Keluhan warga Romang Tangayya mengenai akses infrastruktur yang buruk akhirnya mendapat respons serius dari Pemerintah Kota Makassar. Inisiatif ini menjawab kerinduan warga akan jalan yang layak dan aman, khususnya bagi anak-anak sekolah yang selama ini menghadapi tantangan unik.
Solusi Infrastruktur Rp4 Miliar untuk Romang Tangayya
Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah konkret menindaklanjuti aspirasi warga Romang Tangayya, sebuah wilayah yang selama ini menghadapi kendala aksesibilitas signifikan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara tegas menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar untuk segera melaksanakan pembangunan jembatan dan perluasan jalan di kawasan tersebut. Langkah ini memiliki tujuan mulia: menghentikan praktik siswa yang terpaksa menggunakan sampan sebagai moda transportasi menuju sekolah, terutama saat kondisi cuaca buruk.
“Warga Romang Tangayya sering mengeluhkan sarana infrastruktur khususnya untuk jalan dan jembatan, apalagi anak-anak kalau mau ke sekolah harus naik sampan. Ini tidak boleh lagi terjadi, harus dibangun secepatnya,” tegas Wali Kota Makassar dalam pernyataannya di Makassar, Jumat.
Anggaran, Jadwal, dan Kondisi Lapangan
Untuk mewujudkan perbaikan infrastruktur yang mendesak ini, Pemerintah Kota Makassar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 miliar. Dana fantastis ini akan dialokasikan secara terperinci untuk perbaikan jalan beton yang sudah rusak parah serta pembangunan jembatan baru yang kokoh. Proyek strategis ini dijadwalkan untuk memulai pengerjaannya pada pertengahan tahun 2026, memberikan harapan baru bagi warga Romang Tangayya.
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, beserta timnya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan di Romang Tangayya, Kecamatan Manggala. Wilayah ini memiliki karakteristik unik karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa, menjadikannya titik penting dalam konektivitas regional. Zuhaelsi Zubir tak menampik kondisi medan di sana sangat memprihatinkan.
“Saya sudah tinjau lokasi, memang lebih hancur medannya, berlumpur yang dalam, licin, dan ngeri. Sehingga kami lakukan perbaikan secepatnya sesuai arahan Pak Wali Kota,” ungkap Zuhaelsi, menggambarkan betapa urgennya intervensi pembangunan.
Dampak Nyata: Keselamatan dan Konektivitas Meningkat
Kondisi jalan yang rusak parah dan rentan tergenang air saat musim hujan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan. Fenomena warga, terutama para siswa, yang menggunakan sampan sebagai alat transportasi utama untuk aktivitas sehari-hari adalah bukti nyata dari kegagalan infrastruktur yang ada.
Pembangunan jembatan dan jalan yang akan segera dilaksanakan ini diproyeksikan akan membawa serangkaian manfaat signifikan, antara lain:
- Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan publik bagi seluruh warga Romang Tangayya.
- Menjamin keselamatan dan kenyamanan para siswa dalam perjalanan mereka menuju dan dari sekolah.
- Memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan perbatasan kota yang seringkali luput dari perhatian.
- Menjadi jawaban konkret atas aspirasi masyarakat yang telah lama mendambakan akses jalan yang layak dan aman.
- Mempercepat mobilitas keseharian warga, baik untuk keperluan pribadi maupun aktivitas ekonomi.
Dinas PU memberikan jaminan bahwa seluruh proses, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan fisik, akan dipercepat demi mempersembahkan manfaat pembangunan ini kepada masyarakat secepat mungkin. Fokus utama pengerjaan fisik adalah pada peningkatan kualitas material dan perluasan badan jalan agar menjadi lebih kokoh dan mampu menahan genangan air saat musim penghujan tiba.
Langkah proaktif ini menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur. Tujuannya jelas, yakni menjangkau hingga ke wilayah-wilayah perbatasan kota, memastikan tidak ada lagi area yang tertinggal dalam hal aksesibilitas dan kualitas hidup.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: RR. Nur























