Menghadapi potensi hujan lebat yang masih membayangi Ibu Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah antisipatif demi mencegah banjir. Kesiapsiagaan ini mencakup pengerahan ratusan pompa mobile dan optimalisasi infrastruktur pengendali banjir.
Langkah Mitigasi Banjir Skala Besar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali menegaskan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem. Menanggapi potensi ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah bergerak cepat dengan mengerahkan 112 unit pompa mobile yang ditempatkan di 84 titik rawan genangan di seluruh wilayah Jakarta.
Optimalisasi Drainase dan Pengerukan Sungai
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin, menjelaskan bahwa penempatan pompa mobile ini merupakan bagian dari strategi mitigasi. Selain itu, upaya intensif terus dilakukan melalui pengerukan berbagai sungai dan saluran air. Tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penampungan dan aliran air, sehingga mengurangi risiko luapan.
Adapun beberapa titik krusial yang menjadi fokus pengerukan meliputi:
- Jakarta Pusat: Kali Ciliwung (Segmen Kanal Banjir Barat, Segmen Pejambon 1), dan Kanal Banjir Barat (KBB) Jembatan Merah.
- Jakarta Selatan: Kali Ciliwung, Kali Krukut, Kali Grogol, dan Kali Baru Barat.
- Jakarta Barat: Cengkareng Drain, Kali Semongol, Kali Mookervart, dan Kali Pesanggrahan.
- Jakarta Utara: Kali Angke, Kali Ancol, Kali Cakung Lama, Kali Bokor, dan Kali Mati.
- Jakarta Timur: Kali Ciliwung, Cakung Drain, Kali Cipinang, Kali Sunter, dan Kali Utan Kayu.
Ika Agustin menambahkan bahwa pengerukan tidak hanya menyasar sungai, tetapi juga mencakup waduk, situ, embung, dan saluran mikro di seluruh penjuru Ibu Kota.
Rekam Jejak dan Prakiraan Cuaca Terbaru
Sepanjang tahun 2025, tercatat total volume pengerukan mencapai 919.173 meter kubik. Hingga tanggal 19 Januari 2026, volume pengerukan telah menyentuh angka 25.746 meter kubik, menunjukkan konsistensi upaya pengelolaan sumber daya air.
BPBD DKI Jakarta mengingatkan warga untuk tetap waspada. Berdasarkan prakiraan, periode 22-23 Januari 2026 diperkirakan akan diwarnai hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem (status AWAS). Selanjutnya, pada Sabtu, 24 Januari 2026, intensitas hujan diprediksi lebat hingga sangat lebat (status SIAGA).
Informasi dan Kontak Darurat
Warga diimbau untuk terus memantau informasi banjir terkini melalui situs resmi BPBD DKI Jakarta. Apabila menemukan situasi darurat yang memerlukan bantuan segera, jangan ragu untuk menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112.























