Wartakita.id – Kabupaten Aceh Timur kembali dilanda banjir susulan yang menyebabkan genangan meluas hingga mencakup 44 desa di 10 kecamatan. Intensitas hujan tinggi sejak Rabu malam menjadi pemicu utama meluasnya musibah ini, memaksa ribuan warga terdampak untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Poin Penting:
- Banjir susulan melanda 44 desa di 10 kecamatan Kabupaten Aceh Timur.
- Penyebab utama adalah hujan intensitas tinggi yang terjadi sejak Rabu (7/1) malam.
- Sebanyak 5.032 jiwa dari 1.191 keluarga terdampak, dengan 130 jiwa mengungsi.
- Belum ada laporan korban jiwa, luka-luka, atau warga hilang.
- BMKG sebelumnya telah mengingatkan potensi cuaca ekstrem terkait Siklon Tropis Jenna.
Perluasan Wilayah Banjir dan Dampak bagi Warga
Situasi banjir di Kabupaten Aceh Timur dilaporkan kian meluas. Jika sebelumnya banjir hanya merendam lima kecamatan, kini dampaknya telah merambah hingga ke sepuluh kecamatan. Hal ini dikonfirmasi oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur, Afifullah. “Sebelumnya, banjir terjadi di lima kecamatan, tetapi kini meluas hingga 10 kecamatan. Banjir susulan ini akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu (7/1) malam. Sejumlah gampong kembali tergenang, bahkan ada yang mengalami kenaikan debit air cukup signifikan,” ujar Afifullah, seperti dikutip dari Antara.
Sepuluh kecamatan yang kini terdampak banjir susulan adalah Simpang Ulim, Pante Bidari, Indra Makmur, Banda Alam, Madat, Julok, Bireum Bayeun, Rantau Pereulak, Sungai Raya, dan Rantau Selamat. Berdasarkan data sementara yang dihimpun, tercatat sebanyak 5.032 jiwa dari 1.191 keluarga terdampak langsung oleh genangan air.
Upaya Penanganan dan Pengungsian
Dari total warga yang terdampak, mayoritas masih bertahan di rumah masing-masing. Sebanyak 4.902 jiwa dari 1.151 keluarga memilih untuk tetap berada di kediaman mereka. Namun, sebagian warga lainnya memilih untuk mengungsi demi keselamatan. Tercatat 130 jiwa dari 40 keluarga telah dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih aman. Mereka tersebar di tiga titik pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, luka-luka, maupun warga yang dilaporkan hilang akibat banjir ini. Pihak BPBD terus melakukan pendataan dan pemantauan secara berkala. Data yang ada masih bersifat sementara dan memungkinkan untuk terus diperbarui seiring perkembangan situasi di lapangan.
Peringatan dan Imbauan
Afifullah mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang berdomisili di daerah rawan banjir, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. “Kami mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan banjir untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan segera mengungsi apabila debit air terus meningkat,” tegasnya.
Pihak BPBD Kabupaten Aceh Timur terus mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir susulan. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh faktor cuaca yang diperkirakan masih berpotensi hujan lebat di beberapa wilayah. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S, yang kemudian berkembang menjadi Siklon Tropis Jenna di Samudra Hindia barat daya Lampung. Sistem ini menjadi salah satu pemicu utama gelombang tinggi, angin kencang, serta hujan lebat, terutama di Sumatera bagian selatan dan Jawa bagian barat, yang juga dapat berdampak pada wilayah lain.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus berupaya melakukan penanganan darurat dan memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi. Diharapkan kondisi dapat segera membaik dan genangan air dapat surut secepatnya, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.























