Selasa, 28 Juli 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Korban Pedofilia Grup Facebook “Official Candy’s Groups” Kemungkinan Bertambah

by Redaktur
15/03/2017
in Arsip 2015-2018, Makassar & Sulsel
Reading Time: 4 mins read
A A
ilustrasi-pedofil-2

Ilustrasi (Foto: A. Burhany)

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus tindak pidana pornografi melalui Facebook yang targetnya adalah anak-anak di bawah umur. Korban-korban dari empat tersangka pedofil yang berhasil ditangkap tersebut mencapai delapan orang dari umur 3 tahun hingga 12 tahun.

Kedelapan korban tersebut, merupakan korban dari rentang waktu 2016-2017. Sementara untuk korban-korban lainnya, polisi masih melakukan pengembangan.

Usai membekuk empat administrator grup Facebook “Official Candy’s Groups”, polisi kini berusaha mengidentifikasi anak-anak yang ada dalam konten-konten pornografi di grup tersebut. Diduga, ada ribuan anak yang menjadi korban.

“Kalau kami berhitung itu, otomatis begitu (ribuan). Tapi kan kami berdasarkan fakta. Nanti kita lihat gambar, kan sudah terangkat, sedang diidentifikasi,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat, Rabu (15/3/2017).

Empat tersangka yang diamankan yaitu WW, DS, DF, dan SHDW saling bekerjasama untuk membuat admin group “Official Candy’s Group”. Group tersebut tersambung dengan akun-akun Facebook lainnya dari Peru, Columbia, dan lainnya. Para pelaku ditangkap minggu lalu di beberapa lokasi berbeda yaitu di Malang, Tangerang, dan Depok.

“Member harus memposting video atau gambar porno yang anaknya belum pernah di-upload. jadi korbannya bertambah, tidak boleh yang sudah sama,” Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi M Iriawan menyampaikan bahwa admin “Official Candy’s Group”.

Ia mencontohkan, misalnya kalau hari ini mengupload video dengan korban A, maka besoknya harus kirim lagi namun dengan korban B, tidak boleh dengan korban yang sama. “Kalau tidak melaksanakan ini, akan dikeluarkan dari grup,” ujarnya. Gambar tersebut dikirim kepada para pedofil yang menjadi member dalam group tersebut.

Konten-konten yang ditemukan memperlihatkan bagian tubuh anak, termasuk saat pencabulan dilakukan. Tak jarang pelakunya membubuhkan identitasnya untuk memastikan konten yang dibaginya itu asli perbuatannya.

Illustrasi (Foto: A. Burhany)

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus pornografi anak yang dilakukan melalui akun Facebook ‘Official Candy’s Group’. Pengelola akun tersebut tidak hanya memakan banyak korban, tapi juga mendapat keuntungan dari setiap klik tanda like di setiap video atau foto yang diunggah.

Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasaribu mengatakan, pengelola akan mendapatkan uang virtual sekitar 15 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 200.434 per klik. “Iya memang itu kan aturan yang dibuat setiap meng-klik itu akan mendapat 15 dolar,” ujar Roberto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/3).

Keuntungan materi yang terlalu kecil untuk dibandingkan dengan kerugian fisik dan psikis korban dan keluarganya. “Kasus ini lebih ke pemuasan seksual, bukan soal transaksinya. Karena nilainya sejauh ini kecil,” papar alumni Akpol tahun 1984 itu.

Lindungi Anak-Anak Kita dengan Literasi Media Sosial di Internet

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Maria Advianti, semua sektor harus bekerjasama membangun jaringan yang kuat untuk mengatasi ancaman-ancaman yang ada di internet, termasuk kekerasan, pornografi dan kejahatan.

“Semua pihak harus meningkatkan kesadaran kepada masyarakat mengenai bahaya yang mengancam anak-anak di internet. Jangan sampai mereka yang awalnya korban, akhirnya justru menjadi pelaku,” kata Maria dalam acara Konsultasi Publik – Perlindungan Anak di Dunia Maya di kawasan Bogor, Kamis (17/9/2015).

Hal itu bisa saja terjadi karena menurut Maria, anak-anak tidak mendapatkan pemahaman yang benar saat mereka dan teman-temannya mengakses konten-konten negatif seperti pornografi di internet. Sehingga muncul kekhawatiran, anak-anak tersebut membuat pemahaman sendiri soal seksualitas yang tidak tepat.

“Informasi yang mereka dapatkan saat itu tidak utuh, ditambah lagi mereka jarang bertanya ke orangtua, kalau itu dibiarkan terus menerus, maka korban tadi bisa menjadi pelaku pornografi,” katanya.

Karena itu, KPAI bersama ID-COP menghimbau pemerintah perlu melakukan upaya skala masif dengan memberikan edukasi agar anak-anak, orangtua, lembaga sekolah mengetahui dengan benar soal internet ramah anak.

“Sehingga anak-anak, orangtua dan lembaga sekolah, menjadi lebih paham dari sisi pencegahan soal ancaman-ancaman di internet,” pungkas Maria.

BACA JUGA:

Pendarahan Cukai Rp60 Triliun: Siapa yang Diuntungkan dari Sindikat Rokok Ilegal?

Pajak Kekayaan 2%: Solusi Rasional Mengurai Ketimpangan Rp4.651 Triliun Milik Oligarki

Modus “Kencing di Laut” dan Transfer Pricing: Mengurai Menguapnya Rp16.144 Triliun dari Ekspor SDA

Anatomi Kebocoran Triliunan Rupiah: Saat Negara Gagal Memajaki Oligarki dan Sektor Ekstraktif

Febrie Adriansyah: Tersangka Tapi Masih Terima Gaji dan Jaksa Aktif, Apa yang Terjadi?

Dari keterangan Kepolisian, salah seorang admin Facebook ‘Official Candy’s Group’ adalah korban pedofil di masa kecilnya. Salah satu cara untuk memutuskan mata rantai regenerasi pedofil adalah dengan menjaga anak-anak kita jangan sampai menjadi korban.

 

Add wartakita.id as a preferred source on Google

Share5Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

Korban Pedofilia Grup Facebook “Official Candy’s Groups” Kemungkinan Bertambah - Featured

Bulog Makassar Tembus HET Serap Gabah Petani, Jaga Ketahanan Pangan & Jual Beras Premium di Atas Target

25/07/2026
Korban Pedofilia Grup Facebook “Official Candy’s Groups” Kemungkinan Bertambah - Featured

Pemuda Muhammadiyah Makassar Sepakati Pemilahan Sampah: Mendesak Regulasi Penguatan untuk Makassar Hijau

25/07/2026
Korban Pedofilia Grup Facebook “Official Candy’s Groups” Kemungkinan Bertambah - Featured

Pemprov Sulsel Tingkatkan Daya Saing UMKM Lewat Pendampingan Ekspor: Strategi Jitu Menembus Pasar Global

25/07/2026
Korban Pedofilia Grup Facebook “Official Candy’s Groups” Kemungkinan Bertambah - Featured

Kalla Toyota Palopo Hadirkan KIDDO ART-venture: Dealer Berubah Jadi Taman Bermain & Belajar Anak

24/07/2026
Korban Pedofilia Grup Facebook “Official Candy’s Groups” Kemungkinan Bertambah - Featured

Beasiswa Perumda Pasar Makassar Raya: Bentuk Pemberdayaan Anak Pedagang

23/07/2026
Korban Pedofilia Grup Facebook “Official Candy’s Groups” Kemungkinan Bertambah - Featured

Polemik Perda Lembaga Adat Gowa: Keluarga Kerajaan Desak Pencabutan, DPRD Minta Kajian Hukum Mendalam

23/07/2026
Korban Pedofilia Grup Facebook “Official Candy’s Groups” Kemungkinan Bertambah - Featured

Perluas Pencarian 18 Korban KM Nurul Salsa: Basarnas dan TNI Kerahkan Alutsista Laut dan Udara di Perairan Selayar

22/07/2026
Korban Pedofilia Grup Facebook “Official Candy’s Groups” Kemungkinan Bertambah - Featured

Makassar Bergerak Maju: Dari Open Dumping ke Controlled Landfill Mulai 2026 demi Lingkungan Lebih Baik

22/07/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Korban Pedofilia Grup Facebook “Official Candy’s Groups” Kemungkinan Bertambah - Featured

    Kalla Toyota Palopo Hadirkan KIDDO ART-venture: Dealer Berubah Jadi Taman Bermain & Belajar Anak

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    175 shares
    Share 70 Tweet 44
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    704 shares
    Share 282 Tweet 176
  • PTUN Bandung Perintahkan Gubernur Jabar Pecat Bupati Bogor, Ada Apa?

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

    267 shares
    Share 107 Tweet 67
  • Beban Pajak Kelas Menengah 2026: Saat Korporasi Dapat Karpet Merah

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Hore! Markas PSM Makassar Stadion BJ Habibie Parepare Akan Direnovasi

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • DJP Bisa Intip Rekening Keluarga Wajib Pajak: Analisis Mendalam Kewenangan Baru, Tujuannya, dan Perlindungan Data

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Panggung K-Pop dengan Estetika Imut Idol Jepang yang Bikin Gemas!

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • 7 Ide Potongan Rambut Pria dengan Aksen Garis (Line Up) Keren

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.