Pada Jumat, 23 Januari 2026, pasar emas Indonesia kembali diguncang oleh lonjakan harga yang signifikan. Emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk., yang dikenal luas sebagai Logam Mulia, tidak hanya mencetak rekor baru, tetapi juga melampaui puncak tertingginya dalam sejarah.
Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi Baru
Data resmi dari situs logammulia.com yang diakses pada Jumat pagi mengonfirmasi bahwa harga emas Antam satuan 1 gram kini dibanderol sebesar Rp 2.880.000 per batang. Angka ini merupakan kenaikan substansial sebesar Rp 90.000 dibandingkan dengan harga penutupan pada hari sebelumnya, memberikan angin segar pasca-penurunan tipis Rp 15.000 yang terjadi sehari sebelumnya.
Melampaui Puncak Sejarah
Kenaikan fantastis pada hari Jumat ini bukan sekadar lonjakan biasa. Harga Rp 2.880.000 per gram ini secara resmi memecahkan rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat pada Rabu, 21 Januari 2026, yaitu Rp 2.805.000 per gram. Ini menandai titik tertinggi baru yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perdagangan emas Antam di Indonesia.
Kenaikan Harga Buyback Ikuti Tren
Dampak positif dari kenaikan harga emas juga terasa pada segmen buyback atau pembelian kembali emas oleh PT Antam. Pada hari yang sama, harga buyback emas Antam tercatat di angka Rp 2.715.000 per gram. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar Rp 80.000 dari periode perdagangan sebelumnya, menegaskan tren penguatan harga emas secara keseluruhan.
Meskipun penyebab pasti dari lonjakan harga emas global tidak disebutkan dalam sumber ini, secara umum kenaikan signifikan seringkali dipicu oleh faktor-faktor seperti ketidakpastian ekonomi global, lonjakan inflasi, atau pergeseran investor menuju aset aman (safe haven) di tengah gejolak pasar. Analisis lebih lanjut mengenai sentimen pasar global dan kebijakan moneter menjadi kunci untuk memahami pergerakan harga emas ke depan.























