Senin, 19 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Polisi Malaysia: Penyebab Kematian Kim Jong-Nam, Agen Syaraf VX

by Redaktur
25/02/2017
in Arsip 2015-2018, Berita Terkini
Reading Time: 3 mins read
A A
gas-saraf-vx

Agen Saraf VX saat dimasukkan di dalam sebuah roket. PBB telah melarang penggunaan senjata kimi jenis VX dan memasukkannya sebagai senjata pemusnah massal.

Polisi Malaysia telah menyingkapkan misteri penyebab kematian Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yang diserang di Bandara Internasional Kuala Lumpur Senin pekan lalu. Ternyata bukan seperti rumor yang menyebut Risin sebagai penyebabnya.

Setelah analisis kimia khususnya area wajahnya, Kepolisian Malaysia menyimpulkan ada jejak gas syaraf sangat berbahaya, VX, yang oleh PBB digolongkan sebagai senjata pemusnah massal. Bandara di mana Kim Jong-Nam diserang oleh dua orang wanita langsung teliti ulang untuk menyisir sisa-sisa gas beracun VX yang 100 kali lebih mematikan dari gas syaraf Sarin.

Berikut beberapa hal menyangkut VX seperti ditulis harian Inggris, The Guardian.

Apa itu VX?
VX adalah gas syaraf sangat mematikan yang pernah diciptakan manusia. Hanya dengan satu tetesan ke kulit sudah cukup memberikan gangguan fatal pada sistem syaraf, kata Council on Foreign Relations.

Gas sangat beracun ini 100 kali lebih mematikan ketimbang gas syaraf sarin yang digunakan sekte pemuja kiamat di Jepang dalam melakukan serangan mematikan mereka pada 1995 di subway Tokyo.

VX sulit dilacak. Ini cairan bening, tak berasa dan tak berwarna dengan konsistensi setara dengan oli.

Karena sangat mematikan VX pun diklasifikasikan oleh PBB sebagai senjata pemusnah massal. CDC, badan kesehatan publik AS, mengatakan gas syaraf ini hanya digunakan dalam perang kimia.

Nama lengkapnya adalah “S-2 Diisoprophylaminoethyl methylphosphonothiolate”.

Dari mana asalnya?
VX pertama kali disintesa pada awal sampai pertengahan 1950-an oleh Ranaji Ghosh, ahli kimia yang bekerja untuk Imperial Chemical Industries di Inggris. Menurut National Academies of Sciences, Engineering and Medicine di Washington, keberacunan dan bentuk fisiknya telah dipelajari oleh militer Inggris yang mengirimkan formula ini kepada militer AS.

AS mulai memproduksi VX dalam skala besar-besaran pada 1961.
Angkatan Darat AS terlibat dalam beberapa penyebaran gas VX secara terkendali dan seolah-seolah kecelakaan. Irak pernah memproduksi 50 ton gas syaraf ini. Di bawah Saddam Hussein, Iral diduga telah menggunakan VX pada 1988 untuk menyerang suku Kurdi dan dalam perang Iran-Irak.

Siapa saja yang punya VX?
AS dan Rusia adalah dua negara yang terang-terangan memiliki persediaan VX, namun kebanyakan negara yang memilikinya bungkam.

AS menghancurkan seporsi kecil cadangannya di bawah Konvensi Senjata Kimia dan kemudian diikuti oleh Rusia.

Menurut penaksiran intelijen Prancis yang disiarkan pada September 2013, simpanan senjata kimia Suriah di antaranya terdiri dari puluhan ton VX.

Ketika sekte pemuja kiamat Aum di Jepang menggunakan gas sarin dalam serangan ke subway, sekte ini diyakini telah menyuntikkan VX untuk membunuh anggota-anggotanya yang membelot atau penentang sekte ini. Salah seorang di antaranya mati.

Korea Utara tak pernah mengklaim punya program senjata kimia. Namun faktanya negara ini diyakini memiliki 2.500 sampai 5.000 ton senjata kimia, termasuk VX. Korea Utara hanya kalah dari AS dan Rusia.

Pemerintah Korea Selatan menaksir bahwa Korea Utara mampu memproduksi kebanyakan senjata kimia, kendati harus mengimpor bahan dasarnya ke negara lain untuk menghasilkan gas syaraf yang sudah dilakukannya di masa lalu.

Kapasitas maksimum Korea Utara dalam memproduksi senjata kimia adalah 12.000 ton. Gas syaraf seperti sarin dan VX diyakini menjadi fokus produksi Korea Utara.

Bagaimana efeknya ke tubuh manusia?
Gas syaraf ini adalah paling beracun dan sangat cepat bereaksi sebagai unsur-unsur senjata kimia, kata CDC.

BACA JUGA:

Prioritas Kesehatan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan

Bagaimana Norwegia ‘Menampar’ FIFA dengan Diplomasi Keberanian di Panggung Global

AS Tebar Ranjau Darat Anti-Tank di Selatan Iran: Eskalasi Baru Perang Tak Terlihat?

Tim Reaksi Cepat BPBD Makassar Kembali Diterjunkan dalam Operasi SAR Pesawat ATR di Pangkep

Warga Binaan Rutan Negara Sumbangkan Ratusan Telur untuk Korban Bencana: Bukti Kepedulian dari Balik Jeruji

Menurut laman National Academiscs, huruf V dalam VX adalah singkatan dari venom, yakni istilah untuk kelas senyawa yang memiliki potensi tinggi dan ciri kemampuan tingginya dalam menembus kulit.

Paparan dalam dosis setengah-mematikan dan mematikan akan dengan cepat menghilangkan kesadaran, menciptakan kejang-kejang, kelumpuhan dan apnoea (pernafasan berhenti). 10 miligram VX pada kulit sudah cukup untuk membunuh manusia.

Ada keyakinan bahwa serangan VX bisa dilawan dengan menyuntikkan berbagai penangkal racun, namun unsur gas syaraf ini bekerja sangat sehingga korban yang segera dirawat pun sedikit peluangnya untuk hidup.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: Kemanusiaan
Share10Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Polisi Malaysia: Penyebab Kematian Kim Jong-Nam, Agen Syaraf VX - Featured

Sekjen PBB Bakal Bermalam di Hambalang Setelah Bertemu Prabowo

19/10/2026
Sebuah gambar yang menampilkan ruang parlemen modern dengan dais pusat dan barisan kursi. Dais pusat kosong, menggambarkan ketidakaktifan Komisi II DPR periode 2019-2024. Peta Indonesia yang rinci dip

Komisi II DPR 2019-2024 Tidak Pernah Bahas Pasal PKPU yang Loloskan Gibran

19/10/2026
Sebuah pemandangan di sebuah taman kota yang ramai, dengan orang-orang terlibat dalam diskusi yang menarik. Sebagian besar orang menunjukkan ekspresi setuju, sementara beberapa orang lainnya tampak bi

62,2% Responden Setuju Prabowo Reshuffle Kabinet Beberapa Kali Berdasarkan Survei PPI

18/10/2026
MA. Untung, seorang tokoh politik yang dihormati, berdiri di ruang kerja yang luas yang didekorasi dengan peta dan diagram, menandakan perannya dalam pemerintahan. Di belakangnya, jendela besar menawa

KPK Tidak Jerat Tersangka Korupsi BNPB dengan Pasal Hukuman Mati, Alasannya Ini

18/10/2026
Polisi Malaysia: Penyebab Kematian Kim Jong-Nam, Agen Syaraf VX - Featured

Irjen Pol (Purn) Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

18/10/2026
Suasana rapat di DPRD Kota Bandung dengan anggota dewan mendengarkan presentasi tentang kesehatan mental di tempat kerja. Ruangan terlihat hangat dengan cahaya alami yang masuk dari jendela besar. Fok

DPRD Kota Bandung Tegaskan Pentingnya Kesehatan Mental di Tempat Kerja

18/10/2026
Sebuah adegan di taman kota dengan sekelompok orang berdiri, menampilkan wajah-wajah yang mengekspresikan rasa puas dan persetujuan. Langit cerah dan terang menambah nuansa harapan dan optimisme. Komp

65,2% Publik Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo, Menurut Survei PPI

18/10/2026
Sebuah adegan di stasiun pemungutan suara dengan layar besar menampilkan grafik batang yang menunjukkan Prabowo Subianto mendapatkan persentase tertinggi sebesar 31,6%, diikuti oleh Dedi Mulyadi denga

Prabowo Unggul di Survei Capres PPI, Dedi Mulyadi dan Anies di Belakang

18/10/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Sebuah ponsel pintar modern dengan desain ramping dan ringan. Layar ponsel berwarna cerah dan diletakkan di latar putih minimalis. Di depan, ada kapsul transparan kecil yang berisi partikel partikel s

    Baterai Silicon Carbon: Solusi Inovatif untuk Kapasitas HP Tanpa Bodi Tebal

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Kelangkaan BBM Berulang: Antrean Mengular, Warga Bermalam di SPBU, Stok Nasional Diklaim Aman

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    859 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Kualitas Udara Sulsel Masih Tidak Sehat, BMKG Prediksi Perbaikan 15 Oktober

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • OJK Denda Tiga Emiten Konglomerat Rp 2,1 Triliun

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kabut Asap Maros Terparah, PM 2,5 Tertinggi di Sulsel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Irjen Pol (Purn) Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Menlu Sambut Sekjen PBB di Bandara, Momen Diplomatik Indonesia

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Fakta Menarik Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Transportasi Berbasis Platform Digital

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gubernur Sulsel: Pers adalah Mitra Strategis dalam Pembangunan Daerah

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
4 rekomendasi parfum anti gerah dan tahan lama di cuaca indonesia_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.