Menjelang perayaan Idul Adha 1448 Hijriah, Dinas Peternakan Sulawesi Selatan mengambil langkah strategis untuk memastikan kesehatan hewan kurban dan mengantisipasi potensi penyebaran penyakit.
Antisipasi Dini: Surat Kewaspadaan Penyakit Hewan Dikeluarkan
Sebagai bentuk kesiapan, Dinas Peternakan Sulawesi Selatan secara masif telah mengeluarkan surat kewaspadaan terkait pengendalian penyakit hewan. Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Sulsel, Sriyanti, menegaskan bahwa langkah ini mencakup pemantauan ketat terhadap berbagai penyakit yang berpotensi menyerang hewan ternak, terutama menjelang momen krusial Idul Adha.
Fokus pada Antraks dan PMK
Sriyanti secara spesifik menyebutkan antraks dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai dua penyakit utama yang menjadi perhatian serius. “Kita sudah mengeluarkan surat kewaspadaan penyakit hewan dan tidak hanya antraks saja tetapi ada juga penyakit PMK (penyakit mulut dan kuku) yang kita tahu baru-baru ini,” ujarnya. Meskipun dilaporkan kasus antraks saat ini terkendali dan tidak ada laporan baru, kewaspadaan ekstra tetap diperlukan mengingat potensi penularannya.
Peran Aktif Masyarakat dalam Pengendalian Penyakit
Lebih lanjut, Sriyanti mengimbau masyarakat, khususnya para peternak dan calon pembeli hewan kurban di wilayah Makassar dan sekitarnya, untuk turut serta meningkatkan kewaspadaan. Kesadaran akan gejala awal penyakit dan pelaporan segera kepada petugas adalah kunci utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian yang efektif.
Penanganan PMK: Vaksinasi, Pengawasan, dan Biosecurity
Menyikapi masih adanya laporan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Peternakan Sulsel telah menggalakkan berbagai langkah penanganan komprehensif. Upaya ini meliputi:
- Pemberian Vaksinasi: Mendistribusikan dosis vaksin untuk meningkatkan kekebalan ternak.
- Pengawasan Lalu Lintas Hewan: Memantau pergerakan hewan ternak untuk mencegah penyebaran penyakit.
- Penerapan Biosecurity: Mengedukasi dan mendorong penerapan standar keamanan hayati di kandang peternakan.
Diakui bahwa sebagian masyarakat masih melakukan pengobatan mandiri untuk kasus PMK yang dianggap relatif mudah penanganannya. Namun, Sriyanti menekankan pentingnya penanganan yang tepat dan sesuai standar, “Meskipun cepat penularannya tetapi pengobatannya itu gampang kalau masyarakat betul-betul melakukan pengobatan pada ternaknya.”
Distribusi Vaksin dan Penanganan Hewan Terindikasi Sakit
Dinas Peternakan Sulsel baru-baru ini telah mendistribusikan 50 ribu dosis vaksin dalam dua tahap. Proses penanganan hewan yang terindikasi sakit dilakukan secara sigap. Petugas akan segera melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel. Hewan yang dinyatakan positif akan diisolasi, diobati, dan dipastikan tidak akan memasuki rantai jual beli hewan ternak untuk Idul Adha.
Ketersediaan Ternak untuk Idul Adha Terjamin
Selain fokus pada aspek kesehatan, Dinas Peternakan Sulsel juga memberikan jaminan ketersediaan hewan ternak yang memadai untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Kurban yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei mendatang. Data menunjukkan stok hewan ternak di Sulawesi Selatan sangat mencukupi:
- Sapi: 81.875 ekor
- Kerbau: 5.354 ekor
- Kambing: 51.639 ekor
Jumlah ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik Sulawesi Selatan, tetapi sebagian juga disuplai ke wilayah lain, termasuk Kalimantan, menunjukkan kesiapan daerah ini sebagai salah satu pemasok utama hewan kurban.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: M. Ridham























