Minggu, 15 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Hukum & Keadilan

Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral

Jurang Antara Ritual Keagamaan dan Integritas

by A. Burhany
21/04/2025
in Hukum & Keadilan, Opini, Pembelajaran & Literasi
Reading Time: 3 mins read
A A
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured

Indonesia, Negeri 5 Menara, Namun Etika dan Moralitas Terus Tergerus. Refleksi atas jurang antara ritual keagamaan dan integritas sosial

“Surga Dunia” yang Rentan

Kita hidup di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia—sekitar 87% warganya beragama Islam, atau hampir 242 juta jiwa yang meresapi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik status “Bumi Serambi Mekkah,” integritas publik justru kerap terkikis, seakan religiusitas menjadi kemilau kosong tanpa pondasi etika yang kokoh.

Paradoks Post‑Truth: Iman dan Kesalehan yang Bisa ‘Dibeli’

Di era post‑truth, narasi keagamaan sering dijadikan alat legitimasi kekuasaan. Media sosial memamerkan kesalehan pejabat—haji keliling, donasi besar—namun lupa menyoal bagaimana kekayaan itu diperoleh.

Ketika agama menjadi “tiket instan” pengampunan, pertobatan sejati pun tenggelam. Koruptor dapat “menebus dosa” lewat ritual atau sedekah megah, padahal perilaku lama berulang tanpa evaluasi dan revisi moral mendalam.

Lembaga Hukum: Benteng Moralitas yang Bocor

Seharusnya aparat penegak hukum—polisi, jaksa, hakim—berdiri tegar sebagai perisai keadilan. Kenyataannya, transaksi gelap masih merajalela. Transparansi Internasional menempatkan Indonesia pada skor 34/100 dalam Indeks Persepsi Korupsi CPI 2023, jauh di bawah skor rata‑rata global (43).

Praktik suap di pengadilan dan penjara pintas bebas hukuman menjadi bukti bahwa sirene keadilan kerap tak terdengar bagi semua.

Studi Kasus: Ketika Panutan Justru Memudar

Gelar “haji” atau latar belakang dakwah tak lagi menjamin keteladanan. Mantan pejabat tinggi yang tertangkap KPK atas korupsi penyelenggaraan haji dan putusan hakim terima suap—semua memperlihatkan bahwa atribut religius bisa “mengkristal” tanpa mengakar pada moral asli.

Bahkan panti asuhan, ruang yang semestinya memelihara anak, tak luput dari skandal pelecehan, mengoyak kepercayaan masyarakat.

Akar Masalah: Agama sebagai “Jalan Darurat”

Agama idealnya menjadi pedoman etika, tetapi di tangan segelintir orang, ia berfungsi sebagai pintu darurat—mekanisme pengampunan tanpa pertanggungjawaban. Walaupun mereka tahu ‘emergency exit’ yang didapatkan hanya berlaku untuk hukum buatan manusia, bukan hukum Tuhan.

Sementara itu, supremasi hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah, menjadikan keadilan barang mewah yang hanya terjangkau mereka yang bersedia membayar.

Realitas Penanganan Korupsi

Sepanjang 2023, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat 161 perkara korupsi, dengan 85 kasus gratifikasi sebagai jenis tertinggi. Dalam detail tahapan, KPK melakukan 127 penyelidikan dan 161 penyidikan, serta melaksanakan 124 eksekusi—angka yang meningkat signifikan dibandingkan tahun‑tahun sebelumnya.

Angka-angka ini mencerminkan upaya penegakan hukum yang sesungguhnya, namun masih harus diperkuat keberlanjutan dan transparansinya.

Solusi: Tegakkan Hukum, Teladan Pejabat Publik, dan Memupuk Karakter

Negara-negara dengan skor CPI tertinggi memberikan pelajaran:

  • Denmark (90), Finlandia (87), dan Selandia Baru (85) menunjukkan bagaimana sinergi antara pendidikan etika dan penegakan hukum bisa menumbuhkan kepercayaan publik.
  • Reformasi Total Peradilan: Hapus semua celah transaksi, audit independen, dan sanksi tegas tanpa pandang bulu.
  • Transparansi Pejabat Publik: Laporkan harta secara berkala dan buka data audit untuk publik.
  • Pendidikan Karakter Sejak Dini: Integrasikan kurikulum etika dalam setiap jenjang, bukan sekadar prestasi akademik.

Refleksi Akhir: Agama Tanpa Integritas, Tanpa Hukum Formil, Hanya Ritual Hampa

Agama adalah fondasi moral, tetapi tanpa hukum yang adil dan konsisten, ia bisa menjadi ritual hampa—topeng kemunafikan yang mereduksi makna sejati.

Masyarakat perlu menyadari bahwa gelar religius bukan jaminan kebaikan. Sebagaimana kata Prabowo Subianto dalam bukunya, kebijakan publik harus dibangun atas bukti, bukan opini. Kebijakan publik harus dibangun atas data dan bukti, bukan semata narasi, agar kita tak terjebak dalam paradoks “negeri lima menara” yang gemerlap namun rapuh.

BACA JUGA:

RUU Perampasan Aset Mendesak: Gibran Inginkan Koruptor ‘Dimiskinkan’, Praktisi Serukan Aksi Nyata

Dugaan Suap Rp 850 Juta Ketua dan Wakil Ketua PN Depok untuk Percepatan Eksekusi Lahan

Skandal Suap Bea Cukai: Jalur Merah Diatur, Barang Ilegal Banjiri Indonesia

KPK Ungkap OTT Hakim di Depok: Ratusan Juta Diamankan Diduga Terkait Suap

KPK Sita Miliaran Rupiah dan Emas 3 Kg dari Pejabat Bea Cukai dalam Operasi Tangkap Tangan

Tags: EtikahukumIndonesianakorupsiMoralpendidikan karakterreligiusitaswartakita
Share8Tweet5Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured

Guru Besar UI Kembangkan Material Bangunan Inovatif dari Limbah Industri: Solusi Konstruksi Ramah Lingkungan

12/02/2026
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured

Kemendikdasmen Finalisasi Konsolidasi Nasional 2026: Strategi Penguatan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah

11/02/2026
sd monginsidi makassar wartakita cr

Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

05/02/2026
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured

Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

05/02/2026
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured

Epstein Files: Runtuhnya Tembok Kebal Hukum dan Ilusi Keilahian di Atas ‘Bedeng’ Peradaban

03/02/2026
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured

Manifesto Reformasi Parpol: Membubarkan ‘PO Bus’ dan Mengembalikan Daulat Rakyat

01/02/2026
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured

Kemendikdikteks Luncurkan ‘Road to Nobel Prize’: Akselerasi Peneliti Muda Menuju Pengakuan Internasional

29/01/2026
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured

UMI: Satu-satunya PTS di Indonesia Timur Ditunjuk Kelola Beasiswa KNB Scholarship 2026

29/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured

    Netflix, Mattel, dan Hasbro Bersinergi: Revolusi Mainan K-Pop “Demon Hunters”

    583 shares
    Share 233 Tweet 146
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3871 shares
    Share 1548 Tweet 968
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    481 shares
    Share 192 Tweet 120
  • Tragedi Papua: Pilot Smart Air Tewas Ditembak, Isu Tambang Ilegal dan Ancaman TPNPB Mengemuka

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Emas dan Perak Berfluktuasi: Lonjakan Signifikan Meski Data Ekonomi AS Mengejutkan, Apa Kata Analis?

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Tragedi Chinatown: Bocah 6 Tahun WNI Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Singapura

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • 102 Pohon Tumbang di Makassar Akibat Cuaca Ekstrem Januari 2026: DLH Tingkatkan Mitigasi

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • IHSG Diperkirakan Lanjut Koreksi Awal Pekan, Simak Prediksi dan Saham Pilihan MNC Sekuritas 9 Februari 2026

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • RS Kemenkes Makassar Resmi Beroperasi: Pusat Kesehatan Internasional untuk Indonesia (Timur)

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Beda Smoothing Sutra dengan Smoothing Biasa, Rebonding, dan Straightening

    1330 shares
    Share 532 Tweet 333
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Menelisik Kesalehan Tanpa Pondasi, Ketika Iman Jadi Ilusi Moral - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.