Sabtu, 3 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

REMEDIAL: Tidak Ada Catatan Kemerdekaan Baru

by A. Burhany
17/08/2024
in Opini
Reading Time: 6 mins read
A A
Makassar, 17 Agustus 2024

Makassar, 17 Agustus 2024 (AB)

BACA JUGA:

Gempa Dalam M6.5 Utara Jakarta: Mengungkap Misteri Guncangan Meluas di Jawa dan Sumatera

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

Memahami (Lagi) Maksud WS. Rendra dalam ‘Rakyat Belum Merdeka’, Sebuah Paradigma Budaya**

Bulan Agustus tahun 2000 silam, mendiang WS. Rendra diundang mahasiswa ITB berdiskusi tentang buku kecilnya di Bandung.

Buku “Rakyat Belum Merdeka” kecil dan tipis, berisi kurang dari seratus lima puluh halaman, terakhir terlihat di Makassar. Semoga sudah hilang, kemudian ikut mengayakan cakrawala berpikir dan berempati siapapun yang sedang menyimpannya.

REMEDIAL: Tidak Ada Catatan Kemerdekaan Baru - image 1Sebagai budayawan, istilah yang tidak dikenal dalam bahasa lain di dunia kecuali bahasa Indonesia, sepertinya kosa kata baru ciptaan wartawan menggambarkan dan mengapresiasi seniman yang mampu memandang dan memahami banyak hal dalam cakrawala kesenimannya, tetapi belum ingin merasa paripurna atau tidak mau merasa sempurna dengan menyebut diri sebagai ‘Begawan’ atau ‘Empu’. WS. Rendra memaparkan sembilan agenda untuk menjawab dan meringkas kenyataan temuannya, bahwa “Rakyat belum Merdeka”.

REMEDIAL: Tidak Ada Catatan Kemerdekaan Baru - image 2
Agenda pertama WS. Rendra untuk memerdekakan rakyat yang belum merdeka

Sembilan agenda tersebut menurut kami, setelah mengingat-ingat kembali, memaparkan kegagapan–yang berujung kegagalan–komponen bangsa Indonesia mengejawantahkan sila “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, akibat ketidakmandirian kita sebagai bangsa dan negara.

Sehingga berdampak pada pencapaian sila-sila berikutnya. Persatuan, kerakyatan, permusyawaratan dan permufakatan yang bukan persekongkolan, pendidikan, keadilan sosial dan hukum, hingga kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sila pertama, pondasi utama empat sila lain, mungkin sengaja tidak menjadi pokok bahasan mendiang. Bisa karena WS. Rendra dalam beberapa kesempatan menyebut dirinya seseorang yang fakir pengetahuan agama, atau bisa juga karena mendiang menyadari adanya faktor hidayah, faktor suka-suka Tuhan, sebelum manusia Indonesia mampu memahami dan menerjemahkan sila pertama Pancasila menjadi perilaku dan karakter.

Membaca buku ini pertama kali, kami memahami kemandirian yang dimaksud WS. Rendra sebagai kondisi ideal yang dibutuhkan agar rakyat merdeka, termaknai sebagai swasembada.

Berswasembada apapun itu. Tetapi, setelah membaca ulang, rasa-rasanya kemandirian yang mendiang maksud adalah ‘integritas’. Apalagi di era sekarang, negara-negara kini nyaris tanpa batas, kampung-kampung global yang rumpi.

Mustahil Indonesia atau negara mana pun bisa mandiri, dalam arti semuanya dikerjakan sendiri untuk kemudian dinikmati sendiri, secara sukarela atau dipaksa keadaan. Boikot dan embargo terbukti tidak mampu memboikot manusia dari naluri alami sebagai mahluk sosial yang harus bersosialisasi, dengan persistensi naluri bertahan hidup.

Mandiri bukan lagi mengasingkan diri, hidup sendiri di atas kaki sendiri, tetapi bekerja sama tanpa kehilangan integritas.

Dalam agenda ketujuh gamblang WS. Rendra memaknai kemandirian sebagai integritas.

“Empat tahun masa jabatan–kata jabatan ini kemudian Ia coret lalu diganti ‘kerja’– (dalam lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif) bila tidak mampu menghasilkan undang-undang (kebijakan) yang lebih adil untuk mengangkat daulat rakyat, jelas sudah kalau mereka itu sekadar bakul-bakul nasi berjalan, yang sibuk dengan intrik perjuangan daulat partai, dan tidak berguna untuk reformasi.”

REMEDIAL: Tidak Ada Catatan Kemerdekaan Baru - image 3
Kutipan tulisan mendiang WS. Rendra di atas, mau diakui atau tidak, masih relevan dengan kondisi saat ini.

Kemerdekaan yang diproklamasikan 74 tahun lalu, telah memerdekakan rakyat dari kondisi bangsa jongos. Tetapi belum memerdekakan sebagian besar dari kita, sebagai apapun posisi dan fungsinya dalam NKRI, karena tidak punya integritas.

Masih setia bermental kacung-jongos, yang tunduk dan patuh kalau bukan karena ancaman, mesti karena bayaran dan atau manfaat lain.

Pragmatisme tanpa idealisme, keserakahan belaka. Tanpa kejujuran, mustahil tercipta keadilan. Tanpa keadilan tidak akan tercipta kesejahteraan.

Angka statistik bisa menunjukkan indikator kesejahteraan sekaligus menyembunyikan fakta kemiskinan. Bonus demografi kelas ekonomi menengah dan usia produktif saat ini, sewaktu-waktu siap menjelma menjadi bencana demografi.

Hanya dengan integritas, seorang manusia Indonesia (baik sebagai rakyat, pejabat, wakil rakyat, dan aparat) bisa merdeka dari serba rupa kepentingan, imbalan, dan godaan, sebelum mampu mengambil dan menjalankan keputusan yang adil.

Memang, proklamasi kemerdekaan saja tidak akan cukup untuk menjadi dasar membangun integritas individu maupun lembaga. Namun tanpa integritas, bagaimana lagi cara kita berterima kasih, sebagai generasi yang tidak harus mengalami perjuangan fisik dan psikis merebut kemerdekaan.

Mari malu dengan para pejuang kemerdekaan yang integritasnya tertuang jelas dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, segala bentuk penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi.

Mari malu, karena tanpa integritas, seseorang akan terjajah syahwat, ambisi, baik yang datang dari sendiri, golongan, maupun orang lain. Tanpa integritas, pantaskah pekik “Merdeka!” melantang dari mulut kita.

Kalau lupa bagaimana caranya malu, catatan perjalanan kami di BEC kota Bandung 18 September 2013 mungkin bisa membantu:

“Veteran”

Jari-jarinya keriput dan besar-besar bukti kerja keras di masa muda, mulai menyobek plastik pembungkus telepon selular. Agak gemetaran, satu persatu dirangkainya, baterai, kartu SIM, lalu dinyalakan. Gambar robot hijau tersenyum dari layar telepon memantul di lensa kacamatanya.

Dibetulkannya peci veteran, gagah menatap layar telepon barunya, lalu menoleh kepadaku. Dia tahu aku mengamatinya sedari tadi.

Senyumnya berbisik, “Aku bisa gaya di jaman kalian, tapi kalian belum tentu keren di jamanku.”

Tidak bisa kujawab. Jaman mudanya, jaman perang kemerdekaan, generasi angkatanku bisa apa biar sekeren dia?

Seolah ingin menunjukkan tambahan bukti adaptasi. Dikeluarkannya satu dus kecil lagi, masih terbungkus plastik juga. Speaker mungil untuk ponsel. Tidak perlu lama, suara keypad ponsel android meriah pindah ke sana.

Tanganku gatal ingin keluarkan kamera dari dalam tas, terlalu gagah untuk tidak diabadikan. Dia kuhormati, batal kubekukan hanya untuk jadi koleksi gambar. Dialog sunyi kami benar-benar hening.

REMEDIAL: Tidak Ada Catatan Kemerdekaan Baru - image 4
Veteran tua dan ponsel barunya

Aku sedang “menonton” happening art kata-kata mendiang Rendra, “Gagah dalam Kemiskinan”. Kaum yang tidak akan menukar “nilai” dengan “harga”. Kaum yang tak terbeli suara dan idealismenya.

Entah berapa besar tunjangan veteran sekarang. Kalau nilainya antara 500 ribu sampai sejuta rupiah, berarti beliau paling tidak sudah menabung 2 bulan tunjangannya untuk sebuah ponsel baru.

Masih banyak dialog-dialog sunyi lainnya dengan beliau, sayang hanya interpretasiku belaka, pada senyum, pada sinar mata, dan pada kepulan asap rokoknya.

**sudah tayang 17 Agustus 2019 lalu. Tulisan yang dikutip dan berwarna hijau, ditambahkan 17 Agustus 2024.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: IndonesianaRedaksianawartakita
Share16Tweet10Send

ARTIKEL TERKAIT

REMEDIAL: Tidak Ada Catatan Kemerdekaan Baru - Featured

Maulid, Karhutla, dan Kemarahan Publik: Ironi Moral Tanpa Amanah

25/08/2026
REMEDIAL: Tidak Ada Catatan Kemerdekaan Baru - Featured

Skenario Reformasi: Senjata Coretax 2026 dan Jalan Terang Menuju Pertumbuhan 6%

28/07/2026
REMEDIAL: Tidak Ada Catatan Kemerdekaan Baru - Featured

Skenario Status Quo: Bayang-Bayang Utang Rp10.000 T dan Ancaman Permanen Middle-Income Trap

28/07/2026
REMEDIAL: Tidak Ada Catatan Kemerdekaan Baru - Featured

Trajektori 2026-2031: Menuju Indonesia Emas atau Terjebak Krisis Permanen?

28/07/2026
REMEDIAL: Tidak Ada Catatan Kemerdekaan Baru - Featured

Selamatkan APBN 2026: Redefinisi Anggaran Pendidikan 20% dan Ketegasan BPI Danantara

28/07/2026
REMEDIAL: Tidak Ada Catatan Kemerdekaan Baru - Featured

Paradoks Desentralisasi 2026: Mengapa Anggaran Daerah Dipangkas demi Program Populis Pusat?

28/07/2026
REMEDIAL: Tidak Ada Catatan Kemerdekaan Baru - Featured

Siklus Anggaran Politis dan Korupsi Rp279 Triliun: Saat Uang Rakyat Jadi Ongkos ‘Elit’ yang Hidup dalam Siklus 5 Tahunan

28/07/2026
REMEDIAL: Tidak Ada Catatan Kemerdekaan Baru - Featured

Kualitas Layanan Publik Stagnan: Mengurai Korupsi, Siklus Politis, dan Absennya Keadilan Pajak

28/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    381 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Hilirisasi Nikel Indonesia 2026: Target Ambisius Jadi Pusat Baterai EV Dunia, Mampukah Wujudkan Ekosistem Terintegrasi?

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Harga Kopra Sulawesi Bergerak Liar: Petani Kelapa Terjepit, Hilirisasi Jadi Harapan

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Sulsel Perkuat Pendidikan Vokasi, Jawab Tantangan Industri 4.0 dan Pengangguran

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • #CekFakta Rumput Paragis untuk Menyembuhkan Kanker

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    820 shares
    Share 328 Tweet 205
  • Oops! Noda Cat Rambut Nempel di Baju? Salwa Punya Jurus Anti-Gagal Nih!

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Cara Menghilangkan Mata Panda Solusi Alami, Trik Makeup, dan Pilihan Concealer Terbaik

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.