Sabtu, 28 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

by A. Burhany
28/02/2026
in Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Sepuluh hari pertama Ramadan kita habiskan untuk melihat ke dalam—meruntuhkan ego, menjaga kejujuran di ruang-ruang sunyi, memeriksa lidah dan keberanian kita menerima kebenaran, sekaligus berkata jujur walau pahit akibatnya pada diri sendiri. Lalu kita mulai melihat ke luar—ke pasar hukum, ke cermin yang dibawa rakyat, ke hubris yang menghuni gedung-gedung tinggi dan kita yang masih menuhankan diri.

Hari ini kita memasuki fase 10 hari kedua Ramadan: Maghfirah. Ampunan.

Semasa tinggal di Bandung antara 2010 hingga 2013, angkot adalah kendaraan umum yang saya gunakan sehari-hari—dan sering menjadi penumpang terakhir. Dengan bahasa Sunda yang kaku dan campur aduk, kerap berbincang dengan sopir-sopir angkot tentang banyak hal: dari perseteruan suporter Persib dan Persija, harga cabe, sambel jengkol, pilpres, pemilu, pilkada, hingga relokasi dan revitalisasi sari item.

Esai kali ini saya ingin meminjam sudut pandang sang sopir—berbagi kisah tentang ampunan dari kursi kemudi.

***

Tanganku masih mencengkeram kemudi ini dengan kaku. Di depanku, jalanan memanjang seperti nasib bangsa yang tak kunjung terang. Saya adalah sopir di bus yang kalian tumpangi—sebuah armada besar bernama PO Bus Parpol. Kalian naik dengan harapan sampai ke tujuan bernama “Keadilan, Kemajuan, Kesejahteraan”.

Namun saya sering memutar rute ke jalan-jalan tikus demi mengejar setoran untuk pemilik perusahaan, atau sekadar barter ban serep di pasar hukum yang tempo hari kita bicarakan.

Di masjid-masjid dan baliho-baliho pinggir jalan, wajah rekan-rekan saya terpampang rapi dengan senyum paling santun. Mereka bicara tentang pintu maaf yang terbuka lebar. Tapi sebagai sesama sopir, saya tahu satu rahasia pahit: ampunan bukanlah tombol reset yang bisa ditekan hanya dengan sujud yang lama atau sedekah yang banyak tak lupa ditempeli foto wajah saya.

Ampunan memiliki syarat mutlak—sebuah logika if and only if yang tak bisa ditawar.

Pertama, saya harus mengakui bahwa saya telah sengaja mengerem mendadak hingga kalian terbentur. Kedua, saya harus turun dari kursi kemudi, menatap mata kalian satu per satu di bangku belakang, dan memohon maaf atas rute palsu yang saya ambil. Dan ketiga—yang paling mustahil—kalian harus memaafkan saya.

Tanpa tiga syarat itu, ampunan Tuhan hanyalah imajinasi yang saya ciptakan untuk menenangkan diri sendiri. Dan tidak akan pernah sampai ke tahap diampuni yang indikasinya jelas: terhalang dari melakukan kesalahan yang sama.

***

Selama ini, kami para pengambil kebijakan dan pengawal kebijakan memperlakukan kalian bukan sebagai daulat penumpang, melainkan sebagai barang bawaan di bagasi. Kalian hanya dibutuhkan saat musim bayar tiket—Pemilu—setelah itu kalian adalah statistik yang berisik. Kami mematikan suara nurani kami agar bisa tidur nyenyak di atas penderitaan kalian.

Ada yang bilang neraka adalah api yang membakar kulit. Bagi saya, setelah bertahun-tahun memegang kemudi ini, neraka memiliki bentuk yang lebih mengerikan: nurani yang bisu.

Ketika saya melihat anak sekolah di pelosok Ngada tak punya pena dan buku tulis, dan hati saya tidak lagi berdesir—itulah neraka. Ketika saya melihat hukum dan jabatan diperjualbelikan seperti onderdil bekas, dan saya merasa itu wajar—itulah neraka. Dan ketika nurani itu benar-benar berhenti mengusik, ketika saya sudah merasa benar dalam kejahatan yang saya lakukan—maka itulah dasar neraka yang paling dalam.

***

Di fase Maghfirah ini, saya tidak ingin hanya meminta ampun kepada Langit.

Saya ingin meminta ampun kepada lantai. Kepada aspal yang saya lalui dengan angkuh, kepada penumpang yang saya telantarkan di terminal antah-berantah, kepada kejujuran yang saya gadaikan demi mahar politik.

BACA JUGA:

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit

Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat

Esai Ramadan #8: Berhala Etiket dan Sopan Santun

Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga

Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur

Sopir yang baik bukan dia yang paling lihai berkelit dari kemacetan. Ia adalah dia yang berani mengakui ketika salah jalan—ketika ia membahayakan penumpang yang membayarnya dan mempercayakan nyawanya padanya.

***

Saya menyadari ini bukan pengakuan yang mudah ditulis. Jauh lebih mudah berdiri di mimbar dan bicara tentang ampunan daripada duduk di bangku penumpang sendiri dan merasakan seperti apa rasanya ditipu oleh sopir yang tersenyum.

Tapi Ramadan mengajarkan satu hal yang tidak bisa saya hindari: ampunan yang sejati selalu dimulai dari yang paling dekat—dari cermin, bukan dari langit. Sebelum saya meminta langit memaafkan saya, saya harus turun lebih dulu. Turun dari kursi kemudi yang terlalu lama saya duduki dengan nyaman.

***

Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - image 1

Bagi kalian para penumpang—jangan biarkan kami tidur nyenyak dalam ampunan palsu. Teruslah mengetuk kaca spion kami. Teruslah bersuara dari bangku belakang. Sebab jika kalian berhenti bersuara dan kami berhenti merasa, bus ini tidak sedang menuju ke mana-mana yang baik. Kita sedang meluncur bersama menuju kesunyian hati nurani yang paling mematikan.

***

Hari ke-11 ini adalah tentang keberanian menatap cermin—bukan cermin yang dibawa rakyat seperti kemarin, melainkan cermin yang harus kita angkat sendiri dengan tangan kita yang gemetar.

Sebelum saya meminta Tuhan memaafkan saya, saya harus bertanya lebih dulu: bisakah saya memaafkan diri saya sendiri yang telah menjadi sopir yang buruk bagi kalian? Bisakah saya meyakinkan diri sendiri dan penumpang, bahwa tujuan yang kita tuju bukan harapan palsu yang diperbaharui setiap lima tahun?

Selamat memasuki fase ampunan yang jujur. Jangan hanya membersihkan sajadah—bersihkanlah jalanan yang kita lalui.

Tags: ampunan pejabat publikberbuka puasaesai politik ramadanesai Ramadanmakna maghfirah ramadanmakna niat puasametafora sopir busniat puasa Ramadannurani yang matipemimpin minta maafPO Bus ParpolRamadanRamadan 2026spiritualitas puasasyarat taubat pemimpin
Share8Tweet5Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit

27/02/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Esai Ramadan #9: Pasar Hukum dan Cermin yang Dibawa Rakyat

26/02/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Esai Ramadan #8: Berhala Etiket dan Sopan Santun

25/02/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga

24/02/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Esai Ramadan #6: Bahasa Tubuh dan Rasa Lelah yang Jujur

23/02/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Esai Ramadan #5: Menghitung Waktu, Menghargai Detik

22/02/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu

21/02/2026
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Esai Ramadan #3: Lapar dan Matinya Sang Pusat Semesta

20/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Wartakita Seismograf Gempa 4

    10 Gempa Bumi Terkini di Indonesia: Update BMKG hingga 23 Februari 2026

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    504 shares
    Share 202 Tweet 126
  • Kesalahan Fatal Kode AI: Hapus Seluruh Drive Akibat Perintah Sederhana, Pelajaran Berharga untuk Developer

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Menlu Ungkap Sumber Dana Pengiriman 8.000 Pasukan Indonesia ke Gaza untuk Misi ISF

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Esai Ramadan #4: Meja Makan dan Rahasia di Balik Sambal Dabu-Dabu

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Urgensi Revisi Perpres 112/2007 & Kebijakan Ekonomi 2015: Kemenkop & Pedagang Kecil Bersuara

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Segera Cek! Aturan Lengkap dan Jadwal Pencairan THR Pekerja Swasta 2026

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Samsung Puncaki Pasar DRAM Global Q4 2025, Sengit Bersaing dengan SK Hynix

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.