Sabtu, 12 September 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah

by Pewarta Warga
27/01/2026
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 4 mins read
A A
img-1769452733-9a7667b1a9a4122f

Tragedi gerakan tanah dahsyat di Cisarua, Bandung Barat, yang menelan puluhan korban jiwa dan merusak ratusan rumah, bukan sekadar bencana alam biasa. Analisis Badan Geologi mengungkap kombinasi mematikan antara struktur geologi purba yang rapuh dan kejenuhan air tanah sebagai ‘bom waktu’ yang akhirnya meledak.

  • Gerakan tanah di Cisarua disebabkan oleh kombinasi fatal struktur geologi purba yang rapuh dan kejenuhan air tanah.
  • Lokasi bencana berada di atas Formasi Endapan Gunungapi Tua yang telah mengalami pelapukan kuat, menurunkan kekuatan geser tanah.
  • Keberadaan sesar dan rekahan menjadi jalur masuk air hujan, menciptakan bidang lemah yang diperparah oleh curah hujan tinggi.
  • Aktivitas manusia seperti tata guna lahan dan pemotongan lereng tanpa drainase memadai turut mempercepat ketidakstabilan lereng.
  • Masyarakat diimbau segera mengungsi, serta mewaspadai gejala awal gerakan tanah dan kondisi cuaca ekstrem.

Menguak Kombinasi Fatal: Geologi Purba dan Air Tanah

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan bahwa bencana di Desa Pasirluhu, Cisarua, Bandung Barat, merupakan hasil dari ‘kombinasi fatal’ antara karakteristik tanah yang rapuh dan kejenuhan air tanah. Lokasi yang kini porak-poranda akibat tertimbun seluas 30 hektare ini, sebenarnya adalah sebuah ‘bom waktu geologis’ yang akhirnya meledak.

Struktur Geologi Purba yang Rapuh

Analisis teknis menunjukkan bahwa bencana ini berakar pada struktur geologi purba di lokasi kejadian. Berada di atas satuan batuan Formasi Endapan Gunungapi Tua Tidak Terpisahkan (QVu), yang umumnya tersusun atas breksi vulkanik, tuf, lava andesit-basalt, serta material piroklastik yang telah mengalami pelapukan kuat. Pelapukan yang intensif ini secara drastis menurunkan kuat geser tanah, menjadikannya rentan terhadap pergerakan.

Situasi diperparah dengan adanya struktur geologi berupa sesar dan rekahan berarah barat laut-tenggara. Celah-celah mikroskopis ini berfungsi sebagai jalur masuk air hujan yang meresap jauh ke dalam tanah, menciptakan bidang-bidang lemah yang menjadi titik rentan.

Peran Krusial Air Tanah dan Curah Hujan

Faktor pemicu utama yang melengkapi ‘bom waktu’ ini adalah curah hujan yang sangat tinggi. Infiltrasi air hujan yang intensif meningkatkan tekanan air pori (pore water pressure) secara signifikan. Peningkatan tekanan ini melemahkan daya ikat antarpartikel tanah (kohesi). Ketika gaya pendorong lereng melebihi gaya penahan, massa tanah dan batuan tidak mampu bertahan dan bergerak mengikuti bidang gelincir pada zona lemah yang telah terbentuk.

Dampak Aktivitas Manusia yang Tak Terkendali

Selain faktor geologis dan hidrologis, aktivitas manusia turut mempercepat proses ketidakstabilan lereng. Tata guna lahan yang didominasi oleh permukiman dan lahan pertanian, serta aktivitas pemotongan lereng untuk pembangunan jalan tanpa dilengkapi sistem drainase yang memadai, telah mengganggu keseimbangan alami lereng yang memiliki kemiringan lebih dari 40 derajat di beberapa titik.

Rekomendasi Mendesak dan Mitigasi Bencana

Mengingat lokasi kejadian masuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah, tim teknis Badan Geologi mengeluarkan serangkaian rekomendasi krusial untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut:

  • Segera Mengungsi: Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi terdampak gerakan tanah wajib segera mencari tempat pengungsian yang lebih aman.
  • Prioritaskan Keselamatan Tim SAR: Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang harus sangat memperhatikan kondisi cuaca. Hindari melakukan aktivitas saat hujan deras atau segera setelah hujan deras mengguyur.
  • Pemasangan Rambu dan Sosialisasi: Pemasangan rambu peringatan kawasan rawan bencana dan sosialisasi mengenai mitigasi bencana kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama.
  • Waspadai Gejala Awal: Masyarakat diminta untuk tidak hanya waspada terhadap hujan, tetapi juga memahami dan mengenali gejala-gejala awal gerakan tanah, seperti retakan pada tanah atau bangunan, serta pergeseran.

Dampak Tragis Longsor Cisarua

Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan dampak tragis dari longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari:

  • 19 orang dilaporkan meninggal dunia.
  • 73 jiwa masih dinyatakan hilang, menambah kecemasan keluarga.
  • 666 orang terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka.
  • 51 unit rumah mengalami kerusakan berat, menandakan kekuatan dahsyat dari gerakan tanah ini.

Peringatan dan rekomendasi ini bersifat krusial untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut, mengingat potensi longsoran susulan di daerah tersebut masih sangat tinggi.

Rekomendasikan Wartakita.id

BACA JUGA:

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas ke Lima Provinsi, Penerbangan dan Kesehatan Terdampak – Status Siaga Tetap Berlaku

Erupsi Semeru Kembali Terjadi: Kolom Abu 1.000 Meter, Warga Diminta Jauhi Sektor Tenggara

Nepal & China Peringatkan Risiko Banjir Bandang Susulan Himalaya Akibat Danau Longsor

Karhutla Kalimantan 2026: Mengapa Lanskap Rentan Terbakar di Tengah Penguatan El Niño?

Ribuan Gempa Susulan di NTT: Memahami Fenomena Ilmiah, Potensi Dampak, dan Prediksi Akhir

Tags: air tanahanalisis bencanaBadan GeologiBandung Baratgeologi purbagerakan tanahJawa Baratlongsor cisaruaMitigasi Bencana
Share9Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Makassar Melawan Krisis Air Bersih: Mobil Tangki & 18 SPAM Baru Jadi Ujung Tombak

11/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergeser, Jakarta Tak Lagi Terdampak: Analisis BMKG dan Dampak bagi Banten

08/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas ke Lima Provinsi, Penerbangan dan Kesehatan Terdampak – Status Siaga Tetap Berlaku

07/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Barat Daya: Dampak Udara dan Penerbangan di Banten

07/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Erupsi Semeru Kembali Terjadi: Kolom Abu 1.000 Meter, Warga Diminta Jauhi Sektor Tenggara

06/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Indonesia Bergemuruh: Empat Gunung Api Erupsi Serentak, Begini Dampaknya

06/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Abu Vulkanik Anak Krakatau Hentikan Operasional Bandara Soekarno-Hatta, Ribuan Penumpang Terdampak

06/09/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Status Siaga Gunung Sinabung: BNPB Imbau Warga Karo Segera Mengungsi

05/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    12 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Blackout Sumatera 22 Mei 2026: Akar Masalah Teknis Transmisi dan Misteri Suara Helikopter Sebelum Gelap

    65 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Antrean BBM Makassar: Benarkah Lonjakan Permintaan, Bukan Kelangkaan?

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Antrean BBM Makassar Tak Mereda: Long Lines, Pemicu Kemacetan, dan Respons Setengah Hati

    976 shares
    Share 387 Tweet 242
  • BREAKING NEWS: 8 Jurnalis dan Awak Kapal Hilang Kontak Pasca Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • DPRD Sulsel Mendesak Pertamina Stabilisasi Pasokan BBM & Elpiji di Tengah Antrean Panjang Makassar

    935 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Polda Sulsel Bergerak: Selidiki Kelangkaan BBM Subsidi, Tak Ada Ampun untuk Penimbun

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Asap Pekat dari Gardu Listrik Pasar Baru: Analisis Mendalam Penanganan PLN

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Cara Cek Bansos Beras 30 Kg Tahap 2 2026: Panduan Lengkap Desil, Jadwal Cair, dan Cara Ambil

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergeser, Jakarta Tak Lagi Terdampak: Analisis BMKG dan Dampak bagi Banten

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
1763889026-rahasia-kulit-glowing-di-rumah-spa-mandiri-perawatan-diri.jpg
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.