Selasa, 13 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2020

Kapasitas Tes Covid-19 Masih Rendah, Pemerintah Kebut ‘New Normal’ di 228 Daerah

Termasuk di Kota Makassar

by H. Gunadi
09/06/2020
in Arsip 2020, Nasional
Reading Time: 5 mins read
A A
Kapasitas Tes Covid-19 Masih Rendah, Pemerintah Kebut New Normal di 228 Daerah

JAKARTA — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tengah berupaya membuka kembali kegiatan ekonomi di 228 kabupaten atau kota yang berada di zona hijau dan kuning Covid-19. Rencana itu berangkat dari wacana pemerintah pusat untuk menggerakkan aktivitas masyarakat produktif dan aman Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo membeberkan hingga saat ini terdapat 92 daerah yang masih bertahan di zona hijau. Sementara itu, Doni menerangkan, terdapat 136 kabupaten atau kota yang berada di zona kuning.

“Sehingga total kabupaten atau kota yang berada di zona hijau dan kuning berjumlah 228 atau 44 persen dari total kabupaten atau kota secara nasional,” kata dia saat memberi keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (8/6/2020).

Gugus Tugas menggunakan sistem zonasi sebagai tolok ukur bagi seluruh daerah dalam menerapkan kenormalan baru atau new normal.

Penilaian itu berdasarkan pada tiga kriteria yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yakni epidemiologi dengan indikator angka reproduction rate (Rt) atau reproduksi efektif harus mencapai di bawah satu selama dua pekan. Dengan kata lain, untuk mencapai itu, angka reproduksi (R0) atau tren kasus baru harus berada di bawah satu selama 2 pekan.

Kriteria kedua berkaitan dengan kualitas sistem kesehatan yang ditandai dengan kemampuan fasilitas kesehatan dalam menangani kasus baru Covid-19. Kriteria itu dapat dipenuhi dengan adanya kapasitas rumah sakit per 1.000 penduduk, proyeksi kasus baru yang memerlukan perawatan lebih kecil dari kapasitas rumah sakit, serta jumlah tempat tidur yang dilengkapi ventilator dan data ruang isolasi.

Terakhir, gugus tugas mesti memiliki kapasitas tes laboratorium yang cukup dan memiliki strategi tes yang jelas. WHO mensyratkan jumlah tes per satu juta penduduk bisa mencapai 3.500 jika hendak menerapkan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu, kasus positif Covid-19 yang telah terkonfirmasi hingga Senin 8 Juni masih penambahan 847 kasus baru sehingga totalnya menjadi 32.033 orang.

Di sisi lain, masih terjadi penurunan kapasitas pemeriksaan spesimen sebanyak 6.988 pada hari ini, Senin (8/6/2020), jauh di bawah target yang dinaikkan oleh Presiden Joko Widodo, dari 10.000 spesimen menjadi 20.000 spesimen per harinya.

Sebelumnya, Gugus Tugas telah memberikan lampu hijau bagi sembilan sektor ekonomi untuk kembali beroperasi di tengah penerapan new normal.

“Penilaian dampak ekonomi dilaksanakan dengan menggunakan indikator indeks dampak ekonomi dari tiga aspek yaitu aspek ketenagakerjaan, proporsi Produk Domestik Regional Bruto sektoral, dan indeks keterkaitan sektor,” kata Doni melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (5/6/2020).

Adapun, sembilan sektor yang ditetapkan untuk dibuka kembali meliputi pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik dan transportasi barang.

Dia mengungkapkan sembilan sektor tersebut dinilai memiliki risiko ancaman Covid-19 yang rendah, tetapi menciptakan lapangan kerja yang luas dan mempunyai dampak ekonomi yang signifikan.

Pembukaan sektor-sektor ekonomi tersebut, dia menerangkan, dilakukan oleh Kementerian terkait dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, diawali dengan edukasi, sosialisasi dan simulasi secara bertahap.

Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Dia mengingatkan jangan sampai pertumbuhan ekonomi merosot lebih dalam lagi.

“Kita tahu kuartal pertama ekonomi kita hanya mampu tumbuh 2,97 persen dan kuartal kedua, ketiga, dan keempat kita harus mampu menahan agar laju pertumbuhan ekonomi tidak merosot lebih dalam lagi, tidak sampai minus dan bahkan kita harapkan pelan-pelan kita mulai bisa rebound,” katanya membuka rapat terbatas pemulihan ekonomi nasional dan perubahan postur APBN 2020 melalui video conference, Rabu (3/6/2020).

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia akan menghadapi gejolak yang cukup besar akibat dampak virus Corona.

Namun, langkah pemerintah melalui Gugus Tugas untuk mempercepat pembukaan kembali kegiatan ekonomi dan aktivitas masyarakat melalui skema kenormalan baru dinilai tidak tepat dari segi kesehatan masyarakat.

BACA JUGA:

Pemerintah Rilis Tarif Cek Kesehatan Haji, Pengetatan Syarat Kesehatan Jemaah

2 Tahun Prabowo-Gibran: APBN Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

Prioritas Kesehatan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan

Kini Ada Panduan Kesehatan Reproduksi Berbasis Braille Loh!

Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Sulsel Masuk Kategori Tidak Sehat

Sejumlah pakar dan praktisi kesehatan masyarakat menilai pemerintah belum mampu memenuhi keseluruhan kriteria yang diwajibkan WHO ihwal pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dewan Pakar Ikatan Ahli Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra berpendapat fase new normal atau kenormalan baru lebih tepat diterapkan pada pertengahan Juli mendatang.

Hermawan beralasan saat ini kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia masih terus berlangsung. Sementara itu, dia menerangkan, kapasitas pemeriksaan spesimen dan kemampuan tes per satu juta penduduk masih terbilang rendah.

“Sementara sekarang ini sebagai fase optimalisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Seharusnya pemerintah fokus pada pelambatan transmisi,” kata dia melalui pesan suara kepada Bisnis, Senin (8/6/2020).

Di samping itu, dia juga mengatakan, perlu ada transisi kebijakan dan penyiapan infrastruktur yang lebih substantif ihwal kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari https://www.worldometers.info per hari ini, kapasitas tes per 1 juta penduduk di Indonesia terbilang rendah yakni 1511 berbanding dengan perkiraan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 273.334.499.

Malahan, hingga saat ini, jumlah tes yang berhasil dilakukan oleh pemerintah baru mencapai 412.980 jiwa.

Temuan itu juga turut diamini oleh Bappenas. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN alias Bappenas Subandi Sardjoko membeberkan surveilans atau kapasitas tes Covid-19 di Indonesia belum memadai untuk memenuhi syarat pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“WHO mengusulkan satu dari seribu, Bappenas meniru negara dengan jumlah penduduk yang seperti Indonesia adalah Brazil yaitu kita 3.500 per satu juta penduduk. Itu mesti disediakan tesnya,” kata Subandi saat memberi keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Dengan demikian, Subandi mengatakan, jumlah tes minimal yang dibutuhkan Indonesia adalah sekitar 940.000. “Dan kita sekarang, per kemarin baru mencapai 290 ribu tes jadi belum ada sepertinganya,” kata dia.

Berdasarkan proyeksi jumlah penduduk dari Bappenas, populasi penduduk Indonesia 2020 diperkirakan 271 juta jiwa.

Dengan rasio tes Covid-19 sebanyak 3.500 untuk satu juta penduduk, maka pemerintah harus melakukan 948.500 tes atau tiga kali lipat dari capaian sekarang yang diklaim Bapenas sebanyak 290.000 tes.

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: COVID-19Kesehatannew normalwartakita
Share5Tweet3Send

ARTIKEL TERKAIT

Gibran Rakabuming Raka in a formal political setting, looking thoughtful, with a background of political documents and a large desk, symbolizing his role in national politics. The image captures the seriousness of the situation, with dramatic lighting and a sharp focus, highlighting the documents and his expression.

Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

07/10/2026
Kapasitas Tes Covid-19 Masih Rendah, Pemerintah Kebut ‘New Normal’ di 228 Daerah - Featured

Menteri Agus Andrianto Sebut Sidak Ombudsman Momentum Penertiban Lapas

27/09/2026
solar energy

Transisi Energi Indonesia 2026: Menarik Investasi Global untuk PLTS dan Dekarbonisasi Industri

27/09/2026
Kapasitas Tes Covid-19 Masih Rendah, Pemerintah Kebut ‘New Normal’ di 228 Daerah - Featured

Tragedi Latsarmil KDMP: Mengapa Bisnis Modern Butuh Adaptasi, Bukan Struktur Komando Militer

28/06/2026
pesta-babi-2

Menko Yusril sebut tak ada larangan nobar Film Pesta Babi

16/05/2026
img-1777232492-c0434ba7e4668f69

APBN 2026 ‘Survival Mode’: Menteri Keuangan Purbaya Tegaskan Nol Toleransi untuk Inefisiensi dan Kebocoran

27/04/2026
d37c81f0-afec-46f0-af7f-4b5b8d66853e

Festival Delapan Presents: Shakira Jasmine Siap Mengguncang Kuala Lumpur dalam Konser Spektakuler “Asia Tour 2026”

03/04/2026
img-1773324706-e6b519d0a7426472

Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar: 10 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis Sepanjang 291 Km!

15/03/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Kapasitas Tes Covid-19 Masih Rendah, Pemerintah Kebut ‘New Normal’ di 228 Daerah - Featured

    Kalla Toyota Palopo Sukses Rebut Hati Komunitas Lewat “Padel with Toyota Hybrid”

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Gibran Rakabuming Raka Terganjal Syarat Pendidikan untuk Pilpres 2029

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • BMKG: Peringatan Dini Cuaca Besok 11-12 Oktober 2026, Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kejati Kaltara Ungkap Dugaan Korupsi Kredit Investasi Rp759,4 Miliar di Bank Digital Milik Negara

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks: Prabowo Beri Hadiah Rp 5 Triliun dan Mobil untuk Timnas

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    837 shares
    Share 335 Tweet 209
  • Punya Gadget Nganggur? Bisa Tukar Tambah dengan Galaxy Z Fold8 Serie

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • DJP Siapkan Strategi Cari Basis Pajak Baru Antisipasi Kenaikan PTKP

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Peringatan Dini Cuaca BMKG 9-10 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

vespa sprint atau primavera_wartakita.id
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
crew-cut-fade_tn
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Mug CIVAGO dengan lapisan keramik & insulasi vakum tahan 12 jam 1-salwasalon
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
vespa gts supertech
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
1763287827_Smoothing-vs-Rebonding-vs-Keratin-Mana-yang-Terbaik-untuk-Rambutmu.jpg
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Jisoo+Dyson
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
ilustrasi pria berketombe
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.