BBPOM Makassar menjawab tantangan klasik UMKM dalam akses perizinan dengan inovasi terbarunya, Starlink. Layanan ini bukan sekadar administrasi, melainkan jembatan strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal Makassar.
Starlink: Inovasi Jemput Bola Perizinan UMKM Makassar
Starlink, singkatan dari Layanan Sertifikasi dan Informasi Keliling, merupakan evolusi dari program sebelumnya, Pedang Puang Basok. Inisiatif dari BBPOM Makassar ini dirancang secara cerdas untuk menjangkau pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Menggabungkan pendekatan jemput bola dengan pendampingan hybrid, Starlink memadukan interaksi tatap muka (luring) dan platform daring (online), memastikan aksesibilitas bagi semua.
Menurut pengalaman saya sebagai pengamat industri, kesulitan perizinan sering kali menjadi batu sandungan utama bagi UMKM. Starlink hadir sebagai solusi konkret untuk mengatasi anggapan bahwa proses perizinan itu rumit, memakan waktu, dan mahal. Selain itu, keterbatasan literasi digital yang masih menjadi isu di beberapa segmen UMKM juga menjadi fokus penanganan inovasi ini.
Kolaborasi Pentahelix untuk UMKM yang Maju
Keberhasilan Starlink didorong oleh semangat kolaborasi Academia-Business-Government (ABG), yang kini diperluas menjadi pentahelix dengan melibatkan komunitas dan media. Sinergi ini memastikan bahwa setiap aspek kebutuhan UMKM terakomodasi, mulai dari pemahaman regulasi hingga dukungan implementasi.
Potret UMKM Sulawesi Selatan: Peluang Besar, Kebutuhan Mendesak
Sulawesi Selatan, dengan kekayaan UMKM-nya yang mencapai 123.926 unit per data BPS tahun 2023, memiliki potensi luar biasa. Sektor pangan mendominasi dengan 48,62% (60.261 UMKM). Namun, ironisnya, jumlah UMKM yang telah mengantongi izin edar BPOM masih sangat minim, baru sekitar 324 pelaku usaha.
Kondisi ini menggarisbawahi urgensi pergeseran paradigma pelayanan dari yang pasif menjadi proaktif dan responsif. Kepala BBPOM Makassar, Bapak Yosef Dwi Irwan, menekankan bahwa Starlink secara khusus dirancang untuk memberikan pendampingan izin edar BPOM yang lebih proaktif, fleksibel, dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap pelaku usaha, baik itu industri besar, UMKM, maupun institusi akademis.
Manfaat Strategis Izin Edar BPOM untuk UMKM
Lebih dari sekadar dokumen kepatuhan, izin edar BPOM memiliki nilai strategis yang signifikan. Bapak Yosef Dwi Irwan menegaskan bahwa legalitas ini bukan hanya jaminan keamanan dan mutu produk, tetapi juga merupakan keunggulan kompetitif yang dapat:
- Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal Makassar.
- Memperluas jejaring pemasaran, membuka pintu ke pasar yang lebih luas.
- Mendorong peningkatan omzet UMKM secara berkelanjutan.
Dampak Nyata Starlink: Peningkatan Akses dan Sertifikasi
Keberhasilan Starlink terukur dari peningkatan partisipasi UMKM dalam program pendampingan:
- Hingga 2025: 369 UMKM telah mengikuti pendampingan.
- Hingga Juni 2026: Angka ini meningkat menjadi 437 UMKM.
Peningkatan partisipasi ini berbanding lurus dengan lonjakan penerbitan Nomor Izin Edar (NIE):
- Hingga 2025: 2.509 NIE diterbitkan.
- Hingga Juni 2026: Terbit 3.084 NIE.
Ini berarti ada penambahan 575 izin atau kenaikan sekitar 22,92% dibandingkan periode sebelumnya. Hasil survei kepuasan pelanggan yang dilakukan BBPOM Makassar menunjukkan betapa efektifnya Starlink, dengan 94,9% responden menyatakan bahwa pendampingan Starlink sangat baik. Data ini menjadi bukti nyata bagaimana inovasi digital dan pendekatan proaktif dapat memberdayakan UMKM lokal di Makassar.
Kontributor: Budi S.
Penyunting: H. Gunadi























