Wartakita.id, GOWA — Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, kembali menorehkan prestasi membanggakan bagi Bumi Anging Mammiri. Kali ini, apresiasi datang dari tingkat nasional melalui Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026 yang diserahkan langsung di Surabaya, Jumat (6/11/2026).
Penghargaan bergengsi ini merupakan bentuk pengakuan atas perhatian besar yang diberikan Bupati Gowa terhadap pengembangan pendidikan nonformal dan informal (PNFI), khususnya pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di wilayah Kabupaten Gowa. Anugerah ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Intinya
- Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, dianugerahi Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026 atas kontribusinya dalam memajukan pendidikan nonformal dan informal.
- Penghargaan diserahkan di Graha Sawung Galing Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus Lidah Wetan, Surabaya, pada Jumat, 6 November 2026.
- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad, menerima penghargaan tersebut mewakili Bupati Gowa.
- Penghargaan ini diberikan karena Bupati Gowa dinilai sangat peduli terhadap PKBM dan program pendidikan kesetaraan di Kabupaten Gowa.
- PKBM di Gowa terbukti aktif menyelenggarakan kegiatan belajar dan ujian penyetaraan Paket A, B, dan C secara rutin setiap tahun.
- Apresiasi serupa juga diberikan kepada Gubernur Sulawesi Selatan serta Bupati Barru, Maros, dan Takalar.
- Acara ini turut disaksikan oleh Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD, Dikdas, dan PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto.
Penyerahan anugerah dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (DPP FK PKBM) Indonesia, Tuppu Bulu Alam, kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad. Taufiq Mursad menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diterima, seraya menegaskan bahwa perhatian Bupati Gowa terhadap pendidikan nonformal bukanlah sekadar retorika.
“PKBM di Kabupaten Gowa memang sangat kami perhatikan. Setiap tahun, kami memastikan kegiatan belajar dan ujian penyetaraan untuk Paket A, B, dan C berjalan lancar. Ini adalah wujud nyata komitmen Bapak Bupati untuk memberikan kesempatan pendidikan yang sama bagi semua warga Gowa,” ujar Taufiq Mursad dalam keterangannya.
Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia ini menjadi bukti nyata bahwa upaya pengembangan pendidikan kesetaraan di Gowa mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Keberadaan PKBM yang aktif dan didukung penuh oleh pemerintah daerah membuka pintu bagi masyarakat yang belum sempat menempuh pendidikan formal untuk tetap bisa meraih ijazah setara. Hal ini tentu sangat berarti dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gowa.
Dalam kesempatan yang sama, penghargaan serupa juga diberikan kepada Gubernur Sulawesi Selatan, serta Bupati dari Kabupaten Barru, Maros, dan Takalar. Kehadiran Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD, Dikdas, dan PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Bapak Gogot Suharwoto, turut menambah khidmat acara penyerahan anugerah ini.
Kerap Ditanyakan
T: Apa itu Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia?
J: Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia adalah penghargaan yang diberikan oleh Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Indonesia kepada individu atau pemerintah daerah yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam memajukan sektor Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) di Indonesia.
T: Mengapa Bupati Gowa menerima penghargaan ini?
J: Bupati Gowa menerima penghargaan ini karena dianggap memberikan perhatian besar dan kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan nonformal atau pendidikan kesetaraan, khususnya di PKBM-PKBM yang ada di Kabupaten Gowa.
Kontributor: Budi S.
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























