Minggu, 18 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Bantargebang: Proyek Energi dari Sampah dan Ancaman Bom Waktu Gas Metana

by Pewarta Warga
22/05/2026
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 5 mins read
A A
img-1779401590-74b4579c94a29fb3

BACA JUGA:

Mengapa Cuaca Panas Membuat Kita Mudah Marah? Penjelasan Ilmiah dari Wartakita.id

Leonardo DiCaprio Angkat Bicara: Karhutla Indonesia Ancaman Nyata bagi Satwa Liar dan Iklim

Mikroplastik Ancam Perairan Sulawesi Selatan: Dampak Lingkungan dan Solusi Terpadu

3 Bulan DLH Makassar Terapkan Kebijakan Pilah Sampah, Edukasi Tanpa Sanksi

DKI Jakarta Perluas Transportasi Gratis untuk 21 Golongan Mulai 2027

TPA Bantargebang, fasilitas kelolaan sampah raksasa, kini menjadi sorotan ganda: sebagai sumber potensi energi terbarukan sekaligus bom waktu gas metana yang kian mendesak penanganan. Proyek waste-to-energy (WtE) terus digalakkan, namun bayang-bayang ancaman lingkungan dan sosial masih membayang.

Potensi Energi dan Proyek Waste-to-Energy

Luas mencapai 110,3 hektare, Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPST) Bantargebang telah lama menjadi lokasi pembuangan akhir bagi jutaan ton sampah Ibu Kota. Sejak 2020, sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) skala kecil telah beroperasi di sana. Fasilitas ini, hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menggunakan teknologi termal untuk mengubah sampah menjadi listrik. Kementerian Pekerjaan Umum, melalui Ditjen Cipta Karya, berperan dalam tahap pre-treatment untuk menyaring sampah yang tidak dapat dibakar.

PLTSa ini mampu mengolah 100 ton sampah per hari dan menghasilkan sekitar 700 kWh listrik. Dengan capacity factor 95%, operasionalnya tergolong stabil dan konsisten, didukung oleh tim ahli dan tenaga terampil. Biaya operasionalnya diperkirakan mencapai Rp500.000 per ton sampah.

Namun, rencana pengembangan proyek waste-to-energy (WtE) di Bantargebang terus digencarkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengalokasikan dua lokasi potensial untuk pengembangan skala besar kepada Badan Pengelola Investasi Dana Nusantara (Danantara). Salah satu lokasi yang diajukan berada di area TPST Bantargebang, meskipun lahannya bukan milik pemerintah melainkan pihak swasta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, memastikan bahwa lahan tersebut dapat digunakan untuk pengolahan sampah dan menjamin ketersediaannya.

Fasilitas WtE yang akan dibangun ini dipastikan berbeda dan bukan sekadar pengembangan dari pilot project PLTSa yang sudah ada. Proyek kolaborasi dengan Danantara ini semakin intensif digalakkan, terutama setelah insiden longsoran sampah di Bantargebang pada 8 April lalu yang merenggut belasan korban jiwa. Musibah tersebut menjadi pengingat keras akan kondisi TPST Bantargebang yang telah melewati batas daya tampungnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pernah menyatakan harapannya agar kejadian serupa tidak terulang dengan adanya proyek WtE di Bantargebang. Selain di Bantargebang, proyek WtE juga direncanakan akan dibangun di Tanjung Kamal Muara, Jakarta Utara. Kedua fasilitas ini diperkirakan mampu mengelola total 3.000 ton sampah per hari, baik sampah baru maupun sampah lama yang menumpuk.

Pelibatan Pemulung dalam Pengelolaan Sampah

Di tengah geliat proyek pengelolaan sampah menjadi energi, isu pelibatan para pemulung menjadi poin krusial yang disuarakan oleh Andi, perwakilan dari Ikatan Pemulung Indonesia (IPI). Ia menyayangkan minimnya keterlibatan pemulung dalam program-program pemerintah, baik itu yang berbasis refuse derived fuel maupun PLTSa.

“Jangan bikin pemulung baru yang punya ijazah,” tegas Andi, menyiratkan harapan agar program pemerintah tidak justru menggusur mata pencaharian masyarakat informal ini. IPI terus berupaya menyampaikan pandangannya kepada pemerintah agar pemulung dapat dilibatkan secara konstruktif. Menurutnya, para pekerja informal ini siap mendukung program pemerintah asalkan dilibatkan dengan baik, misalnya dengan menyerahkan sampah yang belum diolah untuk mereka kelola terlebih dahulu.

Unit Pengelola TPST Bantargebang belakangan ini mulai mengajak diskusi para pemulung untuk menggalang dukungan program pemerintah, termasuk pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Namun, Andi menyampaikan bahwa hingga kini belum ada kesepakatan yang benar-benar menguntungkan bagi kedua belah pihak. Ia merasa bahwa niat Pemprov DKI Jakarta cenderung untuk meniadakan peran pemulung, meskipun tidak diucapkan secara langsung.

Jika memang pemulung harus ditiadakan perannya, Andi menekankan pentingnya adanya pekerjaan baru sebagai bantalan ekonomi bagi masyarakat agar mata pencaharian mereka tidak hilang begitu saja.

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menyatakan komitmennya untuk melibatkan para pemulung dalam proyek-proyek pengelolaan sampah, termasuk WtE. Ia berencana membicarakan hal ini langsung dengan para pemulung di Jakarta, bahkan telah berencana bertemu dengan 6.000 pemulung sebagai perwakilan.

“Pemulung kan tetap harus misah-misah (sampah), mungkin bisa dilibatkan di situ, tetap bekerja,” ujar Jumhur, mengindikasikan bahwa peran pemulung dalam memilah sampah akan tetap dibutuhkan.

Bantargebang sebagai ‘Bom Waktu’ Gas Metana

TPST Bantargebang kini menghadapi isu serius lainnya, yaitu sebagai penghasil gas metana terbesar kedua di dunia. Laporan dari tim riset Emmett Institute di University of California Los Angeles (UCLA) menempatkan Bantargebang di bawah TPA Campo de Mayo di Argentina dalam hal emisi metana.

Diperkirakan, Bantargebang akan menghasilkan sekitar 6,3 metrik ton gas metana setiap jam pada tahun 2025. Gas metana ini, yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan suhu bumi, berasal dari pembusukan sampah organik. Fakta ini sejalan dengan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, yang menunjukkan bahwa sampah sisa makanan atau organik mendominasi total sampah di Indonesia dengan proporsi sekitar 39,36%.

Menurut Dosen Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada, Hanifrahmawan Sudibyo, gas metana terbentuk ketika sampah organik dalam jumlah besar menumpuk dan menciptakan lingkungan ideal bagi aktivitas mikroorganisme anaerob. Gas ini dapat terlepas ke atmosfer jika tidak dikelola dengan baik.

Hanif menjelaskan bahwa metana secara alami merupakan bagian dari siklus karbon bumi. Namun, akumulasi limbah organik yang tidak terkelola optimal dapat menyebabkan produksi metana berlebihan. Potensi pemanasan global akibat metana jauh lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida dalam jangka waktu tertentu, menjadikannya isu penting dalam pengendalian emisi gas rumah kaca.

Mengolah Metana Menjadi Energi dan Mencegah Emisi

Gas metana dari tempat pembuangan sampah seperti Bantargebang sebenarnya dapat diolah menjadi sumber energi. Prosesnya meliputi teknologi penangkapan gas metana, yang biasanya menggunakan jaringan pipa vertikal atau horizontal di area timbunan sampah untuk mengumpulkan gas.

Gas yang terkumpul tersebut kemudian dapat dialirkan ke unit pemurnian atau pembangkit listrik tenaga biogas. Untuk menekan timbulan gas metana, langkah krusialnya adalah memilah sampah dan mengurangi jumlah limbah organik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir.

“Peningkatan konsumsi masyarakat tanpa diimbangi pengelolaan limbah yang baik akan meningkatkan beban TPA, baik dari sisi kapasitas maupun potensi pembentukan gas metana,” ujar Hanif, menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang beriringan dengan peningkatan konsumsi.


Bantargebang: Proyek Energi dari Sampah dan Ancaman Bom Waktu Gas Metana - image 1

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: BRINDKI Jakartaenergi terbarukangas metanalingkungan hiduppemulungpengelolaan sampahPLTSaTPA BantargebangWaste to Energy
Share11Tweet7Send

ARTIKEL TERKAIT

Sebuah kabut tebal menutupi tanah Aceh dengan warna kuning lembut, menyelimuti pegunungan jauh yang hanya terlihat kabur. Latar belakang menampilkan area pedesaan dengan pohon-pohon terpapar kabut dan

BMKG Ungkap: Kabut Asap di Aceh Disebabkan Asap Kiriman dari Kalimantan dan Sumatera

17/10/2026
Sebuah kelompok orang yang terlihat khawatir berkumpul di sekitar sebuah peta besar di atas meja konferensi. Mereka membahas strategi untuk mengurangi dampak kabut asap, dengan satu orang menunjuk ke

Stafsus Gubernur Jakarta Bicara Mitigasi Asap Karhutla, PJJ dan Modifikasi Cuaca

17/10/2026
Sebuah kabut tebal menghampiri desa, menciptakan suasana yang suram dan menekan. Anak-anak, berpakaian sederhana, bermain di lapangan main kecil yang berdebu. Wajah mereka tersembunyi oleh kabut, menu

IDAI: Karhutla Menimbulkan Ancaman Kesehatan Anak di Indonesia

17/10/2026
Sehari yang cerah di Malang dengan langit biru cerah. Matahari tinggi di langit, menyinari cahaya emas yang hangat ke bawah. Orang-orang dilihat menikmati cuaca yang menyenangkan, beberapa berjalan di

Cuaca Malang 17 Oktober 2026: Cerah, Suhu Siang 29°C – Wartakita.id

17/10/2026
RR. Nur, in a modern kitchen with minimal decor, is preparing a meal using fresh, locally-sourced ingredients. The kitchen is filled with reusable containers and natural materials, reflecting a zero w

Panduan Praktis Memulai Gaya Hidup Zero Waste dari Dapur Rumah Tangga

17/10/2026
RR. Nur, a meteorologist, is shown in front of a large digital weather screen displaying accurate predictions for Surabaya, East Java on October 17, 2026. The screen shows detailed weather patterns an

Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini: BMKG Rilis Prediksi Akurat untuk 17 Oktober 2026

17/10/2026
Seandscape with a clear sky partially covered by light clouds, sun casting a warm light, trees swaying gently, and rolling green hills in the distance, symbolizing a predominantly clear and slightly c

Prakiraan Cuaca Jabar 17 Oktober 2026

17/10/2026
RR. Nur berdiri di tengah hutan dengan pohon-pohon rindang dan langit yang dipenuhi awan hitam. Angin kencang berhembus, menyebabkan daun-daun bergerak dan ranting-ranting bergetar. Di latar belakang,

Peringatan Dini Cuaca Indonesia 17 Oktober 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang

17/10/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • black-framed-eyeglasses-on-computer-screen-scaled.jpg

    Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    856 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Pemerintah Jaga Harga Solar dan Pertalite Meski Kenaikan Minyak Dunia

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kelemahan Motor Listrik dan Penurunan Penjualan Merek Mobil, Wartakita.id

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Eddy Soeparno: Kepastian Investasi Kunci Transisi Energi Menuju Energi Bersih

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.