Kamis, 11 Juni 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Pada Suatu Ketika

by Redaktur
08/05/2018
in Arsip 2015-2018, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
Pada Suatu Ketika - Arsip

(Ilustrasi: Lampu petromak warung kecil di dusun Aie Batumbuaak, kaki Gunung Talang, Kab. Solok, Sumatera Barat, Foto: @aanburhany)

Saat mana angin tak berhembus, saat mana dingin tak menembus. Seorang anak kecil berjalan dengan bunga di tangan.

Tak ada yang tahu dari mana asalnya. Gerangan siapakah ia. Mungkin nama memang tak ia punya. Anak kecil itu berjalan memasuki sebuah negeri yang penuh huru-hara. Negeri yang porak-poranda dilanda bencana.

Sambil berjalan, terdengar ia seperti berbisik. Mungkin ia bernyanyi. Suaranya lirih, tapi tak ada yang peduli.

duh, aduh
nestapa ini dimana ujungnya
pilu ini dimana akhirnya

duh, aduh
duka yang meremukkan jiwa
sajak mana mampu menampungnya

Tanpa letih ia berjalan. Kepada setiap orang yang dijumpainya, ia bertanya. “Maukah engkau menanam bungaku ini. Lihatlah, sebentar lagi ia akan layu.”

Dan seperti biasa, bahkan sudah terlalu wajar jika orang-orang di negeri itu tak ingin ambil peduli. Orang-orang di negeri itu terlalu sibuk dengan urusan-urusan besar. Mereka tak mau dipusingi dengan hal-hal kecil. Hal remeh. Hal sepele. Segala yang tak masuk daftar rencana tentu hanya akan membuang-buang waktu belaka, pikir mereka.

***

Saat mana angin tak berhembus, saat mana dingin tak menembus. Seorang anak kecil berjalan dengan setangkai kembang mawar di tangannya. Terus ia berjalan dan bertanya kepada setiap orang yang ditemuinya. Kemudian berjalan lagi. Kemudian bertanya lagi.

Maka masuklah ia ke dalam barisan demonstran dan bertanya, “Tidakkah kalian ingin menanam bungaku ini. Lihatlah, sebentar lagi ia akan layu.” Mereka tidak peduli. Mereka malah kian larut dalam riuh rendah suara mereka sendiri yang memenuhi udara.

Maka bergabunglah ia dalam perjamuan seniman dan bertanya, “Tidakkah kalian ingin menanam bunga ini. Lihatlah, sebentar lagi ia akan layu.” Mereka tidak peduli. Mereka kian larut dalam riuh rendah suara mereka sendiri yang memenuhi udara.

Maka mendekatlah ia kepada para cendekiawan dan bertanya, “Tidakkah kalian ingin menanam bunga ini. Lihatlah, sebentar lagi ia akan layu.” Mereka tidak peduli. Mereka kian larut dalam riuh rendah suara mereka sendiri yang memenuhi udara.

***

Anak kecil dengan setangkai kembang mawar itu kini telah meninggalkan para demonstran. Meninggalkan para seniman. Meninggalkan para cendekiawan. Meninggalkan para begawan. Meninggalkan semua kepura-puraan dan kebodohan.

Berjalan ia dan terus berjalan. Melewati musim demi musim. Badai demi badai. Pusar-pusar angin. Angin mengusung badai. Badai di dalam angin.

Berjalan ia melewati ribuan kisah. Jutaan amarah, sengketa dan prahara. Melewati bangsa-bangsa dan peradaban yang beranjak punah.

Tak ada yang tahu siapa ia. Mungkin nama tak ia punya. Atau tak perlu punya nama. Anak kecil dengan setangkai kembang mawar di tangannya itu pun telah menjenguk mimbar-mimbar orang suci dan bertanya kepada mereka, “Tuan, tidakkah Tuan ingin menanam bunga ini. Lihatlah, sebentar lagi ia akan layu.” Tapi dengan wajah angkuh, mereka malah mengusirnya. “Pergi kau. Wajahmu menunjukkan bahwa engkau pasti bukan dari golongan kami!”

duh, aduh
apa arti semua ini
yang kujumpa hanya
manusia-manusia dungu
membatu hatinya sampai mati

BACA JUGA:

Setangkai Mawar dan Gadis Kecil

Seketika **

Anak kecil dengan setangkai kembang mawar itu terus berjalan. Saat mana angin tak berhembus, saat mana dingin tak menembus.

Kemudian ia berjalan ke arahmu dan bertanya, “Sudikah engkau menanam bungaku ini. Lihatlah, ayo lihatlah! sebentar lagi ia akan layu.”

Anak itu tersenyum kepadamu. Kau tersenyum kepada anak itu. Hanya saja, kau tak beranjak sedikitpun meraih bunga di tangannya.

(Muhary Wahyu Nurba)

Tags: cerpenFiksi
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Pada Suatu Ketika - Featured

Kontroversi Film “Pesta Babi”: Narasi Pembangunan, Hak Adat Papua, dan Lingkaran Kekuasaan

12/05/2026
Pada Suatu Ketika - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Pada Suatu Ketika - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Pada Suatu Ketika - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Pada Suatu Ketika - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Pada Suatu Ketika - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Pada Suatu Ketika - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Pada Suatu Ketika - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Pada Suatu Ketika - Featured

    Cara Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Masyarakat Tidak Mampu

    148 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Skandal OJK dan Ancaman Monopoli Negara di Bursa Efek: Analisis Mendalam Demutualisasi BEI

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gempa M 7,7 Filipina Selatan Picu Potensi Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia: Analisis BMKG dan Imbauan Kewaspadaan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bebas Denda 100% & Diskon Pokok 50% Pajak Kendaraan di Sulsel: Peluang Emas Wajib Pajak Manfaatkan Hingga 30 Juni 2026

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gubernur Sulsel Pimpin Penanaman 1.000 Mangrove di Selayar: Investasi Hijau untuk Hari Lingkungan Hidup Dunia 2026

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • CFD Rasuna Said Diharapkan Rutin, Gubernur Ajak Cinta Laura Kampanyekan Pilah Sampah di Jakarta

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Restorative Justice: Memperbaiki Hubungan, Bukan Sekadar Menghukum

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • 4.200 Pengurus Bank Sampah Seluruh Indonesia Ikut E-Learning

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Indonesia vs Mozambik: Debut Bersejarah di GBK, Menyongsong Sejarah Baru

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Shin Tae-yong Resmi Latih Persija Jakarta: Mohammad Prapanca Sebut Titik Balik Prestasi Macan Kemayoran

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
Pada Suatu Ketika - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Pada Suatu Ketika - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Pada Suatu Ketika - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Pada Suatu Ketika - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Pada Suatu Ketika - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Pada Suatu Ketika - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Pada Suatu Ketika - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Pada Suatu Ketika - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Pada Suatu Ketika - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Pada Suatu Ketika - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Pada Suatu Ketika - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Pada Suatu Ketika - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Pada Suatu Ketika - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.