Rabu, 17 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena

by Pewarta Warga
19/01/2026
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 3 mins read
A A
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured

Pada Minggu, 18 Januari 2026, Pulau Jawa diprediksi akan diselimuti hujan merata. Fenomena ini dipicu oleh adanya awan tebal yang terpantau di berbagai wilayah, mengindikasikan sistem konvektif yang aktif.

Poin Penting

  • Hujan diperkirakan turun merata di seluruh Pulau Jawa pada Minggu, 18 Januari 2026.
  • Penyebab utama adalah meluasnya awan tebal yang mengindikasikan sistem konvektif di atas pulau.
  • Konvergensi angin yang terbentuk akibat sistem konvektif dapat meningkatkan pembentukan awan hujan.
  • Fenomena ini merupakan hasil pertemuan antara ‘cold surge’ dari Benua Asia dan ‘southerly surge’ dari bibit siklon tropis 96S.
  • Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah diluncurkan di Jawa Tengah untuk mengurangi intensitas hujan dan memitigasi dampak banjir serta longsor.

Penyebab Awan Hujan Meluas di Pulau Jawa

Peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, menjelaskan bahwa awan tebal yang terpantau merata di atas Pulau Jawa menjadi indikasi utama hujan yang meluas. Pagi itu, terdeteksi tiga sistem konvektif: dua awan tebal meluas di utara Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta satu lagi di selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sistem-sistem konvektif ini, menurut Erma, menciptakan fenomena konvergensi atau daerah pertemuan angin yang meluas di Jawa, khususnya di bagian barat dan tengah. Konvergensi adalah salah satu faktor krusial yang dapat memicu dan meningkatkan pembentukan awan-awan hujan.

Pertemuan Dua Fenomena Iklim Kunci

Meluasnya awan hujan yang terjadi dan bertahan selama seminggu terakhir ini disebabkan oleh interaksi dua fenomena meteorologi penting: ‘cold surge’ dan ‘southerly surge’.

World Cup 2026
  • Cold Surge: Fenomena ini berasal dari benua Asia dan berperan memperkuat monsun barat. Udara dingin yang bergerak ke selatan ini membawa perubahan signifikan pada pola atmosfer.
  • Southerly Surge: Fenomena ini terkait dengan prakondisi badai tropis di Samudera Hindia. Saat ini, prakondisi tersebut telah berkembang menjadi bibit siklon tropis dengan kode 96S, yang secara tidak langsung memengaruhi pola cuaca di wilayah Jawa.

Kombinasi kedua fenomena inilah yang menciptakan kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan dan penguatan awan hujan secara luas di Pulau Jawa.

Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Bencana

Menghadapi dampak curah hujan yang tinggi, termasuk banjir dan tanah longsor yang melanda sedikitnya empat kabupaten di Jawa Tengah (Kudus, Pati, Jepara, dan Demak), Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah meluncurkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sebanyak tiga armada pesawat dikerahkan, dua di antaranya dari BNPB dan satu dari Provinsi Jawa Tengah, untuk melaksanakan OMC.

Kepala BNPB, Suharyanto, menegaskan bahwa tujuan OMC bukanlah untuk menghentikan hujan sepenuhnya, melainkan untuk mengurangi intensitas dan debit curah hujan. Diharapkan, hujan yang semula turun lebat hingga ekstrem dapat berubah menjadi sedang hingga lebat namun dengan durasi yang lebih singkat. Hal ini penting untuk mencegah penambahan parah kondisi banjir di wilayah yang terdampak, meskipun langit masih terlihat mendung.

World Cup 2026

Banjir yang terjadi di sejumlah daerah ini dilaporkan telah menimbulkan kerusakan infrastruktur signifikan, seperti jalan dan jembatan yang terendam bahkan putus. Laporan korban jiwa juga turut tercatat, dengan dampak bencana yang paling menonjol terjadi di Kabupaten Pati dan Jepara.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Pemprov Sulsel dan Kodam XIV/Hasanuddin Bersinergi Tangani Banjir Luwu Utara, Perkuat Tanggap Darurat

Bantargebang: Proyek Energi dari Sampah dan Ancaman Bom Waktu Gas Metana

BNPB Salurkan Bantuan Langsung ke Gereja Terdampak Gempa M7.6 di Minahasa, Sulawesi Utara

Gempa M7,6 Guncang Sulawesi Utara & Halmahera Utara: Kronologi, Dampak, dan Respons Pemerintah

Prediksi Cuaca Panas Ekstrem ‘Godzilla El Niño’ Landa Indonesia Mulai April 2026

Tags: awan hujan jawabanjir jawa tengahBNPBBRINcold surgefenomena ilmiahmodifikasi cuacasoutherly surge
Share9Tweet6Send
World Cup 2026

ARTIKEL TERKAIT

Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured

Breaking News: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu Sulawesi Tengah, Warga Berhamburan Keluar Bangunan

16/06/2026
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured

Gempa M 7,7 Filipina Selatan Picu Potensi Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia: Analisis BMKG dan Imbauan Kewaspadaan

08/06/2026
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured

Pulau Sampah Muncul Lagi di Muara Angke: Pemprov DKI Bergerak Cepat Atasi 8,8 Ton Timbunan

07/06/2026
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured

Teror Api Misterius di Sleman: 56 Titik Muncul, Keluarga Agus Berjaga Siang Malam di Tengah Investigasi

31/05/2026
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured

Bantargebang: Proyek Energi dari Sampah dan Ancaman Bom Waktu Gas Metana

22/05/2026
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured

Pemandu Gunung Dukono Ungkap Penyesalan Mendalam

13/05/2026
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured

BMKG: Monsun Australia Menguat, Musim Kemarau Mulai Menyapa Sejumlah Wilayah Indonesia

02/05/2026
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured

Hujan Meteor Lyrid 2026: Malam Ini Puncaknya, Warga +62 Siap-siap Saksikan Langsung!

22/04/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo - Arsip

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Mengapa Ekonomi Kita Belum Ambruk? Membedah “Ekonomi Zombie” dan Ilusi Ketahanan Kelas Menengah

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Pembukaan Piala Dunia 2026: Meksiko Menang di Azteca

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Bongkar Mesin “Ekonomi Zombie”: Cetak Biru Penyelamatan Kelas Menengah dari Meja Pengambil Kebijakan

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Piala Dunia 2026: Jeda Minum Berujung Blok Iklan, Penonton Global Marah

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pemkot Makassar Tawarkan Rp100 Juta: Warga Makassar, Ini Kriteria RT Pengelola Sampah Terbaik Anda!

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Semuanya yang Perlu ‘Noob’ Ketahui

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bank Dunia Beri ‘Alarm’ untuk Kelas Menengah Indonesia: Upah Riil Terus Anjlok, Kualitas Pekerjaan Menurun

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pete-pete Laut: Menjangkau Pulau Makassar dengan Transportasi Laut Terjangkau dan Terjadwal

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Awan Hujan Landa Jawa: Kombinasi Cold Surge & Southerly Surge Picu Fenomena - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.