Jumat, 2 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Kesehatan

Bahaya Timbal Tanpa Disadari Mengintai Kesehatan Anak

Gangguan kesehatan mental anak diduga dipicu tingginya kadar timbal di dalam darah

by Pewarta Warga
06/02/2024
in Kesehatan
Reading Time: 5 mins read
A A
timbal-aki-bekas

Tata kelola daur-ulang aki bekas harus diperbaiki.

BACA JUGA:

JKN di Makassar: Ibu Rumah Tangga Muhrani Rasakan Langsung Keringanan Biaya Kesehatan

UMKM Makassar Terbantu BPJS Kesehatan: Desy Novianti Bebas Biaya Obati Komplikasi Penyakit Berkat JKN

DPR Mendesak Investigasi Tuntas Kasus Keracunan Ratusan Siswa Akibat Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Tengah

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas ke Lima Provinsi, Penerbangan dan Kesehatan Terdampak – Status Siaga Tetap Berlaku

10 Jenis Daun Herbal yang Membantu Burung Kenari Gacor Terus, Nomor 8 Sering Jadi Lalapan Makan

Paparan timbal berdampak buruk bagi kesehatan mengintai anak-anak. Kadar timbal pada darah yang berbahaya ditemukan pada sebagian anak. Paparab timbal ini juga bisa mengganggu tumbuh kembang anak, demikian yang kami kutip dari kompas.com

Demikian hasil kajian Pusat Riset Kesehatan Lingkungan dan Okupasi Indonesian Medical Education and Research Institute Universitas Indonesia (IMERI UI) bersama dengan Yayasan Pure Earth Indonesia.

Kajian itu menyebutkan, 89 persen dari 564 anak memiliki kadar timbal pada darah yang melebihi ambang batas aman yang ditetapkan oleh WHO sebesar 5 mikrogram per desiliter. Bahkan, 4 persen memiliki kadar timbal darah yang harus mendapatkan terapi, yakni lebih dari 45 mikrogram per desiliter.

Ketua Kluster Pusat Penelitian Kesehatan Lingkungan dan Okupasi IMERI Dewi Yunia Fitriani menyampaikan hal itu, dalam konferensi pers ”Hasil Kajian Dampak Kesehatan Pajanan Timbal pada Anak dan Dewasa” di Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Dewi Yunia menyatakan, tingginya kadar timbal darah pada anak-anak yang menjadi subyek riset berkorelasi dengan pajanan di lingkungan sekitarnya berasal dari tanah dan debu. Selain itu ada hubungan signifikan kadar timbal darah pada ayah dan anak.

Paparan timbal bisa terjadi karena pekerjaan ayahnya tinggi paparan timbal. Beberapa rumah digunakan untuk mengumpulkan barang-barang mengandung timbal seperti kaleng bekas,” katanya.

Kampanye bahaya timbal di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Amir Hamzah, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2021). Dewi menyampaikan, timbal bisa ditemukan di udara, tanah, dan air. Pada kajian yang dilakukan lebih banyak ditemukan kadar timbal pada tanah. Anak-anak pun menjadi lebih rentan terpapar timbal karena anak-anak sangat mudah memasukkan tangan ke dalam mulut.

Sementara, sebagian besar anak-anak yang diteliti banyak bermain dan beraktivitas di tanah. Sebagian rumah dari penduduk juga masih beralaskan tanah.

Adapun kajian dilakukan di lima wilayah, yakni Desa Kadu Jaya Tangerang, Desa Cinangka Bogor, Desa Cinangneng Bogor, Desa Pesarean Tegal, dan Desa Dupak Surabaya.

Dari wilayah yang dipilih tersebut terdapat desa remediasi (pemulihan kontaminasi) dari paparan aki bekas. Ada pula desa yang ditemukan banyak warga bekerja mengumpulkan barang bekas, terutama kaleng bekas serta ada yang di dekat jalan raya.

Sebanyak 89 persen dari 564 anak memiliki kadar timbal pada darah yang melebihi ambang batas aman yang ditetapkan oleh WHO sebesar 5 mikrogram per desiliter.

Dokter spesialis anak yang juga peneliti di Pusat Riset Kesehatan Lingkungan dan Okupasi IMERI UI Ari Prayogo menjelaskan, tidak ada konsentrasi timbal dalam darah yang aman.

Paparan timbal bisa berdampak buruk bagi kesehatan serta tumbuh kembang anak. Timbal dapat menyebabkan penurunan kecerdasan, gangguan perilaku, dan masalah belajar.

Anak yang terpapar timbal bisa berisiko jangka panjang mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung, gangguan ginjal, gangguan imunitas, serta gangguan sistem reproduksi.

Selain itu paparan timbal berisiko menyebabkan anemia. Timbal yang berada dalam tubuh dapat mengganggu pembentukan sel darah merah. Hal tersebut akhirnya bisa menyebabkan terjadinya anemia pada anak.

Dalam kajian Pusat Riset Kesehatan Lingkungan dan Okupasi IMERI UI dan Yayasan Pure Earth Indonesia juga mengungkapkan anak dengan kadar timbal darah lebih dari 20 mikrogram per desiliter disertai kondisi anemia. Sebanyak 14 persen di antaranya ditemukan mengalami keterlambatan tumbuh kembang.

Petugas kesehatan mengambil sampel darah Ridho (12), anak penderita gangguan mental, di Desa Cinangka, Kabupaten Bogor, Kamis (20/9/2018). Gangguan mental yang dialami Ridho diduga salah satunya dipicu tingginya kadar timbal di lingkungan sekitarnya.

”Anak yang memiliki kadar timbal darah lebih dari 20 mikrogram per desiliter dengan anemia akan berisiko empat kali lipat mengalami keterlambatan tumbuh kembang,” kata Ari.

Bahaya Timbal Tanpa Disadari Mengintai Kesehatan Anak - image 1

Pencegahan

Staf pengajar Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Marinda Asiah Nuril Haya, menuturkan, risiko paparan timbal yang tinggi pada anak belum disertai kesadaran dan pemahaman baik di masyarakat.

Sebagian masyarakat tidak mengetahui apakah lingkungannya berisiko terhadap pajanan timbal. Kesadaran warga untuk meminimalkan pajanan timbal juga masih rendah.

Dari kajian di lapangan ditemukan banyak pekerja skala kecil yang berisiko terpapar langsung peralatan berbahan timbal tidak menggunakan alat pelindung diri.Para pekerja tersebut juga biasanya tidak langsung mengganti pakaian yang digunakan. Padahal, paparan timbal yang menempel di baju bisa berisiko terhirup atau bersinggungan dengan anak-anak di rumah.

Karena itu, Marinda menyampaikan, kesadaran masyarakat akan bahaya paparan dan pajanan timbal harus ditingkatkan.

Masyarakat harus diajak untuk lebih sadar menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat antara lain dengan mencuci tangan sebelum makan, dan menggunakan alas kaki saat bermain di luar rumah.

Selain itu, warga dianjurkan berganti pakaian selepas bekerja bagi orangtua yang akan bertemu dengan anak di rumah, serta selalu memastikan anak mendapatkan gizi seimbang.

Cetakan yang digunakan untuk menampung hasil peleburan aki bekas, berserakan di lokasi peleburan aki bekas ilegal di Kampung Janada Inpres, Desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Senin (20/8/2018).

Direktur Yayasan Pure Earth Indonesia Budi Susilorini mengatakan, tingginya kadar timbal yang ditemukan dari hasil kajian antara IMERI UI dan Yayasan Pure Earth menunjukkan penanganan timbal di masyarakat semakin mendesak.

Kontaminasi timbal di lingkungan serta dampak buruk bagi kesehatan mendorong semua pemangku kepentingan untuk melakukan penanganan dan pencegahan. ”Kami harap riset ini berlanjut jadi program surveilans nasional,” ujarnya.

Sebelumnya, hasil dari studi ”Rapid Market Screening (RMS)” Pure Earth pada lebih dari 5.000 sampel barang konsumsi dan produk makanan di 25 negara berpenghasilan rendah dan menengah menemukan tingkat prevalensi kandungan timbal yang melebihi baku mutu.

Kandungan tinggi tersebut ditemukan antara lain di peralatan makan berbahan logam (52 persen), peralatan makan keramik (45 persen), berbagai jenis cat (11 hingga 48 persen), mainan (13 persen ), dan kosmetik (12 persen).

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: gaya hidupKesehatankesehatan anaktimbal
Share10Tweet7Send

ARTIKEL TERKAIT

Bahaya Timbal Tanpa Disadari Mengintai Kesehatan Anak - Featured

JKN di Makassar: Ibu Rumah Tangga Muhrani Rasakan Langsung Keringanan Biaya Kesehatan

01/10/2026
Gambar fotorealistik seorang pria yang ditemukan meninggal dunia, mengapung di tepi sungai pedesaan di Kulon Progo, dengan tangan masih memegang erat pancing.

Tragedi di Sungai Sentolo: Pria Penderita Epilepsi Ditemukan Meninggal Dunia Saat Memancing, Tangan Masih Memegang Pancing

27/09/2026
Bahaya Timbal Tanpa Disadari Mengintai Kesehatan Anak - Featured

UMKM Makassar Terbantu BPJS Kesehatan: Desy Novianti Bebas Biaya Obati Komplikasi Penyakit Berkat JKN

26/09/2026
Bahaya Timbal Tanpa Disadari Mengintai Kesehatan Anak - Featured

Dinkes Sulsel Siaga Tinggi Antisipasi ‘Super Flu’ H3N2, Pantau Varian Baru Influenza A

25/09/2026
Bahaya Timbal Tanpa Disadari Mengintai Kesehatan Anak - Featured

Dua RS Regional Gowa dan Luwu Segera Hadir, Wujudkan Akses Kesehatan Merata di Sulsel

22/09/2026
Bahaya Timbal Tanpa Disadari Mengintai Kesehatan Anak - Featured

Bahaya Mager Usia 50+: Ancaman Nyata bagi Kesehatan dan Kualitas Hidup

19/09/2026
Bahaya Timbal Tanpa Disadari Mengintai Kesehatan Anak - Featured

Keracunan Massal Santri Sidoarjo: 512 Terjangkit Menu Bergizi Gratis, Investigasi Ketat Dilakukan

03/09/2026
1753927830_Tips-Mengelola-Kesehatan-Mental-di-Tengah-Kesibukan.jpeg

Menyelami Ketenangan: Seni Detoks Digital dan Mindfulness untuk Melawan Kelelahan Modern

23/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Bahaya Timbal Tanpa Disadari Mengintai Kesehatan Anak - Featured

    Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Hilirisasi Nikel Indonesia 2026: Target Ambisius Jadi Pusat Baterai EV Dunia, Mampukah Wujudkan Ekosistem Terintegrasi?

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Harga Kopra Sulawesi Bergerak Liar: Petani Kelapa Terjepit, Hilirisasi Jadi Harapan

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • #CekFakta Rumput Paragis untuk Menyembuhkan Kanker

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Sulsel Perkuat Pendidikan Vokasi, Jawab Tantangan Industri 4.0 dan Pengangguran

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Oops! Noda Cat Rambut Nempel di Baju? Salwa Punya Jurus Anti-Gagal Nih!

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    818 shares
    Share 327 Tweet 205
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.