Peristiwa tragis kembali terjadi di Makassar, di mana seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun ditemukan meninggal dunia di Kanal Nuri, Kecamatan Tamalate. Insiden ini menyita perhatian tim SAR gabungan yang melakukan upaya pencarian intensif.
- Korban bernama Rafatar, 11 tahun.
- Ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Kanal Nuri.
- Kejadian dilaporkan pada hari Sabtu di Makassar, Sulawesi Selatan.
- Diduga terseret arus deras saat berenang bersama teman-temannya.
- Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah korban.
Kronologi Tenggelam dan Upaya Pencarian
Rafatar, seorang pelajar berusia 11 tahun, dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Kanal Nuri, Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar. Kejadian ini memicu respons cepat dari tim SAR gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Polri, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta relawan dan potensi SAR.
Menurut keterangan saksi mata, Rafatar sedang berenang bersama tujuh rekannya di kanal tersebut. Tiba-tiba, ia terseret arus kuat menuju bagian tengah kanal. Upaya pertolongan segera dilakukan oleh rekan-rekannya yang mencoba menarik tangannya. Namun, diduga karena kehabisan napas dan pegangan tangan terlepas, korban akhirnya tenggelam.
Proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan berlangsung intensif. Mereka menyisir area dan melakukan penyelaman di sekitar titik terakhir korban terlihat. Kondisi cuaca yang cerah dan arus kanal yang mendukung, serta akses lokasi yang tidak mengalami hambatan, sangat membantu tim penyelam dalam menemukan jenazah korban di dasar kanal.
Pernyataan Pejabat dan Imbauan Pencegahan
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, mengkonfirmasi penemuan korban. “Korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dievakuasi dan sudah dibawa ke rumah duka,” ujar Fadli Tahar. Pernyataan ini menegaskan berakhirnya upaya pencarian dengan hasil yang menyedihkan.
Menyikapi insiden ini, BPBD Makassar mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat, khususnya para orang tua. Pihak BPBD menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan dan pengawasan ekstra terhadap anak-anak saat mereka beraktivitas di sekitar area perairan. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang dan menjaga keselamatan anak-anak.























