Rabu, 30 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah

by Pewarta Warga
27/01/2026
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 4 mins read
A A
img-1769452733-9a7667b1a9a4122f

Tragedi gerakan tanah dahsyat di Cisarua, Bandung Barat, yang menelan puluhan korban jiwa dan merusak ratusan rumah, bukan sekadar bencana alam biasa. Analisis Badan Geologi mengungkap kombinasi mematikan antara struktur geologi purba yang rapuh dan kejenuhan air tanah sebagai ‘bom waktu’ yang akhirnya meledak.

  • Gerakan tanah di Cisarua disebabkan oleh kombinasi fatal struktur geologi purba yang rapuh dan kejenuhan air tanah.
  • Lokasi bencana berada di atas Formasi Endapan Gunungapi Tua yang telah mengalami pelapukan kuat, menurunkan kekuatan geser tanah.
  • Keberadaan sesar dan rekahan menjadi jalur masuk air hujan, menciptakan bidang lemah yang diperparah oleh curah hujan tinggi.
  • Aktivitas manusia seperti tata guna lahan dan pemotongan lereng tanpa drainase memadai turut mempercepat ketidakstabilan lereng.
  • Masyarakat diimbau segera mengungsi, serta mewaspadai gejala awal gerakan tanah dan kondisi cuaca ekstrem.

Menguak Kombinasi Fatal: Geologi Purba dan Air Tanah

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan bahwa bencana di Desa Pasirluhu, Cisarua, Bandung Barat, merupakan hasil dari ‘kombinasi fatal’ antara karakteristik tanah yang rapuh dan kejenuhan air tanah. Lokasi yang kini porak-poranda akibat tertimbun seluas 30 hektare ini, sebenarnya adalah sebuah ‘bom waktu geologis’ yang akhirnya meledak.

Struktur Geologi Purba yang Rapuh

Analisis teknis menunjukkan bahwa bencana ini berakar pada struktur geologi purba di lokasi kejadian. Berada di atas satuan batuan Formasi Endapan Gunungapi Tua Tidak Terpisahkan (QVu), yang umumnya tersusun atas breksi vulkanik, tuf, lava andesit-basalt, serta material piroklastik yang telah mengalami pelapukan kuat. Pelapukan yang intensif ini secara drastis menurunkan kuat geser tanah, menjadikannya rentan terhadap pergerakan.

Situasi diperparah dengan adanya struktur geologi berupa sesar dan rekahan berarah barat laut-tenggara. Celah-celah mikroskopis ini berfungsi sebagai jalur masuk air hujan yang meresap jauh ke dalam tanah, menciptakan bidang-bidang lemah yang menjadi titik rentan.

Peran Krusial Air Tanah dan Curah Hujan

Faktor pemicu utama yang melengkapi ‘bom waktu’ ini adalah curah hujan yang sangat tinggi. Infiltrasi air hujan yang intensif meningkatkan tekanan air pori (pore water pressure) secara signifikan. Peningkatan tekanan ini melemahkan daya ikat antarpartikel tanah (kohesi). Ketika gaya pendorong lereng melebihi gaya penahan, massa tanah dan batuan tidak mampu bertahan dan bergerak mengikuti bidang gelincir pada zona lemah yang telah terbentuk.

Dampak Aktivitas Manusia yang Tak Terkendali

Selain faktor geologis dan hidrologis, aktivitas manusia turut mempercepat proses ketidakstabilan lereng. Tata guna lahan yang didominasi oleh permukiman dan lahan pertanian, serta aktivitas pemotongan lereng untuk pembangunan jalan tanpa dilengkapi sistem drainase yang memadai, telah mengganggu keseimbangan alami lereng yang memiliki kemiringan lebih dari 40 derajat di beberapa titik.

Rekomendasi Mendesak dan Mitigasi Bencana

Mengingat lokasi kejadian masuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah, tim teknis Badan Geologi mengeluarkan serangkaian rekomendasi krusial untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut:

  • Segera Mengungsi: Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi terdampak gerakan tanah wajib segera mencari tempat pengungsian yang lebih aman.
  • Prioritaskan Keselamatan Tim SAR: Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang harus sangat memperhatikan kondisi cuaca. Hindari melakukan aktivitas saat hujan deras atau segera setelah hujan deras mengguyur.
  • Pemasangan Rambu dan Sosialisasi: Pemasangan rambu peringatan kawasan rawan bencana dan sosialisasi mengenai mitigasi bencana kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama.
  • Waspadai Gejala Awal: Masyarakat diminta untuk tidak hanya waspada terhadap hujan, tetapi juga memahami dan mengenali gejala-gejala awal gerakan tanah, seperti retakan pada tanah atau bangunan, serta pergeseran.

Dampak Tragis Longsor Cisarua

Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan dampak tragis dari longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari:

  • 19 orang dilaporkan meninggal dunia.
  • 73 jiwa masih dinyatakan hilang, menambah kecemasan keluarga.
  • 666 orang terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka.
  • 51 unit rumah mengalami kerusakan berat, menandakan kekuatan dahsyat dari gerakan tanah ini.

Peringatan dan rekomendasi ini bersifat krusial untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut, mengingat potensi longsoran susulan di daerah tersebut masih sangat tinggi.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Menteri Agus Andrianto Sebut Sidak Ombudsman Momentum Penertiban Lapas

Kejuaraan Paralayang Jawa Barat 2026 Sukses di Sumedang: Membuka Pintu Sport Tourism Internasional

Jawa Barat Ungkap 4 Kawasan Olahraga Jadi Destinasi Sport Tourism Terintegrasi

Gempa Magnitudo di Atas 3,0 di Indonesia: Laporan 24 Jam Terakhir (Hingga 19 September 2026)

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Warga Jawa Timur Diimbau Waspada

Tags: air tanahanalisis bencanaBadan GeologiBandung Baratgeologi purbagerakan tanahJawa Baratlongsor cisaruaMitigasi Bencana
Share9Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Sulawesi Selatan Siap Hadapi Udara Panas Ekstrem: Ini Prediksi BMKG 24-26 September 2026

26/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

1.200 Ton Sampah Menggunung di Gowa: Krisis BBM dan Akses TPA Lumpuhkan Pengelolaan Limbah

23/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Warga Sangatta Diserang Buaya 4,4 Meter: Polisi Keluarkan Imbauan Keras

21/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Harga Beras Premium Naik 15% Jelang Akhir Tahun 2026, Ini Penyebabnya

20/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Startup Teknologi Pertanian Sulsel Raih Pendanaan Seri A Rp 50 Miliar dari VC Singapura

20/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Misteri Telur Mata Sapi di Gunung Anak Krakatau: Penjelasan Ilmiah Fenomena Unik

20/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Gempa Magnitudo di Atas 3,0 di Indonesia: Laporan 24 Jam Terakhir (Hingga 19 September 2026)

19/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

BMKG Makassar Ingatkan Warga Sulsel: Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang, dan Udara Panas di September 2026

15/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

    Asian Games 2026: Atlet Sulsel Jadi Tumpuan Indonesia, Bidik Emas di Tengah Ketatnya Persaingan Nagoya

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Guruh Soekarnoputra Berpulang: Seniman Multitalenta Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Perjuangan Panjang

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Hilirisasi Nikel Indonesia 2026: Target Ambisius Jadi Pusat Baterai EV Dunia, Mampukah Wujudkan Ekosistem Terintegrasi?

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 10 Hak Dasar Warga Negara Indonesia yang Harus Kamu Tahu dan Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Bupati Gowa Ditetapkan Tersangka, Polda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Penahanan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Delegasi Indonesia Trending di X.com: Menimbang Ketegasan Politik dan Prospek Diplomasi Ekonomi di Kancah Global

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Harga Kopra Sulawesi Bergerak Liar: Petani Kelapa Terjepit, Hilirisasi Jadi Harapan

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Hacker-Gunakan-AI-Claude-Code-untuk-Serangan-Otonomus-–-Repiw.jpg
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.