Senin, 17 Agustus 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Makassar & Sulsel

Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Brutal Akibat Persoalan Sepele: Kesaksian Langsung Ahmad (62)

by Pewarta Warga
06/05/2026
in Makassar & Sulsel
Reading Time: 4 mins read
A A
img-1778021611-4d30012e060245bd

Sosok Ahmad (62), imam Masjid As Salam di Kota Palopo, akhirnya buka suara setelah menjadi korban pengeroyokan brutal yang menyita perhatian publik. Dengan wajah masih memperlihatkan luka, beliau dengan tegas membantah tudingan menganiaya anak di bawah umur.

  • Imam masjid di Palopo, Ahmad (62), menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang.
  • Peristiwa ini dipicu oleh teguran terhadap anak-anak yang bermain mikrofon masjid.
  • Ahmad membantah keras tudingan telah memukul anak di bawah umur.
  • Beliau menjelaskan bahwa teguran tersebut adalah akumulasi dari perilaku anak-anak yang sudah melampaui batas di lingkungan masjid.
  • Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian Polres Palopo.

Kesaksian Langsung Imam Ahmad: Kronologi Pengeroyokan Brutal

Dalam wawancara eksklusif, Ahmad menceritakan detik-detik mencekam yang dialaminya pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 15.30 Wita. Setelah selesai menunaikan salat Asar dan berjalan pulang dari Masjid As Salam menuju kediamannya, langkah beliau tiba-tiba dihentikan oleh seorang wanita. Wanita tersebut dengan emosional menuduh Ahmad telah memukul anaknya, sambil menunjuk-nunjuk wajahnya.

“Dia marah-marah, bilang ‘Kenapa pukul anak saya? Nanti saya lapor polisi’. Saya jawab, saya tidak pukul. Kalau mau lapor, silakan, itu hak Anda,” ujar Ahmad, mengingat peristiwa tersebut dengan nada tegas namun penuh kesabaran.

Di tengah upaya Ahmad untuk tetap tenang dan memberikan penjelasan, situasi berubah drastis. Sebuah pukulan keras dari arah belakang mendarat tanpa terduga, membuat beliau tersungkur ke tanah. Di momen itulah, aksi kekerasan brutal terjadi.

Serangan Bertubi-tubi: Empat Pelaku Mengeroyok Imam Masjid

“Ada empat orang yang mengeroyok, tiga laki-laki dan satu perempuan. Mereka menyerang beruntun ke bagian wajah dan dada. Pandangan saya langsung nanar, muka saya penuh darah,” beber Ahmad dengan suara lirih, menggambarkan kondisi tak berdaya saat menerima serangan bertubi-tubi.

Dalam kondisi lemah, Ahmad hanya bisa menerima serangan yang menghantam wajah dan tubuhnya. Upaya jemaah lain untuk menolong terhalang oleh kerumunan pelaku, sehingga Ahmad terus menjadi sasaran. Dengan pandangan nanar dan wajah bersimbah darah, beliau sempat mencuci muka di keran masjid sebelum melaporkan kejadian ini ke Polsek Wara, Kota Palopo.

Tuduhan Palsu dan Realitas di Balik Persoalan Sepele

Setibanya di kantor polisi, ibu yang menghadangnya tadi ternyata sudah lebih dulu melaporkan kejadian dengan klaim anaknya dipukuli hingga benjol. Namun, pemeriksaan polisi di tempat membuktikan sebaliknya. “Polisi langsung periksa anak itu di tempat. Mana yang sakit? Ternyata tidak ada benjol. Karena saya memang tidak memukul,” tegas Ahmad.

Ahmad tidak menampik bahwa ia sempat memberikan teguran berupa jitakan di kepala anak tersebut. Namun, teguran ini merupakan akumulasi dari kesabarannya menghadapi perilaku anak-anak yang sudah melampaui batas. Berbeda dengan informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan anak-anak itu dipukul hanya karena lari-larian, Ahmad menjelaskan bahwa perlakuan anak-anak tersebut sudah sangat mengganggu.

“Anak-anak ini memang sudah lama bikin ulah. Mereka teriak-teriak di mimbar pakai mikrofon, ada yang salto-salto, bahkan main sepeda di dalam masjid,” ungkapnya prihatin. Beliau menambahkan, fasilitas masjid seperti kaca railing sudah pecah sebanyak empat buah akibat ulah mereka. Seorang remaja masjid sebelumnya telah menegur mereka, namun tidak diindahkan.

“Kami sudah cukup sabar. Hari itu saya marahi karena mereka bermain di saat perangkat masjid sudah menyala untuk persiapan salat,” ujar Ahmad, menegaskan bahwa tegurannya bukan tanpa alasan yang kuat dan sudah melalui tahap kesabaran.

Luka Serius dan Harapan Keadilan

Luka yang diderita Ahmad ternyata cukup serius. Di Mapolsek Wara, beliau sempat jatuh pingsan karena pendarahan di wajah yang tak kunjung berhenti. Dibawa ke RS Mega Buana, kemudian dirujuk ke RS Palemmai Tandi untuk perawatan intensif dan visum. Ahmad kini sangat berharap pihak kepolisian dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku pengeroyokan.

Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marzuki, membenarkan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Empat saksi telah diperiksa, dan terduga pelaku akan dimintai keterangan pekan depan. “Namun masih menunggu hasil visum dari dokter untuk dinaikkan proses sidik kemudian yang diduga pelaku sudah dipanggil ke kantor Polsek Wara,” tandasnya, menegaskan komitmen kepolisian dalam menangani kasus ini.


Kontributor: RR. Nur

Penyunting: Budi S.


Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Brutal Akibat Persoalan Sepele: Kesaksian Langsung Ahmad (62) - image 1

Add wartakita.id as a preferred source on Google

BACA JUGA:

Tragedi di Makassar: Judi Online dan Miras Picu Aksi Brutal, Sepupu Tewas, Istri Luka Parah

Pembela HAM KontraS Disiram Air Keras: Dugaan Pembungkaman Suara Kritis di Jakarta

Nenek Elina: 3 Laporan ke Polda Jatim Usai Rumah Dibongkar

Dua Nyawa Melayang di Kalibata: Pengeroyokan Debt Collector oleh Oknum Polisi Terkuak

Konflik Lahan 16 Hektare di Jalan Poros Antang-Tamangapa Makassar

Tags: Ahmad Imam MasjidBerita PalopoImam Masjid PalopokekerasanKota PalopoPenganiyaanpengeroyokanTribun Timur
Share9Tweet6Send

ARTIKEL TERKAIT

Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Brutal Akibat Persoalan Sepele: Kesaksian Langsung Ahmad (62) - Featured

BMKG Makassar Imbau Waspada Pasca Gempa NTT, Tsunami Kecil Melanda Sulsel

16/08/2026
Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Brutal Akibat Persoalan Sepele: Kesaksian Langsung Ahmad (62) - Featured

Gotong Royong Makassar: Warga Panakkukang Bersihkan Rumah Ibadah Sambut HUT RI ke-81

16/08/2026
Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Brutal Akibat Persoalan Sepele: Kesaksian Langsung Ahmad (62) - Featured

Pedagang Atribut Kemerdekaan di Makassar Keluhkan Sepi Pembeli Jelang HUT RI: Anjloknya Omzet dan Tantangan Bisnis

14/08/2026
Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Brutal Akibat Persoalan Sepele: Kesaksian Langsung Ahmad (62) - Featured

Stok Beras Sulsel Dipastikan Aman 10 Bulan: Bulog Imbau Warga Makassar dan Sekitarnya Hindari Panic Buying

14/08/2026
Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Brutal Akibat Persoalan Sepele: Kesaksian Langsung Ahmad (62) - Featured

Polda Sulbar & Karantina Hewan Perkuat Sinergi Pengawasan Lalu Lintas Ternak dan Tumbuhan

12/08/2026
Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Brutal Akibat Persoalan Sepele: Kesaksian Langsung Ahmad (62) - Featured

El Nino Mengancam Pertanian Sulsel: 300 Pompa Air Disiagakan Pemprov untuk Jaga Ketahanan Pangan

11/08/2026
Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Brutal Akibat Persoalan Sepele: Kesaksian Langsung Ahmad (62) - Featured

BNI Wondr Fest Makassar: Tingkatkan Literasi Keuangan, Berdayakan UMKM Lokal, dan Rayakan HUT ke-80

11/08/2026
Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Brutal Akibat Persoalan Sepele: Kesaksian Langsung Ahmad (62) - Featured

Kemenaker Dorong Kewirausahaan di Makassar: Strategi Tekan Pengangguran Lewat Pelatihan dan Pemberdayaan Inklusif

11/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    579 shares
    Share 232 Tweet 145
  • Perbandingan Ekosistem Teknologi: Kelebihan dan Kekurangan Apple, Google, Microsoft

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, NTB, Sulsel & Sultra

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Gempa Bumi 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang NTT, Ratusan Aftershock & Gempa M6,4 di Simalungun

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Anatomi Kebocoran Triliunan Rupiah: Saat Negara Gagal Memajaki Oligarki dan Sektor Ekstraktif

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia 10 Agustus 2026: Episentrum di Chocó, Kerusakan Parah di Beberapa Kota dan Korban Jiwa

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Ini 2 Titik Masuk Ke Lokasi F8 Nanti Sore

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Merek Mobil Paling Laris Bulan Februari 2021

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Koordinasi APIK Dinas PU Makassar & Dinas PU Provinsi Sulsel

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bea Cukai Berbenah: Djaka Budi Utama Ungkap Upaya Perbaikan Pasca Ancaman Pembekuan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
parfum untuk jomblo_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
3 kompas batin wartakita_tn1
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Cara Hidup Anak Kost agar Lebih Tenang di Dapur dan Rumah_cr_tn1
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Ini 4 Serum Ajaib Wajib Punya untuk Melindungi Rambut dari Panas_wartakita.id
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
vespa 2026_cr_tn1
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.