Indonesia kembali mengalami aktivitas seismik yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau gempa bumi secara real-time melalui sistem InaTEWS.
Berikut adalah 10 kejadian gempa terkini yang tercatat (diurutkan dari yang paling baru hingga lebih lama, fokus pada yang dirasakan atau magnitudo signifikan berdasarkan laporan BMKG dan sumber terkait hingga pagi hari ini).
- 22 Februari 2026, 22:35:41 WIB – Magnitudo 5,2
Pusat gempa berada di laut, sekitar 110 km Barat Daya Kabupaten Agam, Sumatera Barat (koordinat 0,74° LS – 99,14° BT). Kedalaman 29 km. Gempa ini dirasakan di wilayah Agam, Pasaman, Pariaman, Padang, Bukittinggi, dan sekitarnya dengan skala intensitas III MMI (getaran nyata dalam rumah). Tidak berpotensi tsunami. Guncangan ini menjadi salah satu yang terkuat dalam daftar terkini. - 22 Februari 2026, 22:55:06 WIB – Magnitudo 3,9
Lokasi: Laut 35 km Barat Daya Mukomuko, Bengkulu (sekitar 2,89° LS – 101,07° BT). Kedalaman 27–31 km. Gempa dirasakan ringan di beberapa wilayah Sumatera bagian selatan. Tidak berpotensi tsunami. - 22 Februari 2026, 23:07:40 WIB – Magnitudo 2,4
Wilayah Bali Region (8,48° LS – 115,83° BT). Kedalaman 23 km. Gempa kecil ini tercatat di zona Bali dan sekitarnya, tidak dirasakan secara signifikan. - 22 Februari 2026, 04:05:10 WIB – Magnitudo 4,2
Pusat gempa di darat, 39 km Timur Laut Kabupaten Gayo Lues, Aceh (4,26° LU – 97,56° BT). Kedalaman 10 km. Dirasakan di Gayo Lues (II-III MMI) dan Bener Meriah (II MMI). Disebabkan aktivitas Sesar Besar Sumatra segmen Oreng. Tidak berpotensi tsunami. - 19 Februari 2026, 14:02:20 WIB – Magnitudo 5,1
Lokasi: Laut 52 km Barat Laut Kepulauan Aru, Maluku (5,60° LS – 133,78° BT). Kedalaman 67 km. Dirasakan di Dobo dan sekitarnya (skala II MMI). Tidak berpotensi tsunami. - 19 Februari 2026, 07:26:15 WIB – Magnitudo 5,7
Pusat gempa di laut, 110 km Timur Laut Buol, Sulawesi Tengah (1,54° LU – 122,17° BT). Kedalaman 10 km. Termasuk salah satu gempa terkuat dalam periode ini, dirasakan di wilayah Sulteng dan sekitar. Tidak berpotensi tsunami. - 18 Februari 2026 (waktu pagi/siang WITA) – Magnitudo ~5,0+ (detail variatif)
Beberapa sumber mencatat aktivitas di zona selatan Papua atau Maluku dengan M ≥5.0 (contoh 6.20 LS 131.32 BT). Gempa ini termasuk dalam daftar BMKG M 5.0+ terbaru. - 21 Februari 2026, sekitar 19:23 WIB – Magnitudo 4,6
Lokasi: 3 km Tenggara Kabupaten Tangerang, Banten (6,27° LS – 106,51° BT). Kedalaman 160 km. Gempa dalam ini dirasakan ringan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. - 22 Februari 2026 (malam) – Magnitudo 3,2
Pusat di laut Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Gempa kecil ini menambah catatan aktivitas di zona Sumbar yang aktif belakangan ini. - Berbagai gempa kecil 22 Februari 2026 (M <4,0)
Termasuk M 2,5 di Teluk Bintuni, Papua Barat (20:48 WIB), serta beberapa di Bali, Jawa, dan Sulawesi dengan kedalaman bervariasi. Gempa-gempa ini umumnya tidak dirasakan luas, tetapi menunjukkan aktivitas tektonik yang terus berlangsung.
Catatan Penting dari BMKG:
- Sebagian besar gempa di atas bersifat tektonik dan tidak berpotensi tsunami.
- Parameter awal bisa berubah setelah analisis ulang oleh seismolog.
- Masyarakat diimbau tetap tenang, hindari bangunan retak, dan ikuti arahan BPBD setempat jika gempa dirasakan kuat.
Indonesia berada di Cincin Api Pasifik, sehingga aktivitas gempa rutin terjadi. Pantau terus update resmi melalui situs bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, atau akun @infoBMKG di X untuk informasi terkini dan akurat.























