Jumat, 21 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Alam dan Lingkungan Hidup

Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah

by Pewarta Warga
27/01/2026
in Alam dan Lingkungan Hidup
Reading Time: 4 mins read
A A
img-1769452733-9a7667b1a9a4122f

Tragedi gerakan tanah dahsyat di Cisarua, Bandung Barat, yang menelan puluhan korban jiwa dan merusak ratusan rumah, bukan sekadar bencana alam biasa. Analisis Badan Geologi mengungkap kombinasi mematikan antara struktur geologi purba yang rapuh dan kejenuhan air tanah sebagai ‘bom waktu’ yang akhirnya meledak.

  • Gerakan tanah di Cisarua disebabkan oleh kombinasi fatal struktur geologi purba yang rapuh dan kejenuhan air tanah.
  • Lokasi bencana berada di atas Formasi Endapan Gunungapi Tua yang telah mengalami pelapukan kuat, menurunkan kekuatan geser tanah.
  • Keberadaan sesar dan rekahan menjadi jalur masuk air hujan, menciptakan bidang lemah yang diperparah oleh curah hujan tinggi.
  • Aktivitas manusia seperti tata guna lahan dan pemotongan lereng tanpa drainase memadai turut mempercepat ketidakstabilan lereng.
  • Masyarakat diimbau segera mengungsi, serta mewaspadai gejala awal gerakan tanah dan kondisi cuaca ekstrem.

Menguak Kombinasi Fatal: Geologi Purba dan Air Tanah

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan bahwa bencana di Desa Pasirluhu, Cisarua, Bandung Barat, merupakan hasil dari ‘kombinasi fatal’ antara karakteristik tanah yang rapuh dan kejenuhan air tanah. Lokasi yang kini porak-poranda akibat tertimbun seluas 30 hektare ini, sebenarnya adalah sebuah ‘bom waktu geologis’ yang akhirnya meledak.

Struktur Geologi Purba yang Rapuh

Analisis teknis menunjukkan bahwa bencana ini berakar pada struktur geologi purba di lokasi kejadian. Berada di atas satuan batuan Formasi Endapan Gunungapi Tua Tidak Terpisahkan (QVu), yang umumnya tersusun atas breksi vulkanik, tuf, lava andesit-basalt, serta material piroklastik yang telah mengalami pelapukan kuat. Pelapukan yang intensif ini secara drastis menurunkan kuat geser tanah, menjadikannya rentan terhadap pergerakan.

Situasi diperparah dengan adanya struktur geologi berupa sesar dan rekahan berarah barat laut-tenggara. Celah-celah mikroskopis ini berfungsi sebagai jalur masuk air hujan yang meresap jauh ke dalam tanah, menciptakan bidang-bidang lemah yang menjadi titik rentan.

Peran Krusial Air Tanah dan Curah Hujan

Faktor pemicu utama yang melengkapi ‘bom waktu’ ini adalah curah hujan yang sangat tinggi. Infiltrasi air hujan yang intensif meningkatkan tekanan air pori (pore water pressure) secara signifikan. Peningkatan tekanan ini melemahkan daya ikat antarpartikel tanah (kohesi). Ketika gaya pendorong lereng melebihi gaya penahan, massa tanah dan batuan tidak mampu bertahan dan bergerak mengikuti bidang gelincir pada zona lemah yang telah terbentuk.

Dampak Aktivitas Manusia yang Tak Terkendali

Selain faktor geologis dan hidrologis, aktivitas manusia turut mempercepat proses ketidakstabilan lereng. Tata guna lahan yang didominasi oleh permukiman dan lahan pertanian, serta aktivitas pemotongan lereng untuk pembangunan jalan tanpa dilengkapi sistem drainase yang memadai, telah mengganggu keseimbangan alami lereng yang memiliki kemiringan lebih dari 40 derajat di beberapa titik.

Rekomendasi Mendesak dan Mitigasi Bencana

Mengingat lokasi kejadian masuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah, tim teknis Badan Geologi mengeluarkan serangkaian rekomendasi krusial untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut:

  • Segera Mengungsi: Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi terdampak gerakan tanah wajib segera mencari tempat pengungsian yang lebih aman.
  • Prioritaskan Keselamatan Tim SAR: Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang harus sangat memperhatikan kondisi cuaca. Hindari melakukan aktivitas saat hujan deras atau segera setelah hujan deras mengguyur.
  • Pemasangan Rambu dan Sosialisasi: Pemasangan rambu peringatan kawasan rawan bencana dan sosialisasi mengenai mitigasi bencana kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama.
  • Waspadai Gejala Awal: Masyarakat diminta untuk tidak hanya waspada terhadap hujan, tetapi juga memahami dan mengenali gejala-gejala awal gerakan tanah, seperti retakan pada tanah atau bangunan, serta pergeseran.

Dampak Tragis Longsor Cisarua

Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan dampak tragis dari longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari:

  • 19 orang dilaporkan meninggal dunia.
  • 73 jiwa masih dinyatakan hilang, menambah kecemasan keluarga.
  • 666 orang terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka.
  • 51 unit rumah mengalami kerusakan berat, menandakan kekuatan dahsyat dari gerakan tanah ini.

Peringatan dan rekomendasi ini bersifat krusial untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut, mengingat potensi longsoran susulan di daerah tersebut masih sangat tinggi.

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Siklus Daun Gugur: Pelajaran Berharga BPBD Sulbar untuk Keseimbangan Alam dan Mitigasi Bencana

El Nino Mengancam Pertanian Sulsel: 300 Pompa Air Disiagakan Pemprov untuk Jaga Ketahanan Pangan

Gempa Dahsyat Venezuela Tewaskan Ribuan Jiwa: Pelajaran Kesiapsiagaan Global dan Tantangan Bantuan

Geopark Matano Segera Jadi Warisan Geologi Nasional: Potensi Luwu Timur Menggema di Sulawesi Selatan

Depok: Simbol Toleransi, Salat Idul Adha Berlangsung di Kompleks Non-Muslim Selama 30 Tahun

Tags: air tanahanalisis bencanaBadan GeologiBandung Baratgeologi purbagerakan tanahJawa Baratlongsor cisaruaMitigasi Bencana
Share9Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Kebakaran Hutan Pinus Malino Terkendali, BBKSDA Sulsel Ingatkan Kewaspadaan Warga: Ini Kronologi dan Imbauannya

20/08/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

16/08/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

15/08/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Eropa Gelap Gulita, Fenomena Langka

12/08/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

El Nino Mengganas: 107 Ribu Hektare Hutan Terbakar, Ribuan Armada Udara Dikerahkan

11/08/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia 10 Agustus 2026: Episentrum di Chocó, Kerusakan Parah di Beberapa Kota dan Korban Jiwa

10/08/2026
Longsor Cisarua: Kombinasi Mematikan Geologi Purba dan Air Tanah - Featured

Tragedi Gunung Piramid: Pendaki Surabaya dan Pemandunya Ditemukan Meninggal di Jurang 470 Meter

05/08/2026
Climate-Change-Informational-Poster_cr

Gelombang Panas Brutal di Prancis: 2.025 Jiwa Melayang dalam Sepekan, Krisis Iklim Semakin Nyata

06/07/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    689 shares
    Share 276 Tweet 172
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Urat Nadi Baja di Bawah Nusantara: Mampukah Super Grid Rp 388 Triliun PLN Menjawab Paradoks Energi Indonesia?

    883 shares
    Share 394 Tweet 246
  • 11 Gaya Rambut Pria Korea Terkini yang Bikin Wanita Jatuh Hati: Dijamin Keren Maksimal!

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Gempa 7,7 M Guncang NTT: 5 Bandara dan 3 Pelabuhan Terdampak, Operasional Tetap Berjalan

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gotong Royong Makassar: Warga Panakkukang Bersihkan Rumah Ibadah Sambut HUT RI ke-81

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • 16 Model Rambut Pria yang Terbukti Disukai Wanita, Keren dan Stylish! (Update 2026)

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
parfum di tempat kerja_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
img-1764777491-e442ac7fe1f792b9
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.