Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar kembali menunjukkan dedikasinya dengan dikerahkan untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pesawat ATR di kawasan pegunungan Pangkep. Pengerahan ini menambah kekuatan tim gabungan yang telah berjuang di medan sulit.
Penguatan Operasi SAR dengan Keahlian Khusus
Kepala BPBD Kota Makassar, Muh Fadli Tahar, mengonfirmasi bahwa pelibatan kembali TRC Makassar merupakan bagian dari strategi operasional yang dinamis. Penilaian awal terhadap pelaksanaan operasi ‘first in’ sebelumnya menjadi dasar pertimbangan untuk meningkatkan efektivitas dan kecepatan penanganan di lokasi kejadian. Dukungan dari helikopter TNI Angkatan Udara turut memperluas jangkauan pencarian.
Kompetensi TRC dan Sinergi Lintas Instansi
Personel TRC BPBD Makassar yang diturunkan dilengkapi dengan kompetensi teknis esensial untuk operasi SAR di medan ekstrem. Kemampuan penanganan di medan sulit dan keahlian vertical rescue menjadi aset krusial. Koordinasi yang erat dengan seluruh unsur SAR gabungan, termasuk Basarnas, menjadi pondasi utama demi kelancaran, keamanan, dan terukurvitas misi. Sinergi lintas instansi ini merupakan kunci dalam memastikan keberhasilan upaya kemanusiaan yang tengah berlangsung.
Perkembangan Terkini dan Tantangan Operasi
Hingga saat ini, operasi SAR masih terus berlanjut, dengan adaptasi terhadap perkembangan situasi dan kondisi cuaca yang menjadi faktor penentu. Upaya pencarian lanjutan ini sempat terhambat oleh cuaca buruk, namun tim SAR tetap berkomitmen. Salah satu perkembangan penting adalah identifikasi salah satu korban perempuan dari pesawat ATR yang telah diketahui bernama Florencia Lolita.























