Sabtu, 21 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit

by A. Burhany
27/02/2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Saya pernah duduk berhadapan dengan seorang kawan ateis dalam diskusi yang panjang dan berasap. Dengan nada sarkastis yang cerdas, ia bertanya: “Mengapa manusia modern masih butuh agama? Bukankah surga dan neraka hanyalah dongeng pengantar tidur agar kita tidak saling membunuh saat gelap? Bahkan lebih keji lagi, hanya alat politik semata?”

Banyak orang mungkin menjawab dengan ayat-ayat ancaman atau janji-janji manis. Tapi hari itu saya menyadari sesuatu yang lebih mendasar—tentang anatomi jiwa saya sendiri.

Saya katakan padanya bahwa hubungan saya dengan Tuhan telah berevolusi.

Dulu, mungkin saya seperti budak—menjalankan ritual karena takut cambuk neraka. Lalu saya tumbuh menjadi pedagang—menghitung pahala seperti dividen saham, berharap investasi sujud saya akan ditukar dengan kapling surga yang eksklusif.

Tapi sekarang, di tahap ini, ber-Tuhan bukan lagi soal transaksi akhirat, tapi soal kesehatan mental kita, yang akan berdampak pada orang-orang di sekitar kita.

Saya butuh Tuhan karena saya takut pada satu hal: jika Tuhan tidak ada, maka saya—atau manusia lain di depan saya—berpotensi menuhankan diri. Dan tidak ada yang lebih berbahaya di muka bumi ini daripada manusia yang merasa dirinya pusat semesta tanpa langit-langit.

Kita tidak perlu jauh-jauh mencari contohnya.

Lihatlah apa yang terungkap dalam Epstein Files—skandal yang mengguncang tembok peradaban kita. Di sebuah pulau pribadi yang jauh dari jangkauan hukum publik, orang-orang dengan kekuasaan dan harta melimpah membangun dunia mereka sendiri, lengkap dengan ilusi keilahian. Mereka merasa kebal hukum, merasa bisa membeli nasib manusia lain seolah-olah mereka adalah pencipta takdir.

Atau lihat previlese di kalangan pejabat, petinggi, dan wakil-wakil kita di DPR. Mengeluhkan tunjangan perumahan 50 juta sebulan, sementara masih banyak rakyat yang mereka wakili tinggal di emperan dan di bedeng kardus tepi rel kereta api.

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - image 1

Digaji dan difasilitasi dengan uang pajak dari rakyat jelata, mulai dari PPN saat membeli telur di warung, hingga potongan PPh gaji ASN dan karyawan swasta, tapi ingin dirajakan saat melintas di jalan publik dan sebagian tega menindas rakyat, hingga kebijakan-kebijakan yang lebih mementingkan kepentingan kelompok dan golongannya.

Inilah yang oleh orang Yunani kuno disebut hubris—kesombongan ekstrem yang membuat manusia merasa setara dengan para dewa.

Ketika manusia tidak lagi mengakui otoritas yang lebih tinggi dari dirinya sendiri—baik itu Tuhan, nurani, atau hukum yang absolut—maka ia akan mulai menuhankan hartanya, menuhankan jabatannya, menuhankan hawa nafsu dan ambisinya sendiri. Dan di situlah peradaban mulai retak dari dalam.

Ramadan, di hari kesepuluh ini, hadir sebagai penawar bagi hubris.

Puasa adalah pengingat biologis yang paling kasar bahwa kita bukan dewa. Seorang dewa tidak akan gemetar hanya karena belum minum air sejak fajar. Seorang dewa tidak akan kehilangan kendali emosinya hanya karena terjebak macet dengan perut kosong. Dalam rasa lapar yang kita rasakan hari ini, ada sesuatu yang sedang diruntuhkan—berhala-berhala yang selama ini kita bangun diam-diam di dalam kepala kita sendiri.

Bagi saya, esensi beragama adalah tentang menetapkan batas. Saya memilih sujud agar saya tidak pernah menundukkan kepala pada materi.

Saya memilih mengakui kebesaran Tuhan agar saya tidak pernah merasa besar di depan orang-orang lain—termasuk mereka yang memilih jalan yang berbeda dari saya.

Bagi kawan-kawan yang tidak meyakini konsep Tuhan secara personal, nilai ini tetap krusial secara universal. Peradaban yang sehat membutuhkan langit-langit—standar moral yang lebih tinggi dari kepentingan pribadi.

BACA JUGA:

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

Kementerian ESDM Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Sulawesi Jelang Ramadan & Idul Fitri 1447 H

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

Ramadan 2026: Hari ini 17 Maret berapa Ramadan?

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

Tanpa itu, kita hanya akan terus melahirkan tuhan-tuhan kecil yang haus kuasa di kantor-kantor pemerintahan, di puncak korporasi, di lembaga-lembaga keagamaan, dan di meja-meja birokrasi yang kemarin kita bicarakan.

Di penghujung 10 paruh pertama Ramadan ini, mari kita periksa: siapa yang sedang duduk di singgasana hati kita? Apakah benar Tuhan—ataukah ego kita yang sedang menyamar mengenakan jubah kesalehan?

Jangan sampai kita berpuasa sebulan penuh, namun tetap membawa mentalitas tuhan-tuhan kecil yang merasa berhak menghakimi dan menguasai sesama.

Mari kita nikmati rasa lemah ini—karena justru di dalam kelemahan itulah, kemanusiaan kita yang sejati sedang diselamatkan.

Selamat menghancurkan ilusi keilahian di dalam diri.

Tags: bahaya kekuasaan tanpa batasberbuka puasaesai Ramadanesai refleksi Ramadanfilosofi puasahubris adalahkesombongan pejabatmakna niat puasamakna puasa menahan egoniat puasa RamadanRamadanRamadan 2026spiritualitas puasaTunjangan DPR
Share5Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Esai Ramadan #23: Ganjil yang Genap dan Arsitektur Keseimbangan

12/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

    Panduan Lengkap Lokasi Salat Idul Fitri di Makassar: Dari Karebosi hingga Titik Muhammadiyah

    230 shares
    Share 92 Tweet 58
  • Lokasi Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 20 Maret 2026 di Makassar: Lokasi dan Khatib

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Fenomena Blood Moon: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Dari Garasi Militer ke Metaverse: Internet, Bukan Sekadar Jari Jempolmu

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar: 10 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Sepanjang 291 Km!

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 1 Syawal 1447 H: Mampukah Lebaran 2026 Dirayakan Serentak?

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.