Pemerintah Kabupaten Luwu menunjukkan sikap proaktif dan menyambut antusias rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Langkah ini merupakan wujud sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam rangka pengabdian masyarakat.
Poin Penting
- Pemerintah Kabupaten Luwu menyambut baik rencana KKN mahasiswa UIN Alauddin Makassar.
- Bupati Luwu, Patahudding, menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh pelaksanaan program.
- Pertemuan audiensi membahas detail pelaksanaan, termasuk koordinasi pemondokan dan posko.
- KKN direncanakan dimulai dengan survei lokasi pada Februari 2026, pemberangkatan Maret 2026, dengan durasi 45 hari.
- Beberapa kecamatan di Luwu akan menjadi lokasi KKN, dengan fokus pada dukungan program pemerintah daerah.
Kolaborasi Strategis Pemkab Luwu dan UIN Alauddin Makassar untuk KKN
Pertemuan antara Bupati Luwu, Patahudding, dengan perwakilan UIN Alauddin Makassar, dipimpin oleh Kepala Pusat Kajian Islam Sains dan Teknologi, Prof. Supardin, menggarisbawahi pentingnya sinergi antara sektor pendidikan dan pemerintahan. Kehadiran Prof. Supardin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni UIN Alauddin Makassar memperkuat jembatan komunikasi antara kampus dan daerah. Diskusi ini krusial untuk memastikan bahwa program KKN dapat berjalan lancar, memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Luwu, serta menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa.
Pemerintah Daerah: Pilar Pendukung KKN Mahasiswa
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Luwu, Patahudding, secara tegas menyatakan dukungannya yang penuh terhadap rencana KKN mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Komitmen ini dibuktikan dengan kesiapan pemerintah daerah untuk mengoordinasikan berbagai kebutuhan logistik dan administratif. “Kami akan menyampaikan kepada Apdesi untuk mengoordinir penempatan pemondokan dan posko KKN. Apa yang menjadi kebutuhan peserta KKN, insya Allah akan kami support. Jika ada kendala, silakan disampaikan,” ujar Bupati Patahudding, menggarisbawahi komitmennya untuk memfasilitasi kelancaran program. Beliau juga menyuarakan harapan agar kuota mahasiswa yang berpartisipasi dalam KKN dapat ditingkatkan, khususnya untuk memberikan kontribusi signifikan dalam program pemerintah daerah di sektor keagamaan.
Kehadiran Kepala Bappelitbangda Kabupaten Luwu, Moh. Arsal; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Luwu, Ahyar Kasim; Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Luwu, Imran; serta Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu, menunjukkan keseriusan dan keterlibatan berbagai elemen pemerintah daerah dalam mendukung inisiatif ini.
Detail Pelaksanaan KKN: Jadwal dan Lokasi
Prof. Supardin menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat dan dukungan yang diberikan oleh Bupati Luwu. Rencana pelaksanaan KKN ini telah disusun dengan matang, mencakup jadwal yang terukur dan penetapan lokasi yang strategis. Survei lokasi KKN dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2026, diikuti dengan pemberangkatan mahasiswa pada bulan Maret 2026. Program KKN ini akan berlangsung selama 45 hari, memberikan waktu yang cukup bagi mahasiswa untuk berinteraksi, berkontribusi, dan menyerap pengetahuan langsung dari masyarakat.
Lokasi KKN akan difokuskan pada beberapa kecamatan yang telah diidentifikasi memiliki kebutuhan dan potensi untuk menjadi tempat pengabdian mahasiswa, yaitu Kecamatan Larompong, Kecamatan Larompong Selatan, Kecamatan Bajo Barat, dan Kecamatan Kamanre. Pemerintah desa di wilayah tersebut diharapkan untuk berperan aktif dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, seperti pemondokan dan posko KKN, agar para mahasiswa dapat segera beradaptasi dan memulai kegiatan mereka setibanya di lokasi. Penyesuaian jumlah mahasiswa di setiap lokasi akan dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang ada, memastikan efektivitas dan efisiensi program.























