Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Pemerintah Kota Makassar secara proaktif memperkuat sinergi dengan para mubaligh. Langkah strategis ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah sekaligus menanamkan suasana pencerahan dan keteduhan di tengah kompleksitas tantangan zaman.
- Pemerintah Kota Makassar menggandeng mubaligh untuk mendukung program pemerintah dan menciptakan suasana menyejukkan jelang Ramadan 2026.
- Wakil Wali Kota menekankan peran strategis mubaligh dalam pembangunan karakter dan moral masyarakat, melampaui pembangunan fisik.
- Dakwah yang sejuk, moderat, mencerahkan, dan solutif menjadi fokus utama untuk menghindari konflik dan menjadi cahaya bagi umat.
- Kapasitas mubaligh, terutama generasi muda, perlu terus ditingkatkan untuk relevansi dakwah di era digital.
- Sinergi mencakup pembinaan umat, moderasi beragama, pencegahan konflik, pembinaan generasi muda, dan penguatan ketahanan keluarga.
- Apresiasi untuk mubaligh terbaik dan peningkatan partisipasi mubaligh perempuan diusulkan, serta dorongan untuk menyentuh isu sosial.
- Peran mubaligh menjelang Ramadan adalah sebagai penyejuk, pemersatu, dan penyampai doa bagi pemimpin dan masyarakat.
- Kegiatan pembinaan yang melibatkan 600 mubaligh dan mubalighah dirancang untuk membekali mereka dalam keilmuan, wawasan kebangsaan, dan pendekatan dakwah yang efektif.
Peran Strategis Mubaligh dalam Pembangunan Berkarakter di Makassar
Pemerintah Kota Makassar memandang para mubaligh sebagai mitra kunci dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya unggul secara fisik dan ekonomi, tetapi juga kaya akan kualitas moral, etika, serta sumber daya manusia yang berkarakter. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa pembangunan sejati harus mencakup penguatan akhlak, penanaman nilai toleransi, dan peningkatan kesadaran sosial di kalangan masyarakat.
Aliyah Mustika Ilham menggarisbawahi bahwa visi Makassar yang unggul tidak dapat dilepaskan dari kualitas spiritual dan moral penduduknya. Sebuah kota yang inklusif, aman dari gejolak sosial, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang sangat bergantung pada fondasi karakter yang kuat, yang salah satunya dapat dibentuk melalui peran para mubaligh.
Dakwah Sejuk, Moderat, dan Mencerahkan sebagai Pilar Umat
Sebagai Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim (BKMT) Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menyerukan kepada seluruh mubaligh untuk senantiasa mengedepankan pendekatan dakwah yang sejuk, moderat, mencerahkan, dan menawarkan solusi (solutif). Beliau menekankan bahwa peran dakwah seharusnya menjadi sumber pencerahan dan keteduhan, bukan sebaliknya, menjadi pemicu keresahan atau konflik.
Menurutnya, efektivitas dakwah tidak hanya diukur dari materi yang disampaikan, melainkan juga dari bagaimana pesan tersebut dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan dan resonansi dakwah di hati masyarakat.
Peningkatan Kapasitas Mubaligh Menghadapi Era Digital
Dalam menghadapi pesatnya arus globalisasi dan disrupsi media sosial, Aliyah Mustika Ilham menekankan urgensi bagi para mubaligh, khususnya generasi muda, untuk terus mengembangkan kapasitas intelektual, memperluas wawasan, dan mengadaptasi metode dakwah. Hal ini krusial agar ajaran Islam tetap relevan, mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, dan memberikan dampak positif yang nyata dalam kehidupan mereka.
Sinergi Pemerintah untuk Pembinaan Umat dan Program Strategis
Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk menjalin sinergi berkelanjutan dengan para mubaligh dalam berbagai program vital. Kolaborasi ini mencakup pembinaan umat secara menyeluruh, penguatan konsep moderasi beragama, upaya pencegahan konflik sosial, pembinaan karakter generasi muda, serta penguatan ketahanan keluarga. Melalui sinergi ini, diharapkan pesan-pesan pembangunan dan nilai-nilai luhur dapat tersampaikan secara efektif dan merata kepada seluruh elemen masyarakat.
Apresiasi dan Pemberdayaan Mubaligh Perempuan
Dalam rangka mendorong partisipasi yang lebih luas dan memberikan pengakuan atas kontribusi para mubaligh, Aliyah Mustika Ilham mengusulkan adanya pemberian apresiasi kepada mubaligh yang dinilai berprestasi. Selain itu, beliau mendorong peningkatan peran serta mubaligh perempuan dalam berbagai kegiatan dakwah. Para mubaligh juga diajak untuk lebih aktif merespons dan menyentuh persoalan-persoalan sosial di tengah masyarakat, termasuk isu-isu kemanusiaan yang memerlukan pendekatan dakwah yang penuh empati dan membumi.
Peran Kunci Mubaligh Menjelang Ramadan 2026
Menjelang tibanya bulan suci Ramadhan, peran mubaligh menjadi sangat sentral. Mereka diharapkan mampu menjadi agen penyejuk, pemersatu umat, dan yang terpenting, penyampai doa tulus untuk para pemimpin dan seluruh masyarakat. Pemerintah Kota Makassar mengemban harapan besar agar doa-doa dari para mubaligh dapat senantiasa melindungi seluruh warga Kota Makassar.
Penutupan Kegiatan Pembinaan Mubaligh dan Laporan Hasil
Acara Pembinaan Mubaligh Kota Makassar Tahun 2026 secara resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief, melaporkan bahwa kegiatan yang berlangsung dalam empat sesi ini berhasil diikuti oleh total 600 orang mubaligh dan mubalighah. Pembinaan ini didesain secara komprehensif untuk membekali para peserta dengan keilmuan yang mendalam, pemahaman wawasan kebangsaan yang luas, serta penguasaan metode dakwah yang menyejukkan, sehingga mereka siap mengemban tugas suci menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.























