Wartakita.id – Hujan lebat yang mengguyur Kota Makassar sejak siang hari, 10 Januari 2026, memicu banjir di sejumlah titik strategis, termasuk jalan utama Kampus Universitas Hasanuddin. BMKG Wilayah IV telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, meminta pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah potensi korban jiwa.
Poin Penting:
- Hujan lebat sejak siang 10 Januari 2026 menyebabkan banjir di Kota Makassar.
- Kampus Universitas Hasanuddin dan kawasan rendah menjadi area terdampak banjir.
- BMKG Wilayah IV mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga 11 Januari 2026.
- Pemerintah Kota Makassar memimpin respons penanganan banjir melibatkan berbagai elemen masyarakat.
- Meskipun cuaca buruk, acara Makassar Half Marathon 2026 tetap dijadwalkan.
Detil Kejadian Banjir dan Peringatan Cuaca
Hujan deras disertai angin kencang mulai melanda Kota Makassar sejak pukul 12:30 WITA pada Sabtu, 10 Januari 2026. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan genangan air cepat meluas, merendam jalan-jalan utama di berbagai wilayah, termasuk kawasan kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) dan daerah dataran rendah lainnya. Fenomena ini terekam oleh warga dan menyebar cepat melalui media sosial, menimbulkan kekhawatiran publik.
Respons Pemerintah dan BMKG
Menghadapi situasi ini, Pemerintah Kota Makassar, di bawah kepemimpinan Wali Kota, langsung menginstruksikan peningkatan status siaga. Berbagai upaya mitigasi dan penanganan banjir segera dilakukan, melibatkan tim SAR, mahasiswa Universitas Hasanuddin, serta elemen masyarakat lainnya. Tujuannya adalah memastikan keselamatan warga dan mencegah timbulnya korban jiwa akibat banjir serta potensi bencana susulan seperti longsor.
BMKG Wilayah IV Makassar telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga 11 Januari 2026. Pemantauan cuaca secara *nowcasting* terus dilakukan oleh BMKG untuk memberikan informasi terkini kepada pihak terkait. Terbaru, pada pukul 14:30 WITA, pembaruan informasi cuaca telah dirilis untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut.
Kondisi Geografis dan Tantangan
Curah hujan tinggi yang terjadi merupakan bagian dari pola cuaca musiman di Sulawesi Selatan, namun diperparah oleh sejumlah faktor seperti buruknya sistem drainase perkotaan dan laju urbanisasi yang cepat. Kondisi ini secara historis seringkali memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di wilayah Makassar, Gowa, Maros, dan Pangkep. Pengalaman dari kejadian serupa sebelumnya menekankan pentingnya langkah mitigasi yang lebih komprehensif.
Perhatian Publik dan Event Olahraga
Berita mengenai banjir ini menjadi salah satu yang paling banyak dibaca oleh masyarakat lokal karena dampaknya yang langsung dirasakan. Selain itu, perhatian publik juga tertuju pada penyelenggaraan acara Makassar Half Marathon 2026 yang masih dijadwalkan berlangsung. Acara ini menargetkan sekitar 12 ribu peserta, yang secara tidak langsung menambah tingkat kekhawatiran terkait keamanan dan kenyamanan peserta di tengah potensi cuaca buruk yang masih berlangsung.























