Dalam upaya kemanusiaan yang mendesak, Pangdam XIV/Hasanuddin mengerahkan 5 ton logistik vital untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Bantuan ini dikirimkan menggunakan pesawat angkut CN, menggarisbawahi keseriusan dan skala operasi.
Logistik Esensial untuk Tim SAR Gabungan
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, memastikan tim SAR gabungan tidak menemui kendala perbekalan di medan pencarian yang sulit. Bantuan logistik yang dikirimkan mencakup tiga jenis ransum tempur yang dirancang khusus untuk kondisi operasi:
- Eprocal: Suplemen nutrisi berupa minuman dan makanan instan seperti kopi, susu, dan sereal, menyediakan energi cepat bagi personel.
- Naraga: Makanan pokok yang mengenyangkan dan tahan lama, diformulasikan untuk konsumsi langsung atau dengan persiapan minimal, sangat sesuai untuk daerah terpencil.
- Pemanas: Alat pemanas portabel yang krusial untuk menyiapkan Naraga, memastikan tim mendapatkan makanan hangat meskipun dalam kondisi minim fasilitas.
Strategi penimbunan logistik juga telah direncanakan matang. Ransum tempur ini akan didistribusikan menggunakan helikopter ke titik-titik strategis di pegunungan Bulusaraung. Tujuannya adalah untuk menjamin ketersediaan pasokan makanan bagi tim SAR apabila diperlukan bermalam di lokasi demi kelancaran misi.
Perlengkapan Pendukung dan Kendala Operasi
Selain logistik pangan, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, dan Basarnas juga dilengkapi dengan berbagai perlengkapan keselamatan mutakhir. Ini mencakup jas hujan, helm, serta peralatan pencegah hipotermia, mengingat kondisi cuaca ekstrem dan tidak menentu di area operasi.
Untuk menjaga kelancaran komunikasi di medan yang menantang, tim dibekali dengan sistem Starlink dan repeater mobile. Kendala utama operasi ini diakui Pangdam adalah cuaca yang ekstrem dan medan yang terjal. Laporan perkembangan operasi telah disampaikan kepada Kasad TNI dan Panglima TNI untuk mendapatkan dukungan tambahan.
Identifikasi Korban dan Upaya Lanjutan
Hingga kini, dua dari sepuluh korban telah berhasil diidentifikasi. Serpihan pesawat dan barang pribadi korban tersebar di lokasi jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung. Tim SAR gabungan memiliki keahlian mountaineering dan terlatih menghadapi medan sulit, menunjukkan dedikasi penuh dalam menuntaskan misi evakuasi kemanusiaan ini.























