
  • Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.